Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Thursday, December 30, 2010

ILMU DAN DZIKIR (PENGETAHUAN DAN MENGINGATI ALLAH SWT) 1

Untuk mendapat manfaat langsung dari Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya mengikut cara Baginda Rasulullah SAW ,maka menuntut ilmu yang diwahyukan oleh Allah swt adalah perlu untuk mengetahui dengan tepat apa yang dikehendaki oleh Allah bagiku dalam segaala keadaan.

Ayat-ayat Al Qur’an

Allah SWT berfirman: ( Sebagaimana Kami ...telah menyempurnakan nikmat Kami ke atas kamu dengan menetapkan arah Qiblat kamu) , Kami telah mengirim di kalangan kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri, membacakan ayat-ayat Kami kepadamu, dan mensucikan kamu ,dan mengajarkan kepadamu Kitab dan Hikmah dan mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui. (Al Baqoro II:151)

Allah SWT berfirman : Allah sudah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab dan Hikmah dan mengajarkan kepadamu apa yang tidak kauketahui sebelumnya. Dan karunia Allah kepadamu besar sekali. ( An-Nisa IV : 113)

Allah SWT berfirman : Katakanlah (wahai Muhammad) : Ya Tuhanku, berilah tambahan kepadaku ilmu. (Tho Ha 20 : 114)

Allah SWT berfirman : Dan Kami telah berikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman ; dan mereka berkata : Segala puji bagi Allah , Yang telah mengutamakan kami di atas kebanyakan hamba-hamba-Nya yaang beriman. (An-Naml 27 : 15)

Allah SWT berfirman : Dan inilah perumpamaan-perumpamaan yang Kami hadapkan untuk manusia, akan tetapi tiada yang daapat memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

(Al-Ankabut 29:43)

Allah SWT berfirman: Hanyalah orang-orang yang berpengetahuan (tentang kebesaran Allah) di antara hamba-hamba-Nya, yang benar-benar takut kepada Allah. ( Fatir 35:28).

Allah swt berfirman : Katakanlah (kepada mereka, hai Muhammad ) : Adakah sama mereka yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui? ( Az-Zumar 39 : 9 )

Allah swt berfirman :Hai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu untuk memberikan tempat dalam majlis, maka berilah tempat, niscaya Allah akan memberikan kamu tempat yang lapang bagi kamu (dalam sorga dari rahmat-Nya). Dan apabila dikatakan kepadamu untuk berdiri, maka berdirilah. Allah akan mengangkat derajat orang beriman di antara kamu dan mereka yang telah diberi ilmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Al-Mujadilah 58 : 11 )

Allah SWT berfirman : Dan janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kepalsuan, juga janganlah kamu menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui. ( Al Baqoro 2 : 42 ).

Allah SWT berfirman : Kamu menyuruh orang lain berbuat kebaikan tetapi kamu melupakan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca Kitab? Tidakkah kamu mengerti?

( Al Baqoro 2 : 44 ).

Allah swt berfirman : ( Syu’aib berkata kepada kaumnya ) : Aku tidak ingin menentang kamu dari belakang kamu, apa yang aku melarang kamu ( sebagaimana apa yang aku amal apa yang aku katakan ) ( Huud 11 : 88 ).

Sunday, December 26, 2010

Tasyabbuh (2)

BEBERAPA BENTUK TASYABBUH KEPADA ORANG KAFIR DALAM MASALAH IBADAH
1.Menggunakan terompet, lonceng, kentongan, dan genta dalam mengumumkan waktu sholat.
Banyak teks hadits yang melarang penggunaan terompet dan kentongan untuk memberitahukan tibanya waktu sholat sebagaimana tradisi orang-orang yahudi dan nasrani ketika melakukan panggilan untuk kebaktian mereka. Perbuatan seperti itu adalah bagian tradisi dalam agama mereka.

2.Sholat di saat matahari terbit, terbenam dan diatas kepala kita.
Telah muncul dalil-dalil syar'i dengan melarang melakukan sholat nafilah ketika matahari terbit, terbenam, dan matahari berada tepat di atas kepala kita hingga tergelincir. Karena pada semua tindakan itu terdapat unsur bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang bersujud keapada matahari pada waktu-waktu itu.

3.Sholat menghadap gambar atau patung.
Talatsum (menutup mulut dengan bercadar) ketika melaksanakan sholat. Dalam perbuatan ini, tasyabbuh kepada orang-orang majusi ketika mereka menyembah api.

4.Bertolak pinggang ketika sholat.
Terkandung tasyabbuh kepada orang yahudi karena mereka melakukanya ketika sedang sholat.
Tasyabbuh kepada iblis dimana ia diturunkan dalam keadaan bertolak pinggang.

5.Isytimal Ashoma' ketika shalat.
Yaitu Pakaian yang membungkus kedua pundak dengan mengeluarkan tangan kiri dari bagian bawah baju dengan tanpa dilengkapi kain.

6.Berselimut dengan pakaian lalu mengeluarkan tangan dari arah dada.
Ini adalah pakaiannya orang yahudi ketika melaksanakan sholat.

7.Bertumpu ke atas tanganya ketika sedang menunaikan sholat.
Dari Ibnu Umar bahwa Rosululloh melarang orang yang sedang duduk dengan bertumpu ke atas tanganya ketika sedang menunaikan sholat, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya yang demikian itu adalah ibadahnya orang-orang yahudi"

8.Menjadikan kuburan sebagai masjid. Rosululloh bersabda, "Allah melaknat Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rosululloh juga bersabda : "Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian (Yahudi dan Nasrani) menjadikan kubur Nabi-nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai masjid. Maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu.” (HR. Muslim).

Dari Aisyah bahwa Ummu Salamah menyebutkan di hadapan Rosululloh tentang sebuah gereja yang dilihatnya di negeri Habasyah bernama Maria. Ia menyebutkan kepada beliau tentang segala yang ia lihat di dalamnya berupa gambar. Maka Rosululloh bersabda: "Mereka adalah suatu kaum yang jika ada dikalangan mereka seoerang hamba yang shalih atau pria yang shalih meninggal dunia, mereka membangun di atas kuburnya sebuah masjid dan mereka menggambar gambar-gambar itu didalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk disisi Allah."

9.Menghiasi masjid.
"Sesungguhnya kamu benar-benar akan memperindah masjid-masjid kalian seperti yahudi dan nasrani telah memperindah masjid-masjid mereka."

10. Merayakan tahun baru
Perayaan tahun baru merupakan bagian dari aktifitas ritual agama Yahudi dan Majusi (yang disebut dengan ‘an-Nayrûz’) termasuk Tahun Baru Muharam. Oleh karena itu, merekalah yang sebenarnya memiliki misi merayakan dan memeriahkannya bukan kaum Muslimin.

11.Di dalam Nasrani ada kegiatan kelahiran Isa Al-Masih, di dalam tradisi kaum muslimin sekarang ada kegiatan peringatan kegiatan Maulid Nabi Muhammad n yang juga maksudnya menunjukkan bahwa Islam juga punya kemeriahan dan pesta-pesta walaupun dengan demikian mereka melewati batas-batas syari’at.

12.Dalam tradisi kaum kuffar ada Valentine day, lalu orang-orang Islam membuat-buat Palestine Day.

13.Dalam tradisi kaum Kuffar ada perayaan kenaikan Isa al-Masih, orang-orang Islam kemudian sibuk mencari kesamaan dengan merayakan Kenaikan Isra' dan Mi’raj yang kesemuanya tidak ada dalam Al-Qur’an dan sunnah. Tapi untuk orang yang menelusuri asal muasalnya niscaya mereka akan menemukan hal ini adalah untuk menyaingi kemegahan, kemeriahan, kehura-huraan, kemubaziran harta seperti halnya orang-orang non-Islam melakukannya.

14.Mengkhususkan puasa pada hari Sabtu dan Ahad. Karena kedua hari itu adalah hari besarnya orang musyrik

Demikian sebagian kecil dari bentuk-bentuk tasyabbuh bi kuffar dalam masalah ibadah. Dan masih banyak lagi yang belum disebutkan. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua agar bias berpegang teguh dengan ajaran Islam, bangga dengan Islam dan diselamatkan dari segala bentuk-bentuk tasyabbuh dengan orang kafir baik dalam masalah ibadah, pakaian, sifat, tingkah laku, dan lain sebagainya.

15.Mengucapkan selamat hari-hari besar agama lain karena bagi mereka adalah ibadah dan apabila kita melakuakannya berarti menganggap hal itu adalah benar.

Wallahu a'lam bis shawab

Salam Ikhlas !

HIKMAH YAKIN

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuuh

Sahabat...
Tiada senyuman yg paling indah selain dari senyuman dikala kita dalam kesusahan
Tiada tatapan yg paling lembut selain dari tatapan rahmat & kasih sayang walau kita berada dalam kesempitan
Tiada kata yg paling indah selain bertahmid Alhamdulillah walau kita berada dalam kekurangan
Tiada akhlak yg mulia selain dari mudah memaafkan kesalahan orang lain
Tiada ucap yg paling menyejukan dari seorang sahabat dikala kita hilang arah yaitu... "Jangan pernah kau ragukan Kasih Sayang Allah pdmu krn kasih sayangNya begitu Sempurna bahkan 70X lebih sempurna dari kasih sayang ibu kepada anaknya, Dia pasti berikan yg Terbaik bagimu krn Dia Maha Tahu, Dia-lah yg ampunanNya slalu lebih cepat datangnya daripada azabNya, Dia-lah yg rahmatNya slalu lebih cepat datangnya daripada murkaNya, Dia yg slalu menyambut hambaNya yg sujud bersimpuh bertobat pdNya dgn sungguh2 walau jiwa raga penuh dgn dosa sebanyak buih di lautan krn sungguh... kasih sayangNya Sempurna"

Sahabat...
Tengoklah hati kita apakah sudah memiliki keyakinan yg benar?
Jika yakin kita benar maka InsyaAllah kita akan mudah untuk amalkan agama krn yakin... yakin akan janji-janjiNya.
Jika yakin kita benar maka InsyaAllah kita akan mudah berprasangka baik pd orang lain atau situasi apapun yg kita hadapi, kita mudah utk memaafkan kesalahan orang lain karena kita yakin.. yakin semua itu datang dariNya dgn cara atau lewat siapa saja sebagai ujian bagi kita agar memberikan sikap terbaik.
Jika yakin kita benar maka InsyaAllah... detik-detik kita lalui dgn terus mengingatNya, kita berjalan di bumi Allah, makan minum dari rejeki yg Allah berikan, bergaul dgn makhluk2 ciptaan Allah, yg hidup krn dihidupkan olehNya, yg bergerak krn digerakkan olehNya, kita ikhtiarpun krn Allah yg beri kita kemampuan utk itu yg mana hasil akhirnya.. Allah jua yg tetapkan, tiada daya & kekuatan selain dari Allah...
Jika yakin kita benar maka InsyaAllah... kita akan menyayangi orang lain seperti kita menyayangi diri sendiri... jauh dari sifat sombong krn tidak ada alasan utk itu.

Sahabat...
Cita-cita seorang hamba tak lain dan tak bukan adalah bagaimana menggapai Ridho-Nya. Allah ridho pada hamba2Nya yg memiliki sifat2 yg baik
Jika yakin kita benar maka InsyaAllah... amal2 yg kita lakukan secara istiqomah akan dapat mengubah sifat2 buruk kita menjadi sifat2 yg baik. Ada orang yg sdh 70 tahun ibadah tapi sifat2nya tdk berubah, krn yakinnya tdk benar2 & sungguh2. Ada orang yg sesaat dia bersyahadat, saat itu juga sifat2nya berubah 70X lipat lebih baik krn yakin yg benar dan kesungguhannya.

Sahabat...
Jadikan tiap satu dzikir kita bermakna, tiap satu ayat Al Quran yg kita baca meresap dlm hati, tiap satu rakaat shalat kita menjadi pertemuan denganNya, tiap satu ucapan maka itu adlh perkataan yg baik dan sebaik2nya perkataan adalah mengajak kpd ketaatan pd perintahNya & RasulNya.
Jangan biarkan detik demi detik waktu berlalu begitu saja, amal demi amal tidak berasa dan tdk membuat perubahan sifat2 kita.
Jadikan doa & shalat kita sebagai penolong dlm segala hal krn kita yakin... yakin bahwa janji Allah itu pasti, pasti dan pasti... bahkan lebih pasti daripada terbitnya matahari di pagi hari.

Wallohu'alam
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuuh

Mohammad Adriansyah

Monday, December 20, 2010

Tasyabbuh

At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meiru dan mengikutinya.

Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).

Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya).

Oleh karena itu, secara global kita katakan bahwa segala sesuatu yang tidak termasuk ciri khusus orang-orang kafir, baik aqidahnya, adat-istiadatnya, peribadatannya, dan hal itu tidak bertentangan dengan nash-nash serta prinsip prinsip syari’at, atau tidak dikhawatirkan akan membawa kepada kerusakan, maka tidak termasuk tasyabbuh.

HUKUM TASYABBUH BIL KUFFAR (MENYERUPAI ORANG KAFIR)

Menyerupai orang kafir adalah tindakan yang terlarang. Telah banyak teks dalil yang sangat jelas melarang tindakan itu, baik secara umum atau secara khusus.

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS. Al-Jatsiyah : 18)

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda, “Betul-betul kalian pasti kalian akan mengikuti jalan-jalan orang-orang sebelum, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang dhobbin [sejenis kadal padang pasir], maka kalian pasti akan tetap mengikuti mereka.”

Beberapa perkara yang diharamkan karena merupakan tasyabbuh kepada orang-orang kafir atau kepada kaum musyrikin.

1.Larangan menjadikan kuburan sebagai masjid [menjadikan kuburan sebagai masjid bisa dalam bentuk membangun masjid di atas kuburan atau pekuburan, menguburkan mayat di dalam masjid, dan bisa juga dalam bentuk sholat menghadap ke kuburan.

Dalam hadits Jundab bin ‘Abdillah Al-Bajaly a, Rosululloh bersabda lima hari sebelum beliau wafat:
“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur-kubur para nabi dan orang-orang sholeh mereka sebagai masjid. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya saya melarang kalian dari hal tersebut”.

2.Larangan bertumpu pada tangan kiri ketika duduk dalam sholat.
‘Abdulloh bin ‘Umar s berkata, “Sesungguhnya Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang seseorang untuk duduk dengan bertumpu pada tangan kirinya dalam sholat, dan beliau bersabda:
“Sesungguhnya itu adalah (cara) sholatnya Yahudi”.

3.Syari’at makan sahur untuk membedakan dengan ahli kitab.
Rosululloh bersabda: “Pemisah (baca: pembeda) antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah dalam hal makan sahur”....Wallahu a'lam bis shawab

Salam Ikhlas !

Sunday, December 19, 2010

Surat dari ALLOH SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin......

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .......

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk .........

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berpikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru..

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berpikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu
berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang
AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ....... masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan- akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut.

Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU.......Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ......tak juga kau menyapaKU.
Subuh ........ Dzuhur ....... Ashar ..........Maghrib ......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU.....tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU.........

Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU?????
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah
hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ............!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU...... Yang selalu menyertaimu setiap saat ........

Friday, December 17, 2010

Menepati Janji

Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Allah SWT telah berfirman dalam sebuah ayat yg artinya “Dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan hanya kepada-Kulah kamu harus takut .” Dinul Islam sejak kedatangannya mempunyai tujuan yg indah yaitu membangun masyarakat yg ideal penuh dgn keutamaan jauh dari kehinaan saling tolong menolong atas dasar taqwa dan kebaikan serta saling berwasiat dgn kesabaran dan kebenaran.

Dinul Islam juga mengajarkan agar tiap muslim menghiasi dirinya dgn akhlak yg mulia. Dan di antara akhlak yg mulia itu adl menepati janji. Allah SWT berfirman yg artinya “Dan ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil janganlah kalian beribadah kepada selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapa kaum kerabat anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Menepati janji Allah dan rasul-Nya adl pokok pondasi dari semua janji. Bila seseorang berhasil menepati janji Allah dan rasul-Nya maka ia akan berhasil pula dalam menepati janji lainnya.

Sebaliknya bila ia gagal memenuhi janji Allah dan rasul-Nya maka ia adl orang yg tidak lagi memiliki janji dan keamanan. Karena antara janji dan keimanan saling berhubungan. Berdasarkan ayat dari surat Al-Baqarah di atas yg dimaksud dgn janji Allah adl beribadah hanya kepada-Nya. Adapun yg dimaksud dgn janji rasul adl mengikuti perjalanan sirah dan konsep kehidupannya. Allah SWT berfirman yg artinya “Dan ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi ‘Sungguh apa saja yg Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yg membenarkan apa yg ada padamu niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya’. Allah berfirman ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yg demikian itu’? mereka menjawab ‘Kami mengakui’.

Allah berfirman ‘Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersamamu’.”
Tidak diragukan lagi menepati janji selain tanda dari keistiqamahan ia juga merupakan tiang dari kepercayaan seseorang. Kalau menepati janji tidak ada maka istiqamah dan kepercayaan juga tidak ada. Allah SWT berfirman ” sebenarnya siapa yg menepati janji nya dan bertakwa maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg bertaqwa.” Dalam sisi lain Islam juga mencela bagi mereka yg menghianati amanat. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya binatang yg paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yg kafir krn mereka itu tidak beriman. orang-orang yg kamu telah mengambil perjanjian dgn mereka sesudah itu mereka menghianati janjinya pada tiap kalinya dan mereka tidak takut .” Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Ada ungkapan yg menyebutkan bahwa janji itu adl hutang. Oleh krn itu harus dipenuhi. Disamping itu janji juga akan diminta pertanggungjawabannya.

Allah SWT berfirman “Dan penuhilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya.” Atau dalam firman-Nya yg lain “Dan tepatilah perjanjian dgn Allah apabila kalian berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah sesudah meneguhkannya.” Oleh krn itu siapa saja yg telah berjanji kepada sesama manusia entah itu berkenaan dgn janji membayar hutang memenuhi undangan berkumpul di suatu tempat dan sebagainya maka janji-janji itu harus dipenuhi dan tak boleh diingkari. Rasulullah saw bersabda “Ada tiga hal siapa yg berada di dalamnya maka dia adl orang munafik meskipun dia salat puasa haji berkata bahwa dirinya adl seorang muslim. Tiga hal tersebut adalah apabila berbicara berbohong apabila berjanji mengingkari dan apabila diberi amanat berkhianat.” Ma’asyiral muslimin rakhimakumullah!Termasuk menepati janji yg perlu diperhatikan adl membayar hutang.

Karena membayar hutang memiliki kedudukan yg kuat di sisi Allah SWT. Maka siapa yg telah berhutang hendaklah ia berusaha dgn sekuat tenaga utk memenuhi hutang tersebut dan Allah akan menjamin pelunasan hutangnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda “Tiga hal yg merupakan kewajiban Allah utk memberikan pertolongan yaitu seorang budak mukatab yg berusaha melunasi dirinya orang yg menikah krn menjaga kehormatan dan orang yg berjihad di jalan Allah.” Hadis di atas memberi kejelasan bahwa Allah memberi udzur bagi orang yg kesulitan membayar hutang krn kondisi yg sulit atau krn adanya musibah.

Adapun bagi mereka yg mampu melunasi tetapi tidak segera membayarkannya maka hal ini termasuk sikap meremehkan dan kemewahan yg dibenci. Sementara mereka yg berhutang dan berniat tidak mengembalikannya ini termasuk orang yg merusak janji. Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yg mengambil harta manusia krn ingin ditunaikan kepada yg berhak niscaya Allah akan menyampaikannya. Namun barangsiapa mengambil harta manusia krn ingin dihilangkannya. Maka Allah akan menghilangkannya.” Karena itu marilah kita takut kepada Allah dan marilah kita penuhi janji-janji dan marilah kita melaksanakan amanat. Rasulullah saw bersabda “Tidak ada iman bagi yg tidak melaksanakan amanat dan tidak ada dien bagi yg tidak memenuhi janji.”Wallahu a’lam bishshawab.

KEUTAMAAN BERDZIKIR

Allah SWT berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku
ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat
dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku,
serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)” (QS. Al Baqarah: 152)

“Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang
banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)”
(QS. Al Ahzaab: 41)

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut
(nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka
pengampunan dan pahala yang agung” (QS. Al Ahzaab: 35).

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu
dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada Hisnul Muslim 12 siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang
yang lalai” (QS. Al A’raf: 205)

Rasulullah r bersabda:
مَثَلُ الَّذِي یَذْكُرُ رَبَّھُ وَالَّذِيْ لاَ یَذْكُرُ رَبَّھُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَیِّتِ
“Perumpamaan orang yang menyebut (nama)
Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-
Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”.1
Rasulullah r juga bersabda:

مَثَلُ الْبَیْتِ الَّذِي یُذْكَرُ الله فَِیْھِ وَ الْبَیْتِ الَّذِي لَا یُذْكَرُ الله فِیْھِ مَثَ لُ
الْحَيِّ وَالْمَیِّتِ

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir
kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan
untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati”.2

Rasulullah r juga bersabda:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَیْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاھَا عِنْدَ مَلِیْكِكُمْ، وَأَرْفَعِھَا فيِ
دَرَجَاتِكُمْ، وَخَیْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّھَبِ وَالْوَرَقِ، وَخَیْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ
تَلْقَوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَھُمْ وَیَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا بَلَى.
قَالَ: ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى.

“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang
terbaik, paling suci disisi rajamu (Allah), dan paling
mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq
Hisnul Muslim 13

emas atau perak, dan lebih baik bagimu dari-pada
bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal
lehernya atau mereka memenggal lehermu?”. Para
shahabat yang hadir berkata: “Mau wahai
Rasulullah!”. Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah
yang Maha Tinggi”.3

Allah SWT Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits
Qudsi):

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَھُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِھِ
ذَكَرْتُ ھُ فِ ي نَفْ سِي، وَإِنْ ذَكَرَنِ ي فِ ي مَ لاَءٍ ذَكَرْتُ ھُ فِ ي مَ لاَءٍ خَیْ رٍ
مِنْھُمْ، وَإِنْ تَقَ رَّبَ إِلَ يَّ شِ بْراً تَقَرَّبْ تُ إِلَیْ ھِ ذِرَاع اً وَإِنْ تَقَ رَّبَ إِلَ يَّ
ذِرَاعاً تَقَرَّبْتُ إِلَیْھِ بَاعاً وَإِنْ أَتَانِي یَمْشِي أَتَیْتُھُ ھَرْوَلَةً.

“Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku
bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila
dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku
dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang
banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang
lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-
Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau
berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya
sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka
Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang
kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku
mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.4

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُ سْرٍ رَضِ يَ اللهُ عَنْ ھُ أَنَّ رَجُ لاً قَ الَ: یَ ا رَسُ وْلَ