Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, December 31, 2013

Apakah Penghuni Surga Suka Tidur ?




Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata, "Rasulullah saw pernah ditanya, "Apakah para penghuni surga suka tidur ?' Rasulullah saw menjawab, "Tidur itu saudaranya mati, dan penghuni surga tidak akan pernah tertidur." (HR. Abu Bakar bin Mardawaih).

Para Pelayan Penghuni Surga



Segala macam kebutuhan para penghuni surga, kelak diantarkan dan dilayani. Mereka tidak melayani sendiri, melainkan ada ribuan pelayan yang siap melayani, apapun sesuai keinginan mereka. Para pelayan itu disebut Al Wildan, Al Mukhalladun, anak anak muda yang selamanya berusia muda.

Allah SWT berfirman :

Mereka dikelilingi anak anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir. (QS. Al Waqi'ah : 17-18).

Allah SWT berfirman :

Dan mereka dikelilingi para pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al Insan : 19).

Firman Nya :

Dan berkeliling di sekitar mereka anak anak muda untuk melayani mereka, seakan akan mereka seperti mutiara yang tersimpan. (QS. Ath Thur : 24).

Tentang dari mana asalnya pelayan yang terdiri dari anak anak muda itu, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan para pelayan itu berasal dari anak anak dunia, ada juga yang berpendapat mereka itu khusus diciptakan Allah SWT untuk melayani para penghuni surga sebagaimana Allah menciptakan para bidadari surga.

Menurut Ali bin Thalib dan juga Imam Hassan Al Bashri, mereka adalah anak anak kaum muslimin yang meninggal dunia. Karena mereka tidak memiliki kebaikan dan juga keburukan, mereka akhirnya dijadikan pelayan di surga. Ada juga yang mengatakan anak-anak orang musyrik yang Allah jadikan pelayan bagi penghuni surga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Anak-anak orang musyrik (yang meninggal) kelak menjadi pelayan penghuni surga." (HR.Thabrani dari Anas bin Malik ra).

Pendapat terakhir menegaskan, para wildan itu bukan saja pelayan, tapi juga menjadi anak mereka. Berdasarkan firmanNya, "Dan berkeliling disekitar mereka anak-anak muda untuk mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan." (QS.Ath-Thur : 24).

Menurut Imam Ibnu Al-Qayyim, mereka itu bukan anak para penghuni surga . Tetapi sengaja diciptakan khusus oleh Allah untuk melayani para penghuni surga, bukan sebagai anak mereka. Wallahu a'lam.


Tuesday, December 24, 2013

Pakaian Penghuni Surga



Para penghuni surga memakai pakaian khusus. Pakaian khusus yang dirancang Allah bagi mereka. Yaitu pakaian hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia nyiakan pahala orang orang yang mengerjakan amalannya dengan baik. Mereka itulah orang orang yang bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai sungai di bawahnya. Dalam surga itu mereka dihiasi gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan dipan indah. Itulah pahala yang sebaik baiknya dan tempat istirahat yang indah. (QS. Al Kahfi : 30-31).

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Allah memasukkan orang orang beriman dan beramal saleh ke dalam surga surga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutra. (QS. Al Hajj : 23).

Firman Nya

Sesungguhnya orang orang bertakwa berada di tempat yang aman, yaitu di dalam taman taman dan mata mata air, mereka memakai sutra halus dan sutra tebal, duduk berhadap hadapan. 
(QS. Ad Dukhan : 53).

Firman Nya :

Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (QS. Al Insan : 21).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat pernah bertanya "Wahai Rasulullah, beritahu kami tentang pakaian para penghuni surga. Apakah pakaian ciptaaan ataukah tenunan buatan ?" Abdullah berkata "Sebagian orang lalu tertawa" Rasulullah saw bersabda "Apa yang kalian tertawakan ? Menertawakan orang bodoh yang bertanya ?" Rasulullah saw kemudian berpaling seraya bertanya, "Mana orang yang bertanya itu ?" Abdullah berkata "Dia, wahai Rasulullah !" Rasulullah saw bersabda "Tidak, bahkan dari pakaian itu mengeluarkan buah buah surga." 
(HR. Ahmad).

Dalam Shahih Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa masuk surga akan bahagia dan tidak akan sengsara, tidak akan hancur pakaiannya dan tidak akan sirna kemudaannya. Di surga iu adalah apa apa kenikmatan yang tidak pernah terlihat mata, tidak pernah terdengar telinga dan tidak terbetik dalam hati siapapun." (HR. Muslim dan Ahmad).

Dalam hadits terdahulu pernah ditegaskan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwasanya seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, beruntunglah (Thuba) orang orang yang menyaksikan anda dan beriman kepada anda.' Rasulullah saw menjawab "Beruntunglah orang orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Namun beruntunglah, beruntunglah dan beruntunglah, bagi orang orang yang beriman kepadaku sekalipun belum pernah melihatku.' Sahabat tersebut bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah apa Thuba itu ?" Rasulullah saw menjawab "Sebatang pohon di surga yang besarnya selebar perjalanan seratus tahun, mengeluarkan pakaian penghuni surga dari kelopak kelopaknya." (HR. Ahmad).

Adapun mengenai keelokan pakaian penghuni surga dijelaskan dalam riwayat Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Sungguh, tali cambuk salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh busur panah salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh, kerudung perempuan di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya." (HR. Ahmad).

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan, Rasulullah saw bersabda "Perhiasan yang dipakai seorang mukmin sampai batas yang dicapai air wudhu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw bersabda "Rombongan pertama yang masuk surga, wajah mereka bagaikan cahaya bulan di malam purnama. Rombongan kedua bagaikan bintang yang bercahaya yang paling terang di langit. Setiap lelaki dari mereka diberi dua orang istri dan bidadari, yang masing masing memakai tujuh puluh macam perhiasan. Sumsum pada betis keduanya kelihatan dari balik daging dan perhiasan mereka, sebagaimana minuman berwarna merah bisa dilihat dalam gelas kaca yang putih." 
(HR. Thabrani).

Alat Transportasi Penghuni Surga



Di surga terdapat alat transportasi yang bisa mengantarkan para penghuninya ke mana saja sesuai dengan yang mereka kehendaki. Di antara alat transportasi itu adalah kuda bersayap. 

Diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, apakah di surga kelak ada kuda ?" Rasulullah saw menjawab "Sesungguhnya apabila kamu telah dimasukkan oleh Allah ke surga, kamu benar benar takkan sudi dinaikkan di atas kuda selain kuda dari permata yaqut merah, yang bisa terbang membawamu di dalam surga ke manapun yang kamu inginkan." (HR. Tirmidzi).

Abu Buraidah ra berkata "Seorang lelaki lainnya bertanya "Waahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini penggemar kuda, apakah kelak di surga ada kuda ?"

Rasulullah saw menjawab "Demi Allah Yang menggenggam jiwa ku, sungguh di surga benar benar terdapat kuda dan unta yang sangat cepat dan berbadan langsing, berjalan di sela sela dedaunan surga. Mereka saling berkunjung dengan sesamanya ke manapun mereka inginkan." (HR. Tirmidzi).


Saturday, December 21, 2013

Bahasa Penghuni Surga



Kelak di surga, sesama penghuni saling berkumpul dan berbincang bincang satu sama lain. Mereka akan saling bernostalgia dan curhat tentang apa yang mereka lakukan di dunia.

Allah SWT berfirman :

Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian lain saling tanya menanya. Mereka berkata 'Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah tengah keluarga kami merasa takut akan diazab,' Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (QS. Ath Thur : 25-28).

Tentang bahasa apa yang kelak digunakan di surga, tidak ada satu keterangan pun menyebutkan. Yang jelas, bahasa komunikasi orang surga adalah bahasa yang lembut, santun dan penuh kesentosaan.

Allah SWT berfirman :

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan sia sia, tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Tetapi mereka mendengar ucapan 'Salaman, salaman ! (QS. Al Waqi'ah : 25-26).

Apapun bahasa surga kelak, hanya Allah jualah yang tahu. Yang jelas, mereka menggunakan bahasa yang dapat dipahami satu sama lain. Banyaknya riwayat yang menjelaskan adanya perbincangan dan percakapan antarsesama penghuni surga dan neraka, merupakan bukti nyata di akhirat nanti kita memiliki satu bahasa yang sama sehingga bisa saling mengerti satu sama lain. Wallahu a'lam.

Tidak Ada Kematian di Surga



Banyak sekali penjelasan Al Quran maupun As Sunnah yang mengutarakan penghuni surga tidak akan mengalami kematian lagi. Kehidupan mereka di surga adalah kehidupan sempurna, abadi dan selama lamanya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw menyebutkan, penghuni surga itu ditambah kekuatannya seperti seorang pemuda, semakin cerah wajahnya, semakin baik kondisi tubuhnya dan menyenangkan pula kehidupannya.

Allah SWT berfirman :

Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka. (QS. Ad Dukhan : 56).

Sungguh para penghuni surga itu kekal hidup di dalamnya dengan kebebasan mereka menikmati semua hidangan kenikmatan yang disajikan di dalamnya.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya orang orang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. 
(QS. Al Kahfi : 107-108).

Dalam hadits lain disebutkan, kelak maut disembelih antara surga dan neraka, kemudian disusul seruan "Wahai sekalian penghuni surga, kekallah kalian, tanpa harus mengalami mati, "Wahai sekalian penghuni surga, kekallah kalian, tanpa harus mengalami mati. Wahai sekalian penghuni neraka, kekallah kalian, tanpa harus mengalami mati (lagi). Masing masing kekal berada di tempatnya sendiri sendiri !" (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw bersabda "Ketika penghuni surga masuk ke sana dan penghuni neraka masuk ke neraka, didatangkanlah "maut" sehingga terletak antara surga dan neraka, lalu disembelih. Kemudian terdengar seruan, "Wahai sekalian penghuni surga, kekallah kalian, tidak ada lagi kematian !" Maka penghuni surga pun bertambah gembira, sedangkan penghuni neraka kian merana." 
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar ra).

Dalam riwayat Ahmad dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al Khudri, Rasulullah saw bersabda "Maka terdengarlah seruan "Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap hidup tanpa harus mengalami mati untuk selama lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap sehat, tanpa mengalami sakit untuk selama lamanya. Sesungguhnya kamu sekalian akan tetap muda, tanpa mengalami tua untuk selama lamanya. Dan sesungguhnya kamu sekalian akan tetap berada dalam kenikmatan tanpa mengalami penderitaan untuk selama lamanya.' Nabi saw bersabda, 'Empat perkara inilah yang kelak diserukan." 
(HR. Ahmad).


Thursday, December 19, 2013

Usia Para Penghuni Surga



Imam Ahmad dan Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

"Penghuni surga masuk ke sana dalam keadaan masih muda, berkulit putih, berambut ikal, bercelak mata, sebaya dengan orang berusia tiga puluh tiga tahun. Bentuk mereka seperti Adam, yaitu setinggi enam puluh hasta dengan lebar tujuh hasta." (HR. Ahmad).