Segala macam kebutuhan para penghuni surga, kelak diantarkan dan dilayani. Mereka tidak melayani sendiri, melainkan ada ribuan pelayan yang siap melayani, apapun sesuai keinginan mereka. Para pelayan itu disebut Al Wildan, Al Mukhalladun, anak anak muda yang selamanya berusia muda.
Allah SWT berfirman :
Mereka dikelilingi anak anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir. (QS. Al Waqi'ah : 17-18).
Allah SWT berfirman :
Dan mereka dikelilingi para pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al Insan : 19).
Firman Nya :
Dan berkeliling di sekitar mereka anak anak muda untuk melayani mereka, seakan akan mereka seperti mutiara yang tersimpan. (QS. Ath Thur : 24).
Tentang dari mana asalnya pelayan yang terdiri dari anak anak muda itu, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan para pelayan itu berasal dari anak anak dunia, ada juga yang berpendapat mereka itu khusus diciptakan Allah SWT untuk melayani para penghuni surga sebagaimana Allah menciptakan para bidadari surga.
Menurut Ali bin Thalib dan juga Imam Hassan Al Bashri, mereka adalah anak anak kaum muslimin yang meninggal dunia. Karena mereka tidak memiliki kebaikan dan juga keburukan, mereka akhirnya dijadikan pelayan di surga. Ada juga yang mengatakan anak-anak orang musyrik yang Allah jadikan pelayan bagi penghuni surga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Anak-anak orang musyrik (yang meninggal) kelak menjadi pelayan penghuni surga." (HR.Thabrani dari Anas bin Malik ra).
Pendapat terakhir menegaskan, para wildan itu bukan saja pelayan, tapi juga menjadi anak mereka. Berdasarkan firmanNya, "Dan berkeliling disekitar mereka anak-anak muda untuk mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan." (QS.Ath-Thur : 24).
Menurut Imam Ibnu Al-Qayyim, mereka itu bukan anak para penghuni surga . Tetapi sengaja diciptakan khusus oleh Allah untuk melayani para penghuni surga, bukan sebagai anak mereka. Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment