Saturday, May 29, 2010

Sabar Terhadap musibah dan kesulitan hidup 5

Dari Abu Hurairah ra, di mana ia berkata :

“Ada seseorang datang kepada Nabi saw sewaktu beliau sedang berbaring, kemudian ia bertanya kepada beliau : “Apa yang menyebabkan engkau sakit ? “ Beliau menjawab : “Lapar”. Lantas orang itu menangis, lalu keluar untuk bekerja di mana ia mengambilkan air untuk seseorang dengan upah sebutir korma setiap timba, kemudian ia datang lagi kepada Nabi saw dengan membawa sedikit korma. Beliau lalu bersabda : “Aku berpendapat bahwa kamu tidak melakukan pekerjaan itu, melainkan karena kamu cinta kepadaku”. Ia menjawab : “Benar, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu.” Beliau bersabda : “Bila kamu benar, maka siap-siaplah menghadapi musibah dengan baju yang tebal. Demi Allah sesungguhnya musibah itu lebih cepat datangnya kepada orang yang cinta kepadaku daripada datangnya air bah dari atas gunung ke dalam jurang.”

Diriwayatkan dari Amir ra dari Nabi saw di mana beliau bersabda :

“Apabila kamu melihat seseorang dikaruniai oleh Allah Swt apa yang dia inginkan, padahal ia terus-menerus melakukan maksiat kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa yang demikian itu merupakan istidraj (untuk mempesonakan dirinya), kemudian beliau membaca firman Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung : “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS.Al-An-aam,6:44)

Abu Hurairah ra meriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya ketika beliau ditanya tentang siapakah orang yang paling banyak tertimpa musibah, beliau menjawab :

“Para Nabi, kemudian orang-orang yang shaleh, lantas orang-orang yang serupa, lalu orang-orang yang serupa.”

Ada yang mengatakan bahwa tiga macam perbuatan termasuk dalam perbendaharaan kebaikan, yaitu : Menyembunyikan shadaqah, menyembunyikan sakit, dan menyembunyikan musibah.

Diceritakan dari Wahb bin Munabbih, di mana ia berkata “Aku mencatat dari kitab salah seorang hawariyyin, yang isinya : “Apabila kamu tertimpa musibah, maka senangkan hatimu kaena sesungguhnya kamu sedang berjalan di jalan para nabi dan orang-orang shaleh. Apabila kamu sedang ditimpa kesenangan maka tangisilah dirimu karena kamu berjalan di jalan yang berbeda dari jalan para nabi dan orang-orang yang shaleh.” Diriwayatkan bahwa Allah Swt menurunkan wahyu kepada Nabi Musa bin Imran as dengan maksud yang serupa.

Diceritakan dari Fathul Maushili, di mana ketika ia ditimpa musibah, ia berdoa : “Wahai Tuhan, seandainya saya tahu karena perbuatan apa saya mendapatkan musibah ini, niscaya saya akan melakukan perbuatan itu lebih banyak lagi.”

Diriwayatkan dari Nabi saw, bahwasanya beliau bersabda :

“Barang siapa yang sedikit hartanya tetapi banyak keluarganya, salatnya baik, dan tidak pernah mengumpat kaum muslimin, maka nanti pada hari kiamat datang bersama aku seperti ini.” Beliau menghimpunkan jari telunjuk dan jari tengahnya.”

No comments:

Post a Comment