Share it

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, January 3, 2014

Orang yang Pertama Dibangkitkan



Maksudnya adalah orang pertama dibangkitkan dari kuburannya. Beliau tiada lain Nabi Muhammad saw. Ini termasuk suatu penghormatan kepada beliau. Sekalipun beliau Nabi dan Rasul terakhir, namun memiliki peran menentukan di Hari Kiamat dengan berbagai keistimewaan yang diberikan kepadanya.

Dalam riwayat muslim, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

"Aku adalah pemimpin anak cucu Adam pada hari Kiamat, orang yang pertama dikeluarkan dari rekahan bumi, orang yang pertama memberi syafaat dan orang pertama yang diterima syafaatnya."

Dalam riwayat Thufail Ubay bin Ka'ab ra, Rasulullah saw bersabda "Saat Hari Kiamat tiba, aku adalah pemimpin para Nabi, juru bicara mereka dan pemberi syafaat yang diterima tanpa disertai rasa membanggakan diri." (HR. Ahmad).


Thursday, January 2, 2014

Pintu Surga Dibuka Setiap Hari Senin dan Kamis



"Pintu pintu surga itu dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Pada dua hari itu diampuni bagi setiap hamba muslim selama tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang tengah berselisih antara dirinya dan saudaranya. Lantas diserukan, 'Perhatikanlah oleh kalian hingga keduanya berdamai !' Perhatikanlah oleh kalian hingga keduanya berdamai !" (HR. Muslim).

Rasulullah saw senantiasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Amal perbuatan itu dilaporkan pada setiap hari Senin dan Kamis, sehingga aku sangat ingin dilaporkan amal perbuatanku dan aku sedang berpuasa." (HR. Nasa'i).

Sering seringlah berpuasa sunat dan memperbanyak ibadah pada hari Senin dan Kamis, agar kelak pintu surga terbuka lapang untuk semua amal kebaikan kita. Aamiin.

Wednesday, January 1, 2014

Apakah Penghuni Surga Buang Air Besar ?




Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, dia bercerita, "Ada seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Abu Qasim, bukankah kamu beranggapan penghuni surga itu makan dan minum?" Sebelumnya Yahudi itu berkata kepada teman-temannya, "Kalau Muhammad mengiyakan pertanyaanku, maka aku akan mendebatnya."


Zaid berkata, "Rasulullah saw lalu menjawab, "Benar demi Allah Yang Menggenggam jiwaku, sesungguhnya tiap orang dari mereka benar-benar diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum, syahwat dan bersetubuh."


Kata Zaid, "Yahudi itu lalu berkata, "Sesungguhnya orang yang makan dan minum mesti membuang hajat." Rasulullah saw bersabda, "Cara membuang hajat tiap orang dari mereka yaitu dengan mengeluarkan keringat, baunya (harum) seperti minyak kesturi. Dan tiba-tiba perut mereka menjadi kosong kembali." (HR. Ahmad dari Zaid bin Arqam ra ).


Dalam riwayat yang sama, dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, "Penghuni surga itu makan dan minum disana. Tanpa berak, kencing, ingusan, dan meludah. Makanan mereka menjadi sendawa, dan keringat mereka merembes keluar bagaikan minyak kesturi." (HR. Ahmad).


Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda, "Penghuni surga itu makan dan minum. Tanpa ingusan, buang air besar, dan kencing. Makanan mereka menjadi sendawa, (baunya) seperti minyak kesturi. Dan tiba tiba perut mereka menjadi kosong kembali." (HR. Ahmad dari Zaid bin Arqam ra).


Dalam riwayat yang sama, dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda :

"Penguni surga itu makan dan minum di sana. Tanpa buang air besar, kencing, ingusan dan meludah. Makanan mereka menjadi sendawa dan keringat mereka merembes keluar bagaikan minyak kesturi." (HR. Ahmad).

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda "Penghuni surga itu makan dan minum. Tanpa ingusan, buang air besar dan kencing. Makanan mereka menjadi sendawa, baunya seperti minyak kesturi. Dan mereka diilhami tasbih dan takbir, seperti halnya mereka diilhami napas." (HR. Muslim).

Hendaknya kita tidak selalu mengukur kehidupan akhirat dengan pertimbangan ilmu kehidupan dunia saat ini. Karena kehidupan yang satu berbeda dengan alam kehidupan lainnya, terlebih kehidupan yang fana dan sementara menuju kehidupan yang kekal nan abadi. Dari sifat kehidupannya saja sudah berbeda, apalagi dari berbagai macam seluk beluk kehidupan di dalamnya yang tentunya jauh berbeda.

Dalam kehidupan dunia, seseorang makan sesuai dengan pilihannya. Di akhirat nanti, kita bisa bebas mengkonsumsi makanan apa saja yang diinginkan. Namun, jika di dunia selalu terikat hukum sebab akibat, tidak begitu halnya di akhirat. Seperti misalnya, agar memperoleh sesuatu seseorang harus berusaha dan berikhtiar. Tidak demikian di akhirat, di surga tepatnya, semuanya sudah tersedia tanpa ada usaha lagi.

Inilah saatnya memanen, menuai dan menikmati. Sebab sebab yang mesti dilakukan untuk memperoleh sesuatu, sudah berakhir. Disinilah perbedaan aturan dunia dan aturan surga. Akhirnya hanya Allah jualah yang lebih tahu.

Tuesday, December 31, 2013

Apakah Penghuni Surga Suka Tidur ?




Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata, "Rasulullah saw pernah ditanya, "Apakah para penghuni surga suka tidur ?' Rasulullah saw menjawab, "Tidur itu saudaranya mati, dan penghuni surga tidak akan pernah tertidur." (HR. Abu Bakar bin Mardawaih).

Para Pelayan Penghuni Surga



Segala macam kebutuhan para penghuni surga, kelak diantarkan dan dilayani. Mereka tidak melayani sendiri, melainkan ada ribuan pelayan yang siap melayani, apapun sesuai keinginan mereka. Para pelayan itu disebut Al Wildan, Al Mukhalladun, anak anak muda yang selamanya berusia muda.

Allah SWT berfirman :

Mereka dikelilingi anak anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir. (QS. Al Waqi'ah : 17-18).

Allah SWT berfirman :

Dan mereka dikelilingi para pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al Insan : 19).

Firman Nya :

Dan berkeliling di sekitar mereka anak anak muda untuk melayani mereka, seakan akan mereka seperti mutiara yang tersimpan. (QS. Ath Thur : 24).

Tentang dari mana asalnya pelayan yang terdiri dari anak anak muda itu, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan para pelayan itu berasal dari anak anak dunia, ada juga yang berpendapat mereka itu khusus diciptakan Allah SWT untuk melayani para penghuni surga sebagaimana Allah menciptakan para bidadari surga.

Menurut Ali bin Thalib dan juga Imam Hassan Al Bashri, mereka adalah anak anak kaum muslimin yang meninggal dunia. Karena mereka tidak memiliki kebaikan dan juga keburukan, mereka akhirnya dijadikan pelayan di surga. Ada juga yang mengatakan anak-anak orang musyrik yang Allah jadikan pelayan bagi penghuni surga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Anak-anak orang musyrik (yang meninggal) kelak menjadi pelayan penghuni surga." (HR.Thabrani dari Anas bin Malik ra).

Pendapat terakhir menegaskan, para wildan itu bukan saja pelayan, tapi juga menjadi anak mereka. Berdasarkan firmanNya, "Dan berkeliling disekitar mereka anak-anak muda untuk mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan." (QS.Ath-Thur : 24).

Menurut Imam Ibnu Al-Qayyim, mereka itu bukan anak para penghuni surga . Tetapi sengaja diciptakan khusus oleh Allah untuk melayani para penghuni surga, bukan sebagai anak mereka. Wallahu a'lam.


Tuesday, December 24, 2013

Pakaian Penghuni Surga



Para penghuni surga memakai pakaian khusus. Pakaian khusus yang dirancang Allah bagi mereka. Yaitu pakaian hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia nyiakan pahala orang orang yang mengerjakan amalannya dengan baik. Mereka itulah orang orang yang bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai sungai di bawahnya. Dalam surga itu mereka dihiasi gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan dipan indah. Itulah pahala yang sebaik baiknya dan tempat istirahat yang indah. (QS. Al Kahfi : 30-31).

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Allah memasukkan orang orang beriman dan beramal saleh ke dalam surga surga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutra. (QS. Al Hajj : 23).

Firman Nya

Sesungguhnya orang orang bertakwa berada di tempat yang aman, yaitu di dalam taman taman dan mata mata air, mereka memakai sutra halus dan sutra tebal, duduk berhadap hadapan. 
(QS. Ad Dukhan : 53).

Firman Nya :

Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (QS. Al Insan : 21).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat pernah bertanya "Wahai Rasulullah, beritahu kami tentang pakaian para penghuni surga. Apakah pakaian ciptaaan ataukah tenunan buatan ?" Abdullah berkata "Sebagian orang lalu tertawa" Rasulullah saw bersabda "Apa yang kalian tertawakan ? Menertawakan orang bodoh yang bertanya ?" Rasulullah saw kemudian berpaling seraya bertanya, "Mana orang yang bertanya itu ?" Abdullah berkata "Dia, wahai Rasulullah !" Rasulullah saw bersabda "Tidak, bahkan dari pakaian itu mengeluarkan buah buah surga." 
(HR. Ahmad).

Dalam Shahih Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa masuk surga akan bahagia dan tidak akan sengsara, tidak akan hancur pakaiannya dan tidak akan sirna kemudaannya. Di surga iu adalah apa apa kenikmatan yang tidak pernah terlihat mata, tidak pernah terdengar telinga dan tidak terbetik dalam hati siapapun." (HR. Muslim dan Ahmad).

Dalam hadits terdahulu pernah ditegaskan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwasanya seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, beruntunglah (Thuba) orang orang yang menyaksikan anda dan beriman kepada anda.' Rasulullah saw menjawab "Beruntunglah orang orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Namun beruntunglah, beruntunglah dan beruntunglah, bagi orang orang yang beriman kepadaku sekalipun belum pernah melihatku.' Sahabat tersebut bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah apa Thuba itu ?" Rasulullah saw menjawab "Sebatang pohon di surga yang besarnya selebar perjalanan seratus tahun, mengeluarkan pakaian penghuni surga dari kelopak kelopaknya." (HR. Ahmad).

Adapun mengenai keelokan pakaian penghuni surga dijelaskan dalam riwayat Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Sungguh, tali cambuk salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh busur panah salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh, kerudung perempuan di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya." (HR. Ahmad).

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan, Rasulullah saw bersabda "Perhiasan yang dipakai seorang mukmin sampai batas yang dicapai air wudhu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw bersabda "Rombongan pertama yang masuk surga, wajah mereka bagaikan cahaya bulan di malam purnama. Rombongan kedua bagaikan bintang yang bercahaya yang paling terang di langit. Setiap lelaki dari mereka diberi dua orang istri dan bidadari, yang masing masing memakai tujuh puluh macam perhiasan. Sumsum pada betis keduanya kelihatan dari balik daging dan perhiasan mereka, sebagaimana minuman berwarna merah bisa dilihat dalam gelas kaca yang putih." 
(HR. Thabrani).