Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, April 9, 2012

Munculnya Seseorang yang Taat Beragama dari Bani Qahthan

Ketika terjadi perubahan zaman, akan muncul seseorang dari Bani Qahthan yang taat beragama.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Tidak akan terjadi kiamat hingga keluar seseorang dari Qhthan yang mengiringi manusia dengan tongkatnya." (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Makna dari tongkat yang disebutkan dalam hadits di atas menunjukkan bahwa orang tersebut sangat keras dan akan memimpin manusia untuk taat pada agama dan meniadakan keburukan. Kondisi ini hanya akan terjadi pada saat pergantian zaman. Hal ini dikuatkan pula oleh Bukhari dalam bab "Perubahan Zaman".

Sunday, April 8, 2012

Kiamat Tidak akan Terjadi Hingga Satu Kali Sujud Lebih Baik daripada Dunia Seisinya

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidaka kan terjadi hingga satu kali sujud lebih baik daripada dunia seisinya." (HR Ibnu Hibban)

Kondisi ini menunjukkan bahwa manusia pada saat itu benar benar telah rusak, meninggalkan agamanya, mencari dunia dan kenikmatannya, melepaskan baju takwa dan agama, serta memakai baju kemaksiatan. Karena terlalu sedikit orang yang bersujud kepada Alloh SWT maka Dia melipatgandakan pahala sujud itu sehingga satu kali rukuk karena Alloh SWT yang dilakukan oleh mereka yang tersisa (orang orang saleh) lebih baik daripada apa yang ada di atas bumi.


Bencana Besar yang Menimpa Bangsa Arab

Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Akan terjadi bencana besar (pembunuhan) yang menimpa orang orang Arab. Para pembunuhnya masuk neraka... Pada saat itu, lidah lebih tajam (pedih) daripada terkena pedang." (HR Bukhari dan Turmudzi)

Maksud dari hadits di atas adalah untuk membersihkan (menghapuskan) kaum muslimin sehingga mereka dibunuh dan dihancurkan. Akan tetapi, Alloh SWT berjanji akan menyelamatkan mereka (kaum muslimin) dari kejahatan dan kerusakan besar serta kekuasaan orang orang bodoh tersebut. Mungkin kondisi ini akan terjadi menjelang munculnya tanda tanda kubra.

Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rosululloh saw bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga Alloh mengambil syaratnya (tanda) dari penduduk bumi dan tersisalah rakyat jelata (jembel) yang tidak tahu dan tidak ingat." (HR Ahmad)

Saya membayangkan kondisi ini akan terjadi saat kiamat sudah dekat.

 


Kiamat Tidak akan Terjadi Hingga Orang yang Paling Bahagia adalah Orang yang Paling Hina di antara Manusia (Luka' bin Luka')

Luka' bin luka' adalah kinayah atau kiasan terhadap orang yang hina keturunannya, jelek pekerjaannya, serta buruk perilaku dan agamanya. Menurut orang Arab, luka' adalah sebutan untuk budak yang buruk.

Dari Abu Hudzaifah bin Al Yaman ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang paling hina di antara manusia." (HR Turmudzi)

Mereka adalah orang orang yang paling rendah dan buruk di antara kaum. Sedangkan, orang orang saleh di antara mereka adalah yang menjauhi mereka. Karena besarnya cobaan yang ada di tengah tengah mereka sehingga seseorang, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, pergi ke kuburan dan berharap dapat menempati tempat orang yang telah meninggal, atau seseorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari. Ini semua disebabkan besarnya penderitaan dan cobaan yang datang dari kekuasaan orang orang bodoh.

Thursday, December 8, 2011

Sungai Sungai Mengalirkan Emas dari Gunung



Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas. Siapa saja yang mendatanginya, ia tidak mengambil sesuatu pun darinya." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung, lalu manusia saling membunuh. Dari setiap sepuluh orang, yang terbunuh sembilan orang dan tersisa satu." (HR Ahmad)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung, lalu manusia saling membunuh. Dari setiap seratus orang, yang terbunuh sembilan puluh orang atau ada juga yang mengatakan sembilan puluh sembilan. Masing masing berpendapat bahwa ia akan selamat." (HR Ahmad)

Dari Ubai bin Ka'ab ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Sungai sungai akan mengalirkan emas dari gunung. Ketika manusia mendengarnya, mereka mendatanginya, lalu orang yang berada di situ mengatakan, jika kita meninggalkan atau pergi, manusia akan mengambilnya, lalu pergi membawa semuanya. Maka, mereka saling mebunuh karena emas itu. Dari seratus orang, yang terbunuh sembilan puluh sembilan orang." (HR Muslim)

Keempat hadits shahih di atas menunjukkan bahwa sungai Furat (Eufrat) akan mengalirkan emas yang besar (tentang seberapa besarnya hanya Alloh SWT yang tahu). Akan tetapi, berdasarkan zhahir hadits, emas tersebut berukuran besar karena aliran sungai dan lembah di sekitarnya juga besar.

Di tempat ini, juga akan terjadi pembunuhan besar besaran. Namun, sesuai pesan Nabi saw "Maka barangsiapa yang mendatanginya, ia tidak akan mengambil sesuatu darinya." tidak akan ada yang mendekati atau mendatangi tempat tersebut. Sedangkan, yang datang ke tempat itu hanyalah mereka yang saling membunuh. Bisa jadi, sungai yang mengalirkan emas tersebut akan mengubah aliran sungai di lembah ini, dengan perintah Alloh SWT, sebagai pengaruh dari gempa, bencana atau peperangan yang menghancurkan. Bisa jadi, akibat dari pelemparan bom yang besar di dekat sungai dan mengubah alirannya atau berdasarkan perintah pemimpin Irak untuk mengubahnya demi kepentingan lahan pertanian, ekonomi dan politik serta yang sejenisnya. Akan tetapi, menurut yang pertama, hal itu akan terjadi atas perintah Alloh SWT. Dan, secara umum, perintah itu akan terjadi ketika muncul fitnah atau cobaan yang besar, sebagaimana yang telah disebutkan. Kondisi waktu itu sangat buruk, manusia berubah ubah antara iman dan kufur, atau pada waktu kekuasaan dipegang oleh orang orang yang bodoh dan tersebarnya kebodohan.

Yang jelas, kondisi ini menunjukkan dekatnya dengan tanda tanda kubra, seperti terbitnya matahari dari barat atau munculnya kabut tebal yang menyelimuti bumi dan penduduknya. Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa orang orang yang benar benar beriman tidak akan mendekati sungai itu, sedangkan yang terbunuh adalah orang orang yang imannya lemah atau sejelek jelek manusia. Wallahu a'lam.


Monday, December 5, 2011

Seseorang Beriman pada Pagi Hari dan Kafir pada Sore Hari



Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Berhati hatilah dengan perbuatan perbuatan fitnah, seperti bagian malam yang gelap gulita, seorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari, lalu beriman pada sore hari dan kafir pada pagi hari. Salah seorang dari kalian menjual agamanya dengan luasnya dunia." (HR Turmudzi)

Kondisi ini menunjukkan bahwa seorang muslim akan menjual agamanya dengan luasnya dunia serta akan datang suatu zaman yang dekat dengan kiamat dan saat itu Islam menjadi lemah. Jika Islam dalam keadaan kuat, manusia tidak akan menjual (menukar) agama dengan dunianya. Semua ini menunjukkan betapa besar cobaan dan lemahnya hati kaum muslimin atau jatuhnya hati mereka (gagal) dalam ujian dan cobaan.. Namun, masih ada kelompok orang beriman yang masih teguh dalam keimanan mereka, meskipun perkaranya sangat besar dan dahsyat.

Sunday, December 4, 2011

Seseorang Berharap Dapat Menempati Tempat Seseorang yang telah Meninggal



Kondisi ini merupakan rangkaian dari bencana sebelumnya. Kezaliman mengakibatkan kondisi seperti ini. Begitu juga dengan berbagai fitnah, kejahatan, kezaliman pemimpin terhadap rakyatnya, dan sedikit rezeki serta kebajikan. Semua itu mengakibatkan kebimbangan manusia antara beriman dan kufur.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang melewati kuburan dan mengatakan, seandainya aku dapat menempati tempatnya.: (HR Asy Syaikhani)