Dari Ubaidillah bin Qibthiyah berkata "Harits bin Abu Rabi'ah, Abdullah bin Shafqan, dan saya bertamu ke rumah Ummu Salamah, Ummul Mukminin ra., lalu keduanya bertanya kepadanya tentang pasukan yang dibantai oleh Zubair." Maka, Ummu salamah menjawab bahwa Rosululloh saw pernah bersabda "Akan ada oposan yang berlindung di Baitullah, lalu diutuslah utusan kepada mereka. Jika telah berada di tanah lapang, mereka (para utusan itu) dihancurkan." Lalu, aku bertanya, "Wahai Rosululloh, bagaimana dengan mereka yang benci ?" Beliau menjawab "Ia juga akan dihancurkan bersama mereka, tetapi kelak, ia akan dibangunkan atas niatnya. Maka, tidak ada yang tersisa, kecuali yang melarikan diri agar dapat memberitahukan mereka." (HR. Muslim)
Hadits diatas menunjukkan bahwa akan ada pasukan yang menyerang Baitul Haram (Mekkah). Sebelum pasukan itu sampai ke Mekkah, Alloh akan membinasakan mereka semua. Akan tetapi, Alloh SWT menyisakan seorang agar memberitahukan kepada manusia apa yang telah dialami oleh pasukan tersebut. Lalu, kapan hal itu akan terjadi ?
Lalu, siapa yang berlindung di Baitul haram tersebut ? Ada dua pendapat, pertama, yaitu Al Mahdi yang akan membunuh mereka atau mengadili pasukan tersebut. Kedua, yaitu pasukan yang terlahir akibat dari kekacauan, cobaan, serta hilangnya harta benda pada zaman kekuasaan orang orang bodoh yang tidak mengindahkan apa yang telah diharamkan Alloh SWT, Rosululloh saw, dan agamanya. Dari dua kemungkinan pendapat tersebut, bukanlah pasukan yang telah diberitahukan oleh Rosululloh saw, yang dipimpin oleh dzu sawiqatai (yang kecil kedua betisnya). Lalu menghancurkan ka'bah. Peristiwa ini akan terjadi ketika kiamat sudah sangat dekat.
Hilal (Bulan) Menggembung
Alloh SWT menjadikan hal ini termasuk tanda kiamat. namun, bulan tidak akan menggembung dengan besar jika hilal masih terlihat manusia dalam satu malam atau dua malam.
dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda " Di antara tanda tanda dekatnya kiamat adalah hilal (bulan) yang menggembung dapat terlihat selama satu malam. Dikatakan juga selama dua malam." (HR As Suyuthi)
No comments:
Post a Comment