Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, December 6, 2013

Usaha Atas Iman: Istana Orang Orang Saleh di Surga

Usaha Atas Iman: Istana Orang Orang Saleh di Surga: Inilah istana istana yang di sediakan Allah SWT bagi orang orang saleh dan para kekasih Nya. Ada istana Rasulullah saw, istana Bunda ...

Istana Orang Orang Saleh di Surga



Inilah istana istana yang di sediakan Allah SWT bagi orang orang saleh dan para kekasih Nya. Ada istana Rasulullah saw, istana Bunda Khadijah ra, dan istana Umar bin Khatab ra.

1. Istana Rasulullah saw.

Rasulullah saw memiliki banyak istana megah di surga. Salah satunya adalah istana beliau di surga 'Adn. Di riwayatkan oleh Bukhari dari Samurah bin Jundah ra, Rasulullah saw bersabda "Pada suatu malam, ada dua orang mendatangiku dan mengajakku (dalam mimpi). Lalu sampailah kami di sebuah kota dengan bangunan dari emas dan bangunan dari perak. Lantas menemui kami orang orang yang sebagiannya memiliki bentuk tubuh yang bagus sekali, yang belum pernah kamu lihat, dan sebagian lagi yang buruk sekali, yang belum kamu lihat sebelumnya. Dua orang itu lalu berkata kepada mereka 'Pergilah dan menceburlah ke sungai itu !' Mereka lalu menceburkab diri ke sungai itu kemudian kembali pada kami. Sungguh keburukan itu telah sirna dari tubuh mereka dan kini mereka berubah bentuk menjadi bentuk yang sangat sempurna. Keduanya berkata kepadaku, 'Ini surga 'Adn dan ini adalah istanamu !' Keduanya juga menjelaskan, adapun kaum yang sebagian tubuh mereka bagus dan sebagian lagi buruk, mereka itulah yang bercampur amal kebaikan mereka dengan keburukan mereka hingga kemudian Allah memaafkan mereka." (HR. Bukhari).

2, Istana Bunda Khadijah ra.

Bunda Khadijah ra mendapatkan istana megah di sisi Allah tiada lain karena kesalehan dan keimanan Bunda Khadijah yang begitu tinggi. Bunda Khadijah tampil sebagai wanita pertama yang mendukung dan menyertai dakwah Nabi Muhammad saw di saat orang lain justru mencaci dan membencinya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra beliau berkata "Jibril datang kepada Rasulullah saw dan memberitahukan, 'Wahai Rasulullah, inilah Khadijah telah datang dan membawa hidangan atau berisi makanan dan minuman, dia datang kepadamu. Apabila dia menghampirimu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan juga dariku, serta beritahukanlah sebuah kabar gembira kepadanya bahwa dia akan dibangunkan sebuah istana di surga yang terbuat dari bambu, yang tidak bising, tidak pula membosankan.

Maksud bambu disini adalah bambu mutiara yang berongga. Menurut Imam As Suhaili, bambu dalam hadits tersebut tidak lain kiasan dari kesegeraan Bunda Khadijah ra saat beriman kepada Rasulullah saw sehingga mendahului yang lainnya. Selain itu bambu juga simbol lurusnya keimanan, di mana kebanyakan bambu sering tumbuh lurus memanjang dan jarang sekali yang bengkok. Wallahu a'lam.

3. Istana Umar bin Khatab ra.

Berbahagialah para sahabat Nabi saw yang saleh dan menjadi tauladan umat yang mendapatkan istana kelak di surga. Rasulullah saw bersabda "Rasulullah pernah mengundang Bilal dan berkata kepadanya, 'Wahai Bilal, perbuatan apa yang membuat kamu nyaris mendahuluiku masuk surga ? Sungguh aku kemarin masuk ke surga dan mendengar gemerisik langkahmu di depanku ? Aku juga menyaksikan sebuah istana dari emas persegi empat lalu aku bertanya, 'Bagi siapakah istana ini ?' Mereka menjawab 'Bagi seorang lelaki dari umat Muhammad.' Aku menjawab 'Aku adalah Muhammad, bagi siapakah istana ini ?' Mereka menjawab 'Bagi seorang lelaki dari Bangsa Arab.' Aku menjawab 'Aku juga orang Arab, bagi siapakah istana ini ?' Mereka menjawab 'Bagi seorang lelaki dari bangsa Quraisy'. Aku juga berbangsa Quraisy, bagi siapakah istana ini ? Mereka menjawab, 'Untuk Umar bin Khatab !' Lantas Bilal menjawab 'Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak mengerjakan apapun selain selalu shalat dua rakaat, tidaklah aku terlena hadats (kotoran) selain aku segera berwudhu.' Rasulullah saw bersabda 'Ya dengan perbuatan ini." (HR Ahmad, Tirmidzi dan Nasa'i dari Buraidah dari ayahnya).

Dalam riwayat Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda "Diperlihatkan padaku saat aku masuk surga pancaran sorot mata istri Abu Thalhah, aku juga mendengar deru langkah yang tengah tergegas menuju surga, aku bertanya, "Siapakah dia ?' Dia menjawab 'Dia itu Bilal'. Aku juga melihat sebuah istana yang di halaman rumahnya ada banyak bidadari, aku lantas bertanya, 'Untuk siapakah istana ini ?' Dia menjawab 'Untuk Umar'. Aku sebenarnya ingin masuk ke dalam istana itu untuk melihat isinya, namun aku merasa kuatir kecemburuanmu. Umar berkata 'Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, haruskah aku cemburu kepada Anda ?" (HR Bukhari dan Muslim).


Thursday, December 5, 2013

Ranjang dan Permadani Surga



Seperti halnya di surga terdapat istana dan kamar, di dalam kamar kamar itu juga terdapat ranjang ranjang yang dihiasi permadani.

Allah SWT berfirman :

Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta tahta yang ditinggikan, gelas gelas terletak berdekatan, bantal bantal sandaran tersusun, dan permadani permadani terhampar. 
(QS. Al Ghasyiyah : 12-16).

Allah SWT berfirman :

Dan kamar kamar tebal lagi empuk. (QS. Al Waqi'ah : 34).

Dalam riwayat Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Sa'id ra, Rasulullah saw pernah membacakan firman Allah "Wa firusyim marfu'ah" kemudian beliau bersabda, "Demi Allah Yang Menggenggam jiwaku, sesungguhnya tingginya kasur kasur itu benar benar setinggi jarak antara langit dan bumi. Padahal sesungguhnya, jarak antara langit dan bumi itu sejauh perjalanan lima ratus tahun."

Dalam ayat lain :

Mereka bertelakan pada bantal bantal hijau dan permadani yang indah. (QS. Ar Rahman : 76).

Abqariy artinya permadani yang indah. Pada ayat ini orang Arab diajak bicara dengan menggunakan kata kata yang membuat mereka membayangkan sesuatu yang paling indah, yang dalam perasaan mereka merupakan pemandangan dan kesenangan paling agung dan paling mulia daripada apapun yang sejenisnya. Dan kepada Allah jualah kita memohon pertolongan Nya untuk meraih itu semua.

Adapun Nawariq berarti bantal atau sandaran, sedangkan rafraf adalah taman surga. Ada juga yang mengatakan sejenis pakaian. Dan zarabiy bermakna sama dengan abqariy, yaitu permadani.

Firman Nya :

Mereka bertelekan di atas permadani, yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah buahan kedua surga itu dapat dipetik dari dekat. Maka, Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ? (QS. Ar Rahman : 54-55).

Ibnu Mas'ud ra berkata "Jika saja bagian dalamnya dari sutra, lantas bagaimana lagi dengan bagian luarnya ?"

Ibnu Abbas ra menjelaskan "Ranjang tidur surga itu terbuat dari emas yang bertahtakan mutiara, permata dan yaqut. Adapun panjangnya, seperti jarak antara Mekkah dan Ailah."

Al Kulabi berkata "Panjang ranjang di langit itu sekira seratus hasta, ketika si empunya ingin duduk di atasnya, ranjang itupun menunduk untuknya sampai dirinya duduk, dan jika si empunya telah


Wednesday, December 4, 2013

Kamar kamar di Surga



Di surga terdapat istana dan rumah rumah megah. Demikian pula di dalam istana dan villa megah itu terdapat kamar kamar dan ruangan.

Allah SWT berfirman :

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan kamar kamar dalam surga karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (QS. Al Furqon : 75)

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman :

Dan mereka aman sentosa di kamar kamar yang tinggi dalam surga (QS. Saba : 37)

Firman Nya :

Tetapi orang orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mendapat kamar kamar mewah, di atasnya dibangun kamar kamar mewah yang di bawahnya mengalir sungai sungai. Allah berjanji dengan sebenar benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji Nya. (QS. Az Zumar : 20)

Dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang lebih terlihat luarnya daripada dalamnya, dan lebih tertlihat dalamnya daripada luarnya.' Abu Malik Al Asy'ari ra bertanya, 'Bagi siapakah kamar itu wahai Rasulullah ?' Rasulullah saw menjawab 'Allah menyediakan kamar itu untuk orang yang suka memberikan makanan, melembutkan ucapan, rajin berpuasa, dan selalu shalat malam di saat orang lain tertidur pulas." (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi dari Abu Malik Al Asy'ari ra).

Lantas, siapakah orang yang berhak mendapatkan kamar megah di surga itu ? Dialah 'ibadurrahman (hamba hamba Allah yang saleh) yang memiliki sebelas sifat mulia.

Allah SWT berfirman :

Dan hamba hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata kata yang mengandung keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang orang yang berkata 'Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azab Nya itu adalah kebinasaan yang kekal.' Sesungguhnya jahanam itu seburuk buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebih lebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah tengah itu. Dan orang orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya mendapat pembalasan dosanya, yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar benarnya. Dan orang orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan orang orang yang mengerjakan perbuatan perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang orang yang tuli dan buta. Dan orang orang yang berkata 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertakwa. 
(QS Al Furqan : 63-74).

Menurut Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, 'ibadurrahman adalah hamba Allah yang memiliki salah satu dari sebelas sifat mulia yang terpuji. Sifat sifat mulia yang terpuji itu adalah : rendah hati, lembut, rajin shalat tahajjud, takut, tidak boros, dan berlebih lebihan, jauh dari syirik, bersih dari dosa zina, dan pembunuhan, gemar bertaubat, tidak suka berdusta, lapang saat menerima nasehat orang lain, dan selalu berdoa dengan sepenuh hati. Mereka itulah yang kelak mendapatkan kamar di surga, tempat paling tinggi dan paling utama di surga. Bukankah kamar merupakan tempat tinggal paling istimewa dan paling pribadi di rumah kita ?

Allah SWT berfirman :

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan kamar kamar (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga inilah sebaik baik tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al Furqan : 75-76).

Dalam riwayat Nu'aim bin Hammar ra, seorang lelaki bertanya kepada Nabi saw, "Syuhada manakah yang paling utama ?" Rasulullah saw bersabda, 'Mereka yang bergabung dalam barisan pasukan perang di mana muka muka mereka tidak berpaling surut mundur ke belakang hingga mereka gugur. Mereka itulah yang kelak ditempatkan dalam kamar kamar paling tinggi di surga. Allah kelak tertawa kepada mereka, dan ketika Tuhanmu tertawa kepada seorang hamba di dunia, niscaya tidak ada lagi penghisaban baginya." (HR Ahmad, Ya'la dan Thabrani dari Nu'aim bin Hammar ra).

Dilihat dari karakteristik perbuatan, setidaknya terdapat tiga golongan yang berhak memperoleh ruangan tertinggi alias kamar di surga. Pertama, orang yang mampu menyatukan keikhlasan dalam berkeyakinan kepada Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah.

Allah SWT berfirman :

Dan orang orang yang beriman dan beramal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada kamar kamar yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik baik pembalasan bagi orang orang yang beramal. (QS. Al Ankabut : 58).

Kedua, orang mukmin saleh, bertakwa kepada Allah, senantiasa berpegang teguh kepada syariat, dan taat kepada Nya. Firman Nya "Tetapi orang orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat kamar kamar yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat tempat yang tinggi, di bawahnya mengalir sungai sungai. Allah berjanji dengan sebenar benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji Nya. 
(QS. Az Zumar : 20).

Ketiga, mereka yang tidak bertaruh dengan anak dan kekayaan mereka untuk mendekati Allah, tetapi justru mendekati Nya dengan keimanan dan amal saleh. Sungguh anak dan kekayaan yang selalu dibangga banggakan manusia, itu tidak akan cukup untuk menebus segala balasan yang kelak diberikan Allah kepada hamba Nya.

Firman Nya :

Dan sekali kali bukanlah harta dan bukan pula anak anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang orang yang beriman dan mengerjakan amal amal saleh, mereka itulah yag memperoleh balasan berlipat ganda disebabkan apa yang mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di kamar kamar yang tinggi (surga). (QS. Saba : 37).

Demikianlah, setiap orang menghuni kamar masing masing, di mana satu sama lain bisa saling menyaksikan setiap tingkatan kamar tersebut. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya para penghuni surga benar benar saling melihat dalam tempat tempat yang tinggi dengan orang orang yang ada di atas mereka, sebagaimana kamu senang saling melihat atau memandang bintang yang tenggelam di ufuk timur dan barat, karena perbedaan tingkat mereka masing masing. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah tempat tinggal para Nabi yang tidak bisa dicapai oleh selain mereka ?" Rasulullah saw bersabda, "Tidak, demi Allah Yang Menggenggam jiwaku, sesungguhnya itu adalah tempat tinggal para Nabi, dan juga tempat tinggal orang orang yang beriman kepada Allah dan mempercayai para utusan Allah."


Monday, December 2, 2013

Istana dan Villa di Surga



Di dalam surga terdapat istana dan villa villa megah tempat peristirahatan para penghuninya. Istana dan villa ini berbeda satu sama lainnya. Istana dan villa megah itulah yang disebutkan Allah sebagai kemah kemah surga (khiyam).

Allah SWT berfirman :

Bidadari bidadari jelita, putih bersih dipingit dalam kemah kemah. Maka, nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ? (QS. Ar Rahman : 72-73)

Adapun bukti di surga terdapat istana, villa dan kemah kemah adalah firman Allah SWT "Yaitu surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang orang yang saleh dari bapak bapaknya, istri istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat malaikat masuk ke tempat tempat mereka dari semua pintu." (QS Ar Ra'ad : 23)

Dari semua istana berpintu itu, tedapat ranjang ranjang bertahtakan emas dan permata dalam setiap kamarnya. Allah SWT berfirman "Mereka bertelekan di atas dipan dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari bidadari yang cantik bermata jeli." (QS Ath Thur : 20)

Firman Nya :

Segolongan besar dari orang orang terdahulu dan segolongan kecil orang orang kemudian. Mereka berada di atas dipan bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap hadapan (QS. Al Waqi'ah : 16)

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy'ari ra, Rasulullah saw bersabda "Bagi seorang mukmin di surga itu ada kemah dari sebutir mutiara yang berongga, panjangnya 60 mil. Bagi seorang mukmin, di dalam kemah kemah itu, memiliki keluarga keluarga yang dia di kelilingi (untuk digauli) tanpa saling melihat satu sama lain." (HR Bukhari dan Muslim).

Siapapun berhak mendapatkan istana dan villa megah di surga. Syaratnya satu, beriman kepada Allah dan Rasul Nya. Sungguh, semua istana dan villa villa megah itu hanya diperuntukkan bagi mereka orang orang mukmin dan mukminah.

Allah SWT berfirman :

Allah menjanjikan kepada orang orang mukmin lelaki dan perempuan, akan mendapat surga, di bawahnya mengalir sungai sungai, kekal di dalamnya, dan mendapat tempat tempat tinggal megah di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah keberuntungan besar. (QS At Taubah : 72).

Imam Hassan Al Bashri dalam Tafsir Az Zamakhsyari mengomentari maksud tempat tinggal yang megah yaitu, "Istana istana yang terbuat dari permata, yaqut merah dan mutiara".

Mereka yang mendapatkan istana dan villa megah di surga kelak tiada lain orang orang mukmin yang berhasil dalam transaksi perdagangan mereka dengan Allah saat hidup di dunia. Sebaliknya, mereka yang tidak berhasil dalam perdagangan mereka dengan Allah, sungguh tidak mendapat keberuntungan yang besar. 

Allah SWT berfirman :

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, tidaklah beruntung perniagaannya dan tidak pula mereka mendapat petunjuk. (QS Al Baqarah : 16).


Kedudukan Terendah di Surga



Menghuni surga terendah bukan berarti kenikmatannya berkurang. Sungguh pada setiap surga itu terdapat kenikmatan yang berlimpah dan bermacam macam. Hanya saja kenikmatan setiap surga itu berbeda nilai dan tingginya satu sama lain sesuai dengan kedudukan dan keistimewaan para penghuninya.

Allah SWT berfirman :

Dan apabila kami melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS Al Insan : 20).

Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dari Al Mughirah bin Syu'bah ra, Rasulullah saw bersabda "Musa pernah bertanya kepada Tuhannya, 'Siapa penghuni surga paling rendah ?' Allah berfirman 'Yaitu seseorang yang datang setelah para semua penghuni surga masuk ke surga. Lalu dikatakan kepadanya, 'Masuklah kamu ke surga !' Dia menjawab 'Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa masuk sementara setiap orang telah menempati tempat mereka dari posisinya masing masing ? Lalu dikatakan kepadanya, 'Tidak sukakah kamu, jika kamu mendapat seperti yang dimiliki salah seorang raja di dunia ? Dia menjawab, 'Saya suka Tuhanku. 'Dikatakan lagi kepadanya, ' Kamu memperoleh yang seperti itu dan seperti itu lagi' Dia menjawab yang kelima kalinya, 'Saya suka Tuhanku' Allah berfirman 'Ini bagianmu dan sepuluh kali lipat dan bagianmu juga untuk memenuhi keinginanmu dan menyedapkan pandanganmu' Dia menjawab 'Saya suka Tuhanku' 

Musa bertanya lagi, 'Ya Tuhanku, siapa mereka yang paling tinggi derajatnya ? Allah berfirman, 'Mereka itulah orang orang yang Aku kehendaki. Aku telah menanam kemuliaan mereka dalam Tangan Ku lalu Aku menguncinya. Namun tidak ada yang pernah melihatnya, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia."

Adapun menurut riwayat Muslim dan Ahmad dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang kelak menempati surga terendah adalah orang yang terakhir masuk surga.

Rasulullah saw bersabda "Sesungguhnya penghuni surga paling rendah adalah lelaki yang mukanya dipalingkan dari neraka seraya menghadap surga. Lalu Allah memperlihatkan kepadanya sebuah pohon dengan naungan yang rindang. Dia berkata 'wahai Tuhanku, dekatkanlah aku pada pohon itu agar aku bisa berteduh di bawahnya 'Allah berfirman 'Apakah kamu tidak akan meminta lagi yang lainnya ?' Tidak, demi Keagungan Mu !' Jawab lelaki itu. Allah lantas mendekatkan pohon itu kepadanya.

Kemudian diperlihatkan lagi kepadanya sebuah pohon dengan naungan yang rindang dan berbuah. Dia berkata 'Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku pada pohon itu agar aku bisa berteduh di bawahnya dan memakan buahnya.' Allah berfirman 'Apakah jika Aku perkenankan itu kamu tidak akan meminta lagi yang lainnya ?' 'Tidak, demi Keagungan Mu jawab lelaki itu. Allah lalu mendekatkan pohon itu kepadanya. Kemudian Allah memperlihatkan lagi kepadanya sebuah pohon dengan naungan rindang, berbuah, dan bermata air. Dia berkata 'Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku pada pohon itu agar aku bisa beteduh di bawahnya, memakan buahnya dan meminum airnya'. Allah berfirman 'Apakah jika Aku perkenankan itu kamu tidak akan meminta lagi yang lainnya ?' 'Tidak, demi Keagungan Mu. Aku tidak akan meminta yang lainnya lagi,  jawab lelaki itu. Allah pun lantas mendekatkan pohon itu kepadanya. Lalu Allah memperlihatkan lagi kepadanya pintu surga. Dia berkata, 'Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku pada pintu surga agar aku berada di bawah kain penutup pintu surga itu dan menyaksikan para penghuninya.

Allah lantas mendekatkan dirinya pada pintu surga agar bisa melihat surga dan seisinya. Lelaki itu lantas memohon 'Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke surga !' Allah lantas memasukan dirinya ke surga lalu ia berkata 'Apakah ini untukku ?' Allah berfirman kepadanya "Berangan anganlah !' Ia lalu berangan angan dan Allah mengatakan kepadanya untuk memohon itu dan ini sampai dirinya tidak bisa lagi berangan angan. Allah berfirman 'Ini adalah untukmu dan sepuluh kali lipat seperti itu' Allah lalu memasukkan dirinya ke surga dan didatangkan pula kepadanya dua istrinya dari bidadari cantik jelita. Keduanya lalu berkata 'Segala puji bagi Allah Yang telah Menghidupkanmu untuk kami berdua dan Menghidupkan kami berdua untukmu.' Allah berfirman, 'Tidak ada seorangpun yang diberi seperti yang aku berikan kepadamu !'. Adapun penghuni neraka paling rendah siksaanya adalah yang diberi sandal dari api neraka dengan dua sandal, hingga membuat otaknya mendidih akibat panasnya kedua sandalnya itu."

Abu Hurairah ra berkata "Sesungguhnya penghuni surga paling rendah yang tidak ada lagi yang lebih rendah daripadanya, adalah orang yang diberi makanan setiap hari dan dikelilingi lima belas ribu pelayan. Tidaklah para pelayan itu sekejap pun kecuali setia menyertai majikannya." Wallahu a'lam.



Kedudukan Tertinggi di Surga



Kedudukan tertinggi di surga disebut Al Washilah. Di sanalah kedudukan Rasulullah saw. Dalam Shahih Bukhari terdapat riwayat dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa mendengar seruan adzan mengucapkan "Allohumma Rabba hadzihid da'watit tammati, was shalatil qaimah. Ati Muhammadanil wasilata wal fadhilata wab'atshu maqaman mahmudanil ladzi wa'adtah" (Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang harus didirikan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, dan tempatkanlah beliau di tempat terpuji yang telah Engkau janjikan), niscaya dia layak mendapat syafaatku di Hari Kiamat."

Rasulullah saw bersabda "Apabila kamu sekalian mendengar seruan muadzin, maka ucapkan seperti yang di ucapkan dan bersalawatlah kepadaku. Karena sesungguhnya barangsiapa bersalawat kepadaku sekali, Allah merahmatinya sepuluh kali. Sesudah itu mintalah wasilah kepada Allah untukku. Karena sesungguhnya, barangsiapa meminta wasilah kepada Allah untukku, maka ia akan memperoleh syafaat." (HR Muslim dari Abdullah bin Amr bin 'Ash ra).