Dari Abdullah bin Umar ra berkata, "Kami sedang duduk duduk bersama Rosululloh saw dan membicarakan berbagai fitnah atau cobaan. Beliau menyebutkan banyak cobaan hingga menyebut cobaan ahlas. Kemudian seseorang bertanya, 'Apakah cobaan ahlas itu ?' Beliau menjawab, 'Hilangnya harta benda dan keluarga 'Kemudian beliau juga menyebutkan cobaan sara' yang asapnya berasal dari bawah dua kaki seseorang dari ahli bait beliau. 'Ia mengaku dari golonganku, padahal ia bukan dari golonganku karena para penolongku adalah orang orang yang bertakwa.' Setelah itu, manusia berdamai atas seseorang seperti pangkal paha dengan tulang rusuk. Lalu, beliau menyebut juga cobaan duhaima' yang tidak akan meninggalkan umat ini, kecuali dengan pukulan. Jika dikatakan untuk berhenti, ia justru melaksanakannya. Seseorang akan beriman pada pagi hari dan kufur pada sore hari sehingga manusia seolah olah hidup diantara dua tenda. Satu tenda iman yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan nifak dan satu tenda nifak yang di dalamnya tidak ada iman. Jika hal itu terjadi, tunggulah datangnya dajjal pada hari itu atau besok." (HR Abu Daud dan Hakim)
Ahlas adalah pakaian yang biasa diletakkan di atas punggung unta. Ia diumpamakan sebagai cobaan karena biasa dibutuhkan manusia sebagaimana ahlas di atas punggung unta. Harab adalah hilangnya harta benda dan keluarga. Wirku 'ala dhal'in adalah ungkapan yang dipakai untuk menyebutkan suatu perkara yang tidak lurus. Duhaima' adalah musibah yang menimpa manusia dengan kejahatan, api dan bencananya.
No comments:
Post a Comment