Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, May 16, 2012

Banyak Petir, Gempa Bumi dan Hujan

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Akan terjadi banyak petir ketika kiamat sudah dekat sehingga banyak orang, pada pagi hari, mengatakan, siapa yang tersambar petir semalam, yang lain mengatakan, fulan dan si fulan disambar petir." (HR Hakim)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Tidak akan terjadi kiamat hingga langit menurunkan hujan. Ketika itu, tidak ada rumah yang terbuat dari batu dan tenda (sebagai tempat berlndung). (HR Ahmad)

Buyutul Madar artinya rumah yang terbuat dari batu dan tanah liat. Buyutsy Sya'ri artinya tenda. Maksudnya, pada akhir zaman nanti, akan terjadi banyak hujan, sedangkan rumah yang terbuat dari batu dan tanah liat atau tenda tidak dapat untuk berlindung karena sangat rapuh. Rumah yang terbuat dari batu dan tanah liat terisi air karena air dapat mengalir melalui sela sela atau pori porinya.

Banyak Perzinaan dan Perbuatan Keji

Banyak perzinaan dan perbuatan keji, tidak diragukan lagi, merupakan tanda bahwa manusia telah menjauhi agamanya karena Islam menyuruh pemeluknya untuk menjauhi perzinaan dan mengharamkannya, bahkan perbuatan tersebut dianggap sebagai dosa besar dan pelakunya akan masuk neraka jika tidak bertobat. Alloh SWT berfirman :

Dan, janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra' : 32)

Perkara ini akan dialami oleh penduduk akhir zaman. Wanita akan dizinai secara terang terangan di tengah jalan dan tidak ada yang melarang perbuatan keji ini disebabkan sedikitnya pengetahuan agama dan tipisnya iman. Dapat dikatakan bahwa penduduk bumi pada saat itu tidak tahu aturan agama, baik itu takwa, malu maupun wara'.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga di atas bumi ini tidak tersisa seorangpun yang membutuhkan Alloh, perempuan dizinai secara terang terangan di tengah jalan, sedangkan tidak ada seorangpun yang melarang dan mengubahnya. Maka, orang yang lebih baik di antara mereka pada waktu itu adalah yang mengatakan seandainya aku dapat menyingkirkannya dari jalan. Itulah keadaan mereka, seolah olah seperti Abu Bakar dan Umar di antara kalian." (HR Hakim)

Dari Abu Dzar ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Jika zaman (kiamat) sudah dekat, seseorang yang memelihara anak anjing lebih baik daripada mendidik anak, orang yang lebih tua tidak dihormati, yang muda tidak disayangi, banyak lahir anak hasil zina, dan seseorang menzinai wanita di tengah jalan. Mereka memakai kulit domba di atas hati serigala. Maka yang lebih utama saat itu adalah para penual minyak." (HR Thabrani dan Hakim) 

Makna sebagian kata yang disebutkan dalam hadits : Al Jirwu artinya anak anjing. Liyaghsya artinya menzinai. La yuwaqqiru artinya tidak berkuasa, tidak dihormati. Juluduzh zha'ni merupakan kinayah untuk ungkapan suatu perbuatan yang ringan dikerjakan, lalu ditinggalkan. Qulubudz dzi-ab adalah kinayah untuk ungkapan hati orang yang suka menipu.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga ada wanita yang dizinai pada siang hari di tengah jalan. Tidak seorang pun yang melarang perbuatan itu. Maka, orang yang paling utama saat itu adalah yang mengatakan, jika aku menyingkirkannya sedikit. Begitulah keadaan mereka, seperti Abu Bakar dan Umar di tengah-tengah kalian." (HR Hakim)

Dari Ubai bin Ka'ab ra bahwa Rosululloh saw bersabda : "Ketika kiamat sudah dekat, akan terjadi beberapa peristiwa di dalam umat terakhir ini, yaitu laki laki menikah dengan laki laki, padahal perbuatan itu diharamkan oleh Alloh dan Rosul Nya, bahkan sangat dibenci. Lalu, perempuan menikah dengan perempuan, padahal perbuatan itu juga diharamkan oleh Alloh dan Rosul Nya, bahkan dsangat dibenci. Pada waktu itu, mereka tidak mendirikan sholat sehingga tobat kepada Alloh dengan tobat nashuha." (HR Baihaqi, Daruquthni dan Ibnu An Najar)

 



 


Sunday, April 15, 2012

Banyaknya Wanita dan Sedikitnya Laki Laki

Kondisi ini akan terjadi ketika banyak fitnah, peperangan, pembunuhan dan timbangan berkurang. Maksud dari timbangan berkurang adalah perbandingan antara wanita dan laki laki tidak seimbang. Dan, inilah yang kita saksikan sejak Nabi Adam as, yang merupakan keagungan ciptaan Alloh SWT, kebaikan, perhatian Nya terhadap ciptaan Nya. Jika banyak cobaan dan peperangan yang dilakukan manusia, timbangan itu tentu berkurang. Banyak laki laki terbunuh sehingga yang tersisa banyak wanita karena laki laki memang ditugaskan untuk berperang. Dengan demikian, yang terbunuh adalah kaum laki laki, bukan wanita. Para wanita tidak ikut serta dalam peperangan. Mereka hanya berusaha memenuhi kebutuhan jasmani dan syahwat mereka saja, lalu mendatangi laki laki yang masih tersisa. Tidak seorang pun yang dapat mencegahnya dengan agama dan budi pekerti. Dikatakan bahwa pada saat itu, satu laki laki berbanding lima puluh wanita. Setiap kali menjumpai laki laki mereka mengatakan, "Nikahilah aku, nikahilah aku."

Dari Anas ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Di antara tanda tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, munculnya kebodohan, tersebarnya perzinaan, banyak wanita, dan sedikit laki laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu laki laki." (HR Bukhari)

Saya menggambarkan, tetapi pengetahuannya tetap ada pada Alloh SWT, bahwa kondisi ini tidak akan terjadi dalam satu waktu atau satu zaman, tetapi bersambung hingga mendekati tanda tanda kubra dan mungkin juga akan terjadi lebih dari lima puluh tahun. Tanda tandanya adalah banyak perzinaan, yang juga merupakan tanda tanda kiamat. Sedangkan, perzinaan itu tidak akan terjadi kecuali jumlah wanita lebih banyak dibandingkan laki laki. Akhirnya, setiap laki laki memiliki lima puluh wanita sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut.

Wednesday, April 11, 2012

Peperangan Kaum Muslimin Melawan Yahudi

Permusuhan orang orang Yahudi terhadap kaum muslimin telah terjadi sejak lama, yaitu sejak pengutusan Rosululloh saw. Menurut orang yang mencermati sejarah perjalanan Rosululloh saw, permusuhan itu dimulai setelah beliau hijrah ke Madinah. 

Segala yang dikerjakan orang orang Yahudi pada saat itu hanyalah untuk mendustakan ajaran ajaran Rosululloh saw dan melanggar perjanjian atau ketetapan yang telah mereka sepakati bersama Rosululloh saw.

Permusuhan itu sampai saat ini masih tersisa dan tertanam di dalam jiwa mereka. Mereka melawan kaum muslimin sehingga mereka menduduki bumi suci di Palestina dengan bantuan Inggris pada tahun 1948. Mereka juga berusaha menguasai tempat tempat suci dan Masjidil Aqsha, bahkan berusaha menghancurkannya dengan dalih bahwa di bawah masjid itu terdapat patung Sulaiman yang merupakan warisan mereka.

Mereka juga menganggap bahwa hal itu merupakan bagian dari akidah mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha menguasainya. Jika kita perhatikan, seolah olah Alloh SWT sengaja mengumpulkan mereka di bumi suci itu setelah sekian lama mereka bercerai berai dan tersebar di setiap negara. Semua itu dilakukan hanyalah untuk mengukum mereka pada akhir zaman nanti dengan hukuman yang pasti dan tidak dapat dihindari sebagaimana telah dijanjikan oleh Alloh SWT  dan RosulNya. Mungkin seseorang akan bertanya, bagaimana ketetapan itu dapat berjalan dengan sempurna setelah orang orang Yahudi mendirikan negara Israel dan memiliki senjata pemusnah massal yang akan melindungi mereka dari perlawanan kaum muslimin, sedangkan mereka yakin bahwa seluruh dunia, kecuali Arab dan negara negara Islam, akan menopang atau membantu mereka, baik secara moral maupun material, dengan segala kemungkinan ?

Jawabannya adalah pandangan ini berasal dari pandangan manusia, sedangkan apa yang ada pada Alloh SWT, kita tidak mengetahuinya. Meskipun demikian, kita mengetahui Alloh SWT memberitahukan bahwa kita akan menghukum mereka pada akhir zaman nanti, ketika janji akhirat telah datang.

Alloh SWT berfirman :

".... dan apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua, Kami datangkan orang orang lain untuk menyuramkan muka muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh musuhmu memasukinya pada kali yang pertama dan untuk membinasakan sehabis habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS : Al Isra' : 7)

Bagaimana kondisi ini berubah ? Bagaimana keseimbangan itu bisa berbalik ? Bagaimana pula kekuatan dapat berganti ? Jawabnya hanya ada pada Alloh SWT.

"... dan masa kejayaan dan kehancuran itu Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran... " (QS Ali Imran : 140)

Sungguh, kiamat tidak akan terjadi hingga Alloh SWT menghukum orang orang Yahudi atas kesesatan dan kefasikan mereka karena mengubah ajaran dan syariat Alloh di bumi dengan rekaan mereka, membantah atau menolak kitab kitab samawi, membunuh para nabi, dan berbuat kemungkaran yang telah diharamkan oleh Alloh SWT.

Telah dilaknati orang orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat itu. (QS Al Maidah : 78 - 79)

 Sebagaimana Alloh SWT telah memberikan kepada mereka kenikmatan dan kenyamanan, pada suatu hari nanti, kondisi akan membalikkan mereka. Berkumpulnya mereka di Palestina justru menunjukkan kebenaran Rosululloh saw bahwa kaum muslimin akan membunuh mereka semua hingga batu dan pohon pun ikut nerbicara, memberitahukan kaum muslimin, "Ada seorang Yahudi yang berada di belakangku maka bunuhlah dia."

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslimin dan Yahudi saling berperang dan kaum muslimin membunuh mereka serta orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata "Hai orang muslim dan hamba Alloh, ada seorang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia,' kecuali pohon gharqad karena ia adalah pohon orang Yahudi." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Kalian akan memerangi orang orang Yahudi dan menghancurkan mereka sehingga batu berkata kepada seorang muslim "ada seorang Yahudi dibelakangku, bunuhlah dia !" (HR Bukhari dan Muslim)

Dari kedua hadits di atas kita dapat mengetahui bahwa peperangan melawan mereka (Yahudi) merupakan sesuatu yang pasti terjadi dan tidak diragukan lagi karena Rosululloh saw telah memberitahukan perkara ini kepada kita. Berkumpulnya mereka di tanah Palestina menunjukkan dalil yang kuat atas atas kebenaran hadits tersebut. Apa yang mereka perbuat sekarang ini membuat orang orang mukmin marah dan benci. Benarlah ayat yang menyebutkan bahwa kaum muslimin akan memasuki Masjidil Aqsha sekali lagi, lalu membebaskannya dari tangan Yahudi dan membalas apa yang telah mereka perbuat, bahkan lebih dari itu.

Pertanyaannya sekarang adalah, kapan hal itu akan terjadi ? Kita telah berada dalam tekanan orang orang Yahudi lebih dari lima puluh tahun, yaitu sejak tahun 1948. Mereka tidak pernah beristirahat memusuhi kita hingga Alloh SWT mendatangkan hukuman yang sempurna buat mereka. Saya tidak yakin perkara ini akan muncul atau terjadi dari dua kemungkinan. Pertama, kondisi ini akan terjadi menjelang tanda tanda kubra atau sebelum matahari terbit dari barat, asap menyelimuti bumi, munculnya binatang (dabbah) melata dari bumi, dan dajjal. Jika tanda tanda kubra sudah mulai, mereka tidak mempunyai wujud dan kehidupan lagi. Kedua, kondisi ini akan terjadi pada masa dajjal dan Isa as. Pada saat itu, manusia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok orang orang beriman yang mengikuti Isa as dan kelompok lain, yang mengikuti dajjal, di antaranya orang orang Yahudi. Kemudian, Alloh SWT memenangkan Isa as atas dajjal dan orang orang yang mengikutinya (Yahudi, orang orang kafir, dan orang orang fasik). Pembahasan tentang hal ini akan kita bicarakan nanti ketika membahas dajjal yang cacat. Semua itu ilmunya hanya pada Alloh SWT. Meskipun demikian, berkumpulnya orang orang Yahudi di Palestina, di tengah negara negara Arab muslim merupakan bukti yang kuat bahwa peristiwa tersebut akan terjadi dan datangnya kiamat sudah dekat.

Monday, April 9, 2012

Bumi Mengeluarkan Kandungannya

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Bumi akan mengeluarkan kandungannya (isinya), seperti emas dan perak. Lalu, datang seorang pembunuh berkata 'karena ini aku membunuh, 'Datang pula seorang yang terputus tali persaudaraannya, lalu berkata, 'karena ini hubungan kekerabatanku terputus.' Kemudian, datang lagi seorang pencuri berkata, 'Karena ini kedua tanganku dipotong.' Kemudian, mereka meninggalkannya dan tidak mengambil sesuatu pun darinya." (HR Muslim)

Dalam hadits di atas kita tahu bahwa ujian, cobaan dan bencana itu bermacam macam, di antaranya kekurangan harta, kelebihan harta, kemaksiatan pemimpin, dan keadilan pemimpin sebagaimana pada zaman Al Mahdi dan Isa as.

Kiamat Tidak akan Terjadi Hingga Muncul Tiga Fitnah, yaitu Ahlas, Duhama' dan Duhaima'

Dari Abdullah bin Umar ra berkata, "Kami sedang duduk duduk bersama Rosululloh saw dan membicarakan berbagai fitnah atau cobaan. Beliau menyebutkan banyak cobaan hingga menyebut cobaan ahlas. Kemudian seseorang bertanya, 'Apakah cobaan ahlas itu ?' Beliau menjawab, 'Hilangnya harta benda dan keluarga 'Kemudian beliau juga menyebutkan cobaan sara' yang asapnya berasal dari bawah dua kaki seseorang dari ahli bait beliau. 'Ia mengaku dari golonganku, padahal ia bukan dari golonganku karena para penolongku adalah orang orang yang bertakwa.' Setelah itu, manusia berdamai atas seseorang seperti pangkal paha dengan tulang rusuk. Lalu, beliau menyebut juga cobaan duhaima' yang tidak akan meninggalkan umat ini, kecuali dengan pukulan. Jika dikatakan untuk berhenti, ia justru melaksanakannya. Seseorang akan beriman pada pagi hari dan kufur pada sore hari sehingga manusia seolah olah hidup diantara dua tenda. Satu tenda iman yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan nifak dan satu tenda nifak yang di dalamnya tidak ada iman. Jika hal itu terjadi, tunggulah datangnya dajjal pada hari itu atau besok." (HR Abu Daud dan Hakim)

Ahlas adalah pakaian yang biasa diletakkan di atas punggung unta. Ia diumpamakan sebagai cobaan karena biasa dibutuhkan manusia sebagaimana ahlas di atas punggung unta. Harab adalah hilangnya harta benda dan keluarga. Wirku 'ala dhal'in adalah ungkapan yang dipakai untuk menyebutkan suatu perkara yang tidak lurus. Duhaima' adalah musibah yang menimpa manusia dengan kejahatan, api dan bencananya.

Munculnya Seseorang yang Taat Beragama dari Bani Qahthan

Ketika terjadi perubahan zaman, akan muncul seseorang dari Bani Qahthan yang taat beragama.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda "Tidak akan terjadi kiamat hingga keluar seseorang dari Qhthan yang mengiringi manusia dengan tongkatnya." (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Makna dari tongkat yang disebutkan dalam hadits di atas menunjukkan bahwa orang tersebut sangat keras dan akan memimpin manusia untuk taat pada agama dan meniadakan keburukan. Kondisi ini hanya akan terjadi pada saat pergantian zaman. Hal ini dikuatkan pula oleh Bukhari dalam bab "Perubahan Zaman".