There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, February 13, 2018

Ujub

UJUB

Ujub ialah PERASAAN kagum atas diri sendiri. Merasa diri HEBAT. Bangga diri. Terpesona dengan kehebatan diri. Perasaan ujub boleh datang pada bila-bila masa.

Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya.
Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya.
Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya.
Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya.
Orang berjawatan tinggi, kagum dgn jawatannya.
Orang yg bijak berpidato, kagum dgn pidatonya,
Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya.
Orang yang pandai masak, kagum dengan masakannya.
Orang yang pandai menjahit, kagum dengan jahitannya.
Orang yang pandai menghias, kagum dengan hiasannya.

Walhal semua kelebihan atau keistimewaan itu adalah milik Allah dan diberikan kepada manusia.

Sufyan at-Tsauri mengatakan ujub adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri sehingga kamu merasa bahawa kamu lebih mulia dan lebih tinggi darjat.

Muthrif rahimahullah telah berkata, “Kalau aku tidur tanpa tahajud dan bangun dalam keadaan menyesal, adalah lebih baik dari aku bertahajud tetapi berasa kagum dengan amalan tahajud tadi.”

Seorang sahabat Nabi Abu Ubaidah al-Jarrah yang menjadi imam. Setelah selesai beliau berkata, “Syaitan sentiasa menghasut aku supaya merasa aku ini lebih hebat dari orang di belakangku. Aku tidak mahu jadi imam sampai bila-bila.”

Ingatlah, semua kelebihan adalah anugerah dari Allah, oleh itu kagumlah hanya kepada Allah, bukan diri sendiri.
Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."
(Surah An-Nisaa', sebahagian ayat 36)

Nabi saw. bersabda, "Apabila seorang lelaki sedang berjalan dengan memakai baju yang kemas dan rambut yang disikat menyebabkan dia rasa kagum dengan pakaian dan dandanan rambutnya (perasan lawa). Lalu Allah tenggelamkan dia ke dalam muka bumi dan dia terus ditenggelamkan sampai hari kiamat.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Nabi saw. bersabda, "Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang iaitu kedekut yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujub (rasa kagum dengan diri sendiri).”
(HR Al-Bazzar dan Al-Baihaqi)

Imam Nawawi rahimahullah berkata,”ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Sesiapa ujub dengan amalnya sendiri maka akan terhapus amalnya".
(Syarh Arba’in)

Uang 5000 dan Rejeki kita

UANG 5000 DAN REZEKI KITA

Hari itu Sabtu. Sekitar empat bulan usia pernikahan kami di tahun 2009. Pagi-pagi setelah matahari mulai meninggi, saya dan suami mulai dengan beres-beres rumah bersama-sama. Kemudian kami sarapan. Usai sarapan, suami tanya,

"Kamu masih pegang uang kan?" Tanyanya.

Gajian hari Senin besok, diberikan cash di kantor suami, sejumlah 1.750.000. Artinya uang gajian baru resmi bisa digunakan secepat-cepatnya Senin malam. Sejak awal pernikahan, suami sendirian yang gajian. Saya mah ngga.

Saya jawab, "Ada, 5000 lagi." Sedetik berikutnya saya bertanya balik, "Aa masih pegang uang kan?"

Suami saya bukannya menjawab malah bengong menatap saya kelu.

"Sepeser pun aa ga pegang uang lagi, De. Aa kira kamu masih punya"

"Ya Allah, gimana dong? Kita ngga punya apa-apa juga buat makan"

"Aa juga perlu beli bensin lagi, buat Senin kerja"

Saat itu untuk transport saya berangkat sekolah profesi, saya tenang. Kartu langganan bulanan Abo kereta untuk praktik ke RSCM masih bisa digunakan.

Kami terhenyak. 5000 rupiah. Dihitung dengan cara apapun juga, kami tetap pada kesimpulan uang itu tidak cukup. Kami sadar ini keteledoran dan kelemotan finansial, ngga cerdas sama sekali.

Saat itu adalah hari di mana kami berdua sekere-kerenya jadi orang. Waktu mahasiswa saja, ngga pernah-pernahnya kami ada di posisi itu. Uang tinggal 5000. Saldo di ATM pun sudah sampai di jumlah minimum tak bisa ditarik lagi. Benar-benar cuma punya uang 5000 selembar itu.

Kami sepakati tak meneruskan pembahasan. Mau gimana lagi, makin dibahas makin mumet. Pinjam sama orang tua juga malu. Padahal kalau saya bilang ke Papa, haqul yakin langsung ditransfer detik itu juga. Tapi suamiku malu. Tunggu dulu, katanya. Apalagi baru beberapa bulan menikah begini, rasanya jaim luar biasa. Pingin sekali menunjukkan ke orang tua kalau muda-muda begini, kita bisa juga membiayai hidup sendiri.

Berikutnya Sidqi mengajak saya untuk sholat dhuha saja. Minta petunjuk agar hati tenang, agar uang 5000 itu cukup. Entah bagaimana caranya. Begitulah, iman ini memang hanya setipis kulit bawang, kalau lagi nelangsa ngga punya apa-apa rasanya khusyuk banget dhuha-nya.

Selepas salam dan berdoa, kami merapikan alat sholat. Belum selesai saya melipat sajadah, telefon genggam saya berbunyi.

"Halo mbak Mia, ini Mamanya Obi (bukan nama sebenarnya). Mba Mia tinggal di mana sekarang? Apa masih di Depok?" kata suara di ujung sana.

Lalu obrolan lewat telefon itu berlanjut. Ia adalah orang tua murid yang setahun sebelumnya, anaknya pernah saya ajari les privat matematika. Tiba-tiba saja, Sabtu itu ia menelepon saya, menanyakan alamat kontrakan, lalu minta tolong agar anaknya dilatih lagi beberapa soal matematika menjelang tes di sekolah. Tak banyak pertimbangan, langsung saja saya iyakan. Toh saya dan Sidqi akhir pekan itu tidak akan pergi kemana-mana. Uang tinggal 5000 pula kan.

Beberapa jam kemudian, mereka tiba di kontrakan kami. Obi anak SD kelas 3 waktu itu membawa beberapa buku. Sebelum les, orang tua Obi pamit dan berjanji akan menjemput anaknya kembali dalam dua jam kedepan. Alhamdulillah juga rasanya mereka pamit, jadi ngga perlu ada apa-apa yang perlu saya suguhkan. Hiks. Saya mempersilakan dan selanjutnya asik membahas soal-soal matematika bersama putranya.

Waktu berlalu sampai les matematika dadakan itupun selesai. Tiba waktu dzuhur. Saya tahu Sidqi sudah lapar. Saya pun begitu. Tapi kami sama-sama paham, uang 5000 itu kita perlu pikir dengan cermat mau dibelanjakan apa untuk makan tiga hari ini plus hari beli bensin. Gajian masih hari Senin!

Seperti yang dijanjikan, Ayah dan Ibunya Obi pun datang menjemput. Mereka izin pamit pulang dan berterima kasih saya bisa dihubungi untuk les dadakan.

"Maaf ya mba Mia sudah diganggu waktunya libur-libur begini", kata sang Ibu sambil pamit pulang. Obi, ayahnya dan adiknya sudah duluan jalan ke arah mobil mereka.

Saya dan Sidqi melambaikan tangan kepada mereka. Tangan kiri saya masih menenteng satu plastik besar berisi pemberian Mamanya Obi tadi.

Alangkah terkejutnya hati kami, ketika dibuka, plastik itu berisi tiga buah dus makanan. Satu dus besar berisi delapan buah aneka roti manis, satu dus berisi ayam bakar satu ekor beserta lalapan dan sambalnya, dan satu dus lagi berisi nasi dan lauk matang siap makan yang dibungkus plastik kecil-kecil. Masih juga terselip amplop berisi 150.000 rupiah.

MasyaAllah! Allahu akbar!

Saya dan Sidqi cuma bisa tertegun dan menangis haru. Kami berpelukan. Betapa Mamanya Obi memberikan bayaran yang sangat overpaid untuk les matematika anak kelas 3 SD selama dua jam. Allah ini ya.. kok bisa-bisanya atur skenario yang ngga masuk akal begini? duh gustii.. asli cuma bisa nangis waktu itu.

Sampai hari ini, saya masih belum bisa menahan haru bila ingat peristiwa hari itu. Kejadian yang selalu jadi pengingat buat saya dan suami, tentang rezeki. Rezeki kami, rejeki kita semua.

Bahwa konon rezeki tak pernah tertukar,  adalah benar adanya. Bahwa Allah memberikan rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka, yakin nyata benarnya. Pagi hari itu, siapa yang mengira kalau kami akan mendapat makanan segitu banyak dan uang 30 kali lipat dari selembar 5000?

Allah Maha Kasih, Allah Maha Kaya. Sangat mudah bagi-Nya memberi kita rezeki dari jalan apa saja yang mungkin tak masuk dalam hitungan manusia.

Barangkali kawan-kawan tidak pernah berada dalam posisi saya, tentu tidak apa-apa. Barangkali juga juga teman-teman tidak percaya bahwa gaji suami yg hanya lebih sedikit dari UMR Jakarta tahun 2009 saat itu masih dapat menghidupi kami berdua saat itu. Tidak masalah.

Saya hanya menyampaikan apa adanya. Buat apa?

Setidaknya, bagi kami, postingan seorang Ibu tentang ilustrasi pengaturan uang belanja 2.500.000 biasa-biasa saja. Lha wong pernah gaji suami kurang dari dua juta, komo deui uang belanjanya tah. Ngga usah dibuat ilustrasinya lah ya, berat. Biar aku saja. Hehehe

Tentu bukan hanya itu ya, pengalaman uang 5000 ini menghunjam dalam hati tentang jangan takut kekurangan rezeki. Jika kita sedang mengalami kesempitan rezeki jangan minder jangan takut. Kita mah memang miskin, da yang kaya mah Allah. Ngga perlu malu. Malu itu, kalau ragu dan takut besok ngga makan, sebab  jangan-jangan kita sudah menghina Ia yang Maha Kaya. Yang penting ikhtiarnya tetap dijalankan, kerja jangan malas, doa juga kuat.

Banyaknya harta, Allah bisa ambil kapan saja. Sedikitnya harta, Allah bisa cukupkan lewat bagaimana saja caranya. Semudah mengantarkan Mamanya Obi ke kontrakan saya waktu itu. Meski tentu saja, berencana dan mengatur keuangan dengan cermat juga keharusan.

Peristiwa uang 5000 dulu itu, masih berguna juga sampai saat ini dan insyaAllah selamanya. Misalnya, ada kalanya suami pulang kantor mengabarkan, dia tidak jadi berangkatkan ke negara A, kemudian digantikan oleh koleganya. Atau ia tidak jadi perjalanan dinas ke tempat B, karena satu dan lain hal. Padahal jika misalnya jadi berangkat, ratusan hingga ribuan dollar bisa ia terima sebagai uang dinas. Saat seperti itu, kenangan uang 5000 ini menjadi penenang hati kami.

Santai saja, selama tidak ada hak yang dilanggar, tidak perlu ada yang dituntut. Rezeki ngga akan kemana. Toh jika kita memaksakan diri mengambil rezeki orang lain, kita tentu lebih takut jika Allah yg mengambil paksa lagi dari kita bukan? Jadi santai saja... insyaAllah hak kita dan rezeki halal akan berkah.

Selain bagi diri sendiri, pengalaman uang 5000 ini juga mengingatkan diri untuk mengerti dan memahami rezeki orang lain.

Misalnya suatu ketika ustadz yg rutin mengisi kajian datang ke kompleks rumah kami di Depok dengan mobil yang tak biasanya ia gunakan. Waktu itu kami candai, "Mobil baru nih stadz?",

Pak ustadz kemudian bercerita. Semalam sebelumnya ada hamba Allah yg kaya datang ke rumah ustadz. Ustadz sendiri tidak kenal, tapi katanya ia pernah datang di salah satu kajian ustadz. Ia punya 3 mobil di rumahnya, dan mobil ini (ustadz menunjuk Innova putih itu) yang paling sering nganggur, tidak digunakan. Ia bilang, mobil itu untuk ustadz saja. Biar ustadz pakai saja untuk kegiatan ustadz pengajian, biar lebih bermanfaat daripada nganggur di garasi rumahnya.

Ia ingin dapat berkahnya dari setiap putaran roda mobil itu tiap kali ustadz ngisi kajian. Sementara mobil ustadz yg lama digunakan untuk operasional pesantren. "Yah itu rizqi dari Allah. Semoga bagi yang memberikan mobil ini Allah berikan keberkahan selalu rezekinya. Ustadz sih belum kebeli mobil begini", katanya menutup cerita tentang mobil itu.

MasyaAllah yah rezeki itu seringkali serba misterius. Setidaknya ketika orang bilang bahwa rezeki itu tidak bisa dihitung matematis, yang mengangguk bukan lagi kepala kami, tapi hati juga ikut meyakini: leres pisan.

Tos ah panjang teuing. Hepi wiken!

Bern, Swiss
11 Februari 2018
Mia Saadah

*foto : uang 5000 rupiah, ceritanya di foto dengan latar belakang turun salju. tapi failed. 😂 hihihi*

Thursday, February 8, 2018

Kisah Sahabat Khalid Al Walid ra

Kisah Sahabat Rasulullah ﷺ

"The Undefeated."
Kisah Khalid Al-Walid (r.a)

Impian Khalid bin al-Walid r.a untuk syahid tetapi beliau wafat di tempat tidurnya.

Khalid bin al-Walid r.a memeluk Islam pada tahun 8 Hijrah, saat perjanjian Hudaibiyah sedang berlangsung. Dia turut serta dalam Perang Mu’tah. Nabi ﷺ memuji Khalid dalam perang tersebut dengan sabdanya,

"Bendera perang dibawa oleh Zaid lalu berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja’far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh Saifullah (pedang di antara pedang-pedang Allah iaitu Khalid bin Walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin."

Dalam Riwayat Bukhari, Khalid r.a menceritakan betapa dahsyatnya Perang Mu’tah dengan mengatakan, "Sembilan pedang di tanganku telah patah kecuali pedang buatan Yemen."

Sejak saat itu Khalid r.a dikenali sebagai Saifullah.

Saat kematian hendak menjemputnya, dia berkata, "Aku telah turut serta lebih kurang dalam 100 perang. Tidak ada satu jengkal pun di tubuhku, kecuali terdapat bekas luka pukulan pedang, hujaman tombak, atau tusukan anak panah. Namun lihatlah aku sekarang, akan wafat di atas tempat tidurku. Maka janganlah mata ini terpejam (wafat) sebagaimana terpejamnya mata orang-orang penakut. Tidak ada suatu amalan yang paling aku harapkan daripada 'Laa ilaaha illallah' dan aku terus menjaga kalimat tersebut."

Pada tanggal 18 Ramadan 21 Hijrah, Khalid bin al-Walid r.a wafat.

Muhasabah diri

Orang buta celaka bukan karena _tidak melihat_ tapi karena _tidak mau mendengar_

Seringkali orang celaka bukan karena _kelemahan yang disadarinya_ tapi karena _kelebihan yang disombongkannya_

oOo

Seseorang sedang berjalan menuju mesjid lalu melihat orang lain sedang memegang minuman keras dipinggir jalanan, lalu orang yg ke mesjid tsb bergumam dalam hatinya "Dasar pemabuk Ahli maksiat, sungguh hinanya kau... Beruntung aku lebih mulia daripada orang itu karena aku ahli mesjid!"

Sementara sang pemabuk yg melihat orang tsb yg sedang berjalan menuju ke mesjid, bergumam dalam hatinya... "Sungguh mulianya orang itu, dia pergi ke mesjid, sementara aku malah mabuk, hinanya aku ini... Ya Allah aku bertobat!"

Lalu pemabuk tsb bertobat sungguh2, menjadi Ahli Tobat & Ahli Ibadah bahkan sibuk dakwah/mengajak teman2nya yg masih mabuk agar bertobat.
Allah mencintai Ahli Tobat

Sementara Sang Ahli mesjid malah terjangkit penyakit hati yaitu ujub & takabur karena merasa sudah mulia dan menghinakan/merendahkan orang lain...
Allah melaknat orang yg sombong, na'udzubillah...

_Hati yang terbuka atas kebenaran_ walaupun dirinya masih berada dalam _suasana kemaksiatan_... *masih lebih baik* daripada _hati yang tertutup atas kebenaran_ sekalipun dirinya berada dalam _suasana ketaatan_

Pemabuk yang _Hatinya terbuka atas kebenaran_... *masih lebih baik* daripada orang yang _hatinya tertutup atas kebenaran_ sekalipun dirinya sudah duduk di dalam mesjid

Karena pemabuk tsb punyai peluang besar untuk bertobat karena hatinya yg terbuka, sementara Ahli mesjid tsb punyai peluang besar menjadi ujub & takabur karena hatinya yg tertutup/berpenyakit

Padahal semestinya sebagai orang beriman dan Ummat Rasulullah SAW...

Yang kita benci adalah _kemaksiatannya_ bukan _orangnya..._
Musuh kita itu _Penyakitnya_ bukan _Pasiennya..._
Pasien harus ditolong, dirawat & dibantu spy sembuh.

Nikmat ketaatan pada Allah & RasulNya yang sedang kita jalani adalah _semata2 karena Kasih SayangNya_+ bukan karena _kehebatan diri kita_... sehingga sama sekali tak layak utk disombongkan justru harus Kita syukuri dengan sgala kerendahan hati & suburnya kasih sayang kepada ummat sd Semesta Alam sebagai perwujudan dari cinta kita kepada Allah & RasulNya.

Wednesday, January 31, 2018

Pentingnya bersahabat

Pentingnya Bersahabat

Diriwayatkan, bahawa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk kedalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di Dunia. Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah:
"Yaa Rabb..
Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia solat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."
Maka Allah berfirman:
"Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat2 mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah"
(HR : Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Basri berkata:
"Perbanyaklah sahabat2 mukminmu, kerana mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat2 nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku:
"Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

SAHABAT Ku..
Mudah2an dengan ini, aku telah mengingatkanmu Tentang Allah ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Redha-Nya..

‎آمِيّنْ. يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Ya Allah
Aku Memohon kepada-Mu.. Kurniakanlah kepadaku sahabat2 yang selalu mengajakku untuk tunduk patuh & taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat kelak...
Carilah seberapa ramai sahabat yang baik yang menunjukkan jalan2 ke Syurga & jalan2 kebaikan.

WAHAI SAHABATKU
JANGAN LUPA BERTANYA TENTANGKU NANTI...JIKA AKU TIADA DI SYURGA NANTI ..😭😭😭

Belajar dari tukang ketoprak

Belajar dari Tukang Ketoprak

Pulang Kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah, Kali ini dititipin ketoprak.
Akhirnya ketemu gerobak ketoprak , kok ini gerobaknya kosong ga ada orang yang jaga. "Pak, ini tukangnya mana Pak? " tanyaku ke tukang cucur di sebelahnya. "Oh, lagi sholat maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang" , jawabnya.

Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.

Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.

Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut, "Beli ketoprak Pak satu". Ucapku.

Entah mengapa, tiba2 berubah pikiran, " dua deh Pak". Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba2 mereka datang memesan ketoprak .

Masyaallah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai2 kantoran, rela menunda2 sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat, seakan2 ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allahpun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت
.
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
( HR Ibnu Hibban No. 1084. Hadits hasan dalam Silsilah al-Ahadiits ash-Shahihah no. 952.)
.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang selalu bertakwa, yang selalu mengutamakanNya di atas dunia & seisinya.

Jangan ada dusta

Cukup. Sudah.  Jgn ada dusta
Antara kita dengan Allah begitu juga kepada baginda nabi Muhammad
Diriwayatkan oleh sayidina Ka'ab Alahbar beliau berkata: "sesungguhnya neraka Jahanam di hari Kiamat meletup dengan letupan yang teramat dahsyat, tak ada satu Malaikat yang Allah ciptakan dan 1 Nabi yang pernah Allah utus kecuali mereka merangkak hingga memegangin lutut mereka karena diliputi rasa takut yang dahsyat, dan seraya mereka berkata: "Ya Allah nafsi nafsi (sendiri - sendiri ) ya Allah tidak ada yang kami inginkan melainkan keselamatan unutuk kami sendiri." Jika Para Malaikat dan Para Nabi berucap seperti itu bagaimana dengan kita yang belum tentu satu sujudnya diterima oleh ALLAH ?? .
.
Akan tetapi ada satu Nabi ﷺ yang rela memikul beban jin dan manusia, ia rela bersujud untuk memohonkan syafaat untuk umatnya, ialah Rasulullah ﷺ, hanya cinta yang dapat kita andalkan, buatlah ia senang buang rasa benci terhadap sesama umatnya .

karena beliau rela berperang demi menyatukan kita semua, ringankan beban sesama umatnya karena beliau ﷺ rela kelaparan demi membantu umatnya, doakan yang baik untuk sesama umatnya karena beliau ﷺ rela bersujud hingga kakinya bengkak .

Ya Rasulullah terimalah kepura - puraan cinta kami ini dan buatlah kepura - puraan ini menjadi cinta yang hakiki yang dapat mengumpulkan kami dan keluarga serta orang - orang yang kami sayangi nanti dihari kiamat berpegang erat dibelakang bendera kesucianmu hingga masuk kedalam syurganya Allah ta'ala."
.
Mari perbanyak Sholawat kepada Baginda Rosulullah SAW .

اللهمَّ صلِّ على سيِّدنا محمَّد وعلى آلِه وصحبِه وسلِّم ❤❤❤
-