<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673</id><updated>2012-01-27T10:19:53.881+07:00</updated><title type='text'>Usaha Atas Iman</title><subtitle type='html'>Kita sebagai manusia kadang lupa akan tujuan diciptakannya manusia di muka bumi ini, dalam group ini mari kita sama sama saling mengingatkan satu sama lain atas pentingnya Iman, Usaha Atas Iman...tanpa melihat perbedaan diantara kita, kenapa kita tidak sama sama melihat persamaan di dalam ber Iman dan beribadah kepada Alloh SWT. 

Tidak lain Alloh SWT menciptakan kita sebagai manusia semuanya hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1043</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1438671532851694139</id><published>2011-12-08T05:21:00.001+07:00</published><updated>2011-12-08T05:57:18.193+07:00</updated><title type='text'>Sungai Sungai Mengalirkan Emas dari Gunung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XcHnCmKj-JA/Tt_tbNGuJsI/AAAAAAAAAjE/zXC3G9ynPUA/s1600/gold.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-XcHnCmKj-JA/Tt_tbNGuJsI/AAAAAAAAAjE/zXC3G9ynPUA/s200/gold.jpg" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas. Siapa saja yang mendatanginya, ia tidak mengambil sesuatu pun darinya." (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung, lalu manusia saling membunuh. Dari setiap sepuluh orang, yang terbunuh sembilan orang dan tersisa satu." (HR Ahmad) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung, lalu manusia saling membunuh. Dari setiap seratus orang, yang terbunuh sembilan puluh orang atau ada juga yang mengatakan sembilan puluh sembilan. Masing masing berpendapat bahwa ia akan selamat." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ubai bin Ka'ab ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung. Ketika manusia mendengarnya, mereka mendatanginya, lalu orang yang berada di situ mengatakan, jika kita meninggalkan atau pergi, manusia akan mengambilnya, lalu pergi membawa semuanya. Maka, mereka saling mebunuh karena emas itu. Dari seratus orang, yang terbunuh sembilan puluh sembilan orang." (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat hadits shahih di atas menunjukkan bahwa sungai Furat (Eufrat) akan mengalirkan emas yang besar (tentang seberapa besarnya hanya Alloh SWT yang tahu). Akan tetapi, berdasarkan zhahir hadits, emas tersebut berukuran besar karena aliran sungai dan lembah di sekitarnya juga besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat ini, juga akan terjadi pembunuhan besar besaran. Namun, sesuai pesan Nabi saw "Maka barangsiapa yang mendatanginya, ia tidak akan mengambil sesuatu darinya." tidak akan ada yang mendekati atau mendatangi tempat tersebut. Sedangkan, yang datang ke tempat itu hanyalah mereka yang saling membunuh. Bisa jadi, sungai yang mengalirkan emas tersebut akan mengubah aliran sungai di lembah ini, dengan perintah Alloh SWT, sebagai pengaruh dari gempa, bencana atau peperangan yang menghancurkan. Bisa jadi, akibat dari pelemparan bom yang besar di dekat sungai dan mengubah alirannya atau berdasarkan perintah pemimpin Irak untuk mengubahnya demi kepentingan lahan pertanian, ekonomi dan politik serta yang sejenisnya. Akan tetapi, menurut yang pertama, hal itu akan terjadi atas perintah Alloh SWT. Dan, secara umum, perintah itu akan terjadi ketika muncul fitnah atau cobaan yang besar, sebagaimana yang telah disebutkan. Kondisi waktu itu sangat buruk, manusia berubah ubah antara iman dan kufur, atau pada waktu kekuasaan dipegang oleh orang orang yang bodoh dan tersebarnya kebodohan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, kondisi ini menunjukkan dekatnya dengan tanda tanda kubra, seperti terbitnya matahari dari barat atau munculnya kabut tebal yang menyelimuti bumi dan penduduknya. Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa orang orang yang benar benar beriman tidak akan mendekati sungai itu, sedangkan yang terbunuh adalah orang orang yang imannya lemah atau sejelek jelek manusia. Wallahu a'lam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1438671532851694139?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1438671532851694139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/sungai-sungai-mengalirkan-emas-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1438671532851694139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1438671532851694139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/sungai-sungai-mengalirkan-emas-dari.html' title='Sungai Sungai Mengalirkan Emas dari Gunung'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XcHnCmKj-JA/Tt_tbNGuJsI/AAAAAAAAAjE/zXC3G9ynPUA/s72-c/gold.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1423802560005441311</id><published>2011-12-05T22:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-05T22:59:09.029+07:00</updated><title type='text'>Seseorang Beriman pada Pagi Hari dan Kafir pada Sore Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FqHCh8Jqwb4/Ttzpf0-5SMI/AAAAAAAAAi4/qySGB-rgN9A/s1600/images22.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FqHCh8Jqwb4/Ttzpf0-5SMI/AAAAAAAAAi4/qySGB-rgN9A/s1600/images22.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Berhati hatilah dengan perbuatan perbuatan fitnah, seperti bagian malam yang gelap gulita, seorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari, lalu beriman pada sore hari dan kafir pada pagi hari. Salah seorang dari kalian menjual agamanya dengan luasnya dunia." (HR Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini menunjukkan bahwa seorang muslim akan menjual agamanya dengan luasnya dunia serta akan datang suatu zaman yang dekat dengan kiamat dan saat itu Islam menjadi lemah. Jika Islam dalam keadaan kuat, manusia tidak akan menjual (menukar) agama dengan dunianya. Semua ini menunjukkan betapa besar cobaan dan lemahnya hati kaum muslimin atau jatuhnya hati mereka (gagal) dalam ujian dan cobaan.. Namun, masih ada kelompok orang beriman yang masih teguh dalam keimanan mereka, meskipun perkaranya sangat besar dan dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1423802560005441311?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1423802560005441311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/seseorang-beriman-pada-pagi-hari-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1423802560005441311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1423802560005441311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/seseorang-beriman-pada-pagi-hari-dan.html' title='Seseorang Beriman pada Pagi Hari dan Kafir pada Sore Hari'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FqHCh8Jqwb4/Ttzpf0-5SMI/AAAAAAAAAi4/qySGB-rgN9A/s72-c/images22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-8445633547667497545</id><published>2011-12-04T20:56:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T21:02:59.598+07:00</updated><title type='text'>Seseorang Berharap Dapat Menempati Tempat Seseorang yang telah Meninggal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G70T5gEOVnw/Ttt9hltTOoI/AAAAAAAAAiw/Mg4kfZmgj8s/s1600/kuburan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/-G70T5gEOVnw/Ttt9hltTOoI/AAAAAAAAAiw/Mg4kfZmgj8s/s200/kuburan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini merupakan rangkaian dari bencana sebelumnya. Kezaliman mengakibatkan kondisi seperti ini. Begitu juga dengan berbagai fitnah, kejahatan, kezaliman pemimpin terhadap rakyatnya, dan sedikit rezeki serta kebajikan. Semua itu mengakibatkan kebimbangan manusia antara beriman dan kufur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang melewati kuburan dan mengatakan, seandainya aku dapat menempati tempatnya.: (HR Asy Syaikhani)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-8445633547667497545?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/8445633547667497545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/seseorang-berharap-dapat-menempati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8445633547667497545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8445633547667497545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/12/seseorang-berharap-dapat-menempati.html' title='Seseorang Berharap Dapat Menempati Tempat Seseorang yang telah Meninggal'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-G70T5gEOVnw/Ttt9hltTOoI/AAAAAAAAAiw/Mg4kfZmgj8s/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4361122587552823389</id><published>2011-11-29T10:23:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:00:27.299+07:00</updated><title type='text'>Turunnya Bencana dan Siksaan Berat dari Pemimpin yang Zalim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Kty0S78UNEM/Tts2inmwWxI/AAAAAAAAAfw/b60Gxez0MlU/s1600/bencana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-Kty0S78UNEM/Tts2inmwWxI/AAAAAAAAAfw/b60Gxez0MlU/s200/bencana.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh saw memberitahukan bahwa di akhir zaman nanti dan sebelum munculnya Al Mahdi, umat akan ditimpa musibah besar, seperti cobaan dan siksaan berat yang dilakukan oleh para pemimpin dan hakim yang zalim. Mereka mempersempit ruang gerak orang beriman sehingga akan berharap dapat menempati seperti tempat saudaranya yang sudah meninggal agar terbebas dari cobaan, siksaan, kejahatan, dan kezaliman para pemimpin tersebut.&amp;nbsp; Kondisi seperti itu akan terus berlangsung hingga munculnya Al Mahdi untuk menghukum mereka. Ia memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kebaikan, sebagaimana sebelumnya bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan pembunuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Sa'id Al Kudri ra bahwa Rosululloh saw bersabda, "Akan turun kepada umatku di akhir zaman nanti cobaan yang dahsyat dari pemimpin mereka. Belum pernah terdengar cobaan yang lebih dahsyat darinya sehingga bumi yang luas itu terasa sempit bagi mereka karena bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Seorang mukmin tidak mendapatkan tempat berpindah dari kezaliman itu. Kemudian Alloh SWT mengutus seseorang dari keturunanku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Penduduk bumi dan langit ridho dengannya, dan bumi tidak menyimpan sesuatu pun dari bijinya, kecuali mengeluarkannya. Begitu juga dengan langit, kecuali Alloh menuangkannya ke bumi. Ia hidup di tengah tengah mereka selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun agar semua yang hidup dan mati menikmati apa yang telah diperbuat Alloh SWT terhadap penduduk bumi dari kebaikan Nya." (HR Hakim)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4361122587552823389?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4361122587552823389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/turunnya-bencana-dan-siksaan-berat-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4361122587552823389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4361122587552823389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/turunnya-bencana-dan-siksaan-berat-dari.html' title='Turunnya Bencana dan Siksaan Berat dari Pemimpin yang Zalim'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Kty0S78UNEM/Tts2inmwWxI/AAAAAAAAAfw/b60Gxez0MlU/s72-c/bencana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1604771903569590946</id><published>2011-11-25T19:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:05:19.784+07:00</updated><title type='text'>Ketentuan Akhir Zaman dan Pencambukan Terhadap Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EuwJLOh6CQk/Tts3wD_RnrI/AAAAAAAAAf4/C6EeWmLoGnM/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://2.bp.blogspot.com/-EuwJLOh6CQk/Tts3wD_RnrI/AAAAAAAAAf4/C6EeWmLoGnM/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir zaman nanti, akan dijumpai kekuasaan orang orang bodoh dan zalim. Mereka mempunyai banyak penolong dalam kezaliman mereka, bahkan mencambuk manusia dan menghinakan mereka. Rosululloh saw telah mengumpamakan cambuk cambuk tersebut dengan ekor sapi serta memperingatkan mereka dengan neraka dan azab Alloh SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Umamah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Pada akhir zaman, akan ada orang orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mereka pergi pada pagi hari dalam kemurkaan Alloh dan kembali pada sore hari dalam kemurkaan Alloh." (HR Al Albaniy)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa ia mendengar Rosululloh saw bersabda "Jika engkau diberi kesempatan yang panjang, engkau akan melihat suatu kaum yang pergi pada pagi hari dalam kemurkaan Alloh dan kembali pada sore hari dalam kemarahan Alloh. Di tangan mereka ada semisal (cambuk) ekor sapi." (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, yang dipakai untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok dan kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium baunya. Padahal baunya dapat tercium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian." (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian dari tanda itu telah terjadi dalam sejarah Islam dan akan muncul lebih hebat lagi sebelum terjadinya kiamat, yaitu ketika ilmu dicabut dan muncul kebodohan sehingga Islam tidak tersisa lagi, kecuali nama dan tulisannya saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1604771903569590946?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1604771903569590946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/ketentuan-akhir-zaman-dan-pencambukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1604771903569590946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1604771903569590946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/ketentuan-akhir-zaman-dan-pencambukan.html' title='Ketentuan Akhir Zaman dan Pencambukan Terhadap Manusia'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EuwJLOh6CQk/Tts3wD_RnrI/AAAAAAAAAf4/C6EeWmLoGnM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-3251417087697600954</id><published>2011-11-25T16:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:09:58.853+07:00</updated><title type='text'>Bid’ah Hasanah dan Dalilnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hkRLP-IJQ7w/Tts41yUYHwI/AAAAAAAAAgA/G1v9dtTpyLA/s1600/remote_image20110926-27483-yfqkxh-0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-hkRLP-IJQ7w/Tts41yUYHwI/AAAAAAAAAgA/G1v9dtTpyLA/s1600/remote_image20110926-27483-yfqkxh-0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah hasanah adalah persoalan yang tidak pernah selesai dibicarakan. Hal ini di samping karena banyak inovasi amaliah kaum Muslimin yang tercover dalam bingkai bid’ah hasanah, juga karena adanya kelompok minoritas umat Islam yang sangat kencang menyuarakan tidak adanya bid’ah hasanah dalam Islam. Akhirnya kontroversi bid’ah hasanah ini selalu menjadi aktual untuk dikaji dan dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh walaupun sebenarnya khilafiyah tentang pembagian bid’ah menjadi dua, antara bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, tidak perlu terjadi. Karena di samping dalil-dalil Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan adanya bid’ah hasanah cukup banyak dan sangat kuat, juga karena konsep bid’ah hasanah telah diakui sejak generasi sahabat pada masa Khulafaur Rasyidin. Namun apa boleh dikata, kelompok yang anti bid’ah hasanah tidak pernah bosan dan lelah untuk membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi dengan tema Membedah Kontroversi Bid’ah, yang diadakan oleh MPW Fahmi Tamami Provinsi Bali, di Denpasar, pada bulan Juli 2010, saya terlibat dialog cukup tajam dengan beberapa tokoh Salafi yang hadir dalam acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara itu, saya menjelaskan, bahwa pembagian bid’ah menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, merupakan keharusan dan keniscayaan dari pengamalan sekian banyak hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang shahih dan terdapat dalam kitab-kitab hadits yang otoritatif (mu’tabar). Karena meskipun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رضي الله عنه قَالَ:  قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَالْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةُ&lt;br /&gt;(رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Sejelek-jelek perkara, adalah perkara yang baru. Dan setiap bid’ah itu kesesatan.” (HR. Muslim [867]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِيِّ رضي الله عنه  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم  مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مَنْ بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ&lt;br /&gt;رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memulai perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan memperoleh pahalanya serta pahala orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang memulai perbuatan jelek dalam Islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.” (HR. Muslim [1017]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits pertama, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan, bahwa setiap bid’ah adalah sesat. Tetapi dalam hadits kedua, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan pula, bahwa barangsiapa yang memulai perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang melakukannya sesudahnya. Dengan demikian, hadits kedua jelas membatasi jangkauan makna hadits pertama “kullu bid’atin dhalalah (setiap bid’ah adalah sesat)” sebagaimana dikatakan oleh al-Imam al-Nawawi dan lain-lain. Karena dalam hadits kedua, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dengan redaksi, “Barangsiapa yang memulai perbuatan yang baik”, maksudnya baik perbuatan yang dimulai tersebut pernah dicontohkan dan pernah ada pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, atau belum pernah dicontohkan dan belum pernah ada pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Di sisi lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seringkali melegitimasi beragam bentuk inovasi amaliah para sahabat yang belum pernah diajarkan oleh beliau. Misalnya berkaitan dengan tatacara ma’mum masbuq dalam shalat berjamaah dalam hadits shahih berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِالرَّحْمنِ بْنِ أَبِيْ لَيْلَى قَالَ: (كَانَ النَّاسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ  صلى الله عليه وسلم إِذَا جَاءَ الرَّجُلُ وَقَدْ فَاتَهُ شَيْءٌ مِنَ الصَّلاَةِ أَشَارَ إِلَيْهِ النَّاسُ فَصَلَّى مَا فَاتَهُ ثُمَّ دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ ثُمَّ جَاءَ يَوْمًا مُعَاذٌ بْنُ جَبَلٍ فَأَشَارُوْا إِلَيْهِ فَدَخَلَ وَلَمْ يَنْتَظِرْ مَا قَالُوْا فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ  صلى الله عليه وسلم ذَكَرُوْا لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ  صلى الله عليه وسلم «سَنَّ لَكُمْ مُعَاذٌ».وَفِيْ رِوَايَةِ سَيِّدِنَا مُعَاذٍ بْنِ جَبَلٍ: (إِنَّهُ قَدْ سَنَّ لَكُمْ مُعَاذٌ فَهَكَذَا فَاصْنَعُوْا). رواه أبو داود وأحمد ، وابن أبي شيبة، وغيرهم، وقد صححه الحافظ ابن دقيق العيد والحافظ ابن حزم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abdurrahman bin Abi Laila berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bila seseorang datang terlambat beberapa rakaat mengikuti shalat berjamaah, maka orang-orang yang lebih dulu datang akan memberi isyarat kepadanya tentang rakaat yang telah dijalani, sehingga orang itu akan mengerjakan rakaat yang tertinggal itu terlebih dahulu, kemudian masuk ke dalam shalat berjamaah bersama mereka. Pada suatu hari Mu’adz bin Jabal datang terlambat, lalu orang-orang mengisyaratkan kepadanya tentang jumlah rakaat shalat yang telah dilaksanakan, akan tetapi Mu’adz langsung masuk dalam shalat berjamaah dan tidak menghiraukan isyarat mereka, namun setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, maka Mu’adz segera mengganti rakaat yang tertinggal itu. Ternyata setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, mereka melaporkan perbuatan Mu’adz bin Jabal yang berbeda dengan kebiasaan mereka. Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian.” Dalam riwayat Mu’adz bin Jabal, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian. Begitulah cara shalat yang harus kalian kerjakan”. (HR. al-Imam Ahmad (5/233), Abu Dawud, Ibn Abi Syaibah dan lain-lain. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hafizh Ibn Daqiq al-’Id dan al-Hafizh Ibn Hazm al-Andalusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bolehnya membuat perkara baru dalam ibadah, seperti shalat atau lainnya, apabila sesuai dengan tuntunan syara’. Dalam hadits ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak menegur Mu’adz dan tidak pula berkata, “Mengapa kamu membuat cara baru dalam shalat sebelum bertanya kepadaku?”, bahkan beliau membenarkannya, karena perbuatan Mu’adz sesuai dengan aturan shalat berjamaah, yaitu makmum harus mengikuti imam. Dalam hadits lain diriwayatkan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ سَيِّدِنَا رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ  رضي الله عنه قَالَ : كُنَّا نُصَلِّيْ وَرَاءَ النَّبِيِّ  صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ قَالَ (سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قاَلَ (مَنِ الْمُتَكَلِّمُ؟) قَالَ : أَنَا قاَلَ: «رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِيْنَ مَلَكًا يَبْتَدِرُوْنَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا»&lt;br /&gt;رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu anhu berkata: “Suatu ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau bangun dari ruku’, beliau berkata: “sami’allahu liman hamidah”. Lalu seorang laki-laki di belakangnya berkata: “rabbana walakalhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih”. Setelah selesai shalat, beliau bertanya: “Siapa yang membaca kalimat tadi?” Laki-laki itu menjawab: “Saya”. Beliau bersabda: “Aku telah melihat lebih 30 malaikat berebutan menulis pahalanya”. (HR. al-Bukhari [799]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sahabat di atas mengerjakan perkara baru yang belum pernah diterimanya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yaitu menambah bacaan dzikir dalam i’tidal. Ternyata Nabi shallallahu alaihi wa sallam membenarkan perbuatan mereka, bahkan memberi kabar gembira tentang pahala yang mereka lakukan, karena perbuatan mereka sesuai dengan syara’, di mana dalam i’tidal itu tempat memuji kepada Allah. Oleh karena itu al-Imam al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani menyatakan dalam Fath al-Bari (2/267), bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya membuat dzikir baru dalam shalat, selama dzikir tersebut tidak menyalahi dzikir yang ma’tsur (datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam), dan bolehnya mengeraskan suara dalam bacaan dzikir selama tidak mengganggu orang lain. Seandainya hadits “kullu bid’atin dhalalah (setiap bid’ah adalah sesat)”, bersifat umum tanpa pembatasan, tentu saja Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan melarang setiap bentuk inovasi dalam agama ketika beliau masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pembagian bid’ah menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, juga dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, termasuk Khulafaur Rasyidin. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ  رضي الله عنه  لَيْلَةً فِيْ رَمَضَانَ إلى الْمَسْجِدِ فَإِذًا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُوْنَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّيْ بِصَلاَتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ t: إِنِّيْ أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلاَءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّوْنَ بِصَلاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ: نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِيْ نَامُوْا عَنْهَا أَفْضَلُ مِنَ الَّتِيْ يَقُوْمُوْنَ يُرِيْدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُوْمُوْنَ أَوَّلَهُ&lt;br /&gt;رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abdurrahman bin Abd al-Qari berkata: “Suatu malam di bulan Ramadhan aku pergi ke masjid bersama Umar bin al-Khaththab. Ternyata orang-orang di masjid berpencar-pencar dalam sekian kelompok. Ada yang shalat sendirian. Ada juga yang shalat menjadi imam beberapa orang. Lalu Umar radhiyallahu anhu berkata: “Aku berpendapat, andaikan mereka aku kumpulkan dalam satu imam, tentu akan lebih baik”. Lalu beliau mengumpulkan mereka pada Ubay bin Ka’ab. Malam berikutnya, aku ke masjid lagi bersama Umar bin al-Khaththab, dan mereka melaksanakan shalat bermakmum pada seorang imam. Menyaksikan hal itu, Umar berkata: “Sebaik-baik bid’ah adalah ini. Tetapi menunaikan shalat di akhir malam, lebih baik daripada di awal malam”. Pada waktu itu, orang-orang menunaikan tarawih di awal malam.” (HR. al-Bukhari [2010]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah menganjurkan shalat tarawih secara berjamaah. Beliau hanya melakukannya beberapa malam, kemudian meninggalkannya. Beliau tidak pernah pula melakukannya secara rutin setiap malam. Tidak pula mengumpulkan mereka untuk melakukannya. Demikian pula pada masa Khalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu. Kemudian Umar radhiyallahu anhu mengumpulkan mereka untuk melakukan shalat tarawih pada seorang imam dan menganjurkan mereka untuk melakukannya. Apa yang beliau lakukan ini tergolong bid’ah. Tetapi bid’ah hasanah, karena itu beliau mengatakan: “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;وَعَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ  رضي الله عنه  قَالَ: كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلهُ إِذَا جَلَسَ الإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ  صلى الله عليه وسلم  وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ  رضي الله عنه  وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلىَ الزَّوْرَاءِ وَهِيَ دَارٌ فِيْ سُوْقِ الْمَدِيْنَةِ&lt;br /&gt;رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Sa’ib bin Yazid radhiyallahu anhu berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar adzan Jum’at pertama dilakukan setelah imam duduk di atas mimbar. Kemudian pada masa Utsman, dan masyarakat semakin banyak, maka beliau menambah adzan ketiga di atas Zaura’, yaitu nama tempat di Pasar Madinah.” (HR. al-Bukhari [916]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar adzan Jum’at dikumandangkan apabila imam telah duduk di atas mimbar. Pada masa Utsman, kota Madinah semakin luas, populasi penduduk semakin meningkat, sehingga mereka perlu mengetahui dekatnya waktu Jum’at sebelum imam hadir ke mimbar. Lalu Utsman menambah adzan pertama, yang dilakukan di Zaura’, tempat di Pasar Madinah, agar mereka segera berkumpul untuk menunaikan shalat Jum’at, sebelum imam hadir ke atas mimbar. Semua sahabat yang ada pada waktu itu menyetujuinya. Apa yang beliau lakukan ini termasuk bid’ah, tetapi bid’ah hasanah dan dilakukan hingga sekarang oleh kaum Muslimin. Benar pula menamainya dengan sunnah, karena Utsman termasuk Khulafaur Rasyidin yang sunnahnya harus diikuti berdasarkan hadits sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beragam inovasi dalam amaliah keagamaan juga dipraktekkan oleh para sahabat secara individu. Dalam kitab-kitab hadits diriwayatkan, beberapa sahabat seperti Umar bin al-Khaththab, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, al-Hasan bin Ali dan lain-lain menyusun doa talbiyah-nya ketika menunaikan ibadah haji berbeda dengan redaksi talbiyah yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Para ulama ahli hadits seperti al-Hafizh al-Haitsami meriwayatkan dalam Majma’ al-Zawaid, bahwa Anas bin Malik dan al-Hasan al-Bashri melakukan shalat Qabliyah dan Ba’diyah shalat idul fitri dan idul adhha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari sekian banyak hadits-hadits shahih di atas, serta perilaku para sahabat, para ulama akhirnya berkesimpulan bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah. Al-Imam al-Syafi’i, seorang mujtahid pendiri madzhab al-Syafi’i berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;اَلْمُحْدَثَاتُ ضَرْبَانِ: مَا أُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ إِجْمَاعًا فَهُوَ بِدْعَةُ الضَّلالَةِ وَمَا أُحْدِثَ فِي الْخَيْرِ لاَ يُخَالِفُ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَهُوَ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ&lt;br /&gt;الحافظ البيهقي، مناقب الإمام الشافعي، ١/٤٦٩&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bid’ah (muhdatsat) ada dua macam; pertama, sesuatu yang baru yang menyalahi al-Qur’an atau Sunnah atau Ijma’, dan itu disebut bid’ah dhalalah (tersesat). Kedua,sesuatu yang baru dalam kebaikan yang tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ dan itu disebut bid’ah yang tidak tercela”. (Al-Baihaqi, Manaqib al-Syafi’i, 1/469).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan al-Imam al-Syafi’i ini juga disetujui oleh Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah (juz. 20, hal. 163).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya memaparkan penjelasan di atas, Ustadz Husni Abadi, pembicara yang mewakili kaum Salafi pada waktu itu, tidak mampu membantah dalil-dalil yang saya ajukan. Anehnya ia justru mengajukan dalil-dalil lain yang menurut asumsinya menunjukkan tidak adanya bid’ah hasanah. Seharusnya dalam sebuah perdebatan, pihak penentang (mu’taridh) melakukan bantahan terhadap dalil-dalil yang diajukan oleh pihak lawan, sebagaimana diterangkan dalam ilmu Ushul Fiqih. Apabila pihak penentang tidak mampu mematahkan dalil-dalil pihak lawan, maka argumentasi pihak tersebut harus diakui benar dan shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Husni Abadi berkata: “Ustadz, dalam soal ibadah kita tidak boleh membuat-buat sendiri. Kita terikat dengan kaedah al-ashlu fil-ibadah al-buthlan hatta yadulla al-dalil ‘ala al-’amal, (hukum asal dalam sebuah ibadah adalah batal, sebelum ada dalil yang menunjukkan kebenaran mengamalkannya)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan Ustadz Husni, saya menjawab: “Kaedah yang Anda sebutkan tidak dikenal dalam ilmu fiqih. Dan seandainya kaedah yang Anda sebutkan ada dalam ilmu fiqih, maka kaedah tersebut tidak menolak adanya bid’ah hasanah. Karena Anda tadi mengatakan, bahwa dalam soal ibadah tidak boleh membuat-buat sendiri. Maksud Anda tidak boleh membuat bid’ah hasanah. Lalu Anda berargumen dengan kaedah, hukum asal dalam sebuah ibadah adalah batal, sebelum ada dalil yang menunjukkan kebenaran mengamalkannya. Tadi sudah kami buktikan, bahwa bid’ah hasanah banyak sekali dalilnya. Berarti, kaedah Anda membenarkan mengamalkan bid’ah hasanah, karena dalilnya jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA berkata: “Ustadz, dalam surat al-Maidah, ayat 3 disebutkan:&lt;br /&gt;اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini aku sempurnakan bagimu agamamu dan aku sempurnakan bagimu nikmat-Ku.” (QS. al-Maidah : 3)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menegaskan bahwa Islam telah sempurna. Dengan demikian, orang yang melakukan bid’ah hasanah berarti berasumsi bahwa Islam belum sempurna, sehingga masih perlu disempurnakan dengan bid’ah hasanah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab: “Ayat 3 dalam surat al-Maidah yang Anda sebutkan tidak berkaitan dengan bid’ah hasanah. Karena yang dimaksud dengan penyempurnaan agama dalam ayat tersebut, seperti dikatakan oleh para ulama tafsir, adalah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menyempurnakan kaedah-kaedah agama. Seandainya yang dimaksud dengan ayat tersebut, tidak boleh melakukan bid’ah hasanah, tentu saja para sahabat sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak akan melakukan bid’ah hasanah. Sayidina Abu Bakar menghimpun al-Qur’an, Sayyidina Umar menginstruksikan shalat tarawih secara berjamaah, dan Sayyidina Utsman menambah adzan Jum’at menjadi dua kali, serta beragam bid’ah hasanah lainnya yang diterangkan dalam kitab-kitab hadits. Dalam hal ini tak seorang pun dari kalangan sahabat yang menolak hal-hal baru tersebut dengan alasan ayat 3 surat al-Maidah tadi. Jadi, ayat yang Anda sebutkan tidak ada kaitannya dengan bid’ah hasanah. Justru bid’ah hasanah masuk dalam kesempurnaan agama, karena dalil-dalilnya terdapat dalam sekian banyak hadits Rasul shallallahu alaihi wa sallam dan perilaku para sahabat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA berkata: “Ustadz, hadits Jarir bin Abdullah al-Bajali, tidak tepat dijadikan dalil bid’ah hasanah. Karena hadits tersebut jelas membicarakan sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Bukankah redaksinya berbunyi, man sanna fil Islaam sunnatan hasanatan. Di samping itu, hadits tersebut mempunyai latar belakang, yaitu anjuran sedekah. Dan sudah maklum bahwa sedekah memang ada tuntunannya dalam al-Qur’an dan Sunnah. Jadi hadits yang Ustadz jadikan dalil bid’ah hasanah tidak proporsional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab: “Untuk memahami hadits Jarir bin Abdullah al-Bajali tersebut kita harus berpikir jernih dan teliti. Pertama, kita harus tahu bahwa yang dimaksud dengan sunnah dalam teks hadits tersebut adalah sunnah secara lughawi (bahasa). Secara bahasa, sunnah diartikan dengan al-thariqah mardhiyyatan kanat au ghaira mardhiyyah (perilaku dan perbuatan, baik perbuatan yang diridhai atau pun tidak). Sunnah dalam teks hadits tersebut tidak bisa dimaksudkan dengan Sunnah dalam istilah ilmu hadits, yaitu ma ja’a ‘aninnabiy shallallahu alaihi wa sallam min qaulin au fi’lin au taqrir (segala sesuatu yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan maupun pengakuan). Sunnah dengan definisi terminologis ahli hadits seperti ini, berkembang setelah abad kedua Hijriah. Seandainya, Sunnah dalam teks hadits Jarir bin Abdullah al-Bajali tersebut dimaksudkan dengan Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam dalam terminologi ahli hadits, maka pengertian hadits tersebut akan menjadi kabur dan rancu. Coba kita amati, dalam teks hadits tersebut ada dua kalimat yang belawanan, pertama kalimat man sanna sunnatan hasanatan. Dan kedua, kalimat berikutnya yang berbunyi man sanna sunnatan sayyi’atan. Nah, kalau kosa kata Sunnah dalam teks hadits tersebut kita maksudkan pada Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam dalam terminologi ahli hadits tadi, maka akan melahirkan sebuah pengertian bahwa Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam itu ada yang hasanah (baik) dan ada yang sayyi’ah (jelek). Tentu saja ini pengertian sangat keliru. Oleh karena itu, para ulama seperti al-Imam al-Nawawi menegaskan, bahwa hadits man sanna fil islam sunnatan hasanatan, membatasi jangkauan makna hadits kullu bid’atin dhalalah, karena makna haditsnya sangat jelas, tidak perlu disangsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, alasan Anda bahwa konteks yang menjadi latar belakang (asbab al-wurud) hadits tersebut berkaitan dengan anjuran sedekah, maka alasan ini sangat lemah sekali. Bukankah dalam ilmu Ushul Fiqih telah kita kenal kaedah, al-’ibrah bi ’umum al-lafzhi la bi-khusush al-sabab, (peninjauan dalam makna suatu teks itu tergantung pada keumuman kalimat, bukan melihat pada konteksnya yang khusus).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA berkata: “Ustadz, menurut al-Imam Ibn Rajab, bid’ah hasanah itu tidak ada. Yang namanya bid’ah itu pasti sesat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab: “Maaf, Anda salah dalam mengutip pendapat al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali. Justru al-Imam Ibn Rajab itu mengakui bid’ah hasanah. Hanya saja beliau tidak mau menamakan bid’ah hasanah dengan bid’ah, tetapi beliau namakan Sunnah. Jadi hanya perbedaan istilah saja. Sebagai bukti, bahwa Ibn Rajab menerima bid’ah hasanah, dalam kitabnya, Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam fi Syarth Khamsin Haditsan min Jamawi’ al-Kalim, beliau mengutip pernyataan al-Imam al-Syafi’i yang membagi bid’ah menjadi dua. Dan seandainya al-Imam Ibn Rajab memang berpendapat seperti yang Anda katakan, kita tidak akan mengikuti beliau, tetapi kami akan mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat yang mengakui adanya bid’ah hasanah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA berkata: “Ustadz, dalil-dalil yang Anda ajukan dari Khulafaur Rasyidin, seperti dari Khalifah Umar, Utsman dan Ali, itu tidak bisa dijadikan dalil bid’ah hasanah. Karena mereka termasuk Khulafaur Rasyidin. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan kita mengikuti Khulafaur Rasyidin, dalam hadits ‘alaikum bisunnati wa sunnatil khulafair rasyidin al-mahdiyyin (ikutilah sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang memperoleh petunjuk). Dengan demikian, apa yang mereka lakukan sebenarnya termasuk Sunnah berdasarkan hadits ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab: “Ustadz Husni yang saya hormati, menurut hemat kami sebenarnya yang tidak mengikuti Khulafaur Rasyidin itu orang yang menolak bid’ah hasanah seperti Anda. Karena Khulafaur Rasyidin sendiri melakukan bid’ah hasanah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kita mengikuti Khulafaur Rasyidin. Sementara Khulafaur Rasyidin melakukan bid’ah hasanah. Berarti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kita melakukan bid’ah hasanah. Dengan demikian kami yang berpendapat dengan adanya bid’ah hasanah itu sebenarnya mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Khulafaur Rasyidin. Oleh karena itu, mari kita ikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Khulafaur Rasyidin dengan melakukan bid’ah hasanah sebanyak-banyaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HA berkata: “Ustadz Idrus, kalau Anda mengatakan bahwa hadits kullu bid’atin dhalalah maknanya terbatas dengan artian bahwa sebagian bid’ah itu sesat, bukan semua bid’ah, lalu apakah Anda akan mengartikan teks berikutnya, yang berbunyi wa kullu dhalalatin finnar, dengan pengertian yang sama, bahwa sebagian kesesatan itu masuk neraka, bukan semuanya. Apakah Ustadz berani mengartikan demikian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab: “Ustadz Husni yang saya hormati, dalam mengartikan atau membatasi jangkauan makna suatu ayat atau hadits, kita tidak boleh mengikuti hawa nafsu. Akan tetapi kita harus mengikuti al-Qur’an dan Sunnah pula. Para ulama mengartikan teks hadits kullu bid’atin dhalalah dengan arti sebagian besar bid’ah itu sesat, karena ada sekian banyak hadits yang menuntut demikian. Sedangkan berkaitan teks berikutnya, wa kullu dhalalatin finnar (setiap kesesatan itu di neraka), di sini kami tegaskan, bahwa selama kami tidak menemukan dalil-dalil yang membatasi jangkauan maknanya, maka kami akan tetap berpegang pada keumumannya. Jadi makna seluruh atau sebagian dalam sebuah teks itu tergantung dalil. Yang namanya dalil, ya al-Qur’an dan Sunnah. Jadi membatasi jangkauan makna dalil, dengan dalil pula, bukan dengan hawa nafsu.” Demikianlah dialog saya dengan Ustadz Husni Abadi, di Denpasar pada akhir Juli 2010 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islamic Center Jakarta Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah menarik berkaitan dengan bid’ah hasanah yang perlu diceritakan di sini. Kisah ini pengalaman pribadi Ali Rahmat, laki-laki gemuk yang sekarang tinggal di Jakarta Pusat. Beliau pernah kuliah di Syria setelah tamat dari Pondok Pesantren Assunniyah Kencong, Jember. Ali Rahmat bercerita, “Pada pertengahan 2009, kaum Wahhabi mengadakan pengajian di Islamic Center Jakarta Utara. Tampil sebagai pembicara, Yazid Jawas dan Abdul Hakim Abdat, dua tokoh Wahhabi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, saya sengaja hadir bersama beberapa teman alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, antara lain Ustadz Abdussalam, Ustadz Abdul Hamid Umar dan Ustadz Mishbahul Munir. Ternyata, sejak awal acara, dua tokoh Wahhabi itu sangat agresif menyampaikan ajarannya tentang bid’ah. Setelah saya amati, Ustadz Yazid Jawas banyak berbicara tentang bid’ah. Menurut Yazid Jawas, bid’ah hasanah itu tidak ada. Semua bid’ah pasti sesat dan masuk neraka. Menurut Yazid Jawas, apapun yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, harus ditinggalkan, karena termasuk bid’ah dan akan masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah presentasi tersebut saya bertanya kepada Yazid Jawas. “Anda sangat ekstrem dalam membicarakan bid’ah. Menurut Anda, apa saja yang belum pernah ada pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu pasti bid’ah dan akan masuk neraka. Sekarang saya bertanya, Sayidina Umar bin al-Khaththab memulai tradisi shalat tarawih 20 raka’at dengan berjamaah, Sayidina Utsman menambah adzan Jum’at menjadi dua kali, sahabat-sahabat yang lain juga banyak yang membuat susunan-susunan dzikir yang tidak diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sekarang saya bertanya, beranikah Anda mengatakan bahwa Sayidina Umar, Sayidina Utsman dan sahabat lainnya termasuk ahli bid’ah dan akan masuk neraka?” Mendengar pertanyaan saya, Yazid Jawas hanya terdiam seribu bahasa, tidak bisa memberikan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara dialog selesai, saya menghampiri Yazid Jawas, dan saya katakan kepadanya, “Bagaimana kalau Anda kami ajak dialog dan debat secara terbuka dengan ulama kami. Apakah Anda siap?” “Saya tidak siap.” Demikian jawab Yazid Jawas seperti diceritakan oleh Ali Rahmat kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah serupa terjadi juga di Jember pada akhir Desember 2009. Dalam daurah tentang Syi’ah yang diadakan oleh Perhimpunan Al-Irsyad di Jember, ada beberapa mahasiswa STAIN Jember yang mengikutinya. Ternyata dalam daurah tersebut, tidak hanya membicarakan Syi’ah. Tetapi juga membicarakan tentang bid’ah dan ujung-ujungnya membid’ah-bid’ahkan amaliah kaum Muslimin di Tanah Air yang telah mengakar sejak beberapa abad yang silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pematerinya ada yang bernama Abu Hamzah Agus Hasan Bashori, tokoh Salafi dari Malang. Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan bahwa bid’ah itu sesat semua. Yang namanya bid’ah hasanah itu tidak ada. Apa saja yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, harus kita tinggalkan, karena itu termasuk bid’ah dan akan masuk neraka. Demikian konsep yang dipaparkan oleh Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa dari Jember tadi ada yang bertanya: “Kalau konsep bid’ah seperti yang Anda paparkan barusan, bahwa semua bid’ah itu sesat, tidak ada bid’ah hasanah, dan bahwa apa saja yang tidak ada pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam harus kami tinggalkan, karena termasuk bid’ah. Sekarang bagaimana Anda menanggapi doa-doa yang disusun oleh para sahabat yang belum pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? Bagaimana dengan doa al-Imam Ahmad bin Hanbal dalam sujud ketika shalat selama 40 tahun yang berbunyi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;قَالَ اْلإِمَامُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ: إِنِّيْ لأَدْعُو اللهَ لِلشَّافِعِيِّ فِيْ صَلاَتِيْ مُنْذُ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً، أَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِيِّ&lt;br /&gt;الحافظ البيهقي، مناقب الإمام الشافعي، ۲/۲٥٤&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Saya mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Saya berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.” (Al-Hafizh al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i, 2/254).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa seperti itu sudah pasti tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, para sahabat dan tabi’in. Tetapi al-Imam Ahmad bin Hanbal melakukannya selama empat puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Syaikh Ibn Taimiyah, setiap habis shalat shubuh, melakukan dzikir bersama, lalu membaca surat al-Fatihah berulang-ulang hingga Matahari naik ke atas, sambil mengangkat kepalanya menghadap langit. Nah, sekarang saya bertanya, menurut Anda, apakah para sahabat, al-Imam Ahmad bin Hanbal dan Syaikh Ibn Taimiyah termasuk ahli bid’ah, berdasarkan konsep bid’ah yang Anda paparkan tadi? Karena jelas sekali, mereka melakukan sesuatu yang belum pernah ada pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut Agus ternyata tidak mampu menjawab dan malah bercerita tentang bid’ah hasanah Ibn Taimiyyah secara pribadi. Kisah ini diceritakan oleh beberapa teman saya, antara lain IS dan AD yang mengikuti acara daurah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, konsep anti bid’ah hasanah ala Wahhabi sangat lemah dan rapuh. Tidak mampu dipertahankan di arena diskusi ilmiah. Konsep anti bid’ah hasanah ala Wahhabi akan menemukan jalan buntu ketika dihadapkan dengan fakta bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melegitimasi amaliah-amaliah baru yang dilakukan oleh para sahabat. Konsep tersebut akan runtuh pula ketika dibenturkan dengan fakta bahwa para sahabat sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam banyak melakukan inovasi kebaikan dalam agama sebagaimana diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits yang otoritatif (mu’tabar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari “Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi” karya Ust. Muhammad Idrus Ramli, alumni Pondok Pesantren Sidogiri tahun 1424/2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/03/13/bid%E2%80%99ah-hasanah-dan-dalilnya/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://reyarifin.blogspot.com/2011/11/bidah-hasanah-dan-dalilnya.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-3251417087697600954?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/3251417087697600954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/bidah-hasanah-dan-dalilnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3251417087697600954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3251417087697600954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/bidah-hasanah-dan-dalilnya.html' title='Bid’ah Hasanah dan Dalilnya'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hkRLP-IJQ7w/Tts41yUYHwI/AAAAAAAAAgA/G1v9dtTpyLA/s72-c/remote_image20110926-27483-yfqkxh-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1803689103569494437</id><published>2011-11-25T16:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:12:02.289+07:00</updated><title type='text'>Penjelasan Sunnah Dan Bid'ah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cdg3daLD9DQ/Tts5OgHN_WI/AAAAAAAAAgI/FoDFBwNwC5I/s1600/quran2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-cdg3daLD9DQ/Tts5OgHN_WI/AAAAAAAAAgI/FoDFBwNwC5I/s1600/quran2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang, sebagian kecil dari saudara-saudara kita seagama masih   sering terjebak dalam sikap memutlakkan pendapat sendiri sebagai yang   paling benar sehingga cenderung menghakimi dan memvonis orang atau   kelompok lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara vonis-vonis yang masih muncul ke permukaan   adalah vonis bid'ah-sesat terhadap amalan-amalan tertentu yang   sesungguhnya (kalau dilacak secara cermat) ternyata bukan bid'ah,   melainkan justru sunnah yang memang layak dilestarikan oleh setiap   Muslim dan Mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena keterbatasan referensi, maka vonis   bid'ah tidak kunjung hilang, sehingga peringatan maulid Nabi yang   diselenggarakan karena kecintaan kepada makhluk terbaik di langit dan   bumi ini pun disebut sebagai bid'ah-sesat yang diancam dengan neraka;   demikian pula penggunaan alat penghitung dzikir (tasbih), wirid   berjamaah, amalan-amalan thariqat, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan  ini tidak bermaksud mengemukakan dalil-dalil tentang   aktivitas-aktivitas ini, dan tidak pula bermaksud memperuncing khilafiah   antara pihak pemvonis dan yang divonis. Tujuan pokok tulisan   semata-mata untuk menambah wawasan keislaman, khususnya tentang   pengertian bid'ah dan contoh-contoh bid'ah yang bergulir dalam sejarah   dan yang justru dilakukan oleh para sahabat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan Hakikat Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang sering dikemukakan oleh saudara-saudara kita yang seringkali   memvonis bid’ah terhadap amalan-amalan tertentu adalah hadis Nabi saw.   yang sangat terkenal dan berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hindarilah perkara-perkara yang baru (diada-adakan), karena setiap   perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami hadis tersebut secara baik dan menerapkannya secara   benar terhadap persoalan-persoalan konkret tampaknya sangat penting   dijelaskan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata   bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi bahasa, bid’ah berasal dari kata bada’a yang  dalam kamus  Mukhtâr al-Shihâh diartikan dengan ikhtara’a,[2] sedangkan  dalam Lisân  al-‘Arab diartikan dengan ansya-a wa bada-a.[3] Kedua makna  yang  ditunjukkan dalam dua kamus yang sangat terkenal itu pada dasarnya   sama: ‘mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah  memang berarti mengadakan atau menciptakan sesuatu yang  sebelumnya tidak  ada. Bid’ah adalah wujud konkret sebuah prakarsa, baik  dalam masalah  ibadah maupun dalam soal muamalah. Merintis suatu  perbuatan, jalan atau  cara, dalam kebaikan atau dalam keburukan, adalah  bid’ah; tetapi  merintis cara atau jalan baru yang dilakukan dalam  rangka kebaikan dan  pendekatan diri kepada Allah, sesungguhnya justru  menjadi bagian penting  dari ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, hadis Nabi berikut—sebuah  hadis yang sangat populer  karena dikutip dalam banyak kitab  hadis—barangkali perlu disimak dengan  seksama kandungan maknanya agar  kita tidak terlalu sempit dalam  memandang agama. Dalam hadis Jarir ibn  ‘Abdullah disebutkan bahwa  Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من سن في  الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص  من أجورهم  شيء ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل  بها من بعده  من غير أن ينقص من أوزارهم شيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa merintis (membuat  atau meletakkan) jalan yang baik dalam  Islam, maka ia memperoleh  pahalanya dan pahala orang-orang yang  melakukannya sesudahnya, tanpa  berkurang sedikit pun pahala mereka; dan  barangsiapa merintis (membuat  atau meletakkan) jalan yang buruk dalam  Islam, maka dia menanggung  dosanya dan dosa orang-orang yang  melakukannya sesudahnya, tanpa  berkurang sedikit pun dosa mereka.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang paling tepat  untuk kata Arab sanna – yasunnu adalah  “merintis” atau melakukan sesuatu  pertama kali yang selanjutnya dapat  dilakukan oleh orang lain. Makna  ini dapat dipahami dari ungkapan Ibn  Manzhur dalam Lisân al-‘Arab-nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل من ابتدأ أمرا عمل به قوم بعده قيل هو الذي سنه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang yang memulai suatu perkara yang kemudian perkara itu   dikerjakan oleh orang-orang sesudahnya, maka dikatakan, dialah orang   yang ‘merintis’ perkara itu.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa yang  dimaksud dengan kata sunnah dalam hadis Nabi di  atas adalah “jalan atau  perkara baru yang dirintis” atau “prakarsa”;  dan perkara-perkara yang  dirintis oleh seseorang, atau yang disebut  dengan prakarsa, adakalanya  baik sehingga disebut sunnah hasanah, dan  adakalanya buruk sehingga  disebut sunnah sayyi-ah, sebagaimana  diisyaratkan oleh hadis di atas.  Dalam kaitan ini, kata sunnah (bukan  sunnah dalam pengertiannya sebagai  perkataan, perbuatan, dan ketetapan  Nabi) sama maknanya dengan kata  bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ulama, seperti Imam al-Syafi’i, al-Qurthubi, dan  yang lain-lain,  membagi bid’ah menjadi dua: bid’ah hasanah ‘bid’ah yang  baik’ (atau  bid’ah mahmûdah ‘bid’ah yang terpuji’), dan bid’ah sayyiah  ‘bid’ah yang  buruk’ (atau bid’ah madzmûmah ‘bid’ah yang tercela’),  sebagaimana  halnya sunnah dalam pengertian ini juga dibagi menjadi dua,  yaitu  sunnah hasanah dan sunnah sayyiah. Bid’ah yang sesuai, sejalan,  atau  selaras dengan sunnah Nabi maka ia adalah bid’ah yang baik  (hasanah),  dan bid’ah yang menyalahi, menyimpang, atau bertentangan  dengan sunnah  Nabi maka ia bid’ah yang buruk (sayyiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  al-Nawawi, penulis Syarah Shahih Muslim yang sangat terkenal dan  tidak  seorang pun mengingkari kapasitasnya, bahkan mengatakan hal yang  senada  dengan hadis “man sanna sunnatan hasanah …” tetapi beliau  menggunakan  kata yang seakar dengan kata bid’ah di dalam kitab itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان كل  من ابتدع شيئا من الشر كان عليه مثل وزر كل من اقتدى به في ذلك  العمل مثل  عمله إلى يوم القيامة ومثله من ابتدع شيأ من الخير كان له مثل  أجر كل من  يعمل به إلى يوم القيامة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang yang ‘menciptakan’ suatu  amal keburukan, maka dia ikut  menanggung dosa yang sama dengan dosa  orang yang mengikutinya dalam  amal itu hingga hari kiamat; dan setiap  orang yang ‘menciptakan’ suatu  amal kebaikan, maka dia memperoleh pahala  yang sama dengan pahala orang  yang melakukan amal itu hingga hari  kiamat.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang memahami bahasa Arab,  sebenarnya tidak diperlukan  lagi penjelasan mengenai apa yang dimaksud  dengan kata ibtada’a yang  digunakan Imam al-Nawawi dalam ungkapan di  atas; ibtada’a artinya  “berbuat bid’ah” atau “menciptakan perkara baru  yang sebelumnya tidak  ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai bid’ah dengan “prakarsa”  dilakukan juga oleh seorang ulama  besar yang sangat moderat asal Tuban,  Jawa Timur, yaitu H.M.H. Al-Hamid  Al-Husaini dalam buku beliau yang  sarat dengan informasi mengenai  khilafiyah. Buku itu berjudul Pembahasan  Tuntas Perihal Khilafiyah dan  sangat layak disimak oleh kaum wahabi dan  orang-orang yang sepaham  dengan mereka, agar mereka memperoleh tambahan  ilmu yang bermanfaat  sehingga mereka tercerahkan dan tidak mudah  menuduh sesat semua bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang dimaksud dengan bid’ah  sesat yang diungkapkan oleh Nabi  tiada lain adalah setiap jalan buruk  yang dirintis, atau setiap  prakarsa atau perkara baru yang buruk, yaitu  yang bertentangan secara  nyata dengan ketentuan nash-nash al-Quran dan  al-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti dalam kaitan ini adalah bahwa  tidak ada penjelasan  sedikit pun dari Nabi saw., apakah prakarsa atau  bid’ah itu berlaku  masanya sesudah beliau wafat (yaitu setelah agama  Islam dinyatakan  sudah sempurna) ataukah yang juga berlangsung pada masa  Rasulullah  masih hidup, yaitu di sela-sela turunnya wahyu; sehingga  bukan pada  tempatnya apabila membatasi bid’ah pada perkara-perkara yang   berlangsung sesudah masa Nabi saja, sebab hal ini bertentangan dengan   satu kenyataan bahwa para sahabat pada masa beliau juga sering melakukan   sesuatu yang tidak dikerjakan dan/atau diperintahkan oleh Nabi, bahkan   dalam soal ibadah sekalipun. Sebuah riwayat yang dikutip oleh Imam   al-Bukhari dan juga oleh imam-imam hadis lainnya menunjukkan apa yang   dimaksud dengan kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن رفاعة بن رافع الزرقي قال ثم  كنا يوما نصلي وراء النبي  صلى الله عليه  وسلم  فلما رفع رأسه من الركعة  قال سمع الله لمن حمده قال رجل وراءه ربنا  ولك الحمد حمدا طيبا مباركا فيه  فلما انصرف قال من المتكلم قال أنا قال  رأيت بضعة وثلاثين ملكا يبتدرونها   أيهم يكتبها أولا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Rifa’ah ibn Rafi’ al-Zarqi, ia berkata:  Pada suatu hari saya salat  di belakang Nabi saw.; kemudian ketika bangun  dari ruku’, beliau  mengucapkan sami’allahu liman hamidah ‘semoga Allah  mendengarkan orang  yang memujinya’, dan seorang makmum mengucapkan  allahumma lakal hamdu  katsiran thayyiban mubarakan fihi ‘Ya Allah,  bagi-Mu segala puji,  pujian yang banyak, penuh berkah, dan baik’. Ketika  beliau selesai  salat, beliau langsung bertanya, ‘Siapa yang mengucapkan  doa tadi?’  Orang itu menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah.’ Beliau  bersabda, “Tadi aku  melihat tiga puluh lebih malaikat berebutan siapa  yang akan mencatat  doa itu pertama kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat di atas  dikutip dalam Shahih al-Bukhari (I/275), Shahih Muslim  (I/419), Shahih  Ibn Khuzaymah (I/237), Shahih Ibn Hibban (V/236),  al-Mustadrak (I/348),  Sunan Abi Dawud (I/204), al-Sunan al-Kubra  (I/222), Sunan al-Nasai  al-Mujtaba (II/132), Muwaththa’ Malik (I/211),  Musnad al-Bazzar  (IX/272-273); al-Mu’jam al-Awsath (VII/97), Musnad  Ahamd (III/167), dan  kitab-kitab hadis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari matan hadis tersebut mudah  dipahami bahwa doa yang diucapkan  seorang makmum yang salat di belakang  Rasulullah itu merupakan  prakarsanya sendiri, dan Nabi tidak  melarangnya, melainkan justru  memujinya, padahal beliau pernah bersabda,  “Shallu kama raaytumuni  ushalli ‘Salatlah kamu sebagaimana kamu melihat  aku salat’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikatakan, “Itu ‘kan pada masa Nabi dan  kejadian semacam itu  sudah jamak, karena apa yang disebut Sunnah Nabi  bukan hanya perkataan  dan perbuatan beliau, melainkan juga ketetapan  (taqrir) beliau, yaitu  segala sesuatu yang didiamkan atau dikukuhkan  oleh beliau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mengacu pada pengertian bid’ah sebagai  “prakarsa” atau “cara  yang dirintis”, maka pertanyaan di atas tidak  perlu dijawab lagi.  Namun, agar semakin jelas, mari kita lacak lafal  kullu ‘semua atau  segala’ dalam hadis kullu bid’atin dhalalah ‘semua  bid’ah adalah sesat’  yang dijadikan dalil utama oleh pakar-pakar bid’ah  untuk menghantam  semua jenis perkara baru sebagai bid’ah sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Umum Menunjuk Pada Pengertian Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kull dalam hadis di atas bersifat umum tetapi mengandung   pengertian khusus. Bahwa hal semacam itu seringkali melekat pada   nash-nash, baik al-Quran maupun al-Hadis, tidak perlu dipertentangkan.   Dari contoh-contoh ayat berikut akan dapat dipahami apa yang    dimaksudkan dengan lafal umum yang menunjuk pada pengertian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تدمر كل شيء بأمر ربها فأصبحوا لا يرى إلا مساكنهم كذلك نجزي القوم المجرمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Angin taufan itu) menghancurkan segala sesuatu atas perintah   Tuhannya; maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali   (bekas-bekas) tempat-tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberikan   balasan kepada orang-orang yang pendosa.” (Q.S. al-Ahqaf, 46: 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kull dalam ayat di atas secara harfiah bermakna “segala/semua” dan   kata ini bersifat umum, tetapi ia menunjuk hanya pada “kaum Tsamud”,   bukan yang lain. Kalau kata kull dalam ayat itu diterjemahkan secara   harfiah dan apa adanya, maka berarti bahwa yang dihancurkan oleh angin   topan itu adalah semua yang ada di langit dan di bumi tanpa ada   perkecualian, bahkan juga langit dan bumi itu sendiri, berikut dengan   segala isinya; dan itu berarti kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dapat disimak dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إني وجدت امرأة تملكهم وأوتيت من كل شيء ولها عرش عظيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Burung Hud-Hud berkata:) Sesungguhnya aku menemukan seorang wanita   (Ratu Balqis) yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu   serta mempunyai singgasana yang besar.” (Q.S. al-Naml, 27: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diberikan Allah kepada Ratu Balqis seperti yang disaksikan dan   dikatakan oleh Hud-Hud dalam ayat di atas bukan “segala sesuatu” dalam   pengertiannya yang harfiah; sebab dia tidak dianugerahi apa yang   dianugerahkan Allah kepada Nabi Sulaiman a.s., seperti kemampuan   berkomunikasi dengan binatang dan makhluk-makhluk lainnya. Ini berarti   bahwa ungkapan kull di dalam ayat di atas bersifat umum tetapi menunjuk   pada pengertian khusus, yaitu terbatas hanya pada “segala sesuatu” yang   dianugerahkan kepada Ratu Balqis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis pun, persoalan  ‘am (umum) dan khash (khusus) tersebut sudah  biasa muncul. Sebutlah,  misalnya, sabda Nabi dalam hadis Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل بن آدم تأكل الأرض إلا عجب الذنب منه خلق وفيه يركب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua anak Adam akan hancur dimakan tanah kecuali tulang tengkorak;   dari tanah dia diciptakan dan di tanah dia dibentuk dan disusun   ulang.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis di atas disebutkan kull ibn Adam ‘semua  anak Adam’. Hadis  ini juga secara harfiah berlaku atau bersifat umum,  tetapi tidak  berarti bahwa jasad “semua” anak Adam pasti dimakan tanah.  Sebab, dalam  riwayat lain disebutkan bahwa ada golongan-golongan hamba  Allah yang  jasad mereka tetap utuh, tidak dimakan tanah, karena Allah  sendiri  telah mengharamkan atas tanah untuk memakan jasad mereka. Mereka  adalah  para nabi, syuhada, ulama, dan para pemikul al-Quran. Dalam  hadis  shahih yang dikutip oleh banyak ahli hadis disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله عز وجل قد حرم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan atas tanah untuk memakan jasad para nabi.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kembali ke hadis “bid’ah” yang selalu dijadikan hujjah untuk   menghantam seluruh jenis bid’ah oleh pakar-pakar bid’ah, lafal kull   dalam hadis itu—sekali lagi—bersifat umum tetapi menunjuk pada   pengertian khusus, yaitu hanya terbatas pada jenis-jenis bid’ah yang   menimbulkan madarat dan menyimpang dari ketentuan syara’ secara   esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kenyataan ini tetap ditolak, dan  saudara-saudara kita dari kaum  wahabi atau yang sepaham dengan mereka  tetap “berkeyakinan” bahwa yang  dimaksud dengan bid’ah adalah semua  perkara baru yang tidak pernah  dilakukan dan/atau diperintahkan oleh  Nabi, tanpa memandang keriteria  baik atau buruk, manfaat atau madarat,  maka mau tak mau mereka “wajib”  memasukkan nama Abu Bakar ash-Shiddiq  dan ‘Umar ibn Khaththab sebagai  pelopor-pelopor bid’ah, dan tentu tidak  perlu lagi berdalih (misalnya):  “Mereka lain, dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Berbuat Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika ‘Umar ibn al-Khaththab mendesak Khalifah Abu Bakar   al-Shiddiq r.a. agar segera mengumpulkan wahyu yang terserak karena   banyaknya sahabat penghafal al-Quran yang gugur dalam Perang Yamamah   sehingga dikhawatirkan banyak ayat al-Quran yang lenyap bersama mereka.   “Perang Yamamah telah memakan banyak korban, termasuk sahabat-sahabat   penghafal al-Quran,” kata ‘Umar membuka percakapan dengan Khalifah. “Aku   khawatir sekali peperangan itu akan menggugurkan para penghafal   al-Quran di seluruh negeri, sehingga banyak ayat al-Quran yang hilang.   Menurut hematku, alangkah baiknya apabila Anda memerintahkan pengumpulan   al-Quran (menjadi satu mushaf),” kata ‘Umar lebih lanjut. Khalifah   menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كيف أفعل شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan   Rasulullah saw.?”—dengan kata lain: “Bagaimana mungkin aku melakukan   bid’ah?”. ‘Umar berkata, “Demi Allah, ini perbuatan yang baik.” Dan   ‘Umar terus mengulangi usulannya tentang pengumpulan al-Quran, sehingga   “Allah membuka dadaku sebagaimana Dia telah membuka dada ‘‘Umar , dan   aku sependapat dengan ‘Umar mengenai hal itu,” kata Abu Bakar pada   akhirnya.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak kembali apa yang diucapkan Abu  Bakar ketika pertama  kali mendengar usulan ‘Umar . “Bagaimana mungkin  aku melakukan sesuatu  yang tidak dilakukan oleh Rasulullah?” Ungkapan  ini sama maknanya  dengan “Bagaimana mungkin aku berbuat bid’ah?” Abu  Bakar sudah tahu  secara pasti bahwa apa yang diusulkan ‘Umar itu tidak  pernah dilakukan  dan bahkan tidak pernah diperintahkan oleh Nabi, karena  itu beliau  tidak langsung menyetujui usulan ‘Umar melainkan menjawabnya  dengan  ungkapan itu karena kehati-hatian beliau. Baru setelah melalui   perenungan yang cermat, pada akhirnya beliau menyetujui usulan ‘Umar ibn   al-Khaththab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Umar  ibn al-Khaththab Berbuat Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat tarawih berjamaah di masjid tidak dilakukan oleh Rasulullah saw.   secara terus-menerus karena khwatir menjadi wajib sehingga memberatkan   para sahabat. Dalam kaitan ini, beliau bersabda, “Aku tidak meragukan   kedudukan kalian, tetapi aku khawatir salat tarawih berjamaah itu   diwajibkan atas kamu kemudian kalian tidak mampu melakukannya.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat tarawih berjamaah mulai populer pada masa ‘Umar ibn al-Khaththab.   Pada suatu malam di bulan Ramadan, ‘Abdurrahman ibn ‘Abd al-Qari pergi   ke masjid bersama ‘‘Umar, dan ternyata di masjid banyak sekali orang   yang melakukan salat (tarawih) sendiri-sendiri, saling terpisah antara   yang satu dan yang lain. ‘Umar berkata, “Andaikata mereka berjamaah pada   satu qari‘ (imam), tentu hal itu lebih utama.” ‘Umar kemudian   berketetapan menghimpun mereka agar berjamaah dan bermakmum kepada Abi   ibn Ka’ab. Pada malam yang lain, ‘Abdurrahman ibn ‘Abd al-Qari pergi   lagi ke masjid bersama ‘Umar, dan ternyata orang-orang sedang menunaikan   salat tarawih berjamaah pada satu imam. ‘Umar berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نعمت البدعة هذه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik bid’ah adalah yang ini (salat tarawih berjamaah).”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut sebagai sebaik-baik bid’ah karena salat tarawih semacam itu   mengandung kebaikan dan masuk pada wilayah yang terpuji meskipun Nabi   saw. sendiri tidak melestarikannya. “Apa yang dilakukan ‘Umar r.a.   dengan memelihara salat tarawih berjamaah serta mengumpulkan orang-orang   dan menganjurkan mereka untuk melakukan salat tarawih ini adalah   bid’ah,” kata al-Imam al-Qurthubi menegaskan. “Tetapi itu bid’ah   mahmudah mamduhah ‘bid’ah yang terpuji’.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini bahkan  ‘Umar sendiri justru menggunakan kata bid’ah untuk  menunjuk pada salat  tarawih berjamaah pada satu imam yang  diprakarsainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat Dhuha Adalah Bid’ah dan Sebaik-Baik Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat yang dikutip oleh al-Bukhari, Muslim, Ibn   Khuzaymah, Ibn Hibban, dan imam-imam hadis lainnya dinyatakan bagaimana   kata bid’ah itu justru digunakan untuk menunjuk pada salat Dhuha.   Riwayat itu berasal dari Mujahid r.a., ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دخلت أنا  وعروة بن الزبير المسجد فإذا عبد الله بن عمر جالس إلى حجرة  عائشة والناس  يصلون الضحى في المسجد فسألناه عن صلاتهم فقال بدعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dan  ‘Urwah ibn al-Zubair memasuki masjid, tiba-tiba Abdullah ibn  ‘Umar duduk  di dekat kamar ‘Aisyah sementara orang-orang sedang  menunaikan salat  Dhuha di dalam masjid, lalu kami bertanya kepada Ibn  ‘Umar tentang salat  mereka, dan ia menjawab, “Bid’ah.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain yang dikutip oleh Imam al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir-nya dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صلاة الضحى بدعة ونعمت البدعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salat Dhuha itu bid’ah dan sebaik-baik bid’ah.”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Ibn ‘Umar barangkali disebabkan karena Nabi memang tidak   pernah melakukan salat Dhuha, atau hanya melakukannya sekali sebagaimana   disebutkan dalam hadis-hadis yang dikutip oleh al-Bukhari berikut yang   berasal dari Abu Layla:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما أنبأنا أحد أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم صلى الضحى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak seorang pun yang memberitakan kepada kami bahwa ia pernah   melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salat Dhuha.”[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain yang juga dikutip oleh Imam al-Bukhari dan beberapa imam hadis lainnya disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فقال رجل من آل الجارود لأنس أكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي الضحى فقال ما رأيته قط صلاها إلا يومئذ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang laki-laki dari keluarga al-Jarud bertanya kepada Anas, ‘Apakah   Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam selalu menunaikan salat Dhuha?’ Anas   menjawab, ‘Aku tidak pernah melihat Nabi menunaikan salat Dhuha  kecuali  pada hari itu’.”[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga riwayat yang berasal dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم سبح سبحة الضحى وإني لأسبحها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah melihat  Rasulullah saw. bertasbih (maksudnya: salat)   Dhuha, sementara aku bertasbih (maksudnya: salat) Dhuha.”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus salat Dhuha ini hampir sama dengan kasus salat Tarawih; Nabi   pernah melakukannya tetapi karena khawatir salat itu diwajibkan atas   umatnya, maka beliau meninggalkannya (tidak melakukannya di masjid), dan   sebuah hadis disebutkan bahwa beliau sering meninggalkan amal-amal   tertentu karena alasan itu. Hal itu ditegaskan antara lain dalam hadis   yang dikutip oleh Ibn Hibban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن بن شهاب قال أخبرني عروة بن  الزبير أن عائشة زوج النبي  صلى الله عليه  وسلم كانت تقول ما كان رسول الله   صلى الله عليه وسلم يسبح سبحة الضحى  وكانت عائشة تسبحها وكانت تقول إن  رسول الله ترك كثيرا من العمل خشية أن  يستن به فيفرض عليهم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari  Ibn Syihab ia berkata, Aku diberi berita oleh ‘Urwah ibn  al-Zubair bahwa  ‘Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  berkata, ‘Rasulullah  tidak pernah bertasbih Dhuha’, sementara ‘Aisyah  sendiri selalu  bertasbih Dhuha. ‘Aisyah juga berkata, ‘Sesunguhnya  Rasullullah telah  meninggalkan banyal amal ibadah karena takut  amal-amal itu disunnatkan  atau diwajibkan atas mereka (umat Nabi).”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal  yang pasti adalah bahwa Ibn ‘Umar menggunakan kata  ‘bid’ah’ untuk  menunjuk suatu perkara yang jelas bukan perkara  buruk—dalam hal ini  salat Dhuha. Bahwa salat ini termasuk di antara  ibadah-ibadah yang  disyariatkan; hal itu juga sudah jelas dan tidak  perlu diperdebatkan  berdasarkan hadis-hadis yang antara lain menyatakan  bahwa Rasulullah  saw. pernah mewasiatkan salat Dhuha kepada Abu  Dzarr,[19] dan juga  kepada Abu Hurairah.[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, apa pun yang dilakukan  seorang hamba untuk mendekatkan diri  kepada Allah, selama tidak ada  larangan yang tegas dari nash (al-Quran  dan al-Hadis), meskipun tidak  pernah diperintahkan oleh Allah dan  Rasulnya, maka tidak dapat  serta-merta disebut sebagai bertentangan  al-Quran dan al-Sunnah. Kasus  salat tarawih berjamaah ala `Umar—sekali  lagi—adalah salah satu contoh  ibadah dari sekian banyak contoh yang  termasuk dalam pengertian ini.  Misalnya: Nabi tidak pernah  memerintahkan para sahabat berdzikir atau  bertasbih sebanyak “sepuluh  ribu kali” dalam sehari semalam yang  dihitung dengan “simpul-simpul  benang”, dan beliau juga tidak pernah  mengeluarkan larangan mengenai  hal itu, tetapi Abû Hurairah justru  melakukannya. Dalam riwayat yang  berasal dari `Ikrimah disebutkan bahwa  Abû Hurairah setiap hari selalu  bertasbih sebanyak sepuluh ribu kali.  Abû Hurairah bahkan berkata, “Aku  bertasbih sebanyak dosaku.” Adapun  dalam riwayat yang berasal dari  Na`im ibn Muharriz ibn Abû Hurairah  disebutkan bahwa Abû Hurairah  mempunyai seutas benang dengan dua ribu  simpul; dia tidak tidur sebelum  bertasbih dengan menggunakan  simpul-simpul itu.”[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. juga tidak pernah  memerintahkan para sahabat berdzikir atau  bertasbih dengan kerikil, dan  juga tidak pernah mengeluarkan larangan  mengenai hal itu, tetapi Abû  Shafiyyah, mawla Nabi saw., justru setiap  hari selalu menghamparkan  selembar kulit, kemudian mengambil kantong  yang berisi kerikil, lalu ia  bertasbih dengan kerikil itu hingga tengah  hari, kemudian ia bangun.  Bila ia salat Zhuhur, ia mengambil lagi  kerikil itu kemudian bertasbih  dengan kerikil itu hingga sore.”[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, Abû  Hurairah dan Abû Shafiyyah telah melakukan bid`ah  dan “menciptakan  sendiri (secara baru) batasan jumlah, cara, dan  waktu-waktunya”.  Lagi-lagi, kenyataan ini membatalkan pernyataan kaum  Wahabi atau para  pemvonis bid'ah kecuali kalau mereka "berkenan"  memasukkan Abû Hurairah  dan Abû Shafiyyah sebagai para pelaku bid`ah  yang sesat dalam kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih Jauh tentang Macam-Macam Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksud dengan bid’ah semata-mata adalah sesuatu yang tidak   pernah terjadi pada masa Raslullah saw. atau yang tidak pernah   dilakukan atau diperintahkan oleh beliau, maka Abu Bakar, ‘Umar ibn   al-Khaththab, Zaid ibn Tsabit (penulis wahyu di masa Rasul, penghimpun   al-Quran di masa Abu Bakar, dan ketua panitia pembukuan al-Quran di masa   'Utsman ibn 'Affan), dan para sahabat lainnya adalah pelopor-pelopor   bid’ah, dan seluruh kaum Muslimin dari dulu hingga sekarang adalah   pendukung-pendukung bid’ah karena mereka menggunakan mushhaf al-Quran   yang lahir dari perbuatan bid’ah yang tidak pernah dilakukan dan/atau   diperintahkan oleh Rasulullah saw. Pengumpulan al-Quran yang dilakukan   Abu Bakar al-Shiddiq r.a.—sebagaimana diakui sendiri—adalah perbuatan   yang tidak pernah dilakukan Rasulullah saw., dan hal itu berarti bid’ah,   tetapi tentu saja bukan bid’ah madzmumah 'bid’ah yang tercela',  apalagi  bid’ah sesat, bahkan juga bukan semata-mata bid’ah mahmudah,  melainkan  justru bid’ah wajib. Satu kaidah fikih yang sangat populer:  Ma la  yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib ‘Apa pun yang menjadi  syarat  sempurnanya perkara yang wajib, maka ia juga wajib’.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamalkan al-Quran adalah wajib, dan pengamalan ini hanya mungkin   dilakukan apabila seseorang mempelajarinya, sehingga mempelajari   al-Quran juga wajib. Karena mempelajari al-Quran wajib, maka menjaga   al-Quran dari kemusnahan (agar tetap bisa dipelajari) juga wajib.   Pengumpulan al-Quran yang dilakukan Abu Bakar r.a. dan para sahabat   tidak lain adalah upaya awal untuk memelihara al-Quran, sehingga   meskipun pengumpulan al-Quran adalah bid’ah—tidak pernah dilakukan oleh   Rasulullah saw.—perbuatan itu adalah bid’ah yang bersifat wajib, sebab   kewajiban mengamalkan al-Quran tidak mungkin bisa dilaksanakan kalau   bukan karena bid’ah yang satu ini. Terkait dengan masalah ini, Imam Abu   Muhammad 'Izz al-Din, dalam kitab Qawa‘id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam,   bahkan menegaskan adanya berbagai jenis bid’ah, “Bid’ah adalah  melakukan  sesuatu yang tidak dikenal pada masa Rasulullah saw., dan  terbagi  menjadi: bid’ah wajib, bid’ah haram, bid’ah sunnah, bid’ah  makruh, dan  bid’ah mubah. Cara mengetahui macam-macam bid’ah adalah  dengan  menghadapkan bid’ah itu pada kaidah-kaidah hukum (syariat). Jika  ia  masuk pada kaidah wajib, maka ia wajib; jika masuk pada kaidah  haram,  maka ia haram; jika masuk pada kaidah sunnah, maka ia sunnah;  jika masuk  pada kaidah makruh, maka ia makruh; dan jika ia masuk pada  kaidah  mubah, maka ia mubah. Bid’ah wajib banyak contohnya, antara lain   mempelajari ilmu nahwu (gramatika bahasa Arab) yang digunakan untuk   memahami kalam Allah dan kalam Rasulullah saw.; hal itu adalah wajib   (wajib kifayah, yaitu wajib atas sebagian orang—pen.), karena memelihara   syariat adalah wajib dan hal itu tidak bisa dilakukan kecuali dengan   mengetahui syariat itu sendiri. Apa pun yang perkara wajib tidak bisa   terlaksana dengan sempurna kecuali dengannya, maka ia pun wajib.”[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-Dalil Lain Para Pemvonis Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dalil “bid’ah” yang sudah disinggung sebelumnya, ada dalil-dalil   lain yang seringkali digunakan sebagai dalil-dalil (tepatnya sebagai   dalih-dalih) oleh para pemvonis bid’ah dari kalangan Wahhabi  dan/atau   yang sepaham dengan mereka, yang pada umumnya berkisar pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Firman Allah yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما آتَاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang disampaikan Rasul kepadamu, ambillah; dan apa yang dilarangnya, tinggalkanlah!” (Q.S. 59: 7);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hadis Nabi saw. yang senada dengan ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا أمرتكم بأمرفأتوا منه ما استطعتم وما نهيتكم عنه فاجتنبوه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika aku suruh kamu dengan suatu urusan, maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuanmu; dan apa yang aku larang, jauhilah;”[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) HadisNabi tentang hal-hal yang tidak ada sumbernya dalam al-Quran/al-Hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من أحدث في أمرناهذا ما ليس منه فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dalam urusan agama menciptakan suatu aktivitas yang   tidak berasal dari agama itu sendiri, maka ia tertolak (batil).”[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Hadis Nabi yang senada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan aktivitas yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak (batil).”[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil (1) dan (2) di atas sama-sama menunjukkan bahwa kita harus   menjalankan semua yang diperintahkan oleh Rasulullah saw. serta menjauhi   semua yang dilarang oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, yang perlu  digarisbawahi mengenai dua dalil ini adalah  ungkapan Allah “dan apa yang  dilarangnya, tinggalkanlah” atau ungkapan  Nabi “dan apa yang aku  larang, jauhilah”. Di sini tampak dengan jelas  bahwa yang wajib  ditinggalkan atau dijauhi adalah “yang dilarang” oleh  Rasulullah saw.,  bukan “yang ditinggalkan” atau “yang tidak dilakukan”  oleh beliau.  Segala sesuatu yang ditinggalkan Rasulullah saw. tidak  serta-merta wajib  ditinggalkan oleh umatnya, atau tidak serta-merta  haram hukumnya  apabila dikerjakan. Meninggalkan yang ditinggalkan  Rasulullah saw.  adalah mustahabb ‘lebih disukai’ atau masnunah  ‘disunatkan’, sedangkan  mengerjakannya adalah makruh ‘tidak disukai’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw.  tidak suka makan bawang putih dan bawang merah, dan  tidak suka pula  berdekatan dengan orang yang baru makan keduanya. “Aku  makan bawang  putih dan kemudian datang ke Masjid Nabi saw., sedang aku  sudah  tertinggal satu rakaat," kata al-Mughirah ibn Syu'bah bercerita.   ‘Tatkala aku memasuki masjid, beliau mendapatkan bau bawang putih itu.   Setelah selesai salat, beliau bersabda, ‘Barangsiapa makan buah pohon   ini (bawang putih), janganlah ia mendekati masjid kami sebelum hilang   baunya.’ Setelah selesai salat, aku datang kepada Rasulullah saw. dan   berkata, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah, tolong berikan tangan Anda   kepadaku.’ Kemudian aku memasukkan tangan beliau ke lengan gamisku   hingga menyentuh dadaku. Tiba-tiba aku merasakan dadaku panas. Beliau   lalu bersabda, Inna laka 'udzran ‘sesungguhnya engkau sedang berhalangan   (memasuki masjid)’.”[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain diceritakan  bahwa Abu Ayyub al-Anshari r.a.  pernah mengirimkan kepada Rasulullah  saw. makanan, dan beliau tidak mau  memakannya karena makanan itu  mengandung bawang putih. Abu Ayyub  bertanya kepada beliau, “Wahai  Rasulullah, A haramun huwa ‘apakah  bawang itu haram’?” Beliau menjawab,  “Tidak, tetapi aku tidak  menyukainya karena baunya.”[29] Jadi, apa yang  ditinggalkan atau yang  tidak dilakukan atau bahkan yang tidak disukai  Rasulullah saw. tidak  serta-merta haram atau—dengan kata lain—merupakan  sesuatu yang wajib  ditinggalkan pula oleh umat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  hadis dalam dalil (3) dan (4) di atas sebenarnya berkaitan  dengan  hal-hal yang cenderung tercela, keji dan mungkar, dan tidak ada   kaitannya dengan hal-hal yang mengandung manfaat dan kebaikan. Hadis   “Barangsiapa yang dalam urusan agama menciptakan suatu aktivitas yang   tidak berasal dari agama itu sendiri, maka ia tertolak (batil)” dan   hadis “Barangsiapa yang mengerjakan aktivitas yang tidak kami   perintahkan, , maka ia tertolak (batil)” di atas pernah diungkapkan oleh   Ibnu Abi Awfa, dan dikutip oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya  dan  Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Taghliq al-Ta'liq-nya, ketika   berbicara tentang perbuatan al-najsyu ‘menawar barang dengan maksud agar   orang lain menawar lebih tinggi’, suatu aktivitas yang hingga sekarang   juga masih sering muncul dan biasanya dilakukan oleh teman si penjual   dalam rangka kolusi dan memperdaya para pembeli sehingga keuntungan   mereka menjadi berlipat ganda. Ibnu Abi Awfa berkata, “Al-Najisy ‘orang   yang melakukan najsy’ adalah pemakan riba dan pengkhianat. Perbuatan  itu  merupakan tipu daya yang batil.’ Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;الخديعة في النار ومن عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penipu itu akan dijebloskan ke neraka. Dan barangsiapa melakukan   perbuatan yang tidak saya perintahkan, maka ia batil (tertolak).”[30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hadis tersebut atau hadis-hadis lain yang senada ditelaah secara   cermat, maka akan diperoleh kesimpulan bahwa hadis-hadis itu semuanya   berkenaan dengan hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang mengarah pada   kemungkaran, menimbulkan kerusakan dan merugikan orang lain, sehingga   aktivitas-aktivitas tersebut mutlak haram. Banyak sekali referensi yang   dapat Anda manfaatkan untuk memahami maksud dan kandungan hadis Nabi   tersebut, antara lain: Shahih al-Bukhari (II/753, VI/2675), Shahih   Muslim (III/1343), Musnad Abi ‘Awanah (IV/171), Musnad Ahmad (VI/146),   Sunan al-Daruquthni (IV/227),  Tahdzib al-Kamal (XVIII/369), Taghliq   al-Ta'liq (III/244), Syarh Shahih Muslim (XII/16), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, manfaat dan madarat menjadi tolok ukur yang sangat   mendasar dalam menentukan hukum suatu perkara, khususnya yang tidak ada   ketentuannya di dalam al-Quran dan al-Sunnah. Bukankah khamr dan maysir   diharamkan oleh Allah tiada lain hanya karena madarat (dosa)-nya lebih   besar daripada manfaatnya? (Q.S. 2: 219).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perkara-perkara  yang tidak ada ketentuan hukumnya di dalam  al-Quran dan al-Sunnah tidak  serta-merta menjadi haram karena alasan  hadis di atas. Jika kita  menghadapi perkara-perkara semacam itu, kita  bisa menyikapinya (fikih:  menentukan hukumnya) dengan berpegang pada  satu kaidah fikih yang cukup  populer yang didasarkan pada hadis  tersebut: al-nahyu yaqtadhi al-fasad  ‘larangan menunjukkan adanya  kerusakan’.[31] Di samping itu, perlu  dipertimbangkan pula satu kaidah  fiqh lainnya yang juga sangat populer,  yaitu: al-ashl fi al-asyya‘  al-ibahah hatta yadulla al-dalil 'ala  al-tahrim ‘hukum asal untuk  segala sesuatu adalah mubah (boleh) sampai  ada dalil yang menunjukkan  bahwa itu haram’.[32] Kaidah ini didasarkan  pada hadis Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحلال ما أحل الله في كتابه والحرام ما حرم الله في كتابه وما سكت عنه فهو مما عفا عنه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang halal adalah apa yang dihalalkan Allah di dalam al-Quran, dan   yang haram adalah apa yang diharamkan Allah di dalam al-Quran, sedangkan   apa yang didiamkan (tidak diungkapkan) di dalamnya maka ia termasuk di   antara hal-hal yang dimaafkan.”[33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dengan uraian-uraian di atas sebenarnya ada satu hal yang sangat   diharapkan dari seluruh umat Islam, yaitu hendaknya jangan terjebak   dalam masalah khilafiyah (silang sengketa) yang berkepanjangan sehingga   selalu terjadi vonis-memvonis antara kelompok yang satu dan kelompok   yang lain. Hal itu justru akan memecah-belah persatuan dan kesatuan   umat, yang pada gilirannya melemahkan mereka sehingga tidak mampu   berbuat yang terbaik untuk manusia dan kemanusiaan. Di hadapan kita   masih banyak masalah-masalah lain yang jauh lebih penting untuk dibahas   dan dihadapi bersama-sama, misalnya soal kemiskinan dan kebodohan yang   hingga sekarang masih melanda saudara-saudara kita, di samping   musuh-musuh terselubung dan misi kafir yang disisipkan secara rahasia   dan terang-terangan ke dalam urat nadi kaum Muslimin untuk menjauhkan   mereka dari akidah tauhid yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita tidak selalu  terjebak dalam masalah khilafiah yang sangat  memprihatinkan itu,  satu-satunya yang harus dilakukan adalah mengubah  paradigma (cara  pandang) tentang pemahaman keagamaan dari pandangan  bahwa pendapat kita  adalah yang paling benar secara mutlak menjadi  pandangan bahwa pendapat  kita benar tetapi sangat boleh jadi salah  sedangkan pendapat kelompok  lain salah tetapi sangat boleh jadi benar.  Sebab, yang benar secara  mutlak hanyalah Allah dan Rasul-Nya, sedangkan  pemahaman manusia tentang  kebenaran sangat relatif dan selalu  berpeluang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâhu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh: Bami Abdul Madjid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://reyarifin.blogspot.com/2011/11/penjelasan-sunnah-dan-bidah.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://coypindu.blogspot.com/2011/09/penjelasan-sunnah-dan-bidah.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1803689103569494437?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1803689103569494437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/penjelasan-sunnah-dan-bidah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1803689103569494437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1803689103569494437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/penjelasan-sunnah-dan-bidah.html' title='Penjelasan Sunnah Dan Bid&apos;ah'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cdg3daLD9DQ/Tts5OgHN_WI/AAAAAAAAAgI/FoDFBwNwC5I/s72-c/quran2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-804260841104978534</id><published>2011-11-23T06:38:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:13:56.695+07:00</updated><title type='text'>Pemberian Kekuasaan Kepada Orang yang Tidak Kapabel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JPpxtd0Q7wU/Tts5ug2hXqI/AAAAAAAAAgQ/9gom2mynFAE/s1600/pertanyaan21.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-JPpxtd0Q7wU/Tts5ug2hXqI/AAAAAAAAAgQ/9gom2mynFAE/s320/pertanyaan21.jpg" width="319" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah ra bahwa Rosululloh saw berkata kepada Ka'ab bin Ujrah, "Semoga Alloh melindungi kamu dari kekuasaan orang orang bodoh wahai Ka'ab". Ka'ab bertanya "Apa yang dimaksud kekuasaan orang orang bodoh itu ?" Nabi saw menjawab "Para pemimpin setelahku nanti tidak menunjukkan berdasarkan petunjukku dan tidak menganjurkan dengan sunahku. Kejujuran mereka sama dengan kebohongan mereka dan mereka tolong menolong dalam kezaliman. Mereka bukanlah dari golonganku dan aku bukan dari golongan mereka, dan mereka menentang perkumpulanku. Maka, barangsiapa yang tidak percaya dengan kebohongan mereka dan tidak menolong kezaliman mereka, mereka itulah golonganku dan aku termasuk golongan mereka, sedang mereka tidak menolak perkumpulanku." (HR Hakim)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-804260841104978534?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/804260841104978534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/pemberian-kekuasaan-kepada-orang-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/804260841104978534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/804260841104978534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/pemberian-kekuasaan-kepada-orang-yang.html' title='Pemberian Kekuasaan Kepada Orang yang Tidak Kapabel'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JPpxtd0Q7wU/Tts5ug2hXqI/AAAAAAAAAgQ/9gom2mynFAE/s72-c/pertanyaan21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-9174035595137206336</id><published>2011-11-21T16:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T16:14:51.764+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang IV</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Munculnya Kebodohan dan Penolakan Manusia Terhadap Imam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-n0rgYFTx9Ds/Tsoe1WHDUdI/AAAAAAAAAeI/eNcfMr9nCD0/s1600/roh-kebodohan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-n0rgYFTx9Ds/Tsoe1WHDUdI/AAAAAAAAAeI/eNcfMr9nCD0/s200/roh-kebodohan.jpg" width="119" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan kebodohan di sini adalah kebodohan terhadap hukum agama dan syariat. Hal ini disebabkan manusia memakai teori kehidupan yang hanya diukur dengan materi, haus terhadap kenikmatan dunia, gemar memiliki harta, dan bergantung pada kehidupan dunia. Jika hal ini terjadi, akan ada manusia yang hendak pergi atau mengajak orang lain ke masjid untuk melaksanakan sholat, tetapi sebagian menolaknya, bahkan melarangnya karena kebodohan mereka terhadap hukum agama dan syariatnya, serta sedikitnya keyakinan mereka dalam membaca al Quran. Dalil yang menunjukkan bahwa zaman itu nanti manusia akan dipelihara ilmu syariat atau Alloh SWT akan menahan ilmu dengan menahan para ulama disebutkan dalam hadits hadits berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dari Ibnu Umar ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang orang berkumpul dan sholat di masjid, tetapi di antara mereka tidak ada orang yang beriman." (HR Hakim dalam Al Mustadrak)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Salamah binti Al Hirr ra bahwa ia mendengar Rosululloh saw bersabda "Di antara tanda tanda kiamat adalah orang orang yang suka ke masjid menolak imam sehingga tidak ada imam yang sholat bersama mereka" (HR Abu Daud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin hal ini akan terjadi sebagaimana yang saya katakan, ketika ilmu dicabut dengan mewafatkan para ulamanya. Selama manusia masih mau pergi masjid atau sholat masih ditegakkan, lalu ke mana perginya para imam masjid ? Semuanya telah digenggam dan diwafatkan oleh Alloh SWT.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-9174035595137206336?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/9174035595137206336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9174035595137206336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9174035595137206336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_21.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang IV'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-n0rgYFTx9Ds/Tsoe1WHDUdI/AAAAAAAAAeI/eNcfMr9nCD0/s72-c/roh-kebodohan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1006036101008940321</id><published>2011-11-17T05:29:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T05:58:12.334+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kembalinya Jazirah Arab, Taman Taman dan Sungai Sungainya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YSNI3HNquBo/TsQ_dVGrV6I/AAAAAAAAAdw/WnZTA0X6GjY/s1600/facts_03.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://4.bp.blogspot.com/-YSNI3HNquBo/TsQ_dVGrV6I/AAAAAAAAAdw/WnZTA0X6GjY/s320/facts_03.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga harta melimpah, orang mengeluarkan zakat malnya, tetapi tidak seorang pun yang mau menerimanya, serta taman taman dan sungai sungai di Jazirah Arab kembali seperti semula." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya, perubahan Jazirah Arab dari gurun gurun yang gersang menjadi taman taman dan sungai sungai, akan terjadi sebagaimana disebutkan pada awal hadits ini, yaitu melimpahnya harta. Tidak diragukan lagi bahwa harta menjadi banyak, padahal sebelumnya sangat sedikit. Maka, dibangunlah kota kota modern, taman taman dan tanah lapang menghijau di Jazirah Arab yang dihubungkan dengan jalan jalan besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua ini membantu perkembangan dan perubahan negara untuk mewujudkan oase atau lembah subur nan indah. Akan tetapi, semua ini belum cukup untuk mengubah Jazirah Arab menjadi taman taman dan sungai sungai. Para ahli geologi telah mengingatkan, di antaranya adalah Syeikh Dr Abdul Majid Az Zandaniy, di beberapa wawancara televisi, bahwa perubahan di sepanjang garis kutub utara dan selatan, saat ini telah sempurna menghadap Jazirah Arab. Perubahan yang sempurna ini tidak diragukan lagi, sesuai kehendak Alloh SWT, akan mengubah gurun gurun yang gersang menjadi taman taman dan sungai sungai karena di dalamnya terkandung unsur kimia yang banyak serta air yang cukup untuk mengubah gurun tersebut menjadi taman taman dan sungai sungai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua itu bagi Alloh SWT sangatlah mudah karena Dia Maha Perkasa, Maha Kuasa dan Maha Pencipta. Dialah yang menjadikan bola bumi sebagai taman taman dan sungai sungai serta berkuasa mengubah rezeki sesuai yang Dia kehendaki. Yang penting, permulaannya telah dimulai : gunung gunung es mengalir ke Jazirah Arab, kota kota telah dibangun, dan jalan jalan telah dihubungkan. Semua ini merupakan tanda tanda kiamat sebagaimana yang telah dikabarkan Rosululloh saw kepada kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Penguasaan Ilmu untuk Meraih Harta dan Al Quran Diperdagangkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Di antara tanda dekatnya kiamat adalah jika ulama ulama di antara kalian belajar ilmu untuk mendapatkan dinar dinar serta dirham dirham kalian dan kalian mengambil Al Quran sebagai perdagangan." (HR Ad Dailami)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1006036101008940321?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1006036101008940321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_17.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1006036101008940321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1006036101008940321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_17.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang III'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YSNI3HNquBo/TsQ_dVGrV6I/AAAAAAAAAdw/WnZTA0X6GjY/s72-c/facts_03.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-8076802473107887801</id><published>2011-11-16T06:42:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T07:14:03.364+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang II</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Z8kf2YTQSfw/TsMAC85N3FI/AAAAAAAAAdQ/3zoZvFhHb4A/s1600/menggenggam-bara-api.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Z8kf2YTQSfw/TsMAC85N3FI/AAAAAAAAAdQ/3zoZvFhHb4A/s1600/menggenggam-bara-api.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Orang yang Sabar atas Agamanya Seperti Orang yang Memegang Bara Api&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari Anas ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang bersabar atas agamanya seperti orang yang memegang bara api." (HR Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits di atas menunjukkan apa yang akan diperlihatkan, dari berbagai ujian, musibah, dan kesempitan, kepada kaum muslimin sehingga mereka menyembunyikan agama atau meninggalkannya. Mungkin juga dapat kita katakan bahwa sekarang ini banyak kaum muslimin yang kembali pada agama mereka untuk menjalankan berbagai kewajiban dan sunahnya, seolah olah mereka asing terhadap agama yang mulia ini. Dan, itulah Islam yang merupakan benteng dari setiap masyarakat yang sesat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tumbuhnya Keingkaran di Dalam Hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali cobaan dan musibah bertambah, manusia makin jauh dan hati menjadi ingkar, orientasi manusia hanya untuk dunia, dan sedikit sekali dari mereka yang mencintai Alloh SWT dan RosulNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Hudzaifah bin Al Yaman ra bahwa Rosululloh saw ditanya tentang kiamat. Lalu, beliau bersabda "Ilmunya hanya ada pada Tuhanku. Waktunya tidak jelas karena hanya Dia yang mengetahuinya. Akan tetapi, aku beri tahukan kepada kalian tanda tanda yang akan terjadi menjelang kiamat itu. Sungguh, menjelang kiamat nanti akan terjadi berbagai fitnah dan haraj." Mereka bertanya " Wahai Rosululloh, kami telah mengetahui fitnahnya. Lalu, apa itu haraj ?" Beliau menjawab dengan lafal orang Habsyi, "Pembunuhan dan keingkaran yang akan menjumpai manusia. Seseorang tidak tahu mengapa ia membunuh orang lain." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya membayangkan bahwa turunnya hadits ini disebabkan oleh terjadinya banyak kebodohan dan keingkaran yang menyelimuti hati sebagian kaum muslimin, lemahnya tali persaudaraan di atas kemaslahatan bersama, tidak terdapat lagi orang yang mencintai Alloh SWT dan RosulNya, serta tidak ada lagi ukkuwah Islamiah. Keingkaran semacam ini akan terus bertambah setiap kali kita makin dekat dengan kiamat. Sekarang ini, sebagian besar dari kita memandang tanda tanda tersebut dengan pandangan materi saja. Bahkan, telah beredar perkataan orang banyak yang menandakan keingkaran tersebut, seperti perkataan sebagian manusia "Kesibukan adalah kesibukan, bekerja adalah bekerja, dan dalam bekerja tidak ada rahmat dan cinta." Dan kata kata lain yang beredar di tengah tengah manusia. Semoga Alloh SWT mengampuni kita dan tidak memurkai kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-8076802473107887801?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/8076802473107887801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_16.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8076802473107887801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8076802473107887801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di_16.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang II'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Z8kf2YTQSfw/TsMAC85N3FI/AAAAAAAAAdQ/3zoZvFhHb4A/s72-c/menggenggam-bara-api.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-8811319384153107324</id><published>2011-11-15T15:46:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T22:07:42.709+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang I</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Yl4t2-QjKvI/TsKAMbmKUXI/AAAAAAAAAcw/6e1Grcc3omc/s1600/kiamat-2012.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://2.bp.blogspot.com/-Yl4t2-QjKvI/TsKAMbmKUXI/AAAAAAAAAcw/6e1Grcc3omc/s320/kiamat-2012.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara sempurna, sebagaimana yang telah disebutkan, tidak ada hadits Rosululloh saw yang menetapkan urutan terjadinya tanda tanda kiamat, baik tanda tanda shugra maupun kubra. Akan tetapi, jika tanda tanda itu telah terjadi, kita hanya mengurutkan sesuai kejadiannya. Sedangkan, untuk tanda tanda yang akan terjadi, dengan ilmu Alloh SWT, kita mengurutkannya berdasarkan ijtihad yang dapat kita lakikan. Meskipun demikian, urutan tersebut bukanlah urutan sembarangan, melainkan berdasarkan studi terhadap setiap kemungkinan. Sebagai contoh adalah hadits yang menerangkan tentang peperangan kita melawan orang orang Yahudi pada akhir zaman, yang terjadi sejak lebih dari lima puluh tahun yang lalu atau sejak orang orang Yahudi menguasai bumi Palestina yang suci.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, kapankah peperangan itu akan berakhir serta batu dan pepohonan berbicara untuk membantu kaum muslimin demi menghukum mereka ? Semua itu hanya Alloh SWT yang tahu. Akan tetapi, banyak dalil yang menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin menjadi permulaan dari tanda tanda wustha yang belum terjadi. Hal itu merupakan peristiwa yang akan terjadi pada periode akhir dari tanda tanda wustha. Kita telah memberikan contohnya, yaitu tentang peperangan kita melawan orang orang Yahudi. Begitu juga dengan selesainya penelitian dan penyelidikan terhadap semua peristiwa yang telah diberitahukan Rosululloh saw sesuai kemampuan kita. Namun, semua pengetahuan tentang hal itu, baik awal maupun akhirnya, berada pada Alloh SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mulai menyebutkan tanda tanda tersebut, alangkah baiknya kalau saya menyebutkan hadits Rosululloh saw yang menyebutkan lima belas tanda kiamat, yang semuanya tertuang dalam tanda tanda wustha secara berurutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda " Jika harta rampasan perang diambil sebagai kekuasaan, amanat sebagai rampasan, zakat sebagai utang, belajar bukan ilmu agama, suami taat kepada isterinya dan durhaka kepada ibunya, menghina temannya dan merendahkan bapaknya, muncul suara suara (ceramah) di masjid masjid, orang fasik menjadi tuan, orang hina menjadi pemimpin, orang yang mulia karena ditakuti kejahatannya, munculnya para wanita yang suka bersolek dan alat alat musik serta khamar diminum, umat sekarang melaknat generasi sebelumnya, maka pada saat itu berhati hatilah dengan angin merah, gempa, penenggelaman, penghapusan, dan pemuntahan. Itulah tanda tanda yang berturut turut, seperti aturan keadaan yang terputus, lalu diikuti yang lainnya." (HR Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian dari tanda tanda tersebut, sebagaimana telah kita sebutkan, telah terjadi pada tanda tanda shugra dan wustha, tetapi sebagian besar belum terjadi dan akan terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanda tanda ini akan diikuti dengan peristiwa peristiwa yang lainnya jika waktunya telah tiba karena tanda tanda berikutnya akan selalu mengikuti dan menguatkan yang lainnya, seolah olah terjadi dalam satu zaman. Sebaliknya, di antara tanda tanda shugra dan wustha terdapat zaman yang panjang. Dapat juga dikatakan bahwa antara tanda satu satu dan yang lainnya terjadi pada zaman tertentu. Akan tetapi, orang yang memerhatikan tanda tanda yang kita bicarakan saat ini, akan terbayang bahwa tanda tanda itu tidak mungkin terjadi dengan satu peristiwa saja, tanpa diikuti yang lainnya. Contohnya adalah terjadinya gempa di suatu tempat tertentu. Peristiwa ini akan diikuti oleh peristiwa yang lain, seperti terputusnya aliran listrik, irigasi, dan jual beli. Mungkin juga mengakibatkan banjir, terputusnya transportasi, dan saluran telepon. Ketakutan mengakibatkan susah tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh lain adalah terjadinya salah satu dari tanda tanda wustha yang sangat dekat dengan tanda tanda kubra, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits Rosululloh saw "Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang yang melewati kuburan seseorang dan berkata." Seandainya aku dapat menempati seperti tempatnya." Apa makna dari hadits ini ? Apakah orang akan berbuat seperti itu karena tabiat dan kebiasaannya atau karena kehidupan di sekelilingnya berjalan sesuai yang diharapkan dan masyarakat menepati suatu aturan ? Tentu tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang mendorong kaum muslimin berbuat seperti itu karena hebatnya bencana, pembunuhan dan peperangan. Pada saat itu, kondisi kaum muslimin sangat buruk karena bercampur dengan orang orang yang zalim, banyak orang bodoh, maksiat, perzinaan, homoseksual, lesbian, dan berbagai cobaan, musibah, serta bencana yang akan mengacaukan umat Islam di akhir zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-8811319384153107324?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/8811319384153107324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8811319384153107324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8811319384153107324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-akan-terjadi-di.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Akan Terjadi Di Masa Akan Datang I'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Yl4t2-QjKvI/TsKAMbmKUXI/AAAAAAAAAcw/6e1Grcc3omc/s72-c/kiamat-2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-3224754781483337088</id><published>2011-11-14T06:24:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T08:47:22.781+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang XI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kebenaran Mimpi Orang Mukmin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-k166pZCVBgk/TsBzAo-VRnI/AAAAAAAAAcQ/2j5hYzMC8h4/s1600/1dream5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-k166pZCVBgk/TsBzAo-VRnI/AAAAAAAAAcQ/2j5hYzMC8h4/s320/1dream5.jpg" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuatu yang tidak diragukan lagi bahwa mimpi baik atau benar atau mendekati kebenaran yang dilihat orang mukmin merupakan dalil dalil atau tanda tanda khusus dari Alloh SWT baginya. Rosululloh saw telah mengingatkan bahwa mimpi yang baik dan benar itu merupakan seperempat puluh enam (1/46) dari kenabian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas dan Ubadah bin Ash shamir ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mimpi baik sorang mukmin merupakan kabar gembira bagi amal amal baiknya dan merupakan sebagian tanda dekatnya kiamat. Rosululloh saw telah menjelaskan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang berbohong atau terjadi dari setan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rosululloh saw bersabda "Jika zaman itu telah dekat kiamat, banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan." (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah Rosululloh saw menganggap masa kenabiannya telah habis dan tinggal peringatan peringatannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rosululloh saw bersabda "Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan" Mereka bertanya "Apa peringatan peringatan itu ? Rosululloh saw menjawab, "Mimpi yang baik atau benar."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama membagi kebenaran mimpi orang mukmin menjadi tiga bagian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Terjadi dalam keadaan memerangi kekafiran dan kebodohan. Maka, orang mukmin terhibur dengan mimpi baik itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Terjadi dalam penguasaan ilmu ketika terjadi kekacauan dan fitnah. Dalam keadaan seperti ini, orang mukmin juga terhibur dengan mimpi yang baik itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Terjadi pada zaman turunnya Isa as dan kekhilafan Al Mahdi karena pada waktu itu, zaman telah berubah menjadi baik, sebagaimana Rosululloh saw memberitahukan kepada kita bahwa pada waktu itu, mimpi orang orang mukmin yang jujur tidak bohong. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-3224754781483337088?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/3224754781483337088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_14.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3224754781483337088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3224754781483337088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_14.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang XI'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-k166pZCVBgk/TsBzAo-VRnI/AAAAAAAAAcQ/2j5hYzMC8h4/s72-c/1dream5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7253608253366378229</id><published>2011-11-13T20:15:00.001+07:00</published><updated>2011-11-13T20:41:28.993+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang X</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Para Orang Tua Mengikuti Gaya Anak Muda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-64qSEXUh-t8/Tr_IpcN5PUI/AAAAAAAAAb4/-dQAdnczRec/s1600/master-roshi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-64qSEXUh-t8/Tr_IpcN5PUI/AAAAAAAAAb4/-dQAdnczRec/s320/master-roshi.jpg" width="274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Pada akhir zaman, akan ada satu kaum yang mengecat rambut mereka dengan warna hitam seperti merpati. Mereka tidak akan mencium bau surga. (HR Ahmad) Kemudian, Rosululloh saw bersabda "Jauhilah oleh kalian warna hitam." (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan ini telah menyebar di tengah tengah masyarakat muslim, bahkan sangat banyak. Sebagian ulama ada yang mengharamkannya dan sebagian yang lain mengatakan bahwa hal itu makruh atau tidak disukai karena pengecatan rambut dengan warna hitam merupakan sebagian dari tanda tanda kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Banyak Kebohongan, Menyembunyikan Kebenaran, dan Merebaknya Saksi Palsu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-urI3_stogk0/Tr_I8eOI0lI/AAAAAAAAAcA/JRwrrPbyPj4/s1600/kejujuran-yang-bohong.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://2.bp.blogspot.com/-urI3_stogk0/Tr_I8eOI0lI/AAAAAAAAAcA/JRwrrPbyPj4/s320/kejujuran-yang-bohong.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rosululloh saw telah memperingatkan kita bahwa kebohongan di antara manusia akan tersebar pada akhir zaman. Dan, kita semua telah tahu bahwa Rosululloh saw meniadakan atau menyingkirkan orang beriman dari sifat dusta. Beliau bersabda "Seorang yang beriman tidak akan bohong" Oleh karena itu, tersebarnya kebohongan termasuk salah satu dari tanda kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda, "Pada akhir zaman, akan terdapat banyak dajjal yang berdusta dan mendatangi kalian dengan beberapa hadits yang belum pernah kalian dengar, bahkan bapak bapak kalian. Oleh karena itu, hendaklah kalian menjauhi mereka agar mereka tidak menyesatkan dan memfitnah kalian." (HR Muslim dan Ahmad dalam Jami 'Ash Shagir)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Jabir bin Samarah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungguh, menjelang kiamat akan terdapat banyak dajjal, maka hindarilah mereka." (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masyarakat kita sekarang, tidak seorangpun yang mengingkari telah merebaknya kebohongan, bahkan terus bertambah ketika mendekati tanda tanda kubra dan terjadinya kiamat. Berkaitan dengan kebenaran yang disembunyikan dan merebaknya saksi palsu, Alloh SWT telah memperingatkan dengan peringatan yang sangat keras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan orang orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan orang orang yang mengerjakan perbuatan perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya." (QS Al Furqon : 72)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesaksian palsu ini juga akan merebak di tengah tengah masyarakat kita, yang merupakan sebagian tanda kiamat karena persaksian palsu dan penyembunyian kebenaran termasuk dosa besar. Di dalamnya, terdapat penghilangan hak antara manusia, baik secara moral maupun material. Bahkan, persaksian palsu ini dapat menyebabkan kelemahan jiwa dan meninggalkannya seseorang jika dalam kesaksian palsu itu terdapat penghilangan hak, untuk merampas harta benda, penghilangan harta seseorang, serta penetapan atau pembenaran yang bathil dan zalim yang telah diharamkan oleh Alloh SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abdullah bin Mas'ud ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungguh, menjelang kiamat akan ada persaksian palsu dan penyembunyian kebenaran." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7253608253366378229?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7253608253366378229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_13.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7253608253366378229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7253608253366378229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_13.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang X'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-64qSEXUh-t8/Tr_IpcN5PUI/AAAAAAAAAb4/-dQAdnczRec/s72-c/master-roshi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4771597934532154410</id><published>2011-11-12T13:13:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T13:24:44.595+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang IX</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Meninggal Dengan Mendadak (Penyakit Mati rasa atau Gerak)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-knK2Ps09-Cc/Tr4Pog9u5tI/AAAAAAAAAbQ/09pIRdCwF10/s1600/suddendeath2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-knK2Ps09-Cc/Tr4Pog9u5tI/AAAAAAAAAbQ/09pIRdCwF10/s1600/suddendeath2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas bin Malik ra&amp;nbsp; bahwa Rosululloh saw bersabda "Di antara tanda tanda kiamat adalah meninggal dengan mendadak." (HR. Thabrani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah sebagian tanda kiamat yang telah muncul dan akan terus bertambah setiap kali kita makin dekat dengan kiamat. Hal ini dimaksudkan agar kita memerhatikan orang orang di sekitar kita dan menghitung orang orang yang meninggal dunia karena penyakit ini. Selain itu, agar kita mengadakan perbandingan antara kita dan generasi yang lalu. Dari sini, kita akan mengetahui bahwa penyakit ini selalu bertambah setiap hari, bahkan berlipat lipat jika dibandingkan dengan yang telah lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pasar Pasar Berdekatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XXLtuyGz5JA/Tr4P_m6cTyI/AAAAAAAAAbY/4ZuUBxsEcrk/s1600/162980_477678114719_255258904719_5451934_8103473_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-XXLtuyGz5JA/Tr4P_m6cTyI/AAAAAAAAAbY/4ZuUBxsEcrk/s1600/162980_477678114719_255258904719_5451934_8103473_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul berbagai fitnah, banyak kebohongan, dan pasar pasar berdekatan." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Makna dari berdekatannya pasar pasar tersebut adalah makin dekatnya jarak karena cepatnya perjalanan atau pergi ke pasar tersebut. Pada zaman Rosululloh saw, orang orang yang pulang pergi dari pasar pasar di Mekah dan Medinah ke pasar pasar di negeri Syam membutuhkan waktu empat bulan. Sekarang dengan sarana transportasi yang memadai, jarak itu makin dekat, kira kira hanya dua atau tiga jam dengan pesawat terbang dan satu hari dengan transportasi darat modern. Selain itu, juga bermakna merebaknya pasar. Di setiap kota, di mana pun, tidak hanya terdapat satu pasar, tetapi puluhan pasar. Bahkan, di setiap desa terdapat lebih dari satu pasar hingga berdekatan antara satu dan yang lain. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Rosululloh saw.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4771597934532154410?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4771597934532154410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_6854.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4771597934532154410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4771597934532154410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_6854.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang IX'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-knK2Ps09-Cc/Tr4Pog9u5tI/AAAAAAAAAbQ/09pIRdCwF10/s72-c/suddendeath2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-3051551108882295758</id><published>2011-11-12T10:57:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T13:13:08.123+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VIII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tersebarnya Kitab, Penulisan dan Pena&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1RUB1xZ3M24/Tr31sRjHo4I/AAAAAAAAAbI/bzppmgUN_yU/s1600/pena.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-1RUB1xZ3M24/Tr31sRjHo4I/AAAAAAAAAbI/bzppmgUN_yU/s200/pena.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Mas'ud ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungguh, menjelang kiamat akan terjadi pemberian salam yang khusus (kepada orang yang dikenal saja), merebaknya perdagangan, pemutusan tali silaturahmi, munculnya saksi palsu, menutupi saksi yang benar, dan munculnya pena (tulisan)."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan munculnya pena atau tulisan adalah munculnya ilmu karena ilmu tidak akan muncul, kecuali dengan pena.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alloh SWT berfirman : "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (QS Al Alaq : 1-5)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari ayat di atas menunjukkan pada hasilnya, yaitu penyebaran ilmu dan kitab dengan penyebaran yang luas. Inilah yang kita lihat di zaman kita sekarang, ilmu telah mencapai derajatnya yang tinggi dan kitab tersebar dengan luas. Sekarang, semua orang bisa mendapatkannya melalui percetakan, kamera dan alat sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah semua ini menunjukkan bahwa Rosululloh saw tidak berbicara menuruti hawa nafsunya, kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya ? Siapa yang mengajarkan semua ini, padahal beliau hidup di zaman yang kita tidak menemukan orang bisa membaca atau menulis, alat alat tulis dan lembaran lembaran kitabnya terbuat dari kulit yang disamak ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-3051551108882295758?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/3051551108882295758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3051551108882295758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3051551108882295758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_12.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VIII'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1RUB1xZ3M24/Tr31sRjHo4I/AAAAAAAAAbI/bzppmgUN_yU/s72-c/pena.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-9177831900140657190</id><published>2011-11-11T07:43:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T00:58:21.998+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berpakaian Sutra dan Menghalalkan Minuman Keras&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0EDD1dE0rH0/Tr1iJ_5RWmI/AAAAAAAAAbA/aDSUlzAwzpo/s1600/168700_silk_duvet1_ll.jpg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-0EDD1dE0rH0/Tr1iJ_5RWmI/AAAAAAAAAbA/aDSUlzAwzpo/s320/168700_silk_duvet1_ll.jpg.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rosululloh saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh akan terjadi dalam umatku suatu kaum yang menghalalkan kemaluan wanita, sutra, minuman keras (khamar), dan alat alat musik." (HR Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Imran bin Al Hashin ra bahwa Rosululloh saw bersabda, "Sungguh, di dalam umat ini akan terjadi penenggelaman, penghapusan, dan pemuntahan." Seorang bertanya "Ya Rosululloh, kapan itu akan terjadi ?" Beliau menjawab "Jika telah muncul banyak budak, alat musik, dan khamar mulai diminum." (HR Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Umammah Al Bahiliy bahwa Rosululloh saw bersabda "Malam tidak akan pergi hingga ada suatu golongan pada malam itu meminum khamar. Mereka menamakannya bukan dengan namanya." (HR Ibnu Majjah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Hir : adalah kemaluan wanita. Jadi, maksud dari hadits tersebut adalah menghalalkan kemaluan wanita atau zina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Mash : di dalam umat Muhammad saw tidak akan terjadi penghapusan yang sebenarnya, tetapi Alloh SWT akan menghapus hati umat ini atau menghapus sifat sifat yang mulia dan menggantinya dengan sifat sifat yang tidak manusiawi.&amp;nbsp; Dengan demikian, kondisi mereka seperti orang orang kafir yang menghalalkan perzinaan, minuman keras (khamar), makan daging babi, dan semua yang diharamkan oleh Alloh SWT. Padahal, Alloh SWT telah mengumpamakan orang orang kafir dengan binatang, bahkan lebih sesat jalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...Dan orang orang yang kafir itu bersenang senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. (QS Muhammad : 12)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang telah muncul banyak alat musik dan wanita yang suka bersolek dalam bentuk kemaksiatan di depan jutaan manusia melalui layar televisi. Sedangkan, minuman keras (khamar) telah dihalalkan dengan berbagai nama baru sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi saw. Sekarang berapa banyak nama minuman keras itu ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-9177831900140657190?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/9177831900140657190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9177831900140657190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9177831900140657190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_11.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VII'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0EDD1dE0rH0/Tr1iJ_5RWmI/AAAAAAAAAbA/aDSUlzAwzpo/s72-c/168700_silk_duvet1_ll.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7097657850563286773</id><published>2011-11-10T07:15:00.002+07:00</published><updated>2011-11-10T12:18:22.110+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1v93abI5X3o/TrsXk5nZLcI/AAAAAAAAAaw/U7z4oBR-p9o/s1600/Inilah+Rahasia+Umur+Panjang+ala+Orang+Yahudi2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://3.bp.blogspot.com/-1v93abI5X3o/TrsXk5nZLcI/AAAAAAAAAaw/U7z4oBR-p9o/s320/Inilah+Rahasia+Umur+Panjang+ala+Orang+Yahudi2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengikuti Cara Cara Orang Kafir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini telah terjadi pada masa kita sekarang ini, bahkan lebih dari sekedar meniru, tetapi sudah menjadi taklid. Umat Islam meniru gaya orang orang kafir dalam berpakaian, berbicara, berbuat, dan mengagumi sebagian dari mereka hingga sampai pada taklid buta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengambil (meniru) umat sebelumnya, setapak demi setapak atau sejengkal demi sejengkal. Dikatakan kepada beliau, apakah seperti orang orang Persia dan Romawi ? Maka beliau menjawab "dari semua manusia, tidak terkecuali mereka" (HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Musnad Imam Ahmad disebutkan "Seandainya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun akan kalian ikuti". Maka kami bertanya, "Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani ? Beliau menjawab "Lalu siapa lagi ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ucapan Rosululloh saw, setapak demi setapak, sejengkal demi sejengkal, dan masuk ke dalam lubang, menunjukkan pada taklid buta. Semua ini termasuk tanda tanda kiamat dan sekarang kita hidup dalam taklid ini. Bukankah hal ini sudah cukup sebagai bukti dekatnya kiamat ? Karena tanda tanda wustha ini dekat dengan tanda tanda kubra. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7097657850563286773?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7097657850563286773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7097657850563286773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7097657850563286773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_10.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang VI'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1v93abI5X3o/TrsXk5nZLcI/AAAAAAAAAaw/U7z4oBR-p9o/s72-c/Inilah+Rahasia+Umur+Panjang+ala+Orang+Yahudi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7416588080806546286</id><published>2011-11-08T16:22:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T16:22:49.655+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang V</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hilangnya Amanat&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-i4iEumyGfJk/Trj0etpqfmI/AAAAAAAAAao/he7Hi9fkqnQ/s1600/1229337745-Hutan+Rusak--1-ok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-i4iEumyGfJk/Trj0etpqfmI/AAAAAAAAAao/he7Hi9fkqnQ/s1600/1229337745-Hutan+Rusak--1-ok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rosululloh saw sedang berada dalam suatu majelis dan membicarakan suatu kaum, tiba tiba datang seorang Arab pedalaman dan bertanya, "Kapan kiamat akan terjadi ?" Rosululloh saw meneruskan pembicaraannya. Sebagian kaum mengatakan bahwa beliau mendengar apa yang dikatakan orang itu, tetapi tidak suka dengan apa yang diucapkan orang tersebut. Sebagian yang lain mengatakan bahwa beliau tidak mendengarnya hingga menyelesaikan pembicaraannya dan bertanya, "Mana orang yang bertanya tentang kiamat tadi ?" Orang itu berkata "Inilah aku, wahai Rosululloh." Kemudian, Rosululloh saw bersabda "Jika amanat telah hilang, tunggulah saatnya." Orang itu bertanya lagi, "bagaimana hilangnya amanat ?" Beliau menjawab "Jika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya." (HR Hakim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang dimaksud amanat di sini bukanlah seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, dan ketika pulang, orang itu menyerahkan kembali harta yang dititipkan kepadanya itu. Maksud amanat di sisni mencakup segalanya : harta yang ada pada kita adalah amanat, hukum adalah amanat, serta isteri, anak anak, rezeki, dan iman adalah amanat. Segala sesuatu yang diciptakan Alloh SWT di dunia ini bukanlah milik kita. Semua itu adalah amanat yang diberikan Alloh SWT kepada kita. Jika kita menghilangkan amanat ini atau mengikuti hawa nafsu, itu lah yang disebut "hilang" sebagaimana dimaksudkan dalam hadits tersebut yang menjadi salah satu tanda kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7416588080806546286?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7416588080806546286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_9889.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7416588080806546286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7416588080806546286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_9889.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang V'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-i4iEumyGfJk/Trj0etpqfmI/AAAAAAAAAao/he7Hi9fkqnQ/s72-c/1229337745-Hutan+Rusak--1-ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-8707225802298644591</id><published>2011-11-08T12:41:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T12:41:47.553+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang IV</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makan Riba&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7Go-LRqKhO8/TriyvXlhSUI/AAAAAAAAAag/fJ7NltGQwq8/s1600/Fantasy_Count_Tepesh_Drakula_009618_.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://4.bp.blogspot.com/-7Go-LRqKhO8/TriyvXlhSUI/AAAAAAAAAag/fJ7NltGQwq8/s320/Fantasy_Count_Tepesh_Drakula_009618_.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara tanda tanda kiamat, sebagaimana yang disebutkan nabi saw adalah tersebarnya riba di dalam umat Muhammad, yang akan menimpa manusia. barangsiapa yang tidak memakannya, ia akan terkena hamburannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sungguh akan datang suatu zaman yang tidak tersisa seorang pun di dalamnya, kecuali memakan riba. Jika tidak memakannya, ia akan terkena hamburannya. (HR Hakim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang ini, sudah bukan rahasia lagi bahwa umat manusia telah banyak yang memakan riba, dengan alasan karena terpaksa. Padahal, dalam keadaan darurat, bukan berarti seseorang diperbolehkan memakan riba. Alloh SWT telah berjanji untuk memerangi para pemakan riba dan memberi azab yang pedih kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Alloh dan Rosul Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba) maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS Al Baqarah : 278-279)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-8707225802298644591?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/8707225802298644591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_9125.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8707225802298644591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8707225802298644591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_9125.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang IV'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7Go-LRqKhO8/TriyvXlhSUI/AAAAAAAAAag/fJ7NltGQwq8/s72-c/Fantasy_Count_Tepesh_Drakula_009618_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4623789387628491371</id><published>2011-11-08T10:35:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T12:41:48.335+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y9EdFFo52E4/Trisz4ONrlI/AAAAAAAAAaY/KxTNZg32ymk/s1600/a1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y9EdFFo52E4/Trisz4ONrlI/AAAAAAAAAaY/KxTNZg32ymk/s1600/a1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Melimpahnya Harta Benda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi kiamat hingga banyak harta di antara kalian, bahkan melimpah sehingga pemilik harta itu bingung siapa yang akan menerima sedekahnya. Maka, dipanggillah seseorang kepadanya, tetapi ia mengatakan, aku tidak membutuhkannya." (HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai sekarang belum diketahui bahwa harta telah melimpah dan manusia menolak untuk mengambil zakat, kecuali pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Ketika itu, orang orang yang dikirim ke Afrika, kembali masih membawa harta mereka karena di sana (Afrika), mereka tidak mendapatkan orang yang mau mengambil zakat mereka disebabkan melimpahnya harta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian ini hanya berlangsung selama dua tahun. Akan tetapi, di akhir zaman dan setelah terbitnya matahari dari barat nanti, harta akan makin berlimpah. Setelah manusia yakin bahwa kiamat telah dekat (seperti siku dengan ujung jari), bahkan lebih dekat lagi, ia mengeluarkan harta simpanannya yang belum pernah dizakati karena takut dengan dekatnya kiamat. Namun, pada waktu itu, orang orang fakir pun tidak mau mengambilnya karena mereka melihat sebagaimana para pemilik harta itu melihat terbitnya matahari dari arah barat sehingga tahu bahwa kiamat telah dekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu, apa yang akan mereka perbuat dengan harta itu, sedangkan maut dan kiamat telah dekat ? Sebagian besar mufasir mengatakan bahwa hal ini akan terjadi pada masa Isa as dan Al Mahdi as.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita akan kembali dengan hadits yang membahas hal ini dalam artikel yang membahas tanda tanda kiamat kubra nanti.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4623789387628491371?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4623789387628491371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_7333.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4623789387628491371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4623789387628491371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_7333.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang III'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Y9EdFFo52E4/Trisz4ONrlI/AAAAAAAAAaY/KxTNZg32ymk/s72-c/a1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1306203410452485480</id><published>2011-11-08T10:16:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T10:16:34.920+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang III</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_qAbN4Y3Bf8/TriekGWr6_I/AAAAAAAAAaQ/K9CxbqTSQTE/s1600/wismabni46cm3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-_qAbN4Y3Bf8/TriekGWr6_I/AAAAAAAAAaQ/K9CxbqTSQTE/s1600/wismabni46cm3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berlomba lomba Meninggikan Gedung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membangun gedung sebagai tempat tinggal sebenarnya diharuskan bagi setiap manusia karena bertambahnya penduduk. Dua ratus tahun yang lalu misalnya, jumlah penduduk di dunia ini hanya seperempat dari jumlah penduduk yang ada sekarang. Jumlah penduduk terus bertambah, padahal luas bumi tidak bertambah. Dengan demikian, perkembangan pembangunan harus disesuaikan dengan perkembangan penduduk. Akan tetapi, Alloh SWT mengetahui bahwa pada suatu hari nanti, penduduk bumi akan meninggikan gedung gedungnya. Oleh karena itu, Rosululloh saw memberitahukan dan menjadikannya sebagai salah satu tanda kiamat atau dekatnya hari kiamat. Bahkan, sekarang ini, di dunia, sudah ada gedung yang lebih dari seratus tingkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Umar bin Khattab ra tentang kedatangan Jibril kepada Rosululloh saw dalam bentuk seseorang yang berpakaian putih bersih dan mempunyai rambut yang hitam pekat, lalu bertanya kepada beliau tentang Islam, iman dan ihsan. Rosululloh saw menjawab "Orang yang ditanya tidak lebih mengerti daripada yang bertanya." Lalu Jibril berkata, "Beri tahukan kepadaku tentang tanda tanda kiamat !" Rosululloh saw menjawab "Budak melahirkan tuannya, kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, serta banyak penggembala unta dan kambing meninggikan bangunan mereka." (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1306203410452485480?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1306203410452485480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_2931.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1306203410452485480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1306203410452485480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_2931.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang III'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_qAbN4Y3Bf8/TriekGWr6_I/AAAAAAAAAaQ/K9CxbqTSQTE/s72-c/wismabni46cm3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-2547961367917115499</id><published>2011-11-08T07:48:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T07:48:19.124+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menghiasi Masjid dan Berbangga bangga dengan Masjid &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas ra bahwa Rosulullloh saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya, di antara tanda tanda kiamat adalah manusia berbangga bangga dengan masjid."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MatdQUtVwJY/Trh7Lp6Ba4I/AAAAAAAAAaA/GfOnvcZefZE/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-MatdQUtVwJY/Trh7Lp6Ba4I/AAAAAAAAAaA/GfOnvcZefZE/s320/5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR Abu Daud dan Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan hadits di atas dan untuk menguatkannya, Ibnu Abbas ra berkata, "Sungguh, umat ini akan menghias masjid masjid sebagaimana orang orang Yahudi dan Nasrani menghiasai tempat tempat ibadah dan gereja gereja mereka. Orang yang memerhatikan, masa sekarang, seluruh penjuru dunia Islam dan alat alat transportasi, akan&amp;nbsp; melihat mereka berbangga bangga (seperti ini), menghiasai masjid, dan sombong dalam mendirikan masjid. Manusia membaca hadits ini dan mengetahuinya bahwa menghiasi masjid termasuk salah satu tanda kiamat. Namun, mereka tetap melakukannya, seolah olah mereka digiring untuk melaksanakan ketaatan dan pembenaran terhadap hadits Rosululloh saw."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Abbas menambahkan, dalam kitab Jami' Ash Shagir karangan As Suyuthi, disebutkan bahwa Rosululloh saw bersabda, "Jika kalian mempercantik masjid masjid kalian dan menghiasai mushaf mushaf kalian, kehancuranlah atas kalian."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu disebabkan Alloh SWT melihat orang orang yang memakmurkan masjid dengan hati dan iman mereka. Alloh SWT menghendaki para hamba Nya berhias dengan iman dan mempercantik diri dengan takwa. Itulah yang asli. Jika masjid masjid telah dihiasi, yang tersisa hanyalah dinding dinding dan perhiasannya. Padahal, semua itu akan musnah ketika terjadi kiamat nanti, sedangkan hati dan iman tidak. Akan tetapi, semua ini memang sudah ketetapan Alloh SWT.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-2547961367917115499?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/2547961367917115499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_08.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2547961367917115499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2547961367917115499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada_08.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang II'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MatdQUtVwJY/Trh7Lp6Ba4I/AAAAAAAAAaA/GfOnvcZefZE/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7662228770396490624</id><published>2011-11-08T06:38:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T07:47:30.896+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0n_zn2iNUzI/Trh7B2ifh8I/AAAAAAAAAZ4/zonZ6QJR8qY/s1600/wanita-berjilbab.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-0n_zn2iNUzI/Trh7B2ifh8I/AAAAAAAAAZ4/zonZ6QJR8qY/s1600/wanita-berjilbab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para Wanita Berpakaian, Tetapi Telanjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua golongan ahli neraka dan aku belum pernah melihatnya : Suatu kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya dan para wanita yang berpakaian, tetapi telanjang, jalan berlenggak lenggak, dan kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya. Padahal, baunya bisa didapatkan (tercium) dari perjalanan sekian dan sekian. (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kita lihat pada masa sekarang ini bukanlah hal yang perlu disembunyikan. Banyak wanita muslimah yang berpakaian, tetapi telanjang. Mereka berpakaian dengan baju yang tipis agar dapat memikat atau menarik perhatian dengan bentuk mereka yang hina itu. Padahal, Alloh SWT telah memerintahkan untuk menutupi aurat mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya... ((QS. An Nur : 31)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman sekarang ini, berapa banyak kita melihat kepala kepala yang dihias (untuk dipertontonkan), bagaimana mereka membuat rambut rambutnya tampak seperti punuk unta yang berada di atas punggunya. Ini adalah kata kinayah atau kiasan tentang pembuatan rambut yang ditinggikan sehingga bentuknya seperti piramida kecil. Alloh SWT dan Rosul Nya telah berjanji bahwa mereka tidak akan masuk surga, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits di atas, bahkan tidak mencium baunya, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7662228770396490624?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7662228770396490624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7662228770396490624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7662228770396490624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-yang-muncul-pada.html' title='Tanda Tanda Wustha Yang Muncul pada Zaman Sekarang I'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0n_zn2iNUzI/Trh7B2ifh8I/AAAAAAAAAZ4/zonZ6QJR8qY/s72-c/wanita-berjilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-2781465686084856612</id><published>2011-11-02T14:32:00.001+07:00</published><updated>2011-11-03T12:36:26.155+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha (Menengah) Yang Telah Terjadi 2</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */@font-face {font-family:Times; panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:"Times New Roman Bold"; panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-fareast-font-family:Cambria; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; color:black; font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:normal;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ye9wcSolfuI/TrDw-amfZuI/AAAAAAAAAZs/nZF7R1IIdsk/s1600/kiamat2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ye9wcSolfuI/TrDw-amfZuI/AAAAAAAAAZs/nZF7R1IIdsk/s320/kiamat2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;MerebaknyaPerdagangan, Pemberian Salam Kepada Orang Tertentu, Pemutusan Silaturahmi danBanyaknya Kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Menjelangkiamat akan terjadi pemberian salam kepada orang orang tertentu, merebaknyaperdagangan, wanita membantu suaminya dalam berdagang, pemutusan talisilaturahmi, munculnya saksi palsu, menyembunyikan saksi yang benar, danmunculnya pena (banyak tulisan atau buku). (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Maknasebagian kata dalam hadits di atas adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Taslimulkhashah, yaitu seseorang tidak mau memberi atau mengucapkan salam, kecualikepada yang dikenalnya saja. Padahal, kita diperintahkan untuk mengucapkansalam kepada orang yang kita kenal atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Fasywuttijarah, yaitu menjadikan manusia lupa terhadap ketaatannya kepada Alloh SWTsehingga gemar mengumpulkan harta dunia. Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;…Katakanlah,“Apa yang di sisi Alloh adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan,dan Alloh sebaik baik pemberi rezeki.’ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;(QSAl Jumu’ah: 11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAnas bin Malik ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;“Diantara tanda tanda kiamat adalah munculnya kejahatan, kekikiran, pemutusanhubungan persaudaraan, dikhianatinya orang yang jujur, dan diamanatinya orangyang khianat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Alfahsyu wa at tafahhusy, yaitu berbuat dosa, maksiat dan dosa besar tanpaperasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Asysyuhhu, yaitu bakhil yang paling tinggi. Maksudnya adalah penolakan manusiauntuk membayar zakat, tetapi mereka berlomba lomba membangun gedung danberbangga bangga dengan kelompok sosial mereka. Semua ini tidak akan terjadi,kecuali jika sudah banyak usaha yang haram. Sedangkan, orang yang berusaha itusudah tidak peduli lagi dari mana ia mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAbu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Akan datang kepada manusiasuatu zaman di mana seorang mukmin tidak memerhatikan lagi apa yang telah iausahakan, apakah dengan cara halal atau haram.” (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Muslihatini akan terus berlangsung dan terjadi hingga hari kiamat, tidak terbatas padamasa atau zaman tertentu, bahkan terus bertambah sebelum terjadi kiamat.Peristiwa ini akan bercampur dengan bencana fitnah, musibah dan cobaan yanglain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;BudakMelahirkan Tuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Umarbin Khattab ra meriwayatkan bahwa Jibril as mendatangi Rosululloh saw dalambentuk manusia yang memakai pakaian putih bersih, rambutnya sangat hitam. Ia(Jibril) bertanya kepada Rosululloh saw., lalu beliau menjawab. Kemudian, iabertanya tentang kiamat. Maka Rosululloh saw menjawab “Sesungguhnya, yangditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Jibril berkata “Berilah kabarkepadaku tentang tanda tandanya,” Beliau menjawab “Jika budak melahirkantuannya, kamu melihat orang orang yang tidak beralas kaki dan telanjang danpara pengembala kambing berlomba lomba meninggikan gedungnya.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Maknadari kalimat “an talidal ammatu rabbataha” : Al Ammah adalah budak perempuan,sedangkan rabbataha adalah tuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Padamasa pemerintahan Abbasiyah dan Umawiyah, banyak terdapat budak perempuan darihasil rampasan perang. Dikatakan pula bahwa hal itu terjadi pada masa Harun ArRasyid. Pada saat itu, orang yang paling miskin mempunyai rumah di Bagdaddengan tiga budak. Pemilik budak budak itu bersenang senang dengan mereka tanpapernikahan sehingga melahirkan anak untuk tuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Anakyang lahir dari budak itu menjadi anak tuannya, sedangkan dia sendiri tetapsebagai budak. Ketika anak itu tumbuh besar dan menjadi seorang tuan, ibunyatetap menjadi budak, tetapi tidak boleh dijual. Ketika tuan dari budak itumati, anaknya memerdekakannya. Itulah kabar yang diberitahukan oleh Rosulullohsaw tentang banyaknya perang serta penaklukan timur dan barat yangmengakibatkan banyaknya budak dari perang tersebut. Akibat lain dari peperanganitu adalah banyaknya harta rampasan perang karena kemenangan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariIbnu Abbas ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Jikakamu melihat budak melahirkan tuannya maka itulah pengetahuan tentang kiamatdan tanda tandanya. (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;BanyakUmat Memerangi Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariTsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Beberapa umat akan mengerumuni kaliansebagai makanan yang berada pada piringnya” Seseorang bertanya “Apakah karenapada waktu itu jumlah kita hanya sedikit ?” Beliau menjawab “Bahkan, pada waktuitu kalian lebih banyak, tetapi kalian bagaikan buih yang terbawa arus. Dan,sungguh Alloh akan mencabut wibawa kalian dari hati musuh kalian dan Dia akanmenanamkan al wahn (kelemahan) di hati kalian.” Seseorang bertanya “WahaiRosululloh, apakah al wahn itu ?” Beliau menjawab “Cinta dunia dan benci atautakut terhadap kematian.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;(HRAbu Daud, Ibnu Asakir dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Apayang disampaikan oleh Rosululloh saw tersebut telah terjadi lebih dari satukali dalam sejarah kaum muslimin, yaitu banyak umat yang menyeru pada Islam,kemudian mereka justru menyerang kaum muslimin ketika mereka telah menjadimulia dan kuat. Pada saat pemerintahan Abbasiyah lemah dan para khalifahnyacondong pada dunia dan kenikmatannya, menuruti hawa nafsu mereka, mencintaibudak budak perempuan mereka dan menyukai alat alat musik, Alloh SWTmencampurkan atau mempertemukan mereka dengan suatu kaum, seperti Tartar,Mongol dan Turki, sebelum mereka masuk Islam dan iman terpatri di dasar hatimereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Padasaat itulah, tubuh umat Islam digerogoti kerusakan. Ketika bangsa Tartar sampaike ibu kota pemerintahan Abbasiyah, mereka mendapati khalifah lebih mendekatiseorang pelawak. Dari sini, mereka tahu bahwa pemerintahan kaum muslimin sedanglemah, baik pemimpinnya, para menterinya, maupun panglima perangnya. Jadi,kemenangan orang orang Tartar pada saat itu bukan karena kekuatan mereka,melainkan karena kelemahan khalifah Al Mu’tashim billah dan para pejabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Bagdadpun jatuh ke tangan mereka (Tartar) dan peperangan itu menewaskan hampir satujuta kaum muslimin yang ada di Bagdad. Dalilnya adalah sebagaimana yang telah sayakatakan sebelumnya bahwa Tartar mendapat kemenangan bukan karena kekuatanmereka, melainkan karena kelemahan kaum muslimin. Kemudian, pemimpin Mesir padawaktu itu, Qathaz dan Bibras, mempersiapkan banyak pasukan serta membekalimereka dengan senjata dan harta. Mereka mengerjakan apa yang seharusnya merekakerjakan. Maka, mereka dapat mengalahkan bangsa Tartar dengan penyerangan yangdahsyat dalam peperangan yang terjadi di Ain Jalut. Dari sini, Alloh SWTmemperbaiki keadaan kita (kaum muslimin) dan menunjuki kita ke jalan yanglurus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Diantaraumat, yang disifati secara langsung, yang akan memerangi umat Islam adalahmasyarakat Uni Eropa : Paris, Inggris, Jerman, Bulgaria, Hongaria, dan masihbanyak lagi. Dahulu, mereka memerangi Islam selama dua tahun, yaitu antaratahun 490-690 Hijriah. Peperangan ini dikenal dengan Perang Salib. Namun, padawaktu itu, Shalahuddin Al Ayubi dapat menggempur Pasukan Salib danmengembalikan tempat suci yang mereka kuasai ke tangan kaum muslimin. Kejadianserupa terulang kembali ketika orang orang kafir berkumpul di Eropa untukmenguasai Kerajaan Utsmani. Mereka berhasil menguasai semua wilayahkerajaannya. Yang paling penting adalah mereka menguasai wilayah Arab, kemudianmembagi wilayahnya, sebagaimana yang tertuang dalam sebuah perjanjian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sekarangini, dunia barat kembali bersatu untuk melawan Islam sekali lagi dengan bantuanorang orang Yahudi yang menguasai Palstina dan tempat tempat suci sertameletakkan bom waktu di tengah tengah dunia Arab dan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Halitu dilakukan agar umat Islam yang tersisa terpecah belah dan tidak mempunyaikekuatan serta daya upaya. Sekarang, semua itu benar terjadi dan umat Islamtelah merasakannya. Peperangan terjadi dimana mana, jelas dan nyata. Merekaingin menjajah umat Islam dengan segera. Mereka bahu membahu untuk melaksanakanketetapan tersebut terhadap umat Islam. Mereka melihat umat Islam sebagai musuhyang mengancam keamanan dan keberadaan mereka. Mereka memerangi kaum musliminsebagaimana yang mereka lakukan dalam Perang Salib, pada Kerajaan Utsmani ataupada awal abad kedua puluh satu, yaitu ketika mereka menguasai dunia Islam danmenjadikannya berpecah belah serta lemah. Padahal, sebelumnya mereka telahbersatu dibawah Kerajaan Utsmani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Itulahberkoalisinya beberapa umat untuk memerangi umat Islam. Alloh mencabut rasatakut dari hati para musuh kita dan menanamkan kelemahan di dalam hati kita,sebagaimana telah disebutkan dalam hadits, merupakan kenyataan yang dapat kitalihat. Semoga Alloh SWT menyelamatkan kita yang berada di dalamnya. Umat Islamtidak akan kembali pada kejayaannya, kecuali dengan kembali pada kitab AllohSWT (ajaran Islam), agama, sunnah Rosululloh saw dan bersatu. Meskipun musuhmusuh kita berbuat demikian, demi Alloh SWT sebagaimana dikatakan Rosululloh saw,sungguh, para pemimpin dan agama kita tidak akan mengizinkan, meskipun merekaberkumpul dari berbagai penjuru bumi untuk memerangi kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariTsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sungguhaku telah meminta kepada Tuhanku untuk umatku agar tidak menghancurkan merekadengan paceklik dan dikuasai musuh. Tuhanku mengatakan, hai Muhammad ! Jika Akumemutuskan sesuatu, hal itu tidak bisa ditolak. Dan, Aku telah mengabulkanpermintaanmu untuk tidak menghancurkan mereka dengan paceklik atau dikuasaimusuh, kecuali oleh sebagian mereka sendiri sehingga pemimpin merekamemperbolehkan meskipun orang orang dari segala penjuru bumi berkumpul untukmemerangi Islam. Dikatakan pula sebagian dari mereka menghancurkan sebagianyang lain atau sebagian dari mereka menjelek jelekkan sebagian yang lain. (HRMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Haditsdi atas menunjukkan bahwa orang orang kafir dari berbagai penjuru negara,meskipun berusaha sedemikian rupa, tidak akan dapat menguasai orang orangIslam, selamanya. Al Baidhah maksudnya adalah kelompok atau asal usul mereka, Kemuliaandan kerajaan. Jadi, makna kalimat laa uhlikahum bisunnatin ‘aammatin adalahtidak akan menghancurkan mereka dengan paceklik. Jika hal itu terjadi, hanyadari arah yang satu, bukan dari arah yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-2781465686084856612?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/2781465686084856612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-menengah-yang-telah_02.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2781465686084856612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2781465686084856612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-menengah-yang-telah_02.html' title='Tanda Tanda Wustha (Menengah) Yang Telah Terjadi 2'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Ye9wcSolfuI/TrDw-amfZuI/AAAAAAAAAZs/nZF7R1IIdsk/s72-c/kiamat2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-5612715391956634200</id><published>2011-11-02T10:53:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T11:48:46.632+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Wustha (Menengah) Yang Telah Terjadi 1</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */@font-face {font-family:Times; panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:"Times New Roman Bold"; panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-fareast-font-family:Cambria; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; color:black; font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:normal;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Rc0bK4idH-8/TrC-RjEdoyI/AAAAAAAAAZk/BH86IXfq65U/s1600/gunung+es.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Rc0bK4idH-8/TrC-RjEdoyI/AAAAAAAAAZk/BH86IXfq65U/s1600/gunung+es.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;TandaTanda Wustha Yang Sudah Terjadi Beberapa Abad Yang Lalu dan Mungkin akanTerulang Kembali&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;PemberitahuanRosululloh saw tentang Berbagai Bencana dan Peringatan Terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Diantara tanda tanda kiamat, baik shugra, wustha, maupun kubra adalah bencana,yang dimulai sejak wafatnya Rosululloh saw dan tidak akan berakhir, kecualidengan munculnya dajjal, yang merupakan bencana terbesar sebelum terjadinyakiamat. Berikut ini akan dipaparkan hadits yang membahas hal tersebut secararinci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Bencanasebelum kiamat banyak sekali, ada yang kecil dan ada pula yang besar. Peristiwaitu tidak dapat dipikul oleh hati, tubuh dan akal manusia karena kelemahnya(manusia diciptakan dalam keadaan lemah). Manusia akan bertanya, mengapabencana yang banyak ini menimpa kaum muslimin yang beriman ? Mengapa pula apikeluar dari bumi Hijaz dan menerangi leher leher unta di Bushra, Syam ?Sebagaimana telah disebutkan, di antara bencana itu ada yang datang dua kaliatau tiga kali. Sesungguhnya, bencana itu mencapai ratusan dan hampir sajaseorang mukmin mengira bahwa bencana itu tinggal satu kali lagi. Namun, datanglagi bencana yang lain. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada pembahasan khususkarena hadits yang berkaitan dengan ini agak panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Telahdisebutkan bahwa dunia merupakan tempat ujian dan cobaan. Secara umum, manusiaitu diuji. Seorang yang beriman diuji dengan agama dan dunianya agar Alloh SWTmembersihkan jiwa dan hatinya. Masuk surga bukanlah suatu perkara yang mudah.Untuk dapat masuk surga, jiwa, hati dan keimanan seseorang harus diuji olehAlloh SWT terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Ayatayat al Quran yang membahas hal ini cukup banyak. Dan, syarat yang telahditetapkan oleh Alloh SWT untuk masuk surga merupakan ujian bagi seorang yangberiman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Apakahkamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orangorang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang orang yang sabar. (QSAli Imran : 142)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Apakahmanusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telahberiman.” Sedangkan mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telahmenguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahuiorang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang dusta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;(QSAl Ankabut: 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Duaayat di atas menunjukkan adanya cobaan yang merupakan bagian dari ujian yangdiwajibkan oleh Alloh SWT atas manusia, terutama atas orang orang yang berimandan berserah diri kepada Alloh SWT, Tuhan sekalian alam. Alloh SWT telah menjelaskankepada kita tentang asas keberadaan manusia, makhluk dan sebab sebabnya dalamsatu ayat dari surat Al Mulk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Yangmenjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yanglebih baik amalnya. Dan, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS Al Mulk: 2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sesungguhnya,penjelasan tentang kejadian hari kiamat dan siapa orang yang akan menjumpai danmemenangkannya, telah disebutkan dalam al Quran melalui firman Nya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sifatsifat yang baik itu tidak dianugerahkan, kecuali kepada orang orang yang sabardan tidak di anugerahkan pula, kecuali kepada orang orang yang mempunyaikeberuntungan besar. (QS Fushshilat: 35)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Ketikakita membicarakan surga di dalam ensiklopedia ini, kemudian mengetahuinyadengan pengetahuan dan keyakinan pada keagungannya, yang tidak pernah dilihatmata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbersit di dalam hatiseseorang, kita mengetahui bahwa cobaan dan ujian yang menimpa kita di dunia,tidak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;samadengan yang kita jumpai di hari kiamat kelak. Semua ini merupakan rahmat AllohSWT dan kenikmatan yang diberikan Nya di dalam surga yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Bencanaakan banyak terjadi sebelum kiamat atau sejak pengutusan Rosululloh saw sampaiterjadinya kiamat. Sebagian bencana itu ada yang dahsyat dan gelap sehingga padapagi hari seseorang yang beriman menjadi kafir dan sorenya beriman kembali.Oleh karena itu, marilah kita perhatikan bersama apa yang telah disabdakanRosululloh saw tentang bencana besar tersebut, yang menimpa umat, kelompokmasyarakat, keluarga, dan individu. Kita sampaikan hadits tersebut danmenafsirkan jika membutuhkan penafsiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAbu Musa Al Asy’ ari ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Sesungguhnya, sebelumkiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti sebagian malam yang gelap gulita, seseorangberiman pada pagi hari dan kafir pada sore harinya, orang yang duduk lebih baikdaripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan,orang yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha. Maka pecahlah kekerasankalian, potonglah ikatan kalian, dan pukullah batu dengan pedang kalian, jikaia mengunjungimu, jadikanlah dia sebaik baik anak Adam (manusia). “ (HR IbnuMajah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Maknadari hadits di atas bahwa bencana itu sangat besar menimpa orang beriman. Olehkarena itu, ia menjadi lemah dan bimbang antara iman dan kufur, tidak ada yangteguh kecuali yang diteguhkan oleh Alloh SWT karena di dalam hatinya terdapatiman yang besar. Kemudian, Rosululloh saw meminta kita agar tidak berusahamendekati atau masuk ke dalamnya meskipun hal itu menimpa kita. Dalilnya adalahagar kita menghancurkan pedang pedang kita, mematahkan busur busur kita,dan&amp;nbsp; menumpulkan pedang kita. Halini dimaksudkan agar kita tidak membunuh seseorang. Caranya adalah denganmenumpulkannya ke atas batu untuk menggugurkannya. Jika ada seseorangmemfitnah, janganlah engkau bunuh. Biarlah engkau dibunuh, bukan menjadipembunuh, seperti anak Adam yang terbunuh saudaranya sendiri, Qabil. Jadilahseperti Habil yang terbunuh dan jangan menjadi seperti Qabil si pembunuh.Dengan demikian, engkau tidak masuk ke dalam fitnah yang menimpa agamamu. Sedangkan,orang orang yang kafir dan memfitnah itu menjual akhirat dan agama merekadengan luasnya dunia yang fana ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAbu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sebelumkiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti malam yang gelap gulita, seseorangberiman pada pagi hari dan kafir pada sore hari, beriman pada sore hari, lalukafir pada pagi hari dan menjual agamanya dengan luasnya dunia. (HR Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Fitnahini terasa berat bagi seorang muslim sehingga ia berharap mati agar terbebasdari cobaan besar yang menimpanya. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi sawbersabda, “Tidak akan terjadi kiamat hingga seseorang berjalan melewati kuburandan mengatakan semoga aku dapat menempati tempatnya.” (HR Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Dalamriwayat Muslim juga disebutkan, “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya. Sungguh, dunia tidak akan pergi hingga seseorang berjalan di atas kuburandan berhenti, lalu berkata semoga aku dapat menempati tempat pemilik kubur ini,ia tidak memiliki agama kecuali cobaan.” (HR Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAbu Musa Al Asy’ ari bahwa Nabi saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sungguh,menjelang kiamat akan terjadi al haraj. Mereka bertanya, “Apa itu al haraj ?”Beliau menjawab, “Pembunuhan, tetapi bukan pembunuhan kalian terhadap orangorang musyrik, melainkan sebagian kalian membunuh sebagian yang lain sehinggaseseorang akan membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya dan anak pamannya(sepupunya).” Mereka berkata, “Apakah saat itu kita masih punya akal ?” Beliaumenjawab “Sungguh, akal orang orang pada waktu itu akan dicabut dan digantikandengan akal manusia yang tidak genap. Sebagian besar mereka mengira bahwamereka berkuasa atas sesuatu dan bukan sesuatu yang lain. “ (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;SemogaAlloh SWT melindungi kita dari zaman ini serta menguatkan akal dan hati kitadengan keimanan. Rosululloh saw juga pernah memberitahukan bahwa bencana iniakan memasuki rumah rumah atau mendatangi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariUsamah bin zaid ra bahwa suatu ketika Nabi saw memandang ke arah salah satuperkampungan di Medinah, kemudian bertanya, “Apakah kalian melihat apa yang akulihat ?” Sungguh, aku melihat tempat tempat terjadinya bencana di sela selarumah kalian seperti tetesan air hujan.” (Hr Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Rosulullohsaw memberitahukan bahwa bencana itu dimulai dari timur. Dalam sebuah khotbah,Salin bin Abdullah bin Umar bin Khattab ra mengatakan, “Wahai penduduk Irak,betapa banyak pertanyaan kalian tentang hal hal yang kecil dan besar. Sayapernah mendengar Abu Abdullah bin Umar mengatakan bahwa dia mendengarRosululloh saw bersabda “Sungguh, bencana akan datang dari sini, beliaumenunjuk dengan tangannya ke arah timur, tempat munculnya tanduk setan.” (HRMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;MenurutIbnu Hajar Al Asqalani rahimahullah, permulaan bencana itu dimulai dari timurkarena di sana kaum muslimin terpecah belah. Dari arah itu, yaitu dari Irakmuncul kelompok Khawarij, Rafidhah, Batiniyah, Qadariyah, Jahmiyah,Mu’atazilah, dan Jabariyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Seseorangbertanya, bagaimana bencana ini bisa terjadi ? Di mana Islam ? Di mana ilmupengetahuan ? Sebenarnya, yang terjadi dalam bencana ini adalah tersebarnyakebodohan, sedikitnya pengetahuan, ditinggalkannya Islam, usaha meraih dunia,mendekati bencana, menuruti hawa nafsu, berbuat dosa, bermaksiat, danmenghalalkan segala yang telah diharamkan oleh Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;DariAbdullah bin Mas’ud ra dan Abu Musa Al Asy’ari ra bahwa Rosululloh saw bersabda“Beberapa hari menjelang kiamat akan diturunkan kebodohan, dicabutnya ilmupengetahuan dan banyak terjadi al haraj, yaitu pembunuhan.” (HR Bukhari danMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .1pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: .1pt; mso-outline-level: 3; mso-para-margin-bottom: .01gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .01gd; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Haditsyang membahas bencana ini sangat panjang, tetapi kita cukupkan di sini karenakita akan kembali menemui banyak hadits yang menerangkan bencana yang menggetarkanserta menggoyahkan akal dan badan. Semoga Alloh SWT mengampuni kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-5612715391956634200?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/5612715391956634200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-menengah-yang-telah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5612715391956634200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5612715391956634200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-wustha-menengah-yang-telah.html' title='Tanda Tanda Wustha (Menengah) Yang Telah Terjadi 1'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Rc0bK4idH-8/TrC-RjEdoyI/AAAAAAAAAZk/BH86IXfq65U/s72-c/gunung+es.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-1692422846967741178</id><published>2011-10-27T21:47:00.001+07:00</published><updated>2011-10-27T21:48:13.096+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 6</title><content type='html'>&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */@font-face {font-family:Times; panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:"Times New Roman Bold"; panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-fareast-font-family:Cambria; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; color:black; font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:normal;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Berhentinya Jizyah dan pajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Irakmenolak dirham dan takarannya. Syam melarang mud (tukaran) dan dinarnya, danMesir melarang ukuran dan dinarnya. Dan, kalian akan kembali dari mana kaliandatang. Kalian akan kembali dari mana kalian datang.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Keadaan semacam ini terjadi lebih dari satu kali, yaituketika musuh menjadi kuat dan melawan kaum muslimin, bahkan ketika merekaberpindah. Yang tidak terduga lagi adalah berhentinya jizyah dan pajak. Hal inidisebabkan lemahnya pemerintahan Islam dalam mengatur wilayah dan orang orangkafir dzimmi serta tidak ada lagi orang yang mau membayar pajak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Keluarnya Api dari Bumi Hijaz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Kiamattidak akan terjadi hingga keluar api dari bumi Hijaz yang menyinari leher leherunta di Bushra, Syam.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Imam Nawawi mengatakan bahwa di zaman kita, telah keluarapi di Medinah, yaitu pada tahun 654 Hijriah. Api itu tampak sangat besardilihat dari sisi Medinah di belakang Harrah. Secara berturut turut, api itukeluar di Syam hingga menyeluruh. Hal itu diberitahukan kepada saya olehpenduduk Medinah sendiri. Perkataan ini terdapat dalam Syarah Nawawi (hal18-28).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dikatakan juga bahwa api itu terus menyala selama tigabulan dan para wanita Medinah memperbincangkan sinarnya. Hal ini disebutkandalam jurnal dan terjadi saat kiamat sudah dekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Hal tersebut dikuatkan oleh Al Hafizh bin Hajar yangmengatakan, “Yang tampak kepada saya bahwa api itu muncul dari arah Medinah,sebagaimana yang dipahami oleh Qurthubi dan yang lainnya.” Hal ini disebutkandalam Fathul Bari (halaman 13-79). Disebutkan pula oleh Yaqut Al Hamawi dalamMu’jam Al Buldan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Api itu menyala sangat tinggi hingga sinarnya sampai kenegeri Syam. Jadi, maksud dari hadits Rosululloh saw yang menyebutkan bahwaapinya menyinari leher leher unta adalah menyinari apapun yang lebih tinggidari bumi, dengan ukuran setinggi leher unta. Yaqut Al Hamawi juga menguatkanbahwa penduduk Syam melihat sinar itu dengan jelas. Diperkuat lagi bahwasinarnya sampai leher leher unta dan nyalanya sampai tiga bulan. Orang orangyang menyaksikan api ini adalah penduduk Syam sendiri. Jadi, apa yangdiberitakan secara mutawatir dan banyak saksi memang benar adanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Penenggelaman, Pemuntahan, dan Penghapusan Menjelang Kiamat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Rosululloh saw bersabda“Menjelang kiamat akan terjadi penghapusan, penenggelaman, dan pemuntahan.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;(HR Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Aisyah ra bahwa Rosululloh saw bersabda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Akan terjadi pada akhir umat ini : penenggelaman,penghapusan dan pemuntahan. Dikatakan kepada beliau. “Ya Rosululloh, apakahkita akan hancur, sedang di tengah tengah kita ada banyak orang sholeh ? Beliaumenjawab, “Ya jika banyak kejahatan.” (HR Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Imran bin Al Hashin ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Didalam umat ini akan terjadi penenggelaman, penghapusandan pemuntahan. Seorang bertanya, “Ya Rosululloh, kapan itu akan terjadi ?Beliau menjawab, “Jika telah muncul banyak budak, alat musik dan khamar mulaidiminum.” (HR Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Al Khasfu berarti Alloh SWT akan menenggelamkan bumi hinggasangat dalam dan manusia tidak mengetahuinya, kecuali Alloh SWT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Al Qadzfu berarti bumi akan memuntahkan segala sesuatu yangdikandungnya, termasuk lahar atau lava dan gunung berapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Al Maskhu berarti Alloh SWT akan melenyapkan suatu kaumatau kelompok yang Dia kehendaki dari makhluk makhluk Nya karena merekamenghalalkan yang haram, &amp;nbsp;sepertikera dan babi atau jenis binatang lain. Sesungguhnya, Alloh SWT menciptakan apaapa yang Dia kehendaki. Bukankah Alloh SWT itu Sang Pencipta dan berbuat apayang dikehendaki Nya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Makna dari hadits tersebut bukan berarti hal itu belumterjadi di masa kita ini, melainkan telah terjadi di banyak tempat dan waktu.Kejadian itu akan terus berlangsung, tetapi penenggelaman, pemuntahan danpenghapusan yang paling besar merupakan sebagian tanda dekatnya kiamat. AllohSWT tidak akan menurunkan bencana itu kepada suatu kaum jika mereka tidakmenghalalkan apa apa yang telah diharamkan oleh Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah ra bahwaRosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Jika harta rampasan diambil bagaikan menimba, amanatbagaikan harta rampasan, zakat disenangi, belajar bukan agama Alloh, suami menaatiistri dan durhaka terhadap ibu, menghinakan temannya, serta merendahkanbapaknya, muncul terdengar suara suara di masjid, orang orang fasik menjadituan, pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling buruk di antara mereka,orang yang paling mulia karena ditakuti kejahatannya, muncul banyak budak, alatalat musik, khamar mulai diminum, dan umat terakhir ini melaknat umat yangterdahulu, maka berhati hatilah saat itu dengan angin merah, gempa,penenggelaman dan penghapusan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;(HR Muslim, Abu daud dan Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Orang yang mengikuti berita akan mengetahui bahwa hal inipernah terjadi dan akan terus berlangsung hingga tanda tanda kiamat kubra.Contohnya adalah pada tahun 232 Hijriah, awal pemerintahan Al Mutawakkil padamasa Abbasiyah, telah terjadi angin samum yang hebat di Irak dan belum pernahterjadi sebelumnya. Angin ini membakar lahan pertanian di Kufah, Basrah danBagdad, bahkan menewaskan para musafir. Angin ini berlangsung hingga lima puluhhari dan sampai ke Hamadzan membakar lahan pertanian, menewaskan banyakbinatang di Mushil dan Sinjar, menerjang manusia di pasar pasar dan orang yangberada di jalan, serta menghancurkan banyak makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Jatuhnya Dua Pemimpin, Persia dan Romawi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “JikaRaja Kisra telah jatuh maka tidak ada Kisra sesudahnya dan jika Kaisar (Romawi)telah hancur maka tidak ada kaisar sesudahnya.” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Kerajaan Persia dan Romawi telah jatuh ke tangan kaummuslimin. Raja mereka disingkirkan pada masa Umar bin Khattab ra&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Tsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Sesungguhnya, Alloh menyingkirkan bumi untukku maka akudapat melihat bagian timur dan baratnya. Dan, sungguh umatku akan menjadirajanya, lalu aku berikan dua harta simpanan, yaitu merah dan kuning. (HRMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Rosululloh saw juga memberitahukan kepada kita bahwa kitaakan memerangi orang orang India.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Tsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dua kelompok dari umatku akan dijaga Alloh dari neraka,satu kelompok memerangi India dan satu kelompok lagi bersama Isa bin Maryam as &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;(HR Ahmad dan Nasa’i)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EKSruuABTrc/TqlvAXQKxnI/AAAAAAAAAZY/zKA4u_4JB_w/s1600/kiamat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-EKSruuABTrc/TqlvAXQKxnI/AAAAAAAAAZY/zKA4u_4JB_w/s320/kiamat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-weight: normal;"&gt;Penyampaian Ajaran Agama Siang dan Malam serta PenaklukanRomawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Rosululloh saw telah memberitahukan bahwa agama Islam akansampai pada kejayaannya bersama kemuliaan dan kehinaan. Rosululloh sawbersabda, “Sungguh, perkara ini akan sampai pada apa yang telah dicapai olehsiang dan malam. Alloh tidak akan meninggalkan suatu rumah pun, kecualimemasukkan agama ini bersama kemuliaan dan kehinaan. Mulia karena Allohmemuliakan rumah itu dengan Islam, sedangkan hina karena Alloh menghinakannyadengan kekafiran.” (HR Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Dari Abi Qubail ra berkata, “Kami sedang bersama Abdullahbin Amr bin Ash, lalu ia ditanya, kota mana yang lebih dahulu ditaklukkan,Konstantinopel atau Romawi ? Maka, ia mengajak mendekati kotak dan mengeluarkansebuah buku dari dalamnya. Kemudian, Abdullah mengatakan, “Ketika kami sedangmenulis di samping Rosululloh saw, beliau ditanya, kota mana yang lebih dahuluditaklukkan, Konstantinopel atau Romawi ? Beliau menjawab : kota Heraklius, yaituKonstantinopel akan ditaklukkan lebih dahulu.” (HR Ahmad, Ad darami dan Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Telah diterangkan bahwa kaum muslimin telah menaklukkanPersia dan Romawi serta menjatuhkan Kisra dan Kaisar, kemudian mereka kaummuslimin memerangi India pada masa pemerintahan Umawiyah, lalu menaklukkanKonstantinopel dan Roma. Rosululloh saw juga memberitahukan bahwa setelah itu,kita akan memerangi Turki dan Tartar yang berakhir dengan kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Sekarang ini, dengan izin Alloh SWT, kita akan menang atasmusuh musuh kita, musuh musuh Alloh SWT dan agama Islam. Sampai di sini, kitadapat mengatakan bahwa tanda tanda kiamat shugra yang jauh dari masa kita dantelah banyak terjadi, sebagian besar merupakan karunia Alloh SWT. Sedangkan,sisanya atau tanda tanda yang belum terjadi pada masa kita sekarang, hanyaAlloh SWT yang tahu, dan apa yang disampaikan dalam hadits Rosululloh saw akansampai ke kita pada saatnya nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Sekarang dengan pertolongan Alloh SWT, kita akanmenyebutkan tanda tanda wustha (menengah) yang telah terjadi pada masa shadrulIslam yang pertengahan dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Sebagiantanda belum terjadi, tetapi masanya sudah dekat. Segala sesuatu yang akanterjadi, berarti telah dekat. Oleh karena itu, hendaklah kita tidak terburuburu karena janji Alloh SWT itu pasti datang dan apa yang diberitahukan olehRosululloh saw pasti juga datang. Orang orang fasik, kafir, dan yang berbuatmaksiat meminta kiamat dan kejadiannya disegerakan karena mereka tidak percayadengan kebangkitan hari kiamat. Sedangkan, orang orang yang beriman mengetahuibahwa kiamat pasti akan tiba, tidak diragukan kedatangannya dan Alloh SWT tidakakan mengingkari janji Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;…Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat ?Orang orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itusegera didatangkan dan orang orang yang beriman merasa takut kepadanya danmereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar akan terjadi… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;(QS Asy Syura : 17-18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;…kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali kalitidak lain hanyalah menduga duga dan kami sekali kali tidak meyakininya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;(QS Al Jatsiyah: 32)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Sebenarnya, tanda tanda wustha (menengah) merupakankelanjutan dari tanda tanda shugra. Namun, sebagian ulama ada yangmenganggapnya sebagai tanda tanda shugra. Mereka mengatakan bahwa tanda tandakiamat itu hanya ada dua, yaitu tanda tanda shugra dan kubra. Tanda tandawustha (menengah) ini mempunyai waktu yang lama hingga terjadinya kiamat. Diantaranya ada yang telah terjadi, tetapi sebagian besar belum terjadi. Lalu,bagaimana bisa dinamakan tanda tanda shugra ?&amp;nbsp; Tanda tanda shugra adalah tanda tanda yang telah terjadipada masa Rosululloh saw, para sahabat, dan masa shadrul Islam (pertengahan)yang awal. Sedangkan, kita mengetahui bahwa sebagian besar dari tanda wustha(menengah) mempunyai keterkaitan dengan apa yang terjadi pada masa kitasekarang sehingga tidak diketahui oleh orang orang yang terdahulu. Sebagianbesar ulama dan tabi’in yang membicarakan tanda tanda ini mengatakan bahwamereka tidak akan melihatnya karena akan terjadi nanti, sebagaimana sabda Nabisaw yang berbunyi “Para wanita yang berpakaian, tetapi telanjang. Merekamempunyai rambut seperti punuk unta yang miring.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;Sedangkan jenis wanita seperti yang disebutkan dalam haditstersebut hanya ada pada masa sekarang dan kebanyakan dari mereka di setiaptempat dibujuk oleh setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-1692422846967741178?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/1692422846967741178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-6.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1692422846967741178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/1692422846967741178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-6.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 6'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EKSruuABTrc/TqlvAXQKxnI/AAAAAAAAAZY/zKA4u_4JB_w/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-3164299931741528605</id><published>2011-10-26T18:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T18:28:16.263+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 5</title><content type='html'>&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */@font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:"Times New Roman Bold"; panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-fareast-font-family:Cambria; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; color:black; font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:normal;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-T1suvn4OJSw/TqftcR4l7NI/AAAAAAAAAZQ/2wsAQZM2QSc/s1600/kiamat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-T1suvn4OJSw/TqftcR4l7NI/AAAAAAAAAZQ/2wsAQZM2QSc/s1600/kiamat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: normal;"&gt;Keluar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: normal;"&gt;nya banyak Dajjal yang Mengaku Nabi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sesungguhnya,keluarnya banyak dajjal yang mengaku nabi merupakan sebagian tanda kiamat,yaitu tanda yang terus berlangsung dan tidak berhenti pada suatu zamantertentu. Di antara dajjal dajjal yang mengaku nabi, yang dekat dengan masakita, adalah Mahmud Muhammad Thaha dari Sudan. Ia telah menyesatkan banyakorang, lalu dihukum mati pada tahun 1985. Kemudian, Rasyad Khalifah, yang telahmengeluarkan 19 kitab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariAbu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;“Kiamattidak akan terjadi hingga diutus dajjal dajjal pendusta, yang jumlah merekahampir tiga puluh. Semuanya mengaku sebagai utusan Alloh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(HRMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariTsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Akanterdapat pada umatku tiga puluh orang pendusta yang semuanya mengaku nabi,padahal aku adalah nabi terakhir. Tidak ada nabi setelahku. (HR Abu daud,Turmudzi, dan Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariSamurah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kiamattidak akan terjadi hingga muncul tiga puluh dajjal, dan yang terakhir adalahdajjal yang buta sebelah matanya. (HR Ahmad dan Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariHudzaifah bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DiDalam umatku terdapat dua puluh tujuh dajjal pendusta, di antara merekaterdapat empat wanita. Sedangkan, aku adalah nabi terakhir dan tidak ada nabisesudahku. (HR Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Diantara dajjal dajjal itu telah muncul pada masa sahabat, seperti Musailamah AlKadzab, Malik bin Nuwairah, Al Aswad Al Ansiy dan Sajjah Al Kahinah. Pada masatabi’in, muncul Al Mukhtar Ats Tsaqafy. Sedangkan, satu abad yang lalu, munculMirza Abbas di Iran, yang mengaku sebagai nabi pada tahun 1233 Hijriah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sebagianriwayat menguatkan bahwa jumlah yang dua puluh tujuh itu sudah genap atauhampir genap. Adapun jumlah pendusta sangat banyak, di antara mereka ada yangmengaku sebagai Al Mahdi atau mengaku sebagai sahabat, seperti Al Mu’ammar diIndia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Itulahberita benar dari Rosululloh saw yang tidak berkata menuruti hawa nafsunya,melainkan wahyu yang telah diwahyukan kepadanya. Siapa yang mengetahuidatangnya kiamat selain Alloh SWT, sedangkan masa antara beliau dan kiamattelah melebihi 1.400 tahun ? Lalu, tinggal berapa lama sisa waktunya ? Kitatidak mengetahuinya karena masa ini adalah masa yang panjang. Mungkin saja,selama masa itu akan muncul ratusan dajjal yang mengaku nabi. Akan tetapi,ketepatan Rosululloh saw adalah mereka berjumlah tiga puluh orang. Itulah dalilyang rinci dan tanda kebenaran dari berita Rosululloh saw tentang kiamat karenayang memberinya ilham dan wahyu adalah Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ucapannyaitu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan (kepadanya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(QS An Najm: 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: normal;"&gt;PenaklukanMadain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dari‘Adiy bin Hatim ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Sesungguhnya, hari kiamatitu tidak akan terjadi hingga ditaklukkannya istana putih yang berada diMadain.” Dalam menafsirkan hadits ini, ‘Adiy berkata, “Saya telah melihat halini terjadi pada masa Umar bin Khattab ra. Peristiwa ini menunjukkan jatuhnyakerajaan Persia dan ibu kota mereka, yaitu Madain, ke tangan kaum muslimin. Penaklukanitu dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqas ra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: normal;"&gt;Amandi Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dari‘Adiy bin Hatim ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadihingga seorang wanita berjalan dari Hijaz ke Irak dengan aman, tidak takutsesuatu pun.” (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;‘Adiyberkata, “saya melihatnya sendiri, dan sejarah telah menetapkan terhadapkeamanan dalam perjalanan ini dengan kemuliaan Islam serta ajarannya. Padahal,sebelumnya manusia tidak merasa aman berjalan sendiri dalam perjalanan ini,kecuali kalifah itu mempunyai penjaga atau pelindung sehingga tidak mudahdiserang. Akan tetapi, setelah ajaran Islam mendalam dalam diri manusia, merekameninggalkan perkara yang buruk ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariAbu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kiamattidak akan terjadi hingga tidak takut seorang pengendara berjalan antara Irakdan Mekah, kecuali tersesat di jalan. (HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-weight: normal;"&gt;Melimpahnya Harta Benda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariAbu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Kiamat tidak akan terjadi hinggaharta melimpah dan pemilik harta cemas siapa yang akan menerima sedekahnya.Lalu, ia memanggil seseorang untuk menerima sedekahnya, tetapi ia akanmengatakan aku tidak membutuhkannya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(HRBukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dalamhadits itu terdapat beberapa makna, di antaranya bahwa sebagian tanda kiamatadalah melimpahnya harta benda. Hal ini menunjukkan kebesaran atau keluasankerajaan Arab yang memiliki kekuasaan di timur dan barat. Selain itu,melimpahnya harta benda tidak terbatas pada masa dan abad tertentu, tetapidapat terjadi, di Arab, pada setiap zaman. Hal ini pernah terjadi pada masaketika sahabat menaklukkan Irak dan Syam serta melimpahnya harta rampasanperang di baitul mal, padahal sebelumnya masih kosong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pernahterjadi juga pada masa Khulafaur Rasyidin yang kelima, yaitu Umar bin AbdulAziz. Ketika itu, para pembawa zakat kembali dari wilayah Islam bagian barat.Mereka tidak mendapatkan orang yang mau menerima zakat tersebut karena didaerah itu telah ditegakkan keadilan. Keadaan semacam itu juga pernah dialamipada masa daulah Abbasiyah, terutama pada masa Harun Ar Rasyid. Pada abad kitasekarang ini, harta juga melimpah, yaitu ketika bumi mengeluarkan sebagianisinya berupa minyak tanah dan hasil tambang. Akan tetapi, bagian terakhir darihadits ini, wallahu a’lam, adalah untuk akhir zaman, yaitu setelah terbitnyamatahari dari ufuk barat dan manusia tahu bahwa dunia akan segera berakhir,lalu apa yang akan diperbuat manusia dengan hartanya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;DariJabir ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Akanada di dalam umatku yang terakhir, seorang pemimpin yang menumpahkan hartadengan sekali tumpahan dan dia tidak dapat menghitungnya karena banyaknya. (HRMuslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Halini mungkin akan terjadi pada masa Al mahdi yang ditunggu tunggu dan saatturunnya Isa as.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-3164299931741528605?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/3164299931741528605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3164299931741528605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/3164299931741528605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-5.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 5'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-T1suvn4OJSw/TqftcR4l7NI/AAAAAAAAAZQ/2wsAQZM2QSc/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4446541958508063362</id><published>2011-10-21T08:09:00.000+07:00</published><updated>2011-10-21T08:12:43.307+07:00</updated><title type='text'>Luka Abadi Itu Bernama Selingkuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dEhVucMRDdw/Tku6hIx_M8I/AAAAAAAAAT0/dthyYDRe0xM/s1600/timthumb.php.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641808036667274178" src="http://1.bp.blogspot.com/-dEhVucMRDdw/Tku6hIx_M8I/AAAAAAAAAT0/dthyYDRe0xM/s320/timthumb.php.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 156px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 208px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kedamaian hati adalah cita- cita utama yang ingin  didapatkan setiap pasangan menikah. Disana pula terjalin hubungan  emosional yang halal dan menyejukkan. Namun seiring dengan berlalunya  waktu, tak jarang kebiasaan nakal perselingkuhan pun muncul dan ikut  menyemarakkan lika- likunya. Dan sangat disayangkan ketika hal itu pula  lah yang akhirnya banyak membawa seseorang pada titik nadir  kehancuran mahligai pernikahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mendapati pasangan ternyata telah menikam anda dari  belakang, jangan buru- buru memberi putusan dengan seribu satu  penghakiman. Ajukan pertanyaan kasih sayang `kenapa` sebagai tanda bahwa  anda masih menyayangi dan ingin memahaminya, bahkan dalam keadaan anda  terkhianati sekalipun. Seperti halnya kekhilafan yang dilakukan pasangan  kita, kita pun mungkin mempunyai kekurangan yang bisa saja lebih banyak  dari pada dia. Dan siapa bisa menebak jika kelemahan kita tersebut,  mungkin, yang justru menguatkan langkah pasangan kita untuk selingkuh.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, komunikasi yang hangat, erat dan akrab antara suami  istri, akan meminimalisir kebutuhan untuk selingkuh. Hal ini karena  manusiawinya manusia, bahwa kebutuhan kedamaian dalam hati mereka adalah  sebuah hal yang tak dapat terelakkan lagi. Dan hati manusia sejatinya  hanya bisa diisi oleh satu untuk mendamaikan mereka. Dari banyak hal  yang tersayang, pastilah ada satu yang paling disayang. Jika kita telah  bisa mengisi kekosongan hati pasangan kita dengan menjadikan diri yang  paling disayang baginya, maka InsyaAllah perselingkuhan akan susah untuk  terealisasi, bahkan saat kita tidak bersama ataupun mengawasi langsung  pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi yang tersayang baginya, memanglah tidak semudah membalik  tangan, apalagi ditambah kebiasaan manusia yang mudah bosan dan sering  kali membutuhkan improfisasi dalam hidup. Namun jangan kawatir, tidak  semua hal `baru`  berarti membarukan hidup menuju lebih baik. Adakalanya  justru hal yang `lama` akan lebih dalam mengisi sudut hatinya dan  terekam erat dalam ingatan. Hal ini karena waktu jua yang akan  membuktikan betapa yang lama tersebut telah melalui serangkaian cobaan,  suka dan duka bersama- sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perselingkuhan tetap atau telah terjadi dengan alasannya adalah  bahwa tidak ada cinta manusia yang abadi, mungkin bagi sebagian orang  hal itu wajar. Cinta manusia dapat terkikis dan berpindah tanpa  direncanakan. Namun,  jika cinta telah benar- benar tak bersisa, maka  mungkin pasangan anda tidak ingin mengorbankan diri untuk hanya menjadi  sekedar mayat hidup yang mati rasa. Tetaplah berlaku baik, walaupun hal  itu sangat sulit. Namun dengan keistiqomahan kita, hal tersebut yang  akan membawanya pada sebuah pikiran untuk tidak buru- buru memindahkan  pilihan yang lain.&lt;br /&gt;Batin dan mata manusia adalah sangat terbatas untuk melihat sesuatu.  Pun hal itu berlaku pula untuknya. Giringlah dia untuk berpikir tentang  hal itu lewat semua kebaikan anda, bahwa siapa yang tahu bahwa sesuatu  yang `baru` baginya tersebut belum tentu lebih baik dari yang telah dia  tinggalkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat dia berpikir matang- matang atas main api  yang dilakukannya, karena efeknya akan dia torehkan untuk waktu yang  sangat lama, bahkan mungkin lebih lama dari hidupnya sendiri. Kenangan  atas kelakuannya akan selalu diingat sepanjang masa. Celakanya hal itu  berlaku bagi orang- orang terdekat yang menyayanginya. Setelah itu...  hanya bahasa malu yang akan didapatnya seumur hidup dan melekat pada  diri.  Kalau sudah begitu, akan teramat susah baginya untuk menghapus  memori mereka satu persatu, walaupun permintaan maaf sudah seringkali  disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bersyukur serta menanamkan rasa malu yang sangat kepada  Allah berhasil mengikis keinginan setiap manusia untuk selingkuh.  Yakinlah bahwa dalam satu kekurangan pasangan kita, masih ada seribu  satu kelebihannya. Dan jika kelebihan tersebut belumlah nampak, mungkin  pasangan kita yang belum mengetahui atau menyadarinya. Bersabarlah untuk  mengasahnya bersama- sama. Bukankah pernikahan adalah tentang  melengkapi dan kerjasama?. Disinilah kemudian kesungguhan kita dalam  memegang komitmen pernikahan teruji. Apakah anda ingin tahu tentang  kualitas diri anda sendiri?... tentu saja anda tidak ingin kelihatan  sebagai pecundang, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah tentang melengkapi ketidaksempurnaan. Jikalaulah  seorang manusia berselingkuh dengan seribu orang, maka tetaplah hanya  satu orang yang dibutuhkannya dan yang dapat mengisi relung hatinya.  Hanya satu saja. Maka jalan teraman dan satu- satunya adalah bersyukur.  Allah memasangkan kita dengan pasangan kita sekarang, pastilah  mengandung maksud yang mungkin pikiran manusia masih sangat dangkal  untuk mengertinya. Namun satu hal yang pasti, bahwa apapun yang terjadi  adalah yang terbaik untuk kita, pun demikian dengan pernikahan. Allah  menganugrahkan pasangan adalah sebagai yang terbaik bagi hidup kita,  InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi anda diluar sana yang ternyata sedang dalam ujian Allah  untuk sebuah kenyataan dimana jalan hidup membawa anda pada seseorang  yang tidak mengerti kata bersyukur, maka tetap tersenyumlah. Bahkan  setiap detik yang anda miliki lebih berharga untuk dihabiskan dalam air  mata. Percayalah bahwa Allah maha adil, siapa yang menanam, dia pasti  akan menuai. dan satu lagi, sadarilah, bahwa anda telah tercipta dengan  sangat istimewa. Anda sangat istimewa. Menangislah sampai gemetar,  setelah itu tegakkan kepala dan hati anda, dan lanjutkan hidup dengan  lebih bahagia dan tetap lakukan yang terbaik. Karena siapapun diri anda,  anda adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://m.voa-islam.com/news/article/2011/05/31/15021/luka-abadi-itu-bernama-selingkuh/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4446541958508063362?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4446541958508063362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/luka-abadi-itu-bernama-selingkuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4446541958508063362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4446541958508063362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/luka-abadi-itu-bernama-selingkuh.html' title='Luka Abadi Itu Bernama Selingkuh'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dEhVucMRDdw/Tku6hIx_M8I/AAAAAAAAAT0/dthyYDRe0xM/s72-c/timthumb.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-8912272910142285436</id><published>2011-10-21T07:25:00.002+07:00</published><updated>2011-10-24T07:34:31.693+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 4</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xVQlV_m_n1U/TqC8p346TFI/AAAAAAAAAZI/VbnRG0uRG70/s1600/kiamat21.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665735758795394130" src="http://4.bp.blogspot.com/-xVQlV_m_n1U/TqC8p346TFI/AAAAAAAAAZI/VbnRG0uRG70/s320/kiamat21.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 179px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 250px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Times;  panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Times New Roman Bold";  panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Turunnya Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra Menggantikan Mu’awiyah ra untuk Perbaikan Umat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Rosululloh saw memberi kabar gembira, setelah peperangan yang panjang dan fitnah besar, bahwa umat ini akan membaik di bawah kekuasaan Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Cerita tentang hal ini sangat panjang, tetapi di sini saya cukup menyebutkannya secara ringkas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Setelah terjadi Perang Shiffin dan banyak kaum muslimin menjadi korban, lalu berakhirnya dengan perdamaian, manusia terpecah belah, muncul kelompok Khawarij, dan terbunuhnya Ali bin Abi Thalib ra di tangan Abdurrahman bin Muljam, Hasan bin Ali berpendapat untuk memegang kekuasaan menggantikan Mu’awiyah demi mencegah pertumpahan darah kaum muslimin. Dan, begitulah Rosululloh saw memberikan kabar gembira ini disaksikan para sahabat yang saat itu menghadiri perdamaian antara Mu’awiyah dan Hasan. Mereka mengatakan bahwa Rosululloh saw telah bersabda, “Sesungguhnya, anakku (Hasan) ini adalah seorang tuan (pemimpin). Alloh SWT akan mendamaikan dengannya dua kelompok besar dari kaum muslimin.” (HR Ahmad bin Hambal)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Peristiwa ini juga merupakan salah satu mukjizat Rosululloh saw dalam memberitahukan hal hal yang gaib, seperti memberitahukan terjadinya peperangan yang besar dan tentang Hasan bin Ali yang mendamaikan dua kelompok besar. Ini juga merupakan salah satu tanda kiamat. Kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah munculnya semua tanda tersebut, yang datang silih berganti, di antaranya perdamaian umat dan dua kelompok yang saling berperang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Termasuk dalam fitnah yang besar ini adalah terbunuhnya Husain bin Ali bin Abi Thalib di tangan Yazid bin Mu’awiyah. Fitnah ini telah banyak diketahui dan sangat terkenal. Begitu juga dengan fitnah pada masa para sahabat yang terjadi di Hurrah. Umar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman Nya, sungguh akan terjadi peperangan yang besar di Medinah yang dinamakan haliqah (pemotong), tetapi saya katakan bukan pemotong rambut, melainkan pemotong agama.” (HR Ibnu Abi Syaibah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Peperangan terjadi antara pasukan Yazid bin Mu’awiyah (Muslim bin Uqbah) dan penduduk Medinah ini merupakan protes dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Abdurrahman bin Abu Bakar atas pembantaian terhadap Yazid bin Mu’awiyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Fitnah Orang Orang Tartar dan Perang Terhadap Turki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Sesungguhnya, fitnah orang orang Tartar yang dikabarkan Rosululloh saw merupakan bagian dari tanda tanda kiamat, yang akan menimpa dunia Islam. Beliau memberitahukan bahwa akan ada suatu kaum dari Turki, yaitu orang orang Tartar. Sandal mereka adalah rambut, bermata sipit, wajahnya kemerahan, dan berhidung kecil. Mereka akan memerangi kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh saw bersabda “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kalian memerangi suatu kaum yang beralaskan rambut dan memerangi bangsa Turki. Mata mereka sipit, wajah kemerahan, berhidung kecil, dan wajah mereka seperti bejana yang ditempa. (HR Yang Enam kecuali Nasa’i)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kalian memerangi orang orang khauz dan Kirman, yaitu suatu kaum asing yang berwajah kemerahan, mempunyai muka lebar, berhidung pesek, bermata sipit, wajah mereka bagaikan bejana yang ditempa. Dan, kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian memerangi kaum yang beralaskan rambut.” (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Semua sifat yang telah disebutkan di atas sesuai dengan orang orang Tartar yang berasal dari Turki karena Tartar dan Turki di belakang negara India dan Sind. Tartar dan Turki adalah kaum yang paling rakus atau buas di antara manusia. Mereka tidak memahami sesuatu pun, kecuali bahasa perang, kekerasan, merampas, dan menghancurkan, di mana pun mereka berada. Mereka mengangkat pemimpin yang hatinya tidak mengenal kasih sayang, lalu menyerang, di manapun mereka berada. Ketika sampai Bagdad, mereka memperbolehkan membunuh pemimpin dan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Dikatakan pula bahwa mereka memerangi Bagdad untuk mendidik jutaan kaum muslimin karena kemunduran khalifah dalam pemerintahan dan kebodohannya. Namun, sesungguhnya mereka lalai dan bersenang senang dengan mengumpulkan harta kekayaan. Bangsa Tartar menyebarkan kerusakan di atas bumi, di mana pun mereka berada hingga Alloh menetapkan seorang pemimpin muslim bernama Qathaz, yang saat itu menjabat sebagai hakim di Mesir. Ia dibantu oleh Zhahir Bibras berhasil mengalahkan bangsa Tartar. Maka, pecahlah mereka, bahkan kekuatan mereka pun melemah setelah terjadi peperangan yang menpertemukan mereka di Ain jalut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Pada saatnya nanti, Tartar dan Turki akan berusaha menyerang negara negara Islam lebih dari satu kali. Kemenangan dan kehancuran silih berganti di antara keduanya. Akhirnya, mereka masuk Islam, tetapi mereka membuat kerusakan besar di istana kekhalifahan Bani Abbas serta membunuh Al Mutawakkil bin Al Mu’tashim dan anak anaknya satu per satu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times; font-size: 13.5pt;"&gt;Hadits hadits tersebut merupakan mukjizat kenabian Muhammad saw. Beliau telah menyebutkan semua sifat bangsa Tartar, permasalahan (perkara) mereka dengan kaum muslimin dan bencana yang akan menggantikan umat Muhammad saw, baik dari segi perilaku maupun produk mereka. Dan, kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah bencana itu datang, baik dalam fitnah maupun peperangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-8912272910142285436?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/8912272910142285436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8912272910142285436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/8912272910142285436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-4.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 4'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xVQlV_m_n1U/TqC8p346TFI/AAAAAAAAAZI/VbnRG0uRG70/s72-c/kiamat21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4819530244174969930</id><published>2011-10-16T11:39:00.001+07:00</published><updated>2011-10-16T11:41:08.731+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-x0vzbybTjsU/TppgXLs1eyI/AAAAAAAAAY8/SVQgtKwCNXA/s1600/kiamat93.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-x0vzbybTjsU/TppgXLs1eyI/AAAAAAAAAY8/SVQgtKwCNXA/s320/kiamat93.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663945432765922082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Times;  panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Times New Roman Bold";  panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Perang Shiffin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Dalam hadits shahih disebutkan bahwa dua kelompok besar kaum muslimin akan saling berperang dan mengakibatkan banyak korban. Dengan demikian, benarlah apa yang pernah disabdakan oleh Rosululloh saw, “Kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah dua kelompok besar saling berperang, padahal ajakan tuntutan kedua kelompok tersebut sama.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Hadits yang menceritakan Perang Shiffin ini menyebutkan sebab sebab dan dorongan mereka untuk berperang serta siapa yang benar dan yang salah. Peperangan ini terjadi antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan ra dan Ali bin Abi Thalib ra. Penyebabnya adalah perselisihan dalam kekhilafan pemerintahan. Pada masa Utsman bin Affan, Mu’awiyah menjadi penguasa di negeri Syam, tetapi setelah Ali bin Abi Thalib ra menjadi khalifah kaum muslimin, ia memecat Mu’awiyah dari kepemimpinannya di Syam. Mu’awiyah tidak dapat menerima perlakuan Ali bin Abi Thalib ra ini karena Mu’awiyah telah menetap di Syam serta mempunyai banyak prajurit yang kuat dan tangguh. Kemudian, Mu’awiyah membangkang dan tidak menaati perintah Ali bin Abi Thalib ra. Akhir peperangan atau awal perdamaian, yang di dalamnya terdapat Mu’awiyah dan Amr bin Ash, terjadi di daerah bernama Shiffin. Pasukan Mu’awiyah pada saat itu berjumlah 135.000 orang, sedangkan pasukan Ali bin Abi Thalib ra hampir sama jumlahnya. Banyak kaum muslimin yang tewas dalam peperangan itu. Ada yang mengatakan 30.000 orang, ada pula yang mengatakan 70.000 orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Rosululloh saw telah memberitahukan kepada Amar ra dengan bersabda, “Amar akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.” (HR Muslim). Pada waktu terjadi peperangan ini, Amar bersama pasukan Ali bin Abi Thalib ra. Hal ini juga menjadi salah satu mukjizat Nabi saw yang dapat memberitahukan hal gaib bahwa tidak akan terjadi kiamat, kecuali setelah terjadi peperangan antara dua kelompok besar atau terbunuhnya Amar oleh kelompok pemberontak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Fitnah Khawarij dan Perang Nahrawain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Tanda kiamat yang lain adalah keluarnya (pembangkangan) golongan kaum muslimin untuk menaati khalifah dan keyakinan mereka yang mengafirkan Ali bin Abi Thalib ra, Mu’awiyah dan sebagian sahabat. Pengafiran adalah dosa besar dan pelakunya akan kekal di neraka kelak. Kelompok ini dikenal dengan Khawarij. Mereka keluar dari ketaatan kepada Ali bin Abi Thalib ra dan menghalalkan darahnya, bahkan banyak membuat kerusakan dan bencana yang besar. Mereka berpegang pada ilmu dan berijtihad menurut kehendak masing masing serta menganggap bodoh para ulama. Hukum mereka tidak adil, sedangkan pendapat mereka pendek (ringkas). Rosululloh saw pernah memperingatkan hal ini dan kaumnya kelak akan ada yang seperti mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Dari Anas ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Akan terjadi pada umatku perselisihan dan kelompok, yaitu kaum golongan yang baik dalam perkataan, tetapi buruk dalam perbuatan. Mereka membaca al Quran dengan baik, bahkan umatku tidak ada yang menandingi keindahan bacaannya. Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah yang dilepaskan dari busurnya dan tidak akan kembali hingga busurnya menggetarkan ujung anak panahnya. Mereka itulah sejelek jelek makhluk dan ciptaan. Berhati hatilah bagi orang yang memerangi mereka karena mereka juga akan memeranginya. Mereka mengajak pada tuntutan kita Alloh, padahal mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Barangsiapa yang memerangi mereka lebih utama di sisi Alloh daripada mereka.” (HR Abu dawud dan Ibnu Majah dalam Al Mustadrak)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata, “Ketika kami sedang bersama Rosululloh saw dan beliau membagi harta rampasan perang, tiba tiba datang seseorang yang mempunyai pinggang ramping dan berkata, “Ya Rosululloh, berbuatlah adil. Lalu Rosululloh saw menjawab: ‘Celakalah kamu. Siapa yang akan berbuat adil jika aku tidak adil ? Saya akan merugi jika tidak berbuat adil.’ Kemudian, Umar berkata, ‘Ya Rosululloh, izinkan saya memukul leher orang ini.’ Rosululloh saw menjawab. ‘Biarkan, sesungguhnya dia mempunyai banyak sahabat yang akan menghina salat seorang di antara kamu dengan salat mereka dan puasanya dengan puasa mereka. Mereka membaca al Quran dengan baik, sedangkan umatku tidak dapat menandingi keindahan bacaannya. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang dilepas dari busurnya. Di antara mereka terdapat seseorang yang mempunyai lengan hitam pada salah satu tangannya, seperti payudara wanita atau bagian yang dikunyah. Sewaktu waktu, mereka bisa mendatangi sekelompok manusia.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Kaum Khawarij telah membuat fitnah besar dan dianggap sebagai fitnah paling besar yang telah diberitakan Nabi saw kepada kita. Sebenarnya, mereka adalah pasukan atau pengikut Ali bin Abi Thalib ra, lalu keluar dari kelompoknya ketika terjadi perdamaian antara Ali dan Mu’awiyah. Mereka tida ridho dengan keputusan Amr bin Ash dan Abu Musa Al Asy’ari serta tidak menyetujui Ali menerima perdamaian itu. Kemudian, mereka keluar dari kelompok Ali dan menyebarkan kerusakan di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.1pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Times;font-size:13.5pt;"  &gt;Ali bin Abi Thalib terpaksa memerangi mereka dan berakhir dengan terjadinya Perang Nahrawain. Ali dan pasukannya membunuh sekitar 20.000 orang dari mereka. Lalu sisanya berpencar ke beberapa negara. Al Hafizh bin hajar berkata tentang mereka (Khawarij), “Banyak bencana yang disebabkan mereka, lalu mereka menyebarkan keyakinan akidah yang rusak (sesat). Mereka meniadakan rajam terhadap laki laki (sudah beristri) yang berzina, memotong tangan pencuri (dari lengan penangkal), mewajibkan salat bagi para wanita yang sedang haid, serta mengafirkan orang yang meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar jika dia sanggup mengerjakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4819530244174969930?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4819530244174969930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4819530244174969930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4819530244174969930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-3.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 3'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-x0vzbybTjsU/TppgXLs1eyI/AAAAAAAAAY8/SVQgtKwCNXA/s72-c/kiamat93.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7483505162810396010</id><published>2011-10-09T06:02:00.001+07:00</published><updated>2011-10-09T06:06:20.466+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-P3Uv1EalFXY/TpDXTKpdygI/AAAAAAAAAY0/BIgUeYxt8CM/s1600/planet-supernova-tanda-kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-P3Uv1EalFXY/TpDXTKpdygI/AAAAAAAAAY0/BIgUeYxt8CM/s320/planet-supernova-tanda-kiamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661261455880473090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Times New Roman Bold";  panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Penaklukan Baitul Maqdis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Rosululloh saw bersabda kepada Auf bin Malik, “Perhatikan yang enam sebelum datang kiamat : kematianku, penaklukan Baitul Maqdis, wabah penyakit yang mengganas (bagaikan dua tanduk kambing), melimpahnya harta benda sehingga seseorang memberikan seratus dinar, tetapi yang diberi tidak suka, kemudian fitnah yang tersebar di antara kalian dan Bani Ashfar. Mereka meninggalkan kalian, lalu datang lagi kepada kalian dengan delapan puluh panji (bendera). Setiap panji beranggotakan dua belas ribu. (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dalam hadits di atas kita menemukan bahwa penaklukan Baitul Maqdis disebutkan pada urutan kedua, yaitu setelah wafatnya Rosululloh saw. Penaklukan Baitul Maqdis terjadi pada masa kekhilafan Umar bin Khattab. Kedudukan hadits di atas adalah mutawatir dan banyak diketahui orang, sedangkan kabar tentang penaklukan Baitul Maqdis merupakan berita gaib yang diterima dari Alloh SWT serta bukti atas kebenaran apa apa yang telah disampaikan Rosululloh saw kepada kita tentang tanda tanda shugra, wustha dan kubra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Baitul Maqdis ditaklukkan pada tahun 16 Hijriah, lalu kuncinya diterima Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian, ia membersihkannya dari keberadaan kaum Yahudi dan Nasrani. Setelah itu, dibangunlah sebuah masjid yang menghadap ke arab Baitul Maqdis. Selanjutnya, Baitul Maqdis dikuasai oleh kaum Nasrani Eropa, tetapi ditaklukkan kembali oleh Shalahuddin Al Ayubi. Untuk yang ketiga kalinya, Baitul Maqdis akan ditaklukkan oleh seorang perempuan beriman. Ketika itu, batu dan pohon dapat berbicara untuk memperkuat kaum muslimin. Masa ini akan datang dengan izin Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Wabah Penyakit yang mengganas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Rosululloh saw bersabda kepada Auf bin Malik, “Perhatikan yang enam sebelum datang hari kiamat : kematianku, penaklukan Baitul Maqdis, wabah penyakit yang mengganas (bagaikan dua tanduk kambing), melimpahnya harta benda sehingga seseorang memberikan seratus dinar, tetapi yang diberi tidak suka, kemudian fitnah yang tersebar di antara kalian dan Bani Ashfar. Mereka meninggalkan kalian, lalu datang lagi kepada kalian dengan delapan puluh panji (bendera). Setiap panji beranggotakan dua belas ribu. (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Wabah penyakit ini terjadi setelah kaum muslimin menaklukkan Irak dan Syam. Setelah peperangan yang sengit, Yarmuk, kaum muslimin menetap di negeri Syam. Lalu, datanglah ketentuan Alloh SWT, yaitu wabah penyakit kolera. Banyak manusia yang mati karena penyakit ganas ini, bahkan pada waktu itu jumlah kaum muslimin yang meninggal berjumlah 25.000 orang. Di antara mereka terdapat Ubaidah bin Al-Jarrah (salah seorang pemimpin umat) dan Dhirar bin Al Azur (salah satu pahlawan Islam dalam beberapa penaklukan). Rosululloh saw telah memberitahukan bahwa ketentuan Alloh SWT itu pasti datang dan wabah penyakit itu merupakan saksi terhadap umatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Ubadah bin Shamit ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Berperang di jalan Alloh itu syahid, terkena wabah penyakit itu juga syahid, dan wanita yang dibunuh anaknya juga syahid. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Ini merupakan kematian yang pertama sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Kematian atau wabah penyakit yang meletakkan kalian pada dua ujung tanduk.” Dan akan datang lagi wabah yang sama, tetapi baru akan kami sebutkan pada pembahasan tentang ujian dan fitnah, yang akan terjadi pada beberapa kurun waktu yang akan datang. Semua ini merupakan tanda tanda kiamat yang telah diberitahukan Rosululloh saw kepada kita. Kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah terjadi ini dan itu karena ketentuan Alloh SWT akan terlaksana sebelum terjadinya kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dalam Shahih Bukhrai disebutkan bahwa Umar bertanya kepada Hudzaifah tentang fitnah yang akan datang bagaikan gelombang samudra. Maka, Hudzaifah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tidak akan terjadi apa apa denganmu waktu itu…sesungguhnya antara kamu dan fitnah itu terdapat sebuah pintu yang tertutup.” Umar bertanya, “Apakah pintu itu akan terbuka atau pecah ?” Hudzaifah menjawab, “Bahkan, akan hancur.” Yang lain mengatakan bahwa pintu itu tidak tertutup karena yang dimaksud dengan pintu adalah Umar sendiri. (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Makna hadits ini adalah Umar mengetahui bahwa salah satu tanda kiamat adalah tersebarnya fitnah pada sebagian malam yang gelap. Oleh karena itu, sahabat yang mulia ini (Umar), bertanya kepada Hudzaifah karena kedekatannya dengan Nabi saw dan banyak menghafal hadits yang berkaitan dengan kiamat. Hudzaifah berkata, “Tidak atas dirimu, wahai Umar karena fitnah itu tidak akan terjadi, kecuali setelah engkau meninggal (terbunuh).” Ath Thabrani dan Al Bazzar juga meriwayatkan hadits yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Terbunuhnya Amirul Mukminin Utsman bin Affan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Banyak hadits yang menerangkan tempat terbunuhnya Utsman bin Affan. Ini adalah mukjizat Nabi saw dalam memberitahukan sebagian yang gaib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Aisyah ra berkata bahwa Rosululloh saw memanggil Utsman dan meminta untuk merahasiakannya. Raut muka Utsman berubah. Ketika datang hari yang telah ditentukan, kami bertanya kepada Utsman, “Mengapa tidak engkau perangi ?” Utsman menjawab, “Tidak, sesungguhnya Rosululloh saw telah menjanjikan sesuatu kepadaku dan aku akan bersabar atasnya (musibah itu).” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Maksudnya, Rosululloh saw telah memberitahukan kepada Utsman bahwa ia akan dibunuh oleh suatu kelompok yang zalim, di suatu tempat. Rosululloh saw mengucapkan hal itu bukan karena menuruti hawa nafsunya. Maka, ketika terjadi pemberontakan dan fitnah terhadap Utsman bin Affan ra para sahabat mendatanginya dan mengajaknya untuk memerangi kelompok yang sedang mengepung rumahnya. Namun, Utsman bin Affan ra menolaknya karena Rosululloh saw telah memberitahukan bahwa dirinya akan dibunuh oleh kelompok pemberontak itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Abu Hurairah ra berkata, ketika itu Utsman sedang dikepung, bahwa ia mendengar Rosululloh saw pernah bersabda, “Akan terjadi fitnah dan perselisihan.” Maka, kami para sahabat berkata, “Lalu, apa yang kau perintahkan kepada kami, Wahai Rosululloh saw ?” Beliau menjawab, “Hendaklah kalian bersama pemimpin dan para sahabat.” Lalu, Rosululloh saw menunjuk Utsman bin Affan. (HR Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Al Bazzar, Thabrani, Hakim, Ibnu Adiy dan Ibnu Asakir meriwayatkan hadits yang serupa bahwa Utsman bin Affan ra akan terbunuh saat terjadinya fitnah besar sebagaimana yang telah diberitahukan Rosululloh saw dan hal ini menjadi salah satu tanda kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Perang Jamal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Perang ini terjadi antara Ali bin Abi Thalib ra dan Zubair bin Awwam yang diperkuat oleh Aisyah ra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Thalhah ra dan Ali ra bahwa Rosululloh saw berkata kepada Zubair, “Apakah kamu mencintai Ali ? Sesungguhnya, kamu akan keluar dari kelompoknya, bahkan memeranginya. Saat itulah kamu telah berbuat zalim kepadanya. (HR Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Aisyah ra bahwa Rosululloh saw berkata kepadanya, “Bagaimana dengan salah seorang di antara kalian jika digonggongi anjing Hauab.” (HR Ahmad dan Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rosululloh saw berkata kepada istrinya, “Salah seorang di antara kalian yang mempunyai unta Adbab, lalu berjalan dan keluar hingga digonggongi anjing Hauab, akan membunuh siapa saja yang berada di kanan dan kirinya hingga menelan banyak korban. Dan, akan selamat orang orang setelah itu.” (HR Al Bazzar dan Ibnu Abi Syaibah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Perang Jamal sudah banyak diketahui dalam sejarah Islam sebagai fitnah besar yang dikabarkan oleh Rosululloh saw dan merupakan salah satu tanda kiamat. Berita ini juga termasuk salah satu mukjizat Rosululloh saw yang dapat memberitahukan sebagian kejadian gaib di masa yang akan datang. Perang ini terjadi di antara Ali bin Abi Thalib ra dan Zubair bin Awwam serta Aisyah ra. Peperangan ini memakan banyak korban dari kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7483505162810396010?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7483505162810396010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7483505162810396010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7483505162810396010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-2.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 2'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-P3Uv1EalFXY/TpDXTKpdygI/AAAAAAAAAY0/BIgUeYxt8CM/s72-c/planet-supernova-tanda-kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-924525962222349750</id><published>2011-10-08T13:02:00.002+07:00</published><updated>2011-10-08T13:09:19.872+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Shugra (Kecil) 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-u054qsRkNW0/To_o-6yxfWI/AAAAAAAAAYs/KMvP3YWLjjg/s1600/292.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-u054qsRkNW0/To_o-6yxfWI/AAAAAAAAAYs/KMvP3YWLjjg/s320/292.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660999424259751266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Times New Roman Bold";  panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Sudah disampaikan bahwa tanda tanda shugra (kecil) merupakan peristiwa awal yang zamannya dekat dengan masa Rosululloh saw Kulafaur Rasyidin dan masa pertengahan Islam yang awal. Dinamakan shugra bukan karena kecilnya, melainkan peristiwanya yang jauh dari masa kita dan saat itu juga merupakan permulaan dari tanda tanda terjadinya kiamat. Selain itu, karena antara tanda tanda shugra dan kubra terdapat masa yang panjang, bahkan sekarang ini telah lebih dari 1.400 tahun, sejak terjadinya tanda tanda shugra, tetapi belum terjadi kiamat. Dengan demikian, maksudnya bukan berarti kecil secara harfiah. Jika tanda awalnya adalah pengutusan Nabi saw, yang kedua terbelahnya bulan dan ketiga wafatnya Nabi saw, semua itu merupakan perkara yang besar. Berdasarkan pembagian namanya, peristiwa itu termasuk shugra, tetapi maknanya besar atau kubra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Kami menyebutkan tanda tanda ini secara berurutan karena pentingnya nya kebenaran riwayat dan kekuatan perawinya. Yang jelas, kami menyebutkannya secara terperinci. Sedangkan untuk hadits dhaif, kami menyebutkannya jika hal itu dianggap perlu dan perting serta tidak mempunyai kesamaan dengan hadits lain. Hadits hadits yang serupa hanya akan kami sebutkan satu atau dua, sesuai kepentingan dan kebutuhannya atau menunjuk hadits lain yang serupa dengan menyebutkan perawinya saja. Semua ini dilakukan demi menjaga amanah, pengulangan dan penghilangan faedah yang diharapkan, bahkan pembenaran terhadap ilmu dan pengetahuannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Memelihara dan menginginkan adalah dua hal yang sangat penting kedudukannya dalam Ensiklopedia Akhirat ini. Akhirat itu milik Alloh SWT, lalu bagaimana mungkin kita tidak menginginkannya, sedangkan kita berada di hadapan Nya dan sedang membicarakan akhirat yang merupakan tempat kembali yang abadi ? Di dalamnya, terdapat rahmat Alloh SWT yang tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali Dia sendiri. Sekarang, marilah kita membahas tanda tanda tersebut secara berurutan, sesuai kemampuan dan berdasarkan pada sejarah kejadiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Pengutusan Rosululloh saw.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Semua rosul diutus oleh Alloh SWT kepada kaum mereka, khusus mengajak mereka untuk beriman kepada Nya. Ketika janji yang benar itu (hari kiamat) sudah dekat,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Alloh SWT mengutus Muhammad saw untuk memberi peringatan, kabar gembira dan petunjuk pada seluruh alam. Kemudian Alloh SWT menjadikannya sebagai nabi dan rosul terakhir serta menjadikan risalah Islam sebagai risalah langit yang terakhir. Oleh karena itu, tidak ada nabi setelah Muhammad saw dan tidak ada pula risalah setelah risalah Islam sebab Alloh SWT telah meridhoi Islam untuk semua hamba Nya di atas bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat Ku dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu…(QS Al Maidah: 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Bagaimana Alloh SWT akan meridhoi Islam untuk hamba Nya jika setelah itu Dia mengutus beberapa rosul yang membawa risalah yang lain ? Agama Islam lebih utama dan terbaik bagi manusia hingga hari kiamat nanti. Inilah sebagian ayat al Quran yang turun dan menunjukkan kedekatan janji yang benar (hari kiamat) itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling daripadanya. (QS Al Anbiya’: 1)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar hari kebangkitan maka tiba tiba terbelalaklah mata orang orang kafir. Mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang orang yang zalim.” (QS Al Anbiya’: 97)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Yang jelas dan tidak diragukan lagi bahwa pengutusan Rosululloh saw merupakan awal dari tanda tanda kiamat shugra. Tidak ada nabi dan risalah lagi setelah Muhammad saw. Dan, kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah agama ini tersebar, yaitu agama tauhid (Islam).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Anas bin Malik ra bahwa Rosululloh saw berkata. “Saya diutus dan kiamat seperti yang dua ini: seperti keutamaan salah satu di antara keduanya atau yang lain atau berkumpulnya jari telunjuk dengan jari tengah. (HR Bukhari, Muslim dan Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Makna hadits di atas adalah kiasan tentang dekatnya hari kiamat, yaitu seperti dua jari yang berdekatan. Jadi, jika sisa waktu untuk kebangkitan hari kiamat masih panjang, ia tidak akan berwujud sesuatu di alam yang umurnya mencapai miliaran tahun ini dan tidak pula menyamai sesuatu di hadapan Alloh yang menyamakan satu hari (pada hari kiamat kelak) dengan seribu tahun kehidupan di atas bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;…Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS Al Hajj : 47)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Abu Jabirah ra bahwa Rosululloh saw bersabda: “Aku diutus ketika kiamat sedang bertiup (sudah dekat).” (HR Ahmad dalam Musnad dan hakim dalam Kuna).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dalam riwayat lain juga disebutkan, “Aku diutus saat kiamat itu sendiri.” (HR Turmudzi dari Mustaurid bin Syaddad ra)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Menurut Ibnu Al Atsir, nasam as-sa’ah adalah angin yang bertiup dengan lembut. Maksudnya Nabi Muhammad diutus pada permulaan tanda tanda kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Makna dari hadits tersebut adalah Rosululloh saw diutus dalam sejarah bangkitnya kiamat atau beliau mendahuluinya sebagaimana jari tengah didahului jari telunjuk. Secara mutlak, hadits tersebut menguatkan bahwa kiamat sudah dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil) sedangkan, Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (QS Al Ma’arij:6-7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Terbelahnya Bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Ini merupakan mukjizat yang dapat dilihat oleh banyak orang pada masa Rosululloh saw. Ibnu Katsir telah menyebutkan penafsirannya terhadap beberapa hadits yang menerangkan terbelahnya bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Anas ra bahwa penduduk Mekah meminta Rosululloh saw untuk memperlihatkan salah satu ayat Tuhan maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan, dua kali. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata bahwa pada masa Rosululloh saw bulan telah terbelah dua kali, lalu beliau berkata kepada mereka. “Saksikan ! Saksikan ! (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dari Abdullaah bin Mas’ud ra berkata, “Ketika kami sedang bersama Rosululloh saw di Mina, bulan terbelah dua kali. Pembelahan pertama terjadi di belakang bukit dan yang satunya di tempat lain.” Kemudian, beliau berkata, Saksikan ! (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Para ulama bersepakat bahwa bulan pernah terbelah pada masa Rosululloh saw dan mereka menetapkan hal itu merupakan mukjizat beliau, untuk memperkuat kenabiannya. Selain itu, Alloh SWT juga memberikan mukjizat, berupa al Quran, kepada Nabi Muhammad, yang akan dibaca manusia hingga hari kiamat. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Dengan demikian, terbelahnya bulan dianggap sebagai mukjizat yang terlihat dan dijadikan salah satu tanda dekatnya kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka orang orang musyrik melihat sesuatu tanda mukjizat, mereka berpaling dan berkata, “Ini adalah sihir yang terusmenerus.” (QS Al Qamar: 1-2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Wafatnya Rosululloh saw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Rosululloh saw menganggap kematian dirinya sebagai salah satu tanda kiamat. Beliau bersabda kepada Auf bin Malik, “Perhatikan yang enam sebelum datang yang mengganaskan (bagaikan dua tanduk kambing), melimpahnya harta benda sehingga seseorang memberikan seratus dinar, tetapi yang diberi tidak suka, kemudian fitnah yang tersebar di antara kalian dan Bani Ashfar. Mereka meninggalkan kalian, lalu datang lagi kepada kalian dengan delapan puluh panji (bendera). Setiap panji beranggotakan dua belas ribu. Kemudian, fitnah yang akan mendatangi setiap rumah orang Arab. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Hadits di atas memerlukan penjelasan dan nanti akan dibahas tersendiri. Akan tetapi, yang disebutkan pertama kali dalam hadits di atas adalah wafatnya Rosululloh saw. Jadi, pengutusan dan wafatnya beliau merupakan dua tanda akan terjadinya hari kiamat. Kematian Rosululloh saw merupakan salah satu musibah terbesar yang menimpa kaum muslimin. Dalam hal ini, Thabrani dan Abu Nu’aim juga meriwayatkan hadits yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-924525962222349750?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/924525962222349750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/924525962222349750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/924525962222349750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-shugra-kecil-1.html' title='Tanda Tanda Shugra (Kecil) 1'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-u054qsRkNW0/To_o-6yxfWI/AAAAAAAAAYs/KMvP3YWLjjg/s72-c/292.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-9022895993982178527</id><published>2011-10-06T03:58:00.004+07:00</published><updated>2011-10-07T19:00:09.969+07:00</updated><title type='text'>Pembagian Tanda Tanda Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-aZWQRq7KmaQ/TozF1Hr1aAI/AAAAAAAAAYk/-St2zoi1V_M/s1600/20061205blackholeji1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-aZWQRq7KmaQ/TozF1Hr1aAI/AAAAAAAAAYk/-St2zoi1V_M/s320/20061205blackholeji1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660116348084512770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face  {font-family:"Times New Roman Bold";  panose-1:2 2 8 3 7 5 5 2 3 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph  {margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:36.0pt;  mso-add-space:auto;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst  {mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:0cm;  margin-left:36.0pt;  margin-bottom:.0001pt;  mso-add-space:auto;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle  {mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:0cm;  margin-left:36.0pt;  margin-bottom:.0001pt;  mso-add-space:auto;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast  {mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:36.0pt;  mso-add-space:auto;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ascii-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:"Times New Roman Bold";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:black;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:595.0pt 842.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */ @list l0  {mso-list-id:397171843;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1527304820 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:none;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} @list l1  {mso-list-id:873035431;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-656895346 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:none;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;Tanda Tanda Shugra (Kecil)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda shugra adalah peristiwa pertama atau awal yang muncul dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya, seperti wafatnya Nabi saw, terbelahnya bulan, wafatnya Utsman bin Affan ra dan masih banyak lagi yang lainnya. Dinamakan tanda tanda shugra karena peristiwanya jauh dengan zaman kita, bukan karena artinya yang kecil. Peristiwa itu telah terjadi pada masa Rosululloh saw dan para sahabat serta pada masa pertengahan Islam yang pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda Tanda Wustha (Menengah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda ini muncul setelah masa pertengahan Islam yang pertama sampai zaman kita hidup sekarang ini. Sebagian tanda tandanya telah terjadi, bahkan sedang berlangsung, seperti fitnah, munculnya api di bumi Hijaz, keluarnya dua dajjal yang mengaku nabi, gerhana dan melimpahnya harta benda. Orang yang memerhatikan tanda tanda ini mengetahui bahwa ini sudah terjadi, sedang berlangsung, bahkan akan terulang lagi untuk yang kedua atau ketiga kalinya. Tanda tanda pertengahan ini terbagi menjadi tiga bagian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman Bold&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman Bold&amp;quot;;font-weight:normalfont-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda yang telah terjadi beberapa abad yang lalu dan mungkin sebagian akan terulang kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman Bold&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman Bold&amp;quot;;font-weight:normalfont-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda yang sedang berlangsung dan kita menyaksikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman Bold&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman Bold&amp;quot;;font-weight:normalfont-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tanda tanda yang akan terjadi setelah zaman kita atau pada masa generasi yang akan datang hingga munculnya tanda tanda kiamat kubra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda Tanda Kubra (Besar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda ini terpisah dari tanda tanda sebelumnya, tidak diragukan dan tidak dipertentangkan oleh para ulama atau orang awam sekalipun. Menurut para ilmuwan, tanda tanda itu benar karena sebagian disebutkan dalam al Quran dan kebenarannya dikuatkan oleh Rosululloh saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh para ulama besar, seperti Bukhari, Muslim serta pemilik kitab sunan yang empat dan yang lainnya dari ahli hadits yang tsiqat. Tanda tanda kiamat kubra terbagi menjadi dua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman Bold&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman Bold&amp;quot;;font-weight:normalfont-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda yang disebutkan dalam al Quran dan hadits Nabi saw seperti binatang melata yang keluar dari bumi, asap tebal serta Yakjuj dan Makjuj.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman Bold&amp;quot;;mso-bidi-Times New Roman Bold&amp;quot;;font-weight:normalfont-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda yang disebutkan oleh Rosululloh saw seperti Al Mahdi, turunnya Isa as dan dajjal sampai tanda tanda kubra yang terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Dengan pertolongan Alloh SWT, pembagian ini memudahkan kita untuk memahami tanda tanda tersebut. Oleh karena itu, kita harus mengetahui apa yang telah terjadi pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Peringatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda kiamat yang diceritakan oleh sebagian besar hadits adalah tanda tanda pertengahan. Ini benar sekali karena antara tanda tanda shugra dan kubra terdapat kurun waktu yang sangat panjang. Kita tidak tahu kapan tanda tanda kubra akan dimulai. Hanya Alloh SWT yang mengetahuinya. Dari beberapa hadits yang mirip ini, karena jumlah perawinya banyak, saya berpendapat untuk menyebutkan makna dan maksudnya saja. Jika mempunyai kesamaan, saya hanya akan menyebutkan perawinya sehingga pembaca tidak merasa berat membacanya karena banyaknya hadits.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Ada yang menyebutkan bahwa di antara beberapa kitab khusus yang membahas tanda tanda kiamat, kira kira ratusan hadits, kebanyakan mempunyai kesamaan. Ada pula yang memerlukan penafsiran, keterangan, dan penjelasan yang panjang. Oleh karena itu, saya mengambil jalan tengah dalam menyebutkan hadits hadits yang menunjukkan tanda tanda kiamat dan menyederhanakan penafsiran serta maksudnya agar faedahnya dapat dipahami secara umum. Yang memerlukan perincian dan penjelasan yang luas adalah hari kiamat, mulai dari terjadinya kiamat, pengumpulan manusia di padang mahsyar, hari perhitungan amal (hisab), diperlihatkannya catatan, penimbangan amal, dan apa yang terjadi pada hari itu yang masanya sangat panjang. Satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Malaikat malaikat dan Jibril naik menghadap Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh mustahil. Sedangkan, Kami memandangnya dekat pasti terjadi. (QS Al Ma’arij: 4-7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:normal"&gt;Tanda tanda apa yang dapat kita rasakan saat ini dan peristiwa apa yang kita ketahui sebelumnya, yang dapat menambah keimanan kita serta memperkuat keyakinan kita bahwa tanda tanda itu akan terjadi sebelum hari kiamat ? Tidaklah Alloh SWT menjadikan tanda tanda tersebut, kecuali untuk menenangkan hati dan agar kita mengetahui bahwa kiamat itu pasti akan datang, tidak mustahil. Semua ini mendorong kita untuk selalu beramal, istiqomah, menyingkirkan keraguan, dan bersiap siap menghadapinya dengan amal saleh yang di ridhoi Alloh SWT dan Rosul Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-9022895993982178527?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/9022895993982178527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/pembagian-tanda-tanda-kiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9022895993982178527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/9022895993982178527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/pembagian-tanda-tanda-kiamat.html' title='Pembagian Tanda Tanda Kiamat'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aZWQRq7KmaQ/TozF1Hr1aAI/AAAAAAAAAYk/-St2zoi1V_M/s72-c/20061205blackholeji1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-5692600980739817198</id><published>2011-10-05T08:43:00.002+07:00</published><updated>2011-10-07T19:02:08.540+07:00</updated><title type='text'>Tanda Tanda Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--Ll5kjgHNt0/Tou5M4-F_JI/AAAAAAAAAYc/_fI-nXtPscg/s1600/sundogs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--Ll5kjgHNt0/Tou5M4-F_JI/AAAAAAAAAYc/_fI-nXtPscg/s320/sundogs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659820987823553682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Tanda tanda kiamat itu banyak sekali, di antaranya adalah hal hal yang disebutkan dalam al Quran dan hadits, yang dikumpulkan menjadi tanda tanda shugra (kecil), wustha (menengah) dan kubra (besar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Al Quranul Karim membicarakan tanda tanda kubra (besar) yang akan mendahului terjadinya kiamat dalam waktu dekat, seperti terbitnya matahari dari barat, munculnya binatang melata, asap yang tebal serta Yakjuj dan Makjuj.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;….Pada hari datangnya sebagian tanda tanda Tuhanmu…(QS Al An’am: 158)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Sementara itu, dalam beberapa hadits, Rosululloh saw membicarakan dan menerangkan tanda tanda shugra (kecil), wustha (menengah) dan kubra (besar). Semua iu dibicarakan berdasarkan wahyu dari Alloh SWT, bukan berdasarkan hawa nafsu atau kemauannya sendiri. Jadi, beliau mengucapkan sesuatu berdasarkan wahyu yang diterima dan diajarkan Tuhannya melalui Malaikat Jibril.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya, yang diajarkan kepadanya oleh Jibril yang sangat kuat. (QS An Najm: 3-5)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Jadi, yang disampaikan Rosululloh saw kepada kita adalah benar dan kita harus menerimanya sesuai perintah Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;…Apa yang diberikan rosul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…(QS Al Hasyr: 7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Segala yang dibicarakan oleh orang yang terpercaya dan jujur, yaitu Muhammad saw tentang kiamat dan tanda tandanya adalah benar. Alloh SWT menerangkan sebagian yang gaib kepadanya agar yang hak dan benar itu menjadi jelas dan dipercaya manusia sehingga mereka tahu bahwa Muhammad saw adalah utusan Alloh yang dikuatkan dengan wahyu. Bahkan, Alloh SWT memperlihatkan apa yang akan terjadi di dunia ini, sejak beliau diutus menjadi rosul hingga datangnya hari kiamat, dengan tetap menjaga kegaiban hari kiamat dan waktu kejadiannya. Kemudian, Rosululloh saw memberitahukan kepada para sahabatnya tentang apa yang telah diajarkan Tuhannya melalui Malaikat Jibril as agar semua umat bersiap siap menghadapi kehidupan terakhir di atas bumi dan hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Dari Abu Zaid ‘Amr bin Akhthab ra berkata, “Rosululloh saw salat subuh bersama kami, lalu beliau naik ke atas mimbar dan berkhutbah kepada kami hingga datang waktu Zuhur. Maka beliau turun dari mimbar untuk melaksanakan salat Zuhur, kemudian naik lagi ke atas mimbar dan berkhutbah kepada kami hingga datang waktu Asar, kemudian beliau naik lagi ke atas mimbar dan berkhutbah kepada kami hingga matahari terbenam. Maka beliau memberitahukan kepada kami apa yang telah terjadi, dan kami pun menjadi tahu, lalu menghafalnya dan mengingatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;(HR muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Dari Hudzaifah bin Al Yaman ra berkata, “Rosululloh saw berdiri di antara kami, Beliau tidak meninggalkan sesuatu pun di tempatnya itu hingga hari kiamat, kecuali membicarakannya hari kiamat. Beliau ingat orang yang mengingatnya dan lupa terhadap orang yang melupakannya, tetapi para sahabatku mengetahui mereka. ‘Sungguh, tidak ada sesuatu pun yang aku lupakan. Jika aku melihatnya, tentu aku akan ingat kepadanya sebagaimana seseorang mengingat wajah orang yang telah lama pergi darinya, kemudian ia melihatnya dan mengetahuinya.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Itulah yang menjadi sebab paling penting dari banyak hadits yang membicarakan tanda tanda kiamat karena setiap ucapan yang disampaikan Rosululloh saw di atas mimbar, sejak salat Subuh hingga salat Magrib, menjelaskan apa yang akan terjadi hingga hari kiamat, padahal zaman ini sangat panjang, jika Rosululloh saw bersabda dengan panjang lebar, itu merupakan salah satu ucapannya yang terdiri atas beratus ratus hadits.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=" font-weight:normal"&gt;Apa yang dikatakan Rosululloh saw tentang peristiwa peristiwa hingga hari kiamat, baik dari fitnah, peristiwa yang terjadi, maupun berita berita tentang masa lalu, semuanya diperlihatkan Alloh SWT kepadanya, baik waktu maupun tanda tandanya. Hal itu dilakukan karena semua peristiwa tersebut akan terjadi sebelum kiamat, sejak pengutusan Rosululloh saw sampai terjadinya kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-5692600980739817198?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/5692600980739817198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-kiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5692600980739817198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5692600980739817198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-kiamat.html' title='Tanda Tanda Kiamat'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--Ll5kjgHNt0/Tou5M4-F_JI/AAAAAAAAAYc/_fI-nXtPscg/s72-c/sundogs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-644704609351663296</id><published>2011-10-04T17:41:00.004+07:00</published><updated>2011-10-05T08:59:25.101+07:00</updated><title type='text'>Kiamat Pasti Datang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2bP73mqWYXY/TorkKMdo8pI/AAAAAAAAAYU/Wh4woa_Dies/s1600/kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2bP73mqWYXY/TorkKMdo8pI/AAAAAAAAAYU/Wh4woa_Dies/s320/kiamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659586745539818130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pada zaman yang pendek dan singkat untuk umur umat Nabi Muhammad saw dalam kehidupan di dunia ini, Alloh SWT menjadikan tanda tanda atau syarat syarat terjadinya kiamat. Setiap kali muncul tanda tanda tersebut, umur dunia makin berkurang. Hal ini dimaksudkan agar umat Nabi Muhammad saw bersiap siap menghadapi peristiwa besar yang merupakan penghabisan dari kehidupan dunia untuk memulai kehidupan baru dan hari dikumpulkannya semua manusia, lalu berhenti di hadapan Alloh SWT di bumi yang telah dijanjikanNya, kemudian berakhir pada kehidupan yang abadi, yaitu di surga atau di neraka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tanda tanda dan syarat syarat tersebut juga dimaksudkan untuk menenangkan hati orang orang Islam yang beriman bahwa janji Alloh SWT itu benar. Semuanya diperlihatkan kepada mereka di dunia, sebagaimana akan diperlihatkan juga di akhirat kelak agar iman mereka kepada Nya makin bertambah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Saya melihat beberapa generasi muslim yang telah menghabiskan waktu mereka di dunia ini dengan mengakui tanda tanda datangnya hari kiamat, bahkan mereka mengakui tanda tanda kiamat yang telah terjadi pada masa lalu dan sekarang, pada zaman mereka, serta menunggu tanda tanda yang belum terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Seorang mukmin yang cerdas adalah yang secara umum menghitung dan memerhatikan fenomena alam berdasarkan ayat ayat al Quran dan hadits hadits Nabi saw, bukan sekedar menentukan dengan dugaan dugaan, lalu mengakui tanda tanda tersebut dengan memanfaatkan teori teori ahli astronomi tentang dekatnya kehancuran alam, yaitu dengan jatuhnya bintang bintang, lautan dinyalakan, gunung gunung dihancurkan, serta musnahnya planet planet dan bulan bulan. Dan, masih banyak lagi teori ilmiah modern yang membahas keberadaan alam ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Semua yang telah disebutkan di awal, sebenarnya merupakan permulaan dari tanda tanda kiamat, bukan peristiwa kiamat itu sendiri. Peristiwa pada hari kiamat itu berlangsung lama karena kejadiannya yang sangat dahsyat. Bagaimana tidak dikatakan dahsyat dan berat, sedangkan peristiwanya merupakan penghabisan alam secara keseluruhan, baik jasad kasar maupun rohnya ? Bagaimana pula tidak dikatakan besar, sedangkan kejadiannya merupakan permulaan kehidupan di akhirat, yang satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun dalam kehidupan di atas bumi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lalu, bagaimana lagi tidak dikatakan dahsyat bahwa peristiwanya sangat besar jika kehidupan sesudahnya merupakan kehidupan yang kekal, baik di neraka maupun di surga ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Yang kami kehendaki dari mukadimah ini adalah pengetahuan bahwa kedatangan hari kiamat itu sudah dekat dan kita sangat membutuhkan persiapan untuk menghadapinya serta untuk kehidupan akhirat yang merupakan tempat tinggal abadi dan kekal. Oleh karena itu, hendaklah kita memahami ayat ayat Alloh SWT dan hadits hadits Nabi saw yang menerangkan tanda tanda kiamat, baik dalil yang menetapkan atas wujud Nya yang hak dan keesaan Nya maupun dalil keimanan yang membangkitkan kekuatan iman dalam jiwa terhadap kebenaran, yaitu kebenaran penghabisan dunia dengan terjadinya kiamat. Sekali lagi saya katakan bahwa tanda tanda tersebut dimaksudkan agar hati kita menjadi tenang, jiwa kita menjadi tajam dan terasah, serta berharap akan bertemu di tempat yang kekal, sebagai balasan, rahmat, dan karunia Nya kepada kita. Siapakah yang lebih jujur daripada Alloh SWT dalam perkataan ?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-644704609351663296?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/644704609351663296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/kiamat-pasti-datang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/644704609351663296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/644704609351663296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/kiamat-pasti-datang.html' title='Kiamat Pasti Datang'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2bP73mqWYXY/TorkKMdo8pI/AAAAAAAAAYU/Wh4woa_Dies/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7057962470100931046</id><published>2011-10-03T06:58:00.001+07:00</published><updated>2011-10-05T09:13:49.235+07:00</updated><title type='text'>Amalan Dan Ucapan Penyebab Masuk Surga</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Surga bukan harga ganti dari amal ibadah manusia, tetapi murni karena rahmat dan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; kemurahan Allah Tabaraka wa Ta'ala&lt;/strong&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Artinya: "Amalan seorang dari kalian tidak akan memasukkannya ke dalam surga", para shahabat bertanya:&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Begitupula engkau wahai Rasulullah?", begitupula aku, kecuali Allah meliputiku dengan kemurahan dan&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; rahmat dari-Nya". (HR Muslim) &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi amal ibadah adalah penyebab masuk surga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Artinya: "Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang  tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar oleh telinga serta  tidak pernah terbetik di dalam hati manusia, bacalah jika kalian  menghendakinya: &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Seorang  pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu   (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai  ganjaran  terhadap apa yang telah mereka kerjakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Pintu Surga.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; 1. Ahli Puasa. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Di dalam Surga ada delapan pintu, ada sebuah pintu yang bernama ar Rayyan, tidak ada seorangpun yang&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa". HR Bukhari Muslim. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 2. Ahli Shalat, Jihad, Puasa dan Shadaqah. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Barangsiapa yang menafkahkan dua barang di jalan Allah maka akan  dipanggil dari pintu-pintu surga, wahai hamba Allah, ini adalah  kebaikan. Barangsiapa yang termasuk ahli shalat maka ia akan dipanggil  dari pintu shalat, siapa yang termasuk ahli jihad maka ia akan dipanggil  dari pintu jihad, siapa yang ahli puasa maka ia akan dipanggil dari  pintu ar Rayyan dan siapa yang ahli shadaqah maka ia akan dipanggil dari  pintu shadaqah".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; HR Bukhari dan Muslim &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 3. Berwudhu dengan sempurna kemudian membaca doa setelah berwudhu . &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Tidaklah  seorang berwudhu lalu ia sempurnakan wudhunya kemudian ia  mengucapkan:  (Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah  kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa  Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya) kecuali dibukakan untuknya pintu  surga yang delapan, dia bisa memasukinya sekendaknya". HR Abu Daud&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Abi Daud, no: 169. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 4. Wanita yang menjaga shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya; masuklah surga dari pintu-pintunya yang engkau kehendaki".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; HR riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahihul Jami', no: 160. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 5. Di tinggal mati oleh tiga anaknya yang belum baligh. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Tiada seorang muslim yang meninggal dari anaknya tiga orang yang belum baligh kecuali mereka akan&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;menemuinya dan ia akan masuk dari pintu surga yang delapan dari mana saja yang ia kehendaki". HR riwayat&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Albani di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib, no: 1993. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;strong&gt;Tingkatan Surga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 1. Mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang telah Allah sediakan untuk para mujahid di jalan-&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nya, setiap dua tingkatan jarak antara keduanya laksana antara langit  dan bumi, jika kalian memohon kepada Allah maka mintalah surga Firdaus,  sesungguhnya letaknya di tengah dan di tingkatan tertinggi dari surga  dan di atasnya 'Arsynya Allah Yang Maha Luas Rahmatnya, darinyalah  terpancar sungai-sungai surga". HR Bukhari. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 2. Istighfar seorang anak untuk orangtuanya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla benar-benar akan mengangkat kedudukan untuk seorang hamba yang&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;shalih di dalam surga, lalu ia bertanya; "Wahai Allah, bagaimanakah saya mendapatkan ini?", kemudian&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;dijawab: "Karena istighfar anakmu untukmu". HR Ahmad dan dihasankan  oleh Al Albani di dalam As Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no: 1598. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Bersama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di Surga. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 1. Memperbanyak shalat sunnah &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Rabi'ah bin Ka'ab al Aslami radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku memohon kepadamu agar aku bisa&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;menemanimu di surga?", Nabi menjawab: "Adakah permintaan lain?", aku berkata: "Itu saja permintaanku",&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;nabi menjawab: "Kalau begitu, tolonglah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan kamu memperbanyak&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; sujud (maksudnya shalat). HR Muslim &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 2. Mengurus anak yatim &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Aku dan orang yang mengurus anak yatim jaraknya di dalam surga  seperti dua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah". HR Tirmidzi  dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam As Silsilah Al Ahadits Ash  Shahihah, no: 800. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 3. Mengurus dua anak perempuan sampai baligh &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Barangsiapa yang mengurus dua anak perempuan sampai baligh maka aku dan dia akan datang pada hari&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; kiamat sepertia dua jari ini", kemudian beliau menunjukkan dua jarinya. HR Muslim. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 4. Mengurus dua anak perempuan atau mengurus tiga atau dua saudara perempuan &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Barangsiapa yang mengurus dua atau tiga anak perempuan atau mengurus  dua atau tiga saudara perempuan sampai mereka baligh atau sampai ia  meninggal dunia, maka aku dan dia di surga seperti dua jari ini", sambil  beliau menunjukkan jari tengah dan jari disampingnya". HR Ibnu HIbban  dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam As Silsilah Al Ahadits Ash  Shahihah, no: 296. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;strong&gt;Rumah di Surga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 1. Untuk yang membaikkan perkataan, memberikan makanan, selalu berpuasa dan shalat malam. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah kamar yang bagian  luarnya terlihat dari dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari  luarnya", lalu seorang Arab badui bangun dan bertanya: "Milik siapakah  itu wahai Rasulullah?", beliau menjawab: "Bagi siapa yang membaikkan  perkataan, memberikan makanan, selalu&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;berpuasa dan melaksanakan shalat malam ketika manusia lagi tertidur". HR Tirmidzi dan dihasankan oleh Al&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Albani di dalam Shahihut Tirmdzi, no: 1984. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 2. Untuk yang membangun masjid. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya Utsman bin Affan menginginkan perluasan masjid, tetapi  orang-orang tidak menyukai akan hal itu dan mereka lebih mencintai  masjid dibiarkan tetap apada semula, kemudian beliau berkata: "Aku telah  mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah maka niscaya Allah akan  bangunkan seperti itu untuknya di surga". HR Muslim &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 3. Menjenguk orang sakit atau menziarahi saudara . &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Jika seseorang mendatangi atau menziarahi saudaranya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman: "Kamu telah&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;berbuat baik, perjalananmu baik dan kamu telah mendapatkan kedudukan di dalam surga". HR Ahmad, Ibnu&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Majah dan Timidzi serta di shahihkan oleh Al Albani di dalam shahihut targhib wat tarhib, no: 2578. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 4. Membangun masjid walaupun hanya sebesar sangkar burung ke ka mengerami telurnya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah seperti sangkar burung ketika mengerami telurnya atau&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;yang lebih kecil dari itu, maka Allah membangun sebuah rumah di surga untuknya". HR Ibnu Majah dan&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahihul Jami', no: 6129. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; 5. Menjaga shalat rawatib. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Barangsiapa yang selalu menjaga 12 raka'at maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;surga, 4 raka'at sebelum Zhuhur, 2 raka'at setelah Zhuhur, 2 raka'at  setelah maghrib, 2 raka'at setelah Isya', 2 raka'at sebelum Shubuh". HR  An Nasa-i dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam As Silsilah Al Ahadits  Ash&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Shahihah, no: 2374. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;6. Meninggalkan pertengkaran meskipun di pihak yang benar, meninggalkan dusta walaupun bercanda,&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; berakhlak baik. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Aku bertanggung jawab dengan sebuah rumah di hamparan/tepian surga bagi siapa yang meninggalkan&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;pertengkaran meskipun berada di pihak yang benar dan sebuah rumah di tengah surga bagi siapa yang&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;meninggalkan dusta meskipun dalam bercanda,serta sebuah rumah di  surga yang paling tinggi bagi siapa yang membaikkan akhlaknya". (HR Abu  Daud)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7057962470100931046?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7057962470100931046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/amalan-dan-ucapan-penyebab-masuk-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7057962470100931046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7057962470100931046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/10/amalan-dan-ucapan-penyebab-masuk-surga.html' title='Amalan Dan Ucapan Penyebab Masuk Surga'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-6919528004130222802</id><published>2011-09-28T18:24:00.002+07:00</published><updated>2011-10-08T12:52:33.443+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Ayat dan Hadits yang Menguatkan Kiamat Sudah Dekat dan Manusia Diciptakan pada Periode Terakhir dari Umur Dunia.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-W31puRhie3s/ToMEZlqZ01I/AAAAAAAAAYE/8FpA4JeRsc0/s1600/kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W31puRhie3s/ToMEZlqZ01I/AAAAAAAAAYE/8FpA4JeRsc0/s320/kiamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657370394560680786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Pernyataan para ahli astronomi telah memperkuat ayat ayat al Quran yang menyatakan bahwa kedatangan kiamat telah dekat. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Jika kedatangannya belum dekat, tentu Alloh SWT tidak akan menyebutkan sesuatu yang berkaitan dengannya di dalam al Quran. Jika hari kiamat itu masih jauh dari kita, puluhan ribu tahun yang akan datang, Dia tidak akan menyebutkan kata “dekat” dalam al Quran ketika mengungkapkan kiamat dengan gaya bahasa yang indah, jelas, dan lugas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Alloh lah yang menurunkan kitab dengan membawa kebenaran dan menurunkan neraca keadilan. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat ? (QS. Asy Syura: 17)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan, Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (QS. Al Ma’arij: 5-7)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;…Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS Al Ahzab: 63)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Qamar: 1)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Karena hari kiamat sudah dekat, sebagaimana yang difirmankan Alloh SWT dalam al Quran, itu berarti kita tidak diciptakan pada periode awal dari penciptaan alam yang umurnya, menurut para ahli astronomi, akan melebihi miliaran tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dalam sebuah hadits, Rosululloh saw menguatkan bahwa manusia diciptakan pada hari terakhir dari umur dunia. Rosululloh saw juga bersabda bahwa Adam as diciptakan oleh Alloh SWT pada hari terakhir (setelah Asar) dari enam hari ketika Dia menciptakan langit dan bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Alloh menciptakan tanah pada hari Sabtu, lalu menciptakan gunung gunung di dalamnya pada hari Minggu, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal hal yang dibenci pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, lalu menyebarkan binatang melata pada hari Kamis, kemudian menciptakan Adam (setelah Asar) pada hari Jum’at, yaitu pada akhir penciptaan dan jam jam terakhir pada hari Jumat tersebut, antara Asar sampai datangnya malam (HR. Muslim, Ahmad dan Nasa’i). Disebutkan pula oleh Bukhari dalam Sejarah Penciptaan Manusia dan oleh Baihaqi dalam Beberapa Nama dan Sifat Kiamat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Rosululloh saw juga mengumpamakan umur manusia yang hidup di atas bumi ini dengan satu hari satu malam penuh (24 jam) sebagaimana yang dilakukan oleh para ahli astronomi dalam muktamar yang diselenggarakan di Brussel, Belgia. Akan tetapi, mereka mengumpamakan seluruh umur dunia dengan satu hari satu malam penuh, sementara Rosululloh saw mengibaratkan umur manusia yang berada di atas bumi ini, sejak Adam as hingga orang terakhir yang diciptakan di atasnya dengan satu hari penuh (24 jam). Rosululloh saw bersabda bahwa keberadaan manusia di atas bumi ini hingga sejarah pengutusannya dan diturunkannya al Quran, sudah berumur 21 jam. Jadi, sisa umurnya tinggal tiga jam, yaitu waktu antara salat Asar dan terbenamnya matahari dari ufuk barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dari Ibnu Umar ra, bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Sesungguhnya, ajal kalian ada di antara umat ini, seperti antara waktu salat Asar dan terbenamnya matahari… (HR. Turmudzi)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dalam hadits yang lengkap disebutkan bahwa Alloh SWT memberikan balasan yang besar dan berlipat kepada umat ini (Islam) daripada Yahudi dan Nasrani serta yang lainnya meskipun umur mereka (umat Islam) di atas bumi sangat pendek. Rosululloh saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra secara lengkap :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Sesungguhnya, ajal kalian ada di antara umat ini, seperti waktu antara salat Asar dan terbenamnya matahari, sedangkan perumpamaan antara kalian dengan orang orang Yahudi dan Nasrani, seperti orang yang mempekerjakan beberapa pekerja, lalu ia berkata, “Barangsiapa yang bekerja untuk saya hingga tengah hari demi memperoleh satu qirat maka akan memperoleh satu qirat.” Maka orang orang Yahudi bekerja untuk mendapatkan satu qirat maka akan memperoleh satu qirat. Kemudian, ia berkata lagi, “Barangsiapa yang bekerja untukku dari tengah hari sampai Asar demi memperoleh qirat maka akan memperoleh satu qirat.” Maka orang orang Nasrani pun bekerja untuk mendapatkan satu qirat maka akan memperoleh satu qirat. Sedangkan kalian (umat Islam) bekerja dari setelah Asar hingga terbenarnya matahari, mendapatkan dua qirat. Maka marahlah orang orang Yahudi dan Nasrani, lalu mereka berkata, “Kami lebih banyak amal, tetapi sedikit pemberiannya. “Alloh SWT menjawab, “Apakah Aku telah berbuat zalim terhadap hak kalian ?” Mereka berkata, “Tidak.” Maka Alloh SWT berfirman, “Sesungguhnya hal itu adalah karuniaKu yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki.” (HR. Turmudzi). Dikatakan kedudukan hadits ini adalah hasan shahih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Berdasarkan hadits di atas, kita dapat memahami dan mengerti bahwa tiga jam terakhir dari umur manusia itu telah dilewati di atas bumi, berarti kiamat pun hampir tiba. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, jika umur umat Muhammad saw hanya tiga jam dari umur hari, padahal pengutusan Rosululloh saw telah lebih dari 1.400 tahun, lalu berapa yang tersisa dari tiga jam tersebut, yang sebagiannya telah dilewati ? Dalam hadits lain, Rosululloh saw juga menjelaskan kepada kita tentang zaman yang tinggal sedikit dari umur manusia yang hidup di atas bumi ini .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Kesucian dunia telah pergi, dan kini tinggal kekeruhannnya (HR Harits bin Abi Usamah)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dari Abi Al Kanud dan Abdullah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dunia itu ibarat “ats-atsagbu” (kolam yang berada di bukit). Kami bertanya, “Apa itu Ats-Tsagbu ?” Rosululloh saw menjawab, “Yang membiarkan kejernihannya hilang dan tinggallah kekeruhannya maka kematian itu tidak tampak oleh setiap muslim.” (HR Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Makna dari kedua hadits di atas adalah sebagian besar bagian dunia telah hilang dan tinggal sisanya yang sedikit. Semua ini menunjukkan kepada kita, dengan jelas, bahwa kebangkitan hari kiamat itu sudah dekat. Hal ini juga sesuai dengan firman Alloh SWT dalam beberapa ayat yang sebagian telah disebutkan di depan, yang menunjukkan telah dekatnya kiamat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;…Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS Al Ahzab: 63)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Alloh SWT menjelaskan bahwa kiamat itu sudah dekat meskipun menyembunyikan abad, tahun, bulan, hari dan jamnya. Hal ini dimaksudkan agar manusia mengetahui bahwa kiamat itu tidak akan jauh lagi dan menyangkal anggapan yang mengatakan bahwa kiamat itu akan terjadi setelah ribuan tahun lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Hadits Rosululloh saw yang berbunyi “Alloh menciptakan tanah pada hari Sabtu sampai… dan menciptakan Adam pada hari terakhir, setelah Asar sampai datangnya malam.” Atau sampai terbenamnya matahari, menguatkan hadits yang lainnya. Hadits hadits tersebut saling menguatkan satu sama lain karena matan dan maknanya sama, yaitu menerangkan bahwa kiamat sudah dekat. Dengan kata lain, umur dunia ini tinggal sedikit dan kita adalah generasi yang telah melewati lebih dari 1.400 tahun sejak pengutusan Rosululloh saw. Semua ini juga menguatkan apa yang telah ditetapkan oleh para ahli astronomi yang berkumpul di Brussel, Belgia pada tahun 1990 yang mengatakan bahwa manusia diciptakan pada sepuluh menit terakhir dari umur dunia, dan kita berada pada tiga menit terakhir dari sepuluh menit tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Semua ini menguatkan bahwa hari kiamat itu sudah dekat, bahkan lebih dekat dari apa yang kita bayangkan atau kita khayalkan. Dalil kedekatan datangnya hari kiamat yang tidak diragukan lagi adalah hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad ra.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Aku diutus dan hari kiamat itu seperti ini, lalu beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuknya dan yang sesudahnya. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Makna hadits ini adalah antara pengutusan Rosululloh saw dan hari kiamat merupakan zaman yang sangat dekat, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah, serta merupakan kiasan antara umur alam dan umur manusia yang berada fi atas bumi ini. Jika kita menyangkal bahwa kiamat itu masih jauh, sekitar beberapa puluh ribuan tahun lagi (tanpa memerhatikan ayat ayat al Quran dan hadits), berarti kiamat akan datang kira kira seratus, dua ratus, tiga ratus, atau lima ratus tahun lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Semua ilmu tentang kiamat itu ada pada sisi Alloh SWT dan tidak mungkin manusia dapat membatasi dan menentukkannya meskipun ia diberi ilmu yang banyak oleh Nya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-6919528004130222802?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/6919528004130222802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/beberapa-ayat-dan-hadits-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6919528004130222802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6919528004130222802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/beberapa-ayat-dan-hadits-yang.html' title='Beberapa Ayat dan Hadits yang Menguatkan Kiamat Sudah Dekat dan Manusia Diciptakan pada Periode Terakhir dari Umur Dunia.'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-W31puRhie3s/ToMEZlqZ01I/AAAAAAAAAYE/8FpA4JeRsc0/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-5646513694247320890</id><published>2011-09-19T19:42:00.002+07:00</published><updated>2011-10-08T12:57:26.956+07:00</updated><title type='text'>Manusia Merupakan Makhluk Terakhir Yang Diciptakan Di Alam.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-uWk5N7WCAks/Tnc6RnLqKVI/AAAAAAAAAX8/b6aos-eVStk/s1600/human-space-universe-cosmos.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uWk5N7WCAks/Tnc6RnLqKVI/AAAAAAAAAX8/b6aos-eVStk/s320/human-space-universe-cosmos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654051931437017426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Dalam Muktamar ilmiah yang diadakan di Brussel, Belgia tahun 1990 untuk studi ilmu alam (astronomi) yang dihadiri oleh ratusan ilmuwan astronomi dari berbagai penjuru negara, masing masing ilmuwan mengemukakan pendapatnya secara ilmiah tentang keadaan alam, penciptaan bintang bintang, planet planet, bulan dan umurnya. Dari berbagai pendapat tersebut, mereka menyimpulkannya secara ilmiah dan berdasarkan ilmu astronomi, tetapi sulit dipahami oleh kebanyakan orang karena terlalu banyak angka, hitungan dan rumusnya. Lalu mereka mengungkapkan angka satu miliar dengan kode (0) dan seratus miliar dengan (0X). Akan tetapi, hal ini masih terasa sulit untuk dipahami. Akhirnya mereka sepakat bahwa umur alam ini diumpamakan dengan satu hari satu malam, yaitu 24 jam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Mereka mengatakan bahwa pada jam pertama, Alloh SWT menciptakan bintang bintang (yang jumlahnya miliaran) dan peredarannya. Pada jam kedua, Alloh SWT memisahkan tempat peredaran bintang bintang tersebut. Pada jam ketiga, diciptakan beberapa planet, bulan dan meteor. Pada jam keempat, Alloh SWT menetapkan bintang bintang dan peredarannya pada tempatnya masing masing. Pada jam kelima, Alloh SWT menciptakan banyak planet, setelah dipisahkan dari bintang. Kemudian, pada jam keenam Alloh SWT menciptakan semuanya bertingkat tingkat dan bertahap tahap serta menciptakan langit. Demikianlah seterusnya hingga mereka mengatakan bahwa Alloh SWT menciptakan bumi pada jam terakhir dari umur hari (alam) atau pada permulaan jam kedua puluh empat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Mereka juga mengatakan bahwa pada bagian bagian awal dari jam terakhir tersebut diciptakan tanah, lalu gunung gunung, lautan dan sungai sungai. Setelah itu, diciptakan berbagai tumbuhan dan pepohonan, lalu berbagai makhluk yang hidup di dalam laut, kemudian binatang binatang dengan puluhan ribu jenis, serta serangga serangga dengan berbagai jenis dan bentuknya. Pada bagian bagian berikutnya, Alloh SWT menentukan rezeki hamba Nya. Yang terpenting dari perkataan dan teori mereka adalah mereka menetapkan bahwa manusia diciptakan dan ada pada sepuluh menit terakhir dari umur alam. Yang terpenting lagi dari perjataan mereka adalah keberadaan manusia di atas bumi ini sudah mencapai tujuh menit dari sepuluh menit secara keseluruhan, yang merupakan umur manusia. Mereka mengatakan bahwa kita hidup di atas bumi ini diibaratkan hanya tinggal tiga menit terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Di awal tadi, telah disebutkan bahwa para ahli astronomi telah memperkecil umur alam ini dan meringkas miliaran tahun dengan menjadikannya satu hari satu malam (24 jam) untuk mendekatkan pemahaman manusia. Artinya, satu jam dari umur satu hari sama dengan miliaran tahun, sedangkan satu menit sama dengan jutaan tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Para ahli astronomi ingin mengetahui kapan alam ini mulai muncul dan kapan berakhirnya. Mereka mengetahui dan tidak ada perselisihan bahwa alam ini terus berjalan pada kehancuran dan kerusakan. Bagi mereka, segala sesuatu itu mempunyai umur dan penghabisan. Jadi, menurut mereka, alam ini mempunyai umur dan akan habis. Sedangkan, sebagian besar ulama berbeda pendapat kapan alam ini akan berakhir, sebagaimana mereka juga berbeda pendapat kapan alam ini muncul.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: normal;"&gt;Sebagaimana yang dikatakan para ahli astronomi itu, kita berada pada menit terakhir dari umur alam. Apa yang dikatakan, ditetapkan dan disepakati oleh mereka tidak menyangkal apa apa yang telah disebutkan al Quran dan hadits serta tidak menyingkirkan akal, logika, pemahaman dan kemampuan manusia. Artinya, hal ini tidak menyimpang dari logika manusia, pemahaman, kemampuan, agama dan akidahnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-5646513694247320890?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/5646513694247320890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/manusia-merupakan-makhluk-terakhir-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5646513694247320890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5646513694247320890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/manusia-merupakan-makhluk-terakhir-yang.html' title='Manusia Merupakan Makhluk Terakhir Yang Diciptakan Di Alam.'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-uWk5N7WCAks/Tnc6RnLqKVI/AAAAAAAAAX8/b6aos-eVStk/s72-c/human-space-universe-cosmos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4839004469865115180</id><published>2011-09-19T14:17:00.002+07:00</published><updated>2011-10-08T13:00:50.619+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Alloh SWT Menyembunyikan Waktu Kedatangan Kiamat ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yQ2OWJ_0wUM/Tnb2CNRBwSI/AAAAAAAAAX0/kt79YR0XTBg/s1600/kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yQ2OWJ_0wUM/Tnb2CNRBwSI/AAAAAAAAAX0/kt79YR0XTBg/s320/kiamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653976899991486754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:595.0pt 842.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah Alloh SWT benar benar menyembunyikan waktu terjadinya kiamat kepada kita ? Tidak diragukan lagi bahwa kiamat benar benar akan terjadi. Kita pun percaya pada hal ini. Namun, apakah Alloh SWT memberikan tanda tanda dan syarat syaratnya ? Atau, apakah kiamat datang dengan tiba tiba, mendadak, tanpa didahului tanda tanda atau peringatannya ? Apakah kiamat itu masih jauh, antara puluhan ribu sampai ratusan ribu tahun ? apakah tanda tanda kiamat yang disebutkan oleh Alloh SWT dan Rosul Nya, akan tampak dalam ribuan tahun ini, kemudian menghilang pada generasi berikutnya, lalu salah seorang di antara mereka akan mengatakan bahwa tanda tanda yang disebutkan Rosululloh saw itu telah terjadi sejak dua puluh ribu tahun lalu atau lima ribu tahun lalu, dan seterusnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Alloh SWT telah memberitahukan dalam banyak ayat Al Quran bahwa kiamat akan datang secara tiba tiba , tanpa ada peringatan terlebih dahulu kepada makhluk Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Az Zukhruf: 66)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pengetahuan tentang terjadinya kiamat memang berada di sisi Nya. Akan tetapi maksud dari al Quran di atas atau ayat ayat lain yang menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba tiba, bukan berarti tanda tanda yang menunjukkan atas kejadiannya atau kedekatan dan kapan terjadinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dari tanda tanda kiamat yang telah ditentukan Alloh SWT dan Rosul Nya, kita dapat mengetahui bahwa zaman kita hidup ini bukanlah masa kiamat. Di sini, ada beberapa tanda dan syarat wustha (pertengahan) yang belum terjadi. Tanda Tanda kubra (besar) pun belum terjadi. Jadi, maksud “tiba tiba” di sini bahwa Alloh SWT tidak menjelaskan waktu terjadinya karena hanya Dialah yang tahu. Artinya, kiamat akan datang tanpa masa, sejarah, dan kepastian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat, “Kapan terjadinya ?” Katakan, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu sangat berat (huru haranya) bagi yang di langit dan di bumi. Kiamat itu akan datang kepadamu melainkan dengan tiba tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan akan kamu benar benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Alloh, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Al A’raf: 187)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dahulu, umat para nabi dan rosul menanyakan kepada nabi atau rosul mereka tentang kiamat: kapan terjadinya, pada zaman apa, tahun berapa, bulan berapa, dan hari apa. Begitu pula yang ditanyakan beberapa kabilah Arab kepada Nabi Muhammad saw: kapan datangnya, pada masa apa, dan apa sejarahnya. Semua nabi mengembalikan pengetahuannya kepada Alloh SWT semata karena hanya Dialah Yang Maha Mengetahui waktunya dengan tepat dan pasti. Meskipun demikian, bukan berarti ayat ayat tersebut bermakna harfiah, tanpa ada ilmu tentang zamannya. Jika dimaknai secara harfiah, lalu apa arti tanda tanda dan syarat syarat kiamat yang telah disebutkan dalam al Quran dan hadits ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bisa saja seseorang mengatakan bahwa kiamat tidak akan terjadi dalam waktu lebih dari seratus ribu tahun atau dua ratus ribu tahun atau pada zaman tertentu dan seterusnya. Umur manusia di atas bumi ini pendek. Alloh SWT menciptakan manusia tidak untuk hidup di atas bumi ini hingga beratus ratus ribu atau berjuta juta tahun. Masa manusia, sejak zaman Nabi Adam as hingga sekarang, tidak lebih dari puluhan ribu tahun. Begitu banyak riwayat dan sejarah yang menguatkannya. Oleh karena itu, kita tidak mungkin mengatakan bahwa kiamat akan datang setelah sekian ribu tahun. Sahl bin Sa’ad ra meriwayatkan bahwa Rosululloh saw bersabda, “Aku diutus dan kiamat hanya seperti dua ini.” (HR Bukhari dan Muslim). Kemudian, Nabi saw mengisyaratkan dengan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Orang yang merenungkan sunatullah akan memahami bahwa dalam menciptakan segala sesuatu, Alloh SWT telah menentukkan waktu, kadar dan umurnya, sesuai dengan ciptaan atau makhluk tersebut. Umur bintang bintang telah ditentukan miliaran tahun, sebagian planet dan bulan jutaan tahun, sebagian lagi ribuan tahun, ratusan tahun, ada yang hanya beberapa tahun, bahkan satu tahun atau tidak lebih dari satu tahun. Buah buahan, tumbuh tumbuhan, sayur sayuran, dan sebagian binatang, umurnya tidak lebih dari sepuluh tahun. Umur manusia paling lama sekitar seratus, sedangkan yang paling pendek hanya beberapa saat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: normal; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Manusia diciptakan pada periode akhir umur alam sehingga tidak akan lama berdiam di dunia yang fana ini karena Alloh SWT menciptakannya untuk hidup kekal di akhirat. Dalam muktamar ilmiah yang diadakan di Brussel, Belgia tahun 1990, para ilmuwan falak (astronomi) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk terakhir yang diciptakan Alloh SWT pada periode akhir dari umur alam. Pernyataan ini memperkuat apa yang disabdakan Rosululloh saw, bahwa manusia diciptakan pada masa masa terakhir dari umur alam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4839004469865115180?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4839004469865115180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/mengapa-alloh-swt-menyembunyikan-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4839004469865115180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4839004469865115180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/mengapa-alloh-swt-menyembunyikan-waktu.html' title='Mengapa Alloh SWT Menyembunyikan Waktu Kedatangan Kiamat ?'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yQ2OWJ_0wUM/Tnb2CNRBwSI/AAAAAAAAAX0/kt79YR0XTBg/s72-c/kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-6028896842760990485</id><published>2011-09-16T14:55:00.002+07:00</published><updated>2011-09-16T14:59:45.302+07:00</updated><title type='text'>Dalil Dalil Tentang Terjadinya Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EKVdgg-g0sY/TnMBWxuqNVI/AAAAAAAAAXs/ppoZPbFISZw/s1600/up-and-high-in-sky.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EKVdgg-g0sY/TnMBWxuqNVI/AAAAAAAAAXs/ppoZPbFISZw/s320/up-and-high-in-sky.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652863448097895762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kiamat adalah peristiwa dahsyat yang mengguncangkan, yang kelak pasti terjadi dan tidak diragukan lagi. Hari itu merupakan pemisah atau pembatas antara kehidupan dunia dan akhirat, atau hari yang mengakhiri zaman yang terbatas, yaitu kehidupan dunia, &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;lalu mengizinkan datangnya zaman baru yang tidak akan berakhir. Bisa juga dikatakan, suatu zaman ketika Alloh SWT mengizinkan untuk mengakhiri kehidupan di alam yang luas ini (dengan bumi dan langit Nya yang berlapis tujuh beserta apa apa yang ada di dalamnya), baik kehidupan yang kita ketahui maupun yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Karena kiamat merupakan perkara besar yang disebutkan Alloh SWT dalam al Quran dan Rosul Nya dalam hadits. Ia menjadi perkara penting yang diperhatikan manusia dan selalu menjadi pertanyaan sepanjang masa. Alloh SWT tidak menurunkan kitab, rosul dan nabi Nya, kecuali untuk selalu memberi peringatan kepada kaumnya tentang kiamat dan apa apa yang akan terjadi pada hari itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kiamat mempunyai beberapa tanda dan dalil dalil yang telah diterangkan oleh Alloh SWT dan Rosul Nya, baik berupa ayat ayat maupun hadits hadits. Kita tidak bisa mengetahui tanda tanda kiamat sekedar bagaimana yang diterangkan Alloh SWT mengenai hari itu, apa yang terjadi dengannya, dan bagaimana dengan urusan makhluk Nya. Kita juga tidak dapat mengetahui tanda tandanya tanpa terlebih dahulu mengetahui sebab sebab terjadinya. Alloh SWT Maha Kuasa untuk mematikan semua makhluk Nya sebelum hari kiamat, kemudian membangkitkan kembali dan mengangkatnya ke pada mahsyar, bumi perhitungan amal di hadapan Alloh SWT, tanpa melewati kiamat. Oleh karena itu, kita harus kembali pada ayat ayat Alloh SWT yang menerangkan kiamat, tentang kapan terjadinya, apa yang akan terjadi pada hari itu, dan apa yang akan terjadi pada seluruh alam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Berdasarkan ayat ayat al Quran, kita dapat merenungkan dan mengetahui apa itu kiamat, sebab sebabnya dan apa yang akan terjadi pada hari itu. Kita juga dapat mengetahuinya melalui hadits hadits Nabi saw yang diucapkan tidak menuruti nafsunya, yang menjelaskan dan mengajari kita banyak hal tentang kiamat, kapan terjadinya, tanda tandanya, dan kedekatan waktunya. Hal paling penting dari penjelasan hadits hadits Nabi saw tersebut adalah wasiat beliau kepada kita untuk memerhatikan dan bersiap siap menghadapinya, juga penjelasannya betapa penting perkara kiamat itu dalam kehidupan seorang muslim yang mukmin, yang tidak membantah kedatangannya, tidak mendustakannya, dan tidak meragukan kejadiannya karena ia merupakan bagian dari akidah dan imannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;…Ketahuilah bahwa sesunguhnya orang orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar benar dalam kesesatan yang jauh. (QS Asy Syura: 18)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Mayoritas manusia mengira bahwa kiamat merupakan perkara remeh yang tidak melampaui batas bumi dan manusia yang hidup di atasnya. Oleh karena itu, di masa lalu, setiap datang seorang nabi kepada mereka, mereka meminta kepadanya agar kiamat disegerakan. Hal itu dilakukan karena mereka mengira kiamat hanya terjadi pada mereka, sebatas pada kampung atau kota mereka, tempat mereka hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kiamat bisa terjadi ketika Alloh SWT telah mengizinkannya, yaitu setelah semua tanda dan syarat terjadinya telah terpenuhi. Ketika itulah, Alloh SWT akan menghancurkan kehidupan di alam yang luas ini, yang waktunya tidak dapat diketahui oleh siapapun selain Alloh SWT. Seluruh ciptaan dan makhluk Nya juga akan dihancurkan, baik roh maupun jasad kasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Semua yang ada di bumi ini akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS Ar Rahman : 26-27)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Apabila matahari digulung dan apabila bintang bintang berjatuhan dan apabila gunung gunung dihancurkan dan apabila unta unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) dan apabila bintang bintang liar dikumpulkan dan apabila lautan dipanaskan. (QS At Takwir: 1-6)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kiamat adalah pemusnahan dan penghancuran segala sesuatu, mulai dari matahari, bintang bintang, gunung gunung, lautan hingga langit yang akan dilipat sebagaimana melipat buku. Alloh SWT telah berjanji dan bersumpah mengenai hal itu. Di dunia ini, tidak ada perkara besar, berat, dan menakutkan yang melebihi perkara kiamat dan kejadiannya. Sudah jelas bahwa di antara rahmat Alloh SWT untuk para hamba Nya, terutama orang orang mukmin adalah memberikan dan menjelaskan tanda tanda terjadinya kiamat sehingga mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi kejadian dahsyat ini dan tidak ada lagi yang mengatakan “Sesungguhnya, kami lupa dengan perkara ini, atau kami tidak mengetahuinya, atau belum datang kepada kami tanda tandanya”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Maka tidaklah yang mereka tunggu tunggu melainkan hari kiamat yaitu kedatangannya kepada mereka dengan tiba tiba karena sesungguhnya telah datang kepada mereka tanda tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang ? (QS Muhammad: 18)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tanda tanda kiamat yang telah terjadi makin menambah keyakinan seorang mukmin, sedangkan tanda tanda yang belum terjadi merupakan sesuatu yang gaib dan hanya Alloh SWT yang tahu. Dengan ilmu Nya, Dia mengizinkan tanda tanda tersebut terjadi tepat pada waktunya. Dengan ilmu Nya pula, Dia mengetahui masa yang telah lalu, sekarang, dan yang akan datang. Kita hanya tahu bahwa kiamat itu ada dalam ilmu Nya tidak jelas kapan datangnya, dan hanya Dia yang mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Semua itu merupakan rahmat dari Alloh SWT untuk hamba hamba Nya demi menekankan betapa pentingnya iman pada yang gaib dan alangkah pentingnya arti ujian serta cobaan di dunia ini. Sunatullah menghendaki untuk menyembunyikan yang gaib kepada hamba Nya. Jika sesuatu yang gaib diperlihatkan, tentu hal ini akan bertentangan dengan sunah kehidupan. Manusia tidak mungkin dapat meneruskan kehidupannya karena mengetahui yang gaib melalui naungan akalnya yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT lebih mengetahui kehendak dan kekuatan Nya serta sebatas mana keadaan alam dan kehidupan di dalamnya. Alloh SWT mengetahui apa apa yang tidak dapat dijangkau oleh akal. Di sekitar manusia, banyak hal yang gaib sehingga akal tidak akan dapat menjangkaunya. Meskipun manusia mengkhususkan diri untuk mempelajari yang gaib, seperti roh, tentu ia tidak akan dapat mengetahuinya. Alloh SWT Mahatahu bahwa akal manusia tidak mungkin akan mengetahui apa itu roh dan hakikatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit. (QS Al Isra: 85)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kiamat merupakan perkara yang gaib. Ilmu dan waktunya tidak diketahui manusia, kecuali rosul yang di ridhoi Nya. Dan, di antara para malaikat dan manusia itu, ada seorang rosul yang di khususkan untuk menyampaikan yang gaib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rosul yang di ridhoi Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui bahwa rosul rosul itu telah menyampaikan risalah risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu. (QS Al Jin: 26-28)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jibril adalah malaikat yang diperlihatkan oleh Alloh SWT pada bagian yang gaib karena sunah penciptaannya tidak menyembunyikan semua yang gaib kepadanya. Namun, penampakan yang gaib kepada Jibril bukan berarti dia mengetahui semua yang gaib. Meskipun Jibril mengetahui sebagian yang gaib, dia tidak akan mengklaim bahwa dialah yang menghendaki. Artinya, pengetahuannya terhadap sebagian yang gaib tidak berpengaruh kepadanya. Sementara itu, jika manusia mengetahui yang gaib, hal itu akan mempengaruhi keberadaannya di dunia, yaitu untuk menerima ujian dan cobaan serta dapat mempengaruhi kesucian hatinya. Selain itu, ujia tersebut juga dimaksudkan untuk mengetahui siapa yang menolong Alloh SWT, beriman kepada Nya, ber iman pada yang gaib, serta taat dan beribadah keapada Nya karena telah diberi akal untuk merenungkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sesungguhnya, apa yang telah difirmankan oleh Alloh SWT itu benar. Kiamat itu hak (benar), hari perhitungan itu benar, keberadaan surga dan neraka itu juga benar. Dia telah bersumpah dengan semua yang hak tersebut. Mari merenungkan rahmat dan cinta Nya kepada kita. Dia juga berharap agar hati kita tenang. Janganlah bimbang dan ragu terhadap kehendak Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu benar benar akan terjadi seperti perkataan yang kamu ucapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;(QS Adz Dzariyat: 23)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jadi, kiamat dan kejadiannya yang disembunyikan dari kita hanyalah perkara ujian, cobaan, dan untuk menjaga kebersihan hati serta mengetahui orang orang yang beriman, kafir, benar dan dusta. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya dengan beramal sholeh, taat dan beribadah yang di ridhoi-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sesungguhnya, kiamat itu merupakan perkara yang sangat kuat kebenarannya. Oleh karena itu, Alloh SWT menganggap orang orang yang meragukan kedatangannya dan mengabaikan kejadian dahsyatnya sebagai orang yang berada dalam kesesatan yang sangat jauh dan kebodohan yang dalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;…Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar benar dalam kesesatan yang jauh. (QS Asy Syura: 18)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-6028896842760990485?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/6028896842760990485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/dalil-dalil-tentang-terjadinya-kiamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6028896842760990485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6028896842760990485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/dalil-dalil-tentang-terjadinya-kiamat.html' title='Dalil Dalil Tentang Terjadinya Kiamat'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EKVdgg-g0sY/TnMBWxuqNVI/AAAAAAAAAXs/ppoZPbFISZw/s72-c/up-and-high-in-sky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-4361862523066382691</id><published>2011-09-13T16:09:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T16:12:07.579+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kehidupan Dunia untuk Akhirat ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5wpMaLBhNiU/Tm8eLlO5k6I/AAAAAAAAAXk/YuaOhRf8Oe8/s1600/perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5wpMaLBhNiU/Tm8eLlO5k6I/AAAAAAAAAXk/YuaOhRf8Oe8/s320/perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651769241695261602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */ @font-face  {font-family:Cambria;  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:Cambria;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  color:green;  font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:normal;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Di antara rahmat Alloh SWT terhadap semua hamba Nya adalah Dia menerangkan di dalam kisah Nya yang mulia bahwa dunia merupakan tempat ujian, bukan sebagai tempat tinggal yang abadi. Oleh karena itu, Alloh SWT mengharap para hamba Nya agar tidak tenang tenang di dunia ini karena dunia ini merupakan tempat yang menipu dan perhiasan yang bersifat sementara sehingga akan musnah. Segala yang dipunyai manusia tidak berarti apa apa, meskipun harta mereka sangat banyak dan hidup mereka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan tidaklah kehidupan ini melainkan main main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang orang yang bertakwa. Maka tidaklah kamu memahami ? (QS Al An’am: 32)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah megah di antara kalian serta berbangga banggaan tentang banyaknya harta dan anak… (QS Al Hadid: 20)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Hanya Alloh SWT yang mengetahui apa yang ada di akhirat dan apa yang disediakan bagi hamba hamba Nya yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata… (QS As Sajdah: 17)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dengan demikian, sebenarnya di antara rahmat Alloh SWT adalah perintah Nya terhadap semua hamba Nya agar lulus atau sukses dalam menjalani ujian dunia sehingga memperoleh kemenangan di akhirat kelak, yaitu surga yang penuh dengan banyak kenikmatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang orang yang bertakwa. (QS Ali Imran: 133)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Berlomba lombalah kamu kepada mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul Nya…. (QS Al Hadid: 21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT juga menerangkan kepada kita bahwa Dia tidak menghendaki kehidupan dunia, tetapi akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Nya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;…Kamu menghendaki harta benda dunia, sedangkan Alloh menghendaki pahala akhirat untukmu… (QS Al Anfal: 67)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT lebih mengetahui apa yang Dia sediakan untuk para hamba Nya di surga yang telah di janjikan Nya. Dalam Hadits qudsi disebutkan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Aku sediakan untuk hamba hamba Ku yang sholeh, apa apa yang tidak terlihat mata, tidak terdengar telinga, dan tidak terbayangkan dalam benak seseorang. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Rosululloh saw menjelaskan kepada kita tentang nilai kehidupan dunia yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat. Kehidupan dunia hanyalah sebagai ujian dan cobaan serta perjalanan yang cepat. Rosululloh saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Seandainya dunia ini semisal dengan lebar sayap nyamuk di sisi Alloh, niscaya Alloh tidak akan memberikan air minum kepada orang kafir. (HR Turmudzi dari Sahl bin Sa’ad r.a)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ketahuilah sesungguhnya dunia terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali yang mengingat Alloh, yang ditolong Nya, orang yang berilmu, dan yang mencari ilmu. (HR Turmudzi dari Abu Hurairah r.a.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tidaklah kehidupan dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti seorang di antara kalian yang berjalan menuju lautan, lalu memasukkan jari jarinya kedalamnya maka air yang keluar darinya itulah dunia. (HR Hakim dari Mustaurid r.a)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tempat berhimpunnya air (rawa rawa) di surga itu lebih baik daripada dunia seisinya. (HR Bukhari dari Sahl r.a)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tidaklah aku dan apa apa yang ada di dunia ini, kecuali seperti seorang yang berjalan, lalu berteduh di bawah pohon, kemudian beristirahat dan meninggalkannya. (HR Turmudzi dari Abdullah bin Mas’ud r.a)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dari kenyataan yang sebenarnya dan kehendak (iradah ilahiyah) ini, keberadaan manusia di atas bumi hanya untuk diuji sesuai kehendak Nya. Alloh SWT menjadikan ujian itu secara bertingkat, yang paling tinggi adalah (mengesakan Alloh, taat, beribadah, selalu ingat, bertasbih, dan berdoa kepada Nya), lalu yang pertengahan, dan yang paling bawah adalah beramal dan bermuamalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Alloh SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah Ku. (QS Adz Dzariyat: 56)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Inilah hakikat ujian dan cobaan yang sebenarnya, baik kita ridho maupun tidak, menghendaki maupun mengabaikannya dan menerimanya maupun tidak. Sesuai dengan pemahaman yang merupakan hakekat dari segalanya, kita akan masuk dari beberapa pintu yang luas untuk memahami akhirat dan pengaruhnya terhadap kehidupan seorang muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pengantar yang sederhana tentang penciptaan manusia dan keberadaannya di dunia ini, mudah mudahan membuat kita tidak bimbang, berdasarkan kadar ilmu kita, dan sasaran kita bukan hanya mencari dunia serta kenikmatannya yang akan sirna tanpa mencari akhirat dan kenikmatan yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-4361862523066382691?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/4361862523066382691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/mengapa-kehidupan-dunia-untuk-akhirat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4361862523066382691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/4361862523066382691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/mengapa-kehidupan-dunia-untuk-akhirat.html' title='Mengapa Kehidupan Dunia untuk Akhirat ?'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5wpMaLBhNiU/Tm8eLlO5k6I/AAAAAAAAAXk/YuaOhRf8Oe8/s72-c/perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-7119055091455153212</id><published>2011-09-13T14:24:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T14:28:05.935+07:00</updated><title type='text'>Do'a : Senjata Orang Beriman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6D-ND-uEv6Q/Tm8FzmZy6MI/AAAAAAAAAXc/ERZOVmCFTUM/s1600/doa1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 319px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6D-ND-uEv6Q/Tm8FzmZy6MI/AAAAAAAAAXc/ERZOVmCFTUM/s320/doa1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651742441413470402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Doa adalah senjatanya orang mukmin. Doa bahkan merupakan pangkal atau ‘otak’nya ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Doa adalah pangkal (otak-)nya Ibadah.” (HR. Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara istilah, doa adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya.   Doa merupakan aktifitas ibadah yang paling agung, sebagaimana hadits di   atas. Dengan demikian bisa kita fahami bahwa sebuah ibadah pasti   mengandung doa kepada Allah SWT, dan doa tanpa ibadah belumlah sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anjuran Berdoa Banyak riwayat dari Nabi SAW yang menganjurkan dan mendorong seseorang hamba untuk berdo’a, diantaranya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah   senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua hadits di atas menunjukkan keharusan berdoa yang berupa permohonan hamba kepada Tuhannya, untuk mendapatkan sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Doa Pasti Dikabulkan Doa seorang hamba pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku  kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60) “&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Dan)  apabila hamba-hamba-Ku  bertanya tentang Aku, maka (jawablah)  bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan  permohonan orang yang berdoa apabila  ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al  Baqarah : 186)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengabulan doa dari Allah SWT. bersifat pasti, dan hanya Dialah yang   dapat mengabulkan doa bukan yang lain. Pengabulan doa bisa sesuai  dengan  yang diminta hamba-Nya, ditangguhkan hingga hari kiamat, atau  dijauhkan  dari suatu keburukan. Hal ini sebagaimana Sabda Beliau SAW. :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak   mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan   memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya ;   ditangguhkan hingga hari kiamat ; atau dijauhkan dari suatu   keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada   Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu   keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn   Shamit)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa Dalam Islam dikenal waktu-waktu dan   tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa, selain dapat dilakukan kapan   pun dan dimana pun. Misalnya berdoa di Raudoh, di masjidil Haram  maupun  di Madinah dianggap sebagai tempat-tempat yang mustajab untuk  berdoa.  Berdoa di antara dua khutbah, sepertiga malam , adalah diantara  beberapa  waktu yang mustajab untuk berdoa. Salah satu waktu yang  mustajab untuk  berdoa adalah ketika sahur di bulan Ramadhan. Waktu  sahur adalah waktu  yang sangat mustajab. Allah swt meletakkan kemuliaan  yang sangat besar  pada waktu tersebut. Sayang, kebanyakan manusia  hanya memanfaatkannya  untuk makan sahur, tanpa menyisihkan waktu untuk  bermunajat kepada-Nya.  Mengapa mereka melalaikan sabda Rasulullah saw :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rabb kita (Allah) SWT. turun pada setiap malam ke langit dunia, pada   sepertiga malam terakhir, lalu berfirman, ”Siapakah yang berdo’a   kepada-Ku maka aku akan kabulkan baginya, siapa yang meminta kepada-Ku,   maka aku beri kepadanya, Siapa yang meminta ampunan maka Aku akan   mengampu-ninya” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya kita sangat membutuhkan waktu-waktu seperti ini, untuk   memohon kebaikan hidup di dunia dan akhirat kepada Allah SWT. memohon   keselamatan hati kita, dan memohon supaya hidup kita selalu bermakna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, Rasulullah saw memberitahukan bahwa do’a orang yang   berpuasa akan mendapatkan prioritas pengabulan dari Allah subhanahu wa   ta’ala. Sebagai-mana disebutkan di dalam hadits nabi shalallahu ‘alaihi   wa sallam :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak, di antaranya adalah   orang yang berpuasa sehingga ia berbuka, di dalam riwayat lain   dikatakan, orang yang puasa ketika hendak berbuka.” (HR at-Tirmidzi dan   Ibnu Majah)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga Allah SWT. meletakkan ayat tentang berdoa di antara   ayat-ayat yang menjelaskan tentang puasa. Para ulama menjelaskan rahasia   peletakkan ayat ini adalah untuk mengisyaratkan bahwa doa orang yang   puasa itu tidak tertolak. Tetapi berapa banyak diantara kita yang   memperhatikan hal ini? Padahal doa inilah inti ibadah di dalam Islam.   Atau dengan kata lain doa ini akan memberikan sema-ngat baru dalam   kehidupan seorang muslim. Bahkan, kalau kita telusuri lebih jauh sejarah   Islam, maka kita akan mengetahui bahwa doa adalah senjata orang  mukmin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Doa Senjata Orang Mukmin Kekuatan atau kedahsyatan doa bagi seorang   muslim tak terbantahkan lagi. Doa adalah senjatanya kaum muslimin, Ad   Dua Silah Al Mu’min. Di saat canggihnya mesin dan persenjataan abad   modern, strategi dan manuver peperangan, kekuatan dan kedahsyatan doa   tetap tidak terbantahkan dan hanya dimiliki oleh orang-orang beriman.   Hal ini dikarenakan orang-orang beriman selain berusaha maksimal dalam   setiap amal yang dilakukannya, dia juga tidak pernah lupa menggantungkan   seluruh usahanya melalui doa kepada Allah SWT. Doa adalah senjatanya   orang-orang mukmin, yang telah dicontohkan mulai dari para Nabi dan   Rasul, para sahabat, salafus sholeh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Doa adalah senjata yang menyelamatkan Nuh a.s. dengan diturunkannya   air bah kepada kaummnya. Doa juga senjata yang menyelamatkan Musa a.s.   ketika melawan tiran ketika itu, Firaun. Menyelamatkan Sholeh dari   kedzoliman kaum Tsamud, menyelamatkan Huud a.s dari kaum Aad, dan   menyelamatkan serta memberikan kemenangan kepada Rasulullah SAW. dalam   benyak pertempuran yang beliau lakukan. Bahkan dengan kekuatan dan   kedahsyatan doa pulalan, negara super power waktu itu, Persia dan Romawi   berhasil ditaklukkan oleh kaum Muslimin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedahsyatan dan kekuatan doa bagi orang-orang mukmin akan terus   berlangsung, dari zaman Nabi Adam a.s. hingga kini. Contoh kekuatan dan   kedahsyatan doa di masa kini banyak dialami oleh para mujahidin di   pelbagai bumi jihad. Kita mengetahui kedahsyatan doa para mujahidin   Afghanistan, sehingga Syekh Abdullah Azzam merangkumnya dalam buku   Ayaturrahman fii Jihadil Afghan. Tentunya hal ini, juga dialami oleh   mujahidin di bumi jihad yang lain, seperti di : Irak, Chechnya, Khasmir,   Palestina, dan lain-lain. Kisah lolosnya Syekhul mujahid Abu Yahya Al   Liby dari penjara Baghram di Afghanistan juga tidak lepas dari kekuatan   dan kedahsyatan doa beliau kepada Allah SWT. Di saat-saat kritis,  beliau  mampu melepas pengikat pintu yang secara akal mustahil  dilakukan. Namun  dengan doa yang tulus dan ikhlas dan hanya memohon  kepadaNya, maka  dengan mudah beliau mampu melepas ikatan pintu tersebut  dan beliau  akhirnya lolos dari penjara Baghram di Afghanistan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedahsyatan dan kekuatan doa beserta dampaknya juga bisa dilihat   ketika Syekh Muhammad Muhaisany berdoa di Mekkah Mukarromah pada bulan   Ramadhan 1422 H. Doa beliau sungguh dahsyat dan menggentarkan seluruh   kaum muslimin di sana bahkan kaum muslimin di mana pun dan kapan pun   yang mendengarkan doanya tersebut. Setelah beliau berdoa, rezim toghut   Saudi menangkap dan memenjarakan beliau. Dalam doanya tersebut, Syekh   Muhaisany banyak memohon kepada Allah SWT. agar menolong mujahidin   dimana pun mereka berada dan agar Allah SWT. menghancurkan seluruh   kekuatan toghut, terutama Amerika yang beliau sebut sebagai sumber   toghut dan malapetaka di dunia ini. Akibat doa beliau yang dahsyat itu,   rezim toghut Saudi berang dan memenjarakan beliau. Subhanallah!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-7119055091455153212?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/7119055091455153212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/doa-senjata-orang-beriman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7119055091455153212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/7119055091455153212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/doa-senjata-orang-beriman.html' title='Do&apos;a : Senjata Orang Beriman'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6D-ND-uEv6Q/Tm8FzmZy6MI/AAAAAAAAAXc/ERZOVmCFTUM/s72-c/doa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-5046742021031458325</id><published>2011-09-13T14:14:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T14:15:09.271+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Perbedaan Pendapat Dalam Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-a7bzdudmEhg/Tm8C7MDVB_I/AAAAAAAAAXU/CiGYTSKhqNI/s1600/timthumb.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-a7bzdudmEhg/Tm8C7MDVB_I/AAAAAAAAAXU/CiGYTSKhqNI/s320/timthumb.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651739273243985906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam &lt;/strong&gt;pernikahan, berbeda pendapat adalah suatu hal  yang lumrah. namun pada banyak kasus, perbedaan berakhir dengan  perseteruan dengan suami.Nah, untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya  bila anda menyimak beberapa trik berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Emosi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  anda cari dari sebuah perbedaan adalah titik temu, jadi jaga hati dan  kepala anda agar tetap dingin agar jalan keluar bisa diperoleh tanpa  harus berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perhatikan nada bicara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari  nada tinggi saat anda berbicara karena dapat memancing kemarahan suami.  Dalam banyak hal, kelembutan mempunyai efek besar untuk meredam amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Argumentasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan argumen yang pas, objektif dan masuk akal agar pendapat anda bisa diterima dengan baik oleh suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fokus pada masalah anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar  masalah anda cepat terselesaikan, jangan menambah masalah dengan  membahas hal-hal yang lain dahulu. Jangan sampai perbedaan pendapat  membuat anda membahas semua kekurangan suami dan menjadikan hal itu  untuk menyerang suami anda. Hal itu hanya akan memperburuk hubungan anda  berdua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-5046742021031458325?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/5046742021031458325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/menyikapi-perbedaan-pendapat-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5046742021031458325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/5046742021031458325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/menyikapi-perbedaan-pendapat-dalam.html' title='Menyikapi Perbedaan Pendapat Dalam Rumah Tangga'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-a7bzdudmEhg/Tm8C7MDVB_I/AAAAAAAAAXU/CiGYTSKhqNI/s72-c/timthumb.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-2758782280589896207</id><published>2011-09-13T14:07:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T14:09:35.216+07:00</updated><title type='text'>Panggilan Sepenuh Cinta untuk Kekasih Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tDa49V1hqr4/Tm8BhtMJaJI/AAAAAAAAAXM/zLKUiSmDUP4/s1600/timthumb.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tDa49V1hqr4/Tm8BhtMJaJI/AAAAAAAAAXM/zLKUiSmDUP4/s320/timthumb.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651737735951116434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Suami suka memanggil saya dengan panggilan Nil, Nil,” kata salah seorang teman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya apa tuh, Mbak?” tanya saya polos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Singkatan dari Kuda Nil, hehehe….” katanya sambil tertawa-tawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sobat muslimah, nama panggilan bagi  seseorang bukanlah perkara  sepele. Apalagi di antara pasangan suami  istri, nama panggilan adalah  ungkapan hati. Tak jarang, nama panggilan  ini jauh lebih terkenal  daripada nama asli seseorang. Apa jadinya nilai  diri kita dan pasangan  apabila ada orang yang tahu atau bahkan ikut  memanggil kita dengan nama  binatang? Belum lagi apabila ada anak yang  masih balita, tentu dia  akan keheranan ibunya dipanggil dan disamakan  dengan kuda Nil yang  buruk rupa itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin bukan sesuatu yang serius,  begitu sebagian orang berpikir  tentang nama panggilan bagi suami atau  istri. Bahkan beberapa orang  menjadikan nama panggilan ini sebagai bahan  olok-olok saja. Tapi  pernahkah kita berpikir, bagaimana perasaan  pasangan ketika kita dengan  cueknya memanggilnya dengan seenak sendiri?  Bagaimana pula bila nama  panggilan binatang itu ditimpakan pada yang  memanggil sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perempuan setelah menikah, memang  berpotensi untuk mekar kondisi  tubuhnya. Tapi itu bukan alasan bagi  seorang suami untuk ‘melecehkan’  istrinya dengan panggilan nama hewan  atau nama apapun yang tidak pantas  disematkan untuk ibunya anak-anak.  Dari pihak perempuan sendiri,  seharusnya dia bisa mengajukan keberatan  apabila suami sudah kelewatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sebuah pernikahan, perempuan bukan  pihak yang kalah atau  dikalahkan. Masing-masing pasangan antara suami  dan istri adalah  partner dalam kebaikan. Begitu juga dalam hal memanggil  nama pasangan,  alangkah jauh lebih indah apabila julukan yang dipilih  adalah sesuatu  yang indah pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;….pasangan suami dan istri adalah partner  dalam kebaikan.  Dalam memanggil nama pasangan, lebih indah apabila  julukan yang dipilih  adalah sesuatu yang indah pula….&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah memanggil Aisyah dengan  panggilan ‘Humairah’  yang artinya kurang lebih ‘yang berpipi  kemerah-merahan’. Itu karena  Aisyah mudah sekali merasa malu dan bila  malu maka pipinya akan  langsung bersemu merah merona. Cantik sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang teman dipanggil oleh  suaminya dengan panggilan ‘Inez’  padahal namanya sama sekali bukan itu.  Usut punya usut ternyata  suaminya mencomot kosakata entah darimana yang  arti dari Inez itu  adalah baik hati. Suaminya memuji istrinya dengan  nama panggilan itu  karena meskipun dia laki-laki miskin dan kekurangan,  pengabdian istri  padanya tidak pernah kurang. Makanya dia menganugerahi  si istri dengan  panggilan khusus tersebut. Hmm…so sweet ya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lalu ada juga seorang teman yang  dipanggil oleh suaminya ‘Beauty’ atau  si cantik. Lucunya teman ini  kadang suka ketawa-ketiwi sendiri bila  suami memanggilnya begitu karena  dia sendiri merasa jauh dari cantik  yang kategori sinetron. Tapi apa pun  itu semua, ada satu hal yang bisa  diambil hikmahnya di sini yaitu dalam  hal memberi nama julukan pada  pasangan, alangkah jauh lebih enak  didengar telinga dan dirasakan oleh  hati apabila nama indah pula yang  diberikan. Karena dalam nama,  sesungguhnya ada makna di sana. Dan semoga  makna sayang dan cinta yang  tergambar di sana, ketika seorang suami  memanggil istrinya. Wallahu  a’lam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-2758782280589896207?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/2758782280589896207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/panggilan-sepenuh-cinta-untuk-kekasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2758782280589896207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/2758782280589896207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/panggilan-sepenuh-cinta-untuk-kekasih.html' title='Panggilan Sepenuh Cinta untuk Kekasih Hati'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tDa49V1hqr4/Tm8BhtMJaJI/AAAAAAAAAXM/zLKUiSmDUP4/s72-c/timthumb.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-6527989220687422510</id><published>2011-09-13T14:00:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T14:06:22.791+07:00</updated><title type='text'>Suami Realistis Idaman Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iYvC6Ue1DvU/Tm8AfGN9C6I/AAAAAAAAAXE/GJ73f00ht_8/s1600/timthumb.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iYvC6Ue1DvU/Tm8AfGN9C6I/AAAAAAAAAXE/GJ73f00ht_8/s320/timthumb.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651736591618345890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;UNTUK&lt;/strong&gt; dicintai suami,  ada yang bilang bahwa seorang  istri harus pandai memasak dan berdandan.  Apakah itu artinya para  istri yang tak pandai memasak apalagi berdandan  tak bisa mendapatkan  cinta suami? Hmm…nanti dulu. Idealnya seorang istri  memang bisa memasak  dan berdandan untuk suami, tapi apabila tak bisa  keduanya, apakah  seorang perempuan tak bisa menjadi istri yang baik di  mata suami?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi suami yang suka memanjakan selera  makan, pandai memasak mungkin  menjadi ‘keharusan’ bagi istrinya. Begitu  juga bagi para suami yang  mempunyai kecenderungan melirik ‘barang bagus’  di jalan, pandai  berdandan juga menjadi hal yang mutlak bagi istrinya.  Tapi di luar  kedua kepandaian di atas, tidak adakah kepandaian lain yang  bisa  dihadirkan seorang istri pada suaminya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ADA. Tidak semua laki-laki terpesona  oleh kepandaian seorang  perempuan memasak atau berdandan. Ada juga sosok  laki-laki yang  mencintai istrinya apa adanya dengan segenap potensi  yang ada pada diri  si belahan jiwa. Laki-laki ini tak menuntut si istri  untuk pintar  memasak apalagi berdandan. Tipe suami jenis ini sudah  merasa bersyukur  dengan keberadaan istri yang mampu menjadi partner  diskusi dan tempat  berbagi yang asyik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;….Sosok laki-laki yang bersyukur dan mencintai istri apa adanya dengan segenap potensi yang ada pada diri si belahan jiwa….&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suami jenis ini tak meributkan rasa  makanan yang ada.  Biarpun sayur yang disajikan istri rasanya terlalu  asin atau bahkan  terlalu manis, ia selalu tersenyum dan mengucap terima  kasih. Bilapun  tak menyukai masakan jenis tertentu, ia tak mencela. Ia  selalu menjaga  perasaan istri dan berusaha membahagiakan semampunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia tak pernah menuntut istri berdandan  karena menurutnya si istri  sudah terlihat cantik dengan pesona shalihah  yang ada pada dirinya.  Tampil alami tanpa riasan membuatnya semakin  cinta pada istri karena di  luar sana, ia sudah muak dengan tebalnya  riasan para wanita. Lagipula  bukan karena riasan, dandanan atau ‘make  up’ itu yang membuatnya  mencintai si istri, tapi  keutuhan pribadi  sebagai seorang muslimah  shalihahlah yang telah menawan hatinya. Jadi  cukup itu saja yang ia mau  dari perempuan yang telah menjadi belahan  jiwanya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;….Laki-laki shalih yang menjadikan Muhammad  sebagai cermin  hidupnya, akan memuliakan perempuan terutama istrinya  dengan seluruh  kelebihan dan kekurangannya….&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, untuk para muslimah yang saat ini   masih belum terampil memasak dan berdandan, tak usah berkecil hati.   Masih ada stock laki-laki shalih yang tak menuntut pada istri.   Sebaliknya, ia menghargai sekali keistimewaan pada diri pasangannya yang   itu tidak selalu berupa kepandaian memasak dan berdandan. Kualitas   seperti ini hanya ada pada diri laki-laki yang menjadikan Muhammad   sebagai cermin hidupnya. Laki-laki shalih yang akan memuliakan perempuan   terutama istrinya dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya. Berdoa   saja semoga di antara kalian mendapat salah satu dari laki-laki (suami)   idaman ini. Insya Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3239572721965143673-6527989220687422510?l=usahatasiman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usahatasiman.blogspot.com/feeds/6527989220687422510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/suami-realistis-idaman-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6527989220687422510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3239572721965143673/posts/default/6527989220687422510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usahatasiman.blogspot.com/2011/09/suami-realistis-idaman-wanita.html' title='Suami Realistis Idaman Wanita'/><author><name>Usaha Atas Iman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04954855919766227094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6VFvyfVNFU0/SvgKmkleFII/AAAAAAAAADQ/0zyLg3GzxcU/S220/n1135610435_1805.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iYvC6Ue1DvU/Tm8AfGN9C6I/AAAAAAAAAXE/GJ73f00ht_8/s72-c/timthumb.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3239572721965143673.post-6420442279535986873</id><published>2011-09-12T11:21:00.001+07:00</published><updated>2011-09-12T11:22:32.882+07:00</updated><title type='text'>Karena Istri Adalah Wanita Yang Ingin Dipahami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OnUd4efvUPM/Tm2JAmdpoxI/AAAAAAAAAW8/scjbemNVeg4/s1600/timthumb.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OnUd4efvUPM/Tm2JAmdpoxI/AAAAAAAAAW8/scjbemNVeg4/s320/timthumb.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651323750837756690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Banyak dari suami yang belum mengetahui atau bahkan tidak mengerti   tentang bagaimana seharusnya memperlakukan istri sebagai wanita.   Sebagian lain belum tahu bagaimana istri ingin diperlakukan. walaupun   sebagian dari mereka merasa cukup tahu tentang teori-teori komunikasi   dengan lawan jenis. Intinya wanita itu sangat kompleks dan sulit   dipahami, tapi di lain sisi malah wanita yang menganggap laki-laki lah   yang sebenarnya sulit untuk dipahami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suami adalah makhluk  lelaki  dengan tipikal yang tidak suka dan tidak terbiasa berbasa-basi.  Kalau  pun terpaksa harus melakukannya, akan sangat kentara sekali  kalau mereka  sedang berbasa-basi. Bagi mereka ketika seseorang  mengatakan ‘tidak’  berarti ‘tidak’ dan ‘ya’ berarti ‘ya’. Suami tidak  terbiasa  "bermain-main" dengan ‘bahasa simbol’. dan atau jika mereka  mengerti  dengan ’simbol’ tersebut, mereka akan tetap mengartikannya  secara  harfiah dan mencukupkan diri dengan arti yang harfiah itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya,   bukan rahasia lagi, bagi sebagian suami, istri sebagai wanita terkesan   berbelit-belit dalam menyelesaikan masalah, karena seringkali  melibatkan  perasaan. Hal-hal yang menurut suami sebetulnya sederhana,  seringkali  jadi ribet. Belanja yang oleh para istri lakukan hanya bisa  dilakukan 5  menit, bisa jadi 50 menit. Bahkan terkadang disertai dengan  "adegan"  tawar menawar yang lama. Atau Gara-gara salah ucap, si istri  bisa  seharian ngambek, meskipun suami sudah minta maaf. Istri sebagai  wanita  juga terkesan lebih romanti
