There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, January 31, 2011

Maulana Saad

Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu dimulai jika da’wah ditinggalkan.

Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik.

Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in. Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak bermujahadah.

Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:

a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman
b)Banyak bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.
c)Banyak cerita tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat umat ini
d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang beriman.

Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh polisi.
Kita juga harus membawa yakin pada Alloh SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:

a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.
b)Utamakan amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.

Arahan Para Masyaikh Nizamuddin
Tentang Persiapan Ijtima Indonesia

Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.

Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:

1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.

2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di mahalah:

a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan
b). Kepada da’i yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah
c). Kepada orang awam, agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.

3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin, tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima rombongan-rombongan da’wah.
Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut, maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut, sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan mengalir pada kita.

4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia.
Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha mengirimkan jamaah sejak saat itu juga.

Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk Islam bersama-sama.

Nasihat Untuk Menghidupkan Sunnah

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat iman dan Islam kepada kita. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu baginya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adl utusan Allah. Semoga selawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw keluarganya sahabatnya dan orang-orang yg mengikuti jalan hidupnya. Kaum Muslimin rahimakumullah!Iman kepada Rasulullah saw adl salah satu dari Rukun Iman. Tidak sah keimanan seseorang tanpa iman kepada Rasulullah saw. Iman kepada Rasulullah saw maksudnya kita mengimani bahwa Rasulullah saw adlah seorang manusia biasa yg diutus oleh Allah SWT dan dilengkapi dgn wahyu utk sekalian manusia bahkan utk sekalian alam. Apa yg dibawanya berasal dari Allah dan bukanlah dari perkataan hawa nafsunya dan beliau tidaklah sesat dan bukan orang bodoh sebagaimana yg dituduhkan kaum musyrikin saat itu.

Beliau adl makhluk Allah yg telah dipilih oleh Allah SWT dan beliau membawa wahyu dari Allah yg wajib kita beriman kepada segala apa yg beliau bawa. Mencintai Rasulullah saw Mencintai Rasulullah saw bukanlah hanya sekedar ucapan atau pengakuan. Telah banyak hadis-hadis Rasulullah saw yg menceritakan tentang orang-orang yg mengaku cinta kepada Rasulullah tetapi mereka tidak mau mengamalkan sunahnya. Sebagian orang-orang yg mengaku bahwa hatinya baik lalu tidak mengamalkan perintah-perintah Allah dan sunah-sunah Rasulullah. Sebagaimana kata ulama kita ketika orang ramai-ramai mengaku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya lalu Allah SWT menurunkan satu ayat yg dgn ayat itu sebagai batu ujian kebenaran orang yg mengakui itu.

Allah SWT berfirman yg artinya “Katakanlah ‘Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ayat ini merupakan bantahan yg sangat keras dan jelas sekali kepada orang-orang yg sudah mengaku mencintai Rasulullah tetapi tidak mau mengamalkan sunahnya. Untuk mengetahui cinta seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya adl dgn mengikuti sunah beliau saw. Sekarang ini banyak orang yg jika diperingatkan mengapa ia tidak salat maka ia mengatakan “Biarpun saya tidak salat yg penting hati saya baik” atau “Biar tidak pakai jilbab yg penting hati saya baik.” Rasulullah saw bersabda “Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya.

Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adl hati.” Hadits tersebut merupakan dalil yg jelas dan tegas membantah ucapan-ucapan mereka. Rasulullah saw mengatakan kalau hati itu baik maka baiklah seluruh anggota tubuhnya dikandung maksud seluruh anggota tubuh akan tunduk kepada hukum Allah saw. Apabila seorang tidak melaksanakan sunah atau tidak melaksanakan hukum Allah saw maka sudah barang tentu bahwa orang itu hatinya berpenyakit. Kaum muslimin rahimakumullah!Cinta kepada Rasulullah saw adl wajib bagi kita sebagaimana mengimani kenabian atau kerasulan beliau dan orang yg mengingkarinya dihukumi kafir. Adapun bagi orang yg beriman kepada Allah dan hari akhir tetapi tidak mencintai Rasulullah saw maka akan mendapatkan dosa.

Dalil yg menunjukkan wajibnya mencintai Rasulullah cukup banyak di antaranya Rasulullah saw bersabda “Tidak beriman kalian sampai aku lbh kalian cintai dari saudara-saudara kalian dan anak-anak kalian dan seluruh manusia.” Dalam hadis lain disebutkan bahwa Umar ra pernah berkata “Ya Rasulullah sesungguhnya Engkau adl manusia yg paling aku cintai dari sekalian makhluk kecuali diriku sendiri.” Jawab Rasulullah saw “Tidak demi yg jiwaku ada di tangan-Nya sampai kecintaanmu kepadaku lbh dari dirimu sendiri.” Maka berkata Umar kepada Rasulullah saw “Maka sekarang saya mencintaimu lbh daripada diriku sendiri.” Kata Rasulullah saw “Sekarang kamu dikatakan beriman dgn iman yg sempurna ketika kamu lbh mencintai saya daripada dirimu sendiri Wahai Umar.” Bahkan Allah mengancam dgn ancaman yg sangat keras bagi orang yg mendahulukan kecintaan kepada makhluk hidup yg lain di atas kecintaan kepada Rasulullah saw.

Allah berfirman “Katakanlah ‘Jika bapak-bapak anak-anak saudara-saudara istri-istri kaum keluargamu harta kekayaan yg kamu usahakan perniagaan yg kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggalmu yg kamu sukai adl lbh kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di dalamnya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.’” Kaum muslimin yg berbahagia!Salah satu tanda seseorang yg mencintai kepada Rasulnya adl mereka mau berupaya dgn semangat utk mengenal dan mempelajari sunnah-sunnahnya utk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan jika perlu mau mendalaminya secara keseluruhan sehingga dapat menyebarkan ilmunya kepada umat utk beramar ma’ruf nahi munkar.

Sunah adl perkataan Rasulullah saw perbuatan dan diamnya Rasulullah dan juga sifat-sifat beliau yg jasmani dan akhlaq baik setelah diutus maupun sebelum diutus. Mereka para sahabat yg bertakwa berusaha utk tidak meninggalkan satu sunah pun dari Rasulullah saw. Bahkan tak seorang pun di antara mereka yg berkata ini sunah yg kecil ini sunnah yg besar. Mereka hanya berusaha senantiasa menjalankan sunnah. Untuk dapat mengamalkan sunah Rasululah saw seseorang harus mengetahui hadis-hadis Rasulullah saw dan mempelajarinya. Hal itu merupakan amalan utama yg akan memberikan pahala yg sangat besar.

Dari Ibnu Mas’ud ra berkata “Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda ‘Allah akan mencerahkan wajah orang-orang yg telah mendengar haditsku dan memahami hadisku menyampaikannya sebagaimana apa yg mereka dengarkan. Karena boleh jadi orang yg disampaikan lbh mengerti daripada pendengarnya sendiri.’” Banyak ulama yg berkata bahwa mempelajari hadis adl seutama-utama menuntut ilmu bahkan lbh utama dari ibadah-ibadah sunah. Waqi? ibnu Jarrah rahimahullah salah seorang guru dari Imam Syafi?i yg juga ahli ibadah dan ahli wara’ berkata “Seandainya menuntut ilmu hadis tidak lbh utama dari salat sunah maka saya lbh baik berzikir bertasbih dan melakukan ibadah sunah.” Beruswah dan Berkudwah dgn Beliau saw dan Melaksanakan Seluruh Perintahnya dan Meninggalkan Larangannya Artinya kita harus menjadikan Rasulullah saw sebagai idola kita dgn kata lain tidak ada makhluk yg lbh besar di hati kita kecuali Rasulullah saw.

Bersegera melaksanakan apa saja sebagaimana yg beliau lakukan sebagai idola atau panutan kita. Allah SWT berfirman “Apa yg diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yg dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” Mengagungkan Sunah Rasulullah Artinya ketika sampai kepada kita sunah Rasulullah saw tidak selayaknya kita menganggap remeh dgn mengatakan “Ini hanya sunah.” Seorang yg mengagungkan sunah tidak akan pernah berkata demikian. Bila sampai kepadanya sunah akan memberi pengaruh pada jiwanya yakni langsung timbul perasaan takut dan berharap kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan utk dapat melakukan sunah tersebut. Inilah yg terjadi pada para sahabat. Mereka tidak melihat apakah hukumnya wajib atau tidak namun jika jelas dari Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali mengamalkannya. Allah SWT berfirman “Maka hendaklah orang-orang yg menyalahi/menyelisihi perintah Rasulullah takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yg pedih.” Sahabat Abdullah bin Umar ra sangat mirip bahkan nyaris tanpa beda sedikitpun dgn Rasulullah saw dgn mengikuti cara berpakaian cara makan Rasulullah saw bahkan bila Rasulullah tidur di suatu tempat ia pun akan tidur di tempat tersebut.

Anas bin Malik ra cinta utk makan buah labu hanya krn melihat Rasulullah senang dan selalu mencari buah tersebut. Menghidupkan Sunah Lewat Pengamalan Menghidupkan sunah Rasulullah pahalanya sangat besar terutama ketika sunah tersebut sudah tidak dikenal oleh masyarakat dan itulah hakikat ihya . Orang yg menghidupkan sunah ibarat pelopor dan kapan diikuti maka ia akan mendapat pahala dari orang-orang yg mengikutinya. Itulah makna hadis Rasulullah saw “Barangsiapa yg membuat sunah di dalam Islam sunah yg baik maka baginya pahala dan pahala orang yg mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala orang yg mengikutinya. Dan barangsiapa yg melakukan sunnah dalam Islam sunah yg buruk maka baginya dosa dan dosa orang yangmengikutinya tanpa mengurangi dosa orang tersebut.”

Nabi saw dan Keharmonian Rumahtangga

Nafkah.

Nabi r mendorong para suami agar memberikan nafkah yang sempurna terhadap isteri mereka. Nabi r bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُهُ فِي فِيّ امْرَأَتِكَ" [متفقٌ عليْهِ].

"Sesungguhnya engkau tidak memberikan nafkah yang engkau mengharapkan ridha Allah I dengannya, melainkan engkau diberikan pahala atasnya, sehingga apapun yang engkau berikan di perut istrimu." (Muttafaqun 'alaih).

Bahkan Nabi r meletakkan nafkah terhadap keluarga merupakan nafkah paling utama yang dikeluarkan seseorang. Nabi r bersabda:

أَفْضَلُ دِيْنَارٍ: دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى عِيَالِهِ

"Dinar (wang) yang paling utama adalah: dinar yang dibelanjakan seseorang untuk keluarganya." (HR. Muslim).

Dan Nabi r bersabda:

إِنًّ الرَّجُلَ إِذَا سَقَى امْرَأَتَهُ مِنَ الْمَاءِ أُجِرَ

"Sesungguhnya apabila seseorang memberi minuman kepada isterinya nescaya dia diberi pahala." HR. Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani.

al-'Irbadh bin Sariyah t apabila mendengar hadith ini, dia segera mencari air, kemudian datang kepada isterinya dan memberinya minum, dan dia menceritakan kepadanya tentang hadith yang telah didengarinya dari Rasulullah r.

Demikianlah Rasulullah r mengajarkan kepada para sahabatnya supaya berbuat baik kepada wanita (isteri), mencurah cinta dan kasih sayang kepada mereka, menyalurkankan segala bentuk kebaikan dan memberikan nafkah kepada mereka dengan sempurna.

Pergaulan.

Nabi r menyatakan bahawa baik dalam pergaulan bersama isteri adalah bukti kebijaksanaan seorang lelaki dan kemuliaan sifatnya. Nabi r bersabda:

خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

"Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik darimu terhadap isterinya." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Nabi r melarang laki-laki memarahi isterinya atau membencinya. Nabi r bersabda:

لاَيَفْرَكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً, إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

"Janganlah mukmin lelaki marah terhadap mukmin perempuan, jika dia membenci darinya satu budi pekerti, dia senang darinya sifat yang lain." HR. Muslim.

Demikianlah Nabi r menyuruh lelaki agar mencari faktor positif dan akhlak terpuji pada perempuan dan melupakan kesalahan dan sisi negatif, kerana sesungguhnya mencari-cari akhlak tidak baik dan terlalu memberi perhatian yang berlebihan terhadap posisi negatif hanya mengundang kebencian di antara pasangan suami isteri.

Nabi r juga melarang memukul wanita, baginda saw bersabda:

لاَتَضْرِبُوْا إِمَاءَ اللهِ

"Janganlah kamu memukul hamba-hamba perempuan Allah (kaum wanita)."HR. Abu Daud.

Justeru baginda r juga memberi amaran dan ancaman kepada orang yang menyakiti wanita, baginda saw bersabda:

اللهُمَّ إِنِّي أُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعِيفَيْنِ: الْيَتِيْمِ وَالمرْأَةِ" [رَواه أَحْمدُ وابْن مَاجهْ]

"Ya Allah, sesungguhnya aku merasa berdosa terhadap hak dua yang lemah: anak yatim dan wanita." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Maksudnya adalah bahawa orang yang berbuat zalim terhadap dua golongan yang lemah ini, nescaya Allah I menghukumnya kerana mustajabnya pengaduan nabi saw di atas. Dia dianggap berdosa dan bakal berhadapan hukuman di dunia dan akhirat.

Menjaga Maruah.

Nabi r melarang laki-laki membuka rahsia para isteri, sebagaimana para isteri dilarang menyebarkan rahsia suami mereka. Nabi r bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلُ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

"Sesungguhnya manusia paling jahat di sisi Allah I di hari kiamat adalah laki-laki yang membuka rahasia kepada isterinya dan ia (isetri) membuka rahasia kepadanya, kemudian dia (suami) menyebarkan/membuka rahsianya." (HR. Muslim).

Di antara sifat Nabi r memuliakan wanita bahwa baginda r melarang para suami dari berburuk sangka terhadap para isteri dan mencari-cari kesalahan mereka. Dari Jabir t, ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللهِ r أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلاً؛ يَتَخَوَّنُهُمْ، أَوْ يَلْتَمِسُ عَثَرَاتِهِمْ" [مُتفق عليه].

'Rasulullah r melarang lelaki mengetuk pintu rumah isteri di malam hari, mengintai atau mencari kesalahan mereka.' Muttafaqun 'alaih.

Menyantuni Isteri

Adapun budi pekerti Rasulullah r bersama isteri-isterinya, sungguh merupakan puncak sifat lemah lembut dan kasih sayang. Dari al-Aswad, dia berkata: " Aku bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Apakah yang diperbuat Rasulullah r terhadap keluarganya?" Dia menjawab:

كَانَ فِي مِهنةِ أَهلِه – أَيْ يُساعِدُها فِي مِهنَتِها – فَإِذَا حَضرتِ الصَّلاةُ, قَامَ إِلى الصَّلاةِ [رواه البخاري].

'Baginda saw membantu pekerjaan isterinya, maka apabila telah tiba waktu shalat, baginda berdiri menuju shalat.' HR. Al-Bukhari.

Nabi r menyenangkan isteri-isterinya dengan lembut dan manis baginda saw dalam berbicara terhadap mereka dengan kata-kata sejuk yang menyenangkan hati.

Di antaranya adalah sabda Nabi r kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha:

"Sesungguhnya aku mengetahui marah dan tenangnya engkau." Dia bertanya: " Bagaimana engkau mengetahui hal itu, wahai Rasulullah r? Baginda saw menjawab: " Sesungguhnya apabila engkau senang, engkau berkata: " Bahkan demi tuhan Muhammad. Dan jika engkau marah, engkau berkata: " Tidak, demi tuhan Ibrahim." Maka 'Aishah berkata: " Benar, demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak meninggalkan kecuali namamu." (Muttafaqun 'alaih). Maksudnya, sesungguhnya cinta kepadamu di dalam hatiku selalu, tidak pernah berubah.


Menariknya, Nabi r tidak pernah melupakan isteri pertamanya Khadijah radhiyallahu 'anha hingga setelah kematiannya. Dari Anas t, ia berkata: " Apabila Rasulullah r diberi hadiah, beliau bersabda:

اذْهَبُوا بِهَا إِلَى فُلَانَةٍ، فَإِنَّها كَانَتْ صَدِيقَةً لخَدِيجَةَ" [رَواهُ الطَّبرانيُّ]

"Bawalah hadiah ini kepada fulanah ( si anu ), sesungguhnya dia adalah teman Khadijah." (HR. Ath-Thabrani).

Saturday, January 29, 2011

A’MAL DAN FADILAH MESJID

Ayat-ayat Al-Qur’an

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akherat dan mereka mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan tiada yang yang mereka takuti kecuali Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperolehi petunjuk. (Attaubah 9:18)

Allah SWT berfirm...an : Di mesjid-mesjid yang Allah perintahkan untuk meninggikan ( dibersihkan dan di muliakan), didalamnya nama Allah diingat ( yaitu melaungkan azan, iqamah, mendirikan shalat, berdoa, membaca Al qur’an,ta’lim wa’taklum perintah-perintah Allah ). Di dalamnya Dia di agungkan pada waktu pagi dan pada waktu petang. Laki-laki yamg tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingati Allah ( dengan hati dan lidah ), mendirikan shalat ( iqamah ), dan mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada hanya pada suatu hari yang hati-hati dan mata berbolak balik ( karena ke dasyatan azab pada hari kiamat ). ( An nur 24:36-37 )

Catatan : Menghormati mesjid-mesjid adalah bahwa seorang tidak akan masuk kedalamnya dalam keadaan hadast besar sebelum mandi besar, dan tidak membawa ke dalamnya suatu bnda yang najis, dan tidak membuat keributan di dalamnya, dan tidak melakukan suatu urusan dunia atau percakapan dunia di dalamnya dan tidaklah seseorang yang makan sesuatu yang berbau busuk masuk ke dalam mesjid.

Hadis-hadis Nabawi

266- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : tempat yang paling di sukai Alah adalah mesjid – mesjid dan yang paling di benci Allah adalah pasar. ( HR.Muslim )

267- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan : Mesjid-mesjid adalahrumah-rumah Allah di atas dunia ini. Mereka bercahaya kepada penduduk-penduduk langit, seperti bintang-bintang bercahaya kepada penghuni bumi ini. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

268- Umar Ibnu Al Khattab meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membangun sebuah mesjid yang di dalamnya nama Allah disebutkan, Allah akan membangun sebuah istana baginya di dalam sorga ( Ibnu Hibban )

269- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa pergi ke masjid diwaktu pagi hari dan diwaktu petang hari; Allah menyediakan baginya sebuah istana yang megah di dalam sorga, dengan kesukaan yang baik, dan ini akan berketerusan setiap waktu ketika ia pegi ke masjid di waktu pagi dan petang. ( HR.Bukhari )

270- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : pergi ke masjid diwaktu pagi dan diwaktu petang adalah termasuk jihad di jalan Allah. ( tabrani dan Majma Uz Zawaid )

271- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al As r.anhuma mriwayatkan bahwa Nabi SAW mengucapkan ketika memasuki masjid

( Saya berlindung kepada Allah yang Maha Besar, dan kepada kemuliaan wajahnya, dan kepada kerajaannya yang kekal, dari setan yang terkutuk ). Apabila do’a ini di baca setan berseru : ia telah dilindungi dari aku untuk sisa hari itu ! ( HR.Abu Daud )

272- Abu said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : siapa yang menghiasi mesjid, Allah akan menghiasinya ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

273- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Mesjid adalah rumah setiap orang shaleh yang takut kepada Allah. Bagi sesiapa yang menjadikan mesjid rumahnya, Allah SWT menjamin kesenangan baginya, di karuniakan baginya rahmat, di mudahkan baginya melewati shiroth kepada tujuan keridhoan Nya dan sorga Nya ! ( Tabrani, bazar dan Majma Uz Zawaid )

274- Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : sesungguhnya setan adalah serigala bagi manusia, seperti serigala yang menagkap domba, ia akan menangkap seseorang yang sendirian, seseorang yang jauh daripada jama’ah dan seseorang yang menakjubkan. Oleh karena itu hindarilah untuk senanitasa bersendirian ( memisahkan diri dari jama’ah ), dan perpegang teguh kepada jam’aah, dan kepada jama’ah yang umum, dan kepada mesjid. ( Musnad Ahmad ).

275- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau engkau melihat seorang laki-laki yang senantiasa berulang alik ke masjid maka saksikanlah bhawa ia beriman. Allah SWT berfirman

( Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang berulang alik ke masjid, yang beriman kepada Allah dan hari akherat. ( HR.Tirmidzi )

276- Abu hurairah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Seorang muslim yang menjadikan mesjid tempatnya untuk shalat dan berzikir ( mengingati Allah ), Alah akan gembira dengannya, sebagaimana sebuah keluarga yang bergembira dengan kembalinya seorang anggota keluarga yang hilang atau seorang yang sangat di kasihi. ( Ibnu Majah )

Catatan : menjadikan tempatnya bermakna ia membina suatu hubungan yang khusus dengan mesjid dan lebih menghabiskan waktu disana.

277- Abu Hurairah r.a. meriwsystkan : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang menjadikan mesjid tempatnya, dan ( sewaktu-waktu ) disibukkan oleh beberapa perkara atau kesakitan sesudah itu ia kembali ( menghadiri jemaah di masjid ) sebagaimana sebelumnya; Allah kan bergembira dengannya sebagaimana keluarga yang bergembira ke atas ketibaan seorang anggota keluarga yang menghilang atau yang dikasihi ! ( Ibnu Khuzaimah )

278- Abu Hurairah r.a, meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : orang-orang yang sering berulang alik ke masjid adalah seperti pasak-pasak mereka. Malaikat-malaikat menjadi sahabat mereka jikalau mereka tidak hadir maka malaikat-malaikat akan mencari mereka dan jikalau mereka sakit malikat-malaikat akan mengunjungi mereka, dan jikalau mereka berada dalam kesulitan, maka malaikat-malaikat akan menolong mereka. Baginda juga berkata : barangsiapa duduk dalam mesjid memperoleh paling kurang satu manfaat dari tiga perkara berikut : bertemu dengan saudar-saudara dalam islam ) yang darpadanya ia dapat bermanfaat

( dalam agamnya ), atau ia mendengar perkataan-perkataan hikmah, atau ia memperolh rahmat daripada Allah, yang mana setiap orang islam menginginkannya.

( Musnad Ahmad )

279- Aisah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk membangun masjid-masjid diberbagai tempat, dan membersihkan serta memberikan wangi-wangian di dalamnya. ( Abu Daud )

280- Anas r.a. meriwayatkan : bahwa ada seoarang wanita yang mengumpulkan dari mesjid-mesjid. Ketika ia meninggal Nabi tidak diberitahu tentang penguburannya. Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang dari antara kamu mati, hendaklah dengan suka hati memberitahukan kepadaku. Baginda kemudian mengerjakan shalat jenazah ke atasnya dan berkata : sesungguhnya saya melihatnya diganjari dengan sorga karena menyingkirkan sampah-sampah dari mesjid !

( tabrani dan Majam Uz Zawaid ).


KELEBIHAN WUDHU’

Ayat-ayat Al Qur’an

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai kesiku, usaplah kepalamu dan basuhlah kakimu samapai ke mata kaki. (Al Maidah 5:6)

Allah SWT berfirman : Dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan dirinya.

(At taubah 9 : 108 )

Hadist-hadist Nab...awi

243- Abu malik Al Ashari r.a.meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Athuhur ( kebersihan) adalah sebagian daripada iman, dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) memenuhi timbangan ( dalam keutamaan ), dan Subhanallah ( Maha Suci Allah ) dan Alhamdulillah memenuhi ( jarak ) antara langit dan bumi ( dengan pahala ), dan shalat adalah nur dan sedekah adalah bukti ( keikhlasan iman ) dan sabar adalah cahaya dan qur’an adalah hujjah bagi kamu atau bertentangan dengan kamu. (HR.Muslim )

Catatan :

1) makna Thuhur ( kebersihan ) menjadi separuh daripada iman, boleh merujuk kepada kenyataan bahwa separuh iman adalah penyucian bathin dari kufur,syirik, bid’ah, raib ( keraguan ) dan segala tipu daya yang negatif yang bertentangan dengan iman. Separuh iman yang lain menjadi afirmasi ( isbat) dari iman yang benar kepada Allah SWT, rasul Nya SAW, hari akhirat dan segala rukun iman yang lain sebagaimana yang terkandung dalam kalimah ( la Ilaha Illallah ) itu sendiri. Iman adalah juga nama mala-amalan shaleh sebagaia hasil dari iman; shalat menjadi perkara yang utama. Kebersihan jasmani adalah suatu keadaan bagi diterimanya shalat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa athuhur adalah separuh daripada shalat; yang dikerjakan dengan betul menjadi separuh yang lain.

2) Timbangan adalah dimana amalan-amalan akan di beratkan pada hari kiamat

3) Shalat adalah nur ; satu pengertian darinya adalah sebagai kebalikan daripada kegelapan, demikian pula shalat mencegah daripada fasad dan mungkar. Makna yang lain yaitu bahwa muka orang yang mengerjakan shalat akan bercahaya pada hari kiamat, sebagaimana cahaya dalam dunia ini. Makna yang ketiga adalah bahwa shalat akanmenjadi nur dalam kegelapan kubur dan nur pada hari kiamat.

4) manusia pada hakekatnya mencintai harta dan ia membelanjakannya untuk memenuhi keinginannya yang sementara. Oleh karena itu perbelanjaannya dalam sedekah semata-mata karena Allah, mengorbankan hawa nafsunya dan bediri debagai suatui tanda tanda bukti dan imannya yang benar.

5) Barangsiapa yang menjaga dengan sabar untuk memenuhi perintah-perintah Allah dan bersabar dari larangan – larangan Allah, dan dihadapan ujian-ujian dan kesusahan-kesusahan menjadi cahaya hidayat.

6) Qur’an dapat menjadi sebab keselamatan bagi seorang yang membaca dan beraamal denganya; sebaliknya ia dapat menjadi sebab kebinasaan. Semoga Allah menyelamatkan dan memberi petunjuk kepada kita. ( Nawawi dan Mirqaatul Mafatih )

244- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar sahabatku terkasih Rasulullah SAW bersabda : Perhiasan bagi seorang mukmin( pada hari kiamat ) yang akan sampai pada tempat yang ( air ) wudhu’ sampai (HR.Muslim )

245- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : umatku akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam suatu keadaan yang anggota-anggota dan muka mereka bercahaya dari bekas air wudhu’ mereka ; oleh sebab itu barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk memperpanjang sinarannya. Biarlah dia berbuat demikian. (HR.Bukhari )

Catatan : makna bahwa wudhu’ dilakukan sepenuhnya dengan hati-hati bahwa tiada bagian dari kulit yang kering. ( Mazahir Haque )

246- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dan melakukan wudhu’ dengan sempurna ( bermakna berhati-hati menjaga etiket ) maka dosa-dosanya berguguran dari tubuhnya, bahkan dari bawah kuku jari-jarinya. (HR.Muslim ).

Catatan : Menurut pendapat kebanyakan ulama bahwa dosa-dosa kecil diampuni oelh Allah dengan perantaraan wudhu’, shalat dan bentuk-bentuk ibadah lainnya. Akan tetapi bagi dosa-dosa besar, menurut prinsip umum dapat diampuni melalui istighfar yang ikhlas ( mencari pengampunan atau dosa-dosa yang lampau, dan tobat ). Merasa menyesal secara mendalam atas dosa-dosa seseorang dan bertekat tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun demikian semua ini bergantung kepada kemurahan Allah dan Dia tidak bergantung kepada seseorang atau sesuatu.

( Nawawi )

247- Ustman Ibnu Affan r.a.meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Alah mengambil wudhu’ dengan sempurna, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang ia lakukan sebelumnya dan juga dosa-dosa yang akan ia lakukan. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid ).

248- Umar Ibnu Alkhattab r.a. merwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seseorang yang mengerjakan wudhu’nya dengan sempurna ( dengan menjaga semua adab dan perkara-perkara mustahibbad yaitu ( adab dan sunah-sunah ) kemudian berkata : Asyshadualla ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan abduhu warusulu ( saya bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, yang tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhmmad adalah hamba Nya dan rasul Nya ) kecauali delapan pintu surga terbuka baginya. Untk masuk dari salah satu dari mereka yang ia suka.dalam riwayat yang lain Ukhbah Ibnu Amr Juhani r.a. disebutkan : Asyhadualla ilaha illallah wasyhaduanna muhammadan Abduhu Warasuluh, ( saya bersaksi Tiada yang disembah kecuali Allah ) tiada sekutu bagi Nya, dan saya berasaksi bahwa Muhammad adalah hamba Nya dan Rasul Nya; dalam riwayat Anas Ibnu Malik r.a. lapdz ini mesti dibaca tiga kali. Sedang dalam riwayat yang lain Utbah r.a. lapadz ini diucapkan sesudah m,engwerjakan wudhu’ sambil mengada ke langit. Dalam riwayat Umar Ibnu Al Khattab ra. Lapadz berikut diberikan

( saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya, wahai Allah jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyesal dan jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyukai ke suciaan.

( Muslim, Ibnu majah, Abu Daud dan Tirmidzi )

249- Abu said Al khudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW barang siapa sesudah mengambi wudhu’ membaca :

( Maha Suci Allah dan segala pujian bagi Nya, Tiada Tuhan yang disembah kecuali Alah, dari Engkau kami memohon pengampunan dan kepada Engkau kami kembali; maka akan di tuliskan pada sehelai kertas dan dimateri. Matreai itu tidak akan terbuka sampai pada hari kiamat ( bermakna bahqa pahal-pahala ucapan ini akan dipelihara sampai akherat. ( Mutradak Hakim )

250- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’( dengan membersihkan setiap anggota sekali telah memenuhi kehendak fardhu ), karena inilah kkehendak wudhu’ yang tidak ada kompromi. Dan barangsiapa membersihkan ( setiap anggota ) dua kali mendapat pahala dua bagian. Dan barangsiapa membersihkan setiap anggota tiga kali ( sebagaimana wudhu yang aku lakukan ), inilah wudhu’ku dan wudhu para Nabi sebelum aku. ( Musnad Ahmad ).

251- Abdullah Sunabihi r.a. meriwayatan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila hamba Allah ( beriman kepada Alah ) mengambil wudhu’, ( memulai ) dengan memasukkan air( kemulutnya ), maka dosa-dosa mulutnya dihapuskan. Dan apabila ia menghembuskan air ( karena membersihkan ) hidungnya, maka dosa-dosa hidungnya dihapuskan. jiKa ia membasuh mukanya dosa-doa muka dihapuskan, sehingga air melalui dibawah kelopak matanya. Apabila ia membersihkan lengannya maka dosa-d0sa lengannnya dihapuskan sehingga air melalui dibawah kuku-kukuk jarinya. Dan apabila membersihkan kepalanya dengan menyapukan tangannya yang basah maka dosa-dosa kepalanya dihapuskan sehinggga memlaui telinganya. Apabila ia membersihkan kakinya dosa-dosa kakinya akan dihapuskan sehingga melaui dibawah bagian dalam kuku-kuku jari. Kemudian berjalannya menuju ke masjid dan mengerjakan shalat menjadi sebab pahala yang banyak. (HR.Nasai ).

Diriwayatkan dalam sebuah kisah yang panjang oleh Amir Ibnu Abbasa Sulami r.a. : Tiadalah orang yang berdiri untuk mengerjakan shalat sesudah melaukan wudhu’, dan memuji dan memuliakan serta mengagungkan Allah SsWT dengan cara yang patut sesuai martabat Nya, dan ia memusatkan perhatiannya kepada Allah SWT sesudah mengosongkan hatinya ( dari segala pemikiran dunia dan bertawajuh ) semata-mata karena Allah, kecuali bahwa sesudah menyempurnakan shalatnya, ia di sucikan dari dosa-dosanya seolah-olah pada hari ia baru dilahirkan oleh ibunya. (HR>Muslim )

Catatan : Menurut beberapa ulama yang berpegang pada riwayat pertama bermaksud bahwa melaui wudhu segala dosa-dosa yang dilakukan oleh badan di ampuni; dan dengan mengerjakan shalat segala dosa-dosa bathin diampuni ( kashpul Mugotha )

252- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : baangsiapa yang bangun mengerjakan wudhu’nya, dengan niat untuk mengerjakan shalat kemudian membersihkan tangan-tangannya, maka dosa kedua belah tangannya berguguran dengan jatuhnya air yang pertama. Kemudian apabila ia berkumur-kumur, dan memasukkan air kedalam hidungnya dan menghembuskanya; maka dosa-dosa lidah bibir berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membasuh mukanya maka dosa pendengarannya dan penglihatannya berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membersihkan kedua lengannya samapai ke siku dan ke dua kakinya sampai ke kedua mata kaki; maka ia menjadi bebas dari segala dosa sebagaimana keadaannya pada hari ibunya melahirkannya. Baginda berkata : apabila ia berdiri shalat, Allah menaikkan kedudukannya dan jikalau ia duduk ( walaupun tanpa berdiri untuk shalat ) maka duduknya membebaskan ia dari dosa-dosa ! ( Musnad Ahmad )

253- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : bagi seorang yang mengambil wudhu’ ( padahal ia sudah ) dalam keadaan bersuci maka baginya tertulis sepuluh hasanah. (Abu Daud )

Catatan : Para ulama telah menuliskan hadis ini merujuk kepada kelebihan memperbaharui wudhu’, sesudah berselang beberapa waktu karena melakukan sesuatu ibadat seperti shalat, membaca Al Qur’an, Thawaf dan sterusnya, untuk mempertahankan dan memperbaharui kekuatan rohani dan fisik untuk ibadat selanjutynya. ( Badzlul Majhud )

254- Abu Hurarirah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Apabila karena tidak ( takut ) memberatkan umatku maka saya sudah memerintahkan mereka ( untuk membersihkan gigi mereka ) dengan siwak pada setiap waktu shalat. (HR>muslim )

Catatan : Siwak atau Miswak alat pembersih gigi yang diambil dari akar atau ranting berbagai pohon di hutan. Yang paling lazim dan bermanfaat adalah akar dari salvadora persica, sebuah tumbuhan liar padang pasir yang banyak dikenal di Arab sebagai arak dan dalam bahasa urdu sebagai peelu.

255- Abu Ayyub Al Anshari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ada empat karakterisik yang berkaitan dengan amalan para nabi ( rasul ) : malu, memakai wangi-wangian, memakai siwak dan kahwin. ( HR.Tirmidzi )

256- Aisyah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada sepuluh karakteristik yang berkaitan dengan amalan semua nabi : menggunting kumis, memanjangkan janggut, memakai siwak, memasukkan air ( untuk memberishkan hidung ), memotong kuku, membasuh persendian-persendian jari, ( sama halnya semua bagian badan apabila kotor sebagaimana umpama lobang telinga itu, lobang hidung dan ketiak, dan seterusnya ), mencabut bulu-bulu ketiak, mencukur bulu-bulu kemaluan dan membersihkan diri ( dengan air ). Perawi hadis ini, Musad rahmatullahialaihi berkata : saya melupakan yang kesepuluh, barangkali itu adalah berkumur-kumur. ( HR.Muslim )

257- Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Siwak adalah sebab untuk membersihkan mulut dan menyukakan Rab. ( Nasai )

258- Abu Umamah r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersbda : Jibril a.s. datang kepadaku menegaskan kepadaku ntuk memakai siwak dengan akibat; yang saya takut menyebabkan gusi-gusi saya luka (pada bagian depan mulutku ).

( Musnad Ahmad )

259- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah pergi tidur atau disiang hari kecuali apabila bangun ia membersihkan giginya dengan siwak sebelum mengambil wudhu’. (Abu Daud )

260- Ali r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya apabila seorang hamba memakai siwak, kemudian berdiri dalam shalat, seorang malaikat berdiri di belakangnya, mendengar lebih dekat kepada bacaannya. Ia kemudian datng lebih mendekat kepadanya; sehingga ia meletakan mulutnya pada mulut (orang yang membaca Al Qur’an ).karena tiada sesuatu yang keluar dari mulutnya ( Al-Qur’an ), kecuali bahwa bacaan itu masuk kedalam mulutnya malaikat ( menjadi sangat dikasihinya ), oleh sebab itu bersihkanlah mulutmu ( dengan siwak ) untuk ( bacaan ) Al Qur’an. ( Musnad Bazar Majma Uz Zawaid ).

261- Aisyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dua rakaat shalat ( dikerjakan) dengan siwak, lebih tinggi nilainya samapai tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa siwak. ( Bazar Majma Uz Zawaid )

262- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasululah SAW berdiri untuk tahajjud ; ia begitu bergairah menggosok giginya dengan siwak. ( HR. Muslim)

Catatan : Tahajud adalah shalat sunat yang sangat tinggi nilainya apabila dikerjakan pada bagian akhr dari malam.

263- Suro’ih rahimahullah berkata saya bertanya : Aisah r.anha : ketika memasuki rumahnya, apa yang dikerjakan pertama-tama oleh Rasululah SAW ? ia menjawab : ia memakai siwak. (HR.Muslim )

264- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidakla ia meninggalkan rumahnya untuk salahsatu dari shalat sehingga ia memakai siwak.


( Tabrani dan Majma Uz zawaid )

265- Abu Khoiroh Subahi r.a. berkata : Saya adalah salah satu dari antara delegasi yang datang kepada Rasulullah SAW dan ia memberikan kami ( akar-akar ) arak

( siwak ) untuk kami pakai sebagai siwak maka kami berkata kepadanya : Wahai Rasulullah ! kami mempunyai batang-batang ( pohon korma untuk miswak ), akan tetapi kami menerima kemurahanmu dan hadiahmu. (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

KHUSYU’ DAN KHUDU’ 3

231- Ustman Ibnu Abi Dahris r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT hanya menerima amalan seorang hambanya apabila ia menjadikan hatinya tawajuh dengan tubuhnya. ( Ithafussadah )

232- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : shalat ada tiga bagian. Athuhur ( kesuciaan )adalah sepertiga bagian, ruku’ adalah ...spertiga bagian dan sujud adalah sepertiga bagian. Oleh sebab itu barangsiapa yang mengerjakan shalat dengan sempurna sebagaimana haknya shalat, maka shalatnya akan diterima darinya, dan segala amalnya yang lain akan diterima darinya.dan orang yang shalatnya ditolak maka segala amalannya yang lain juga tertolak.

( bazar dan Majma Uz Zawaid )

233- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah Saw mengimami kami dalam shalat ashar. Baginda memperhatikan seorang laki-laki yang sedang mengerjakan shalat karena itu ia berkata : hai..fulan ! takutlah kepada Allah dan kerjakanlah shalatmu dengan benar. Kamu mengira bahwa saya tidak melihat kamu ? sesungguhnya saya melihat dari belakangku sebagaimana saya melihat dari depanku. Kerjakanlah shalatmu dengan benar, dan sempurnakanlah ruku’mu dan sujudmu.( Ibnu Khuzaimah )

catatan : melihat sesuatu dibelakang punggungnya juga adalah diantara mukzizat Rasulullah SAW.

234- Wail Ibnu Hijr ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW merenggangkan jari-jarinya ketika ia beruku’, dan dia merapatkan jar-jarinya ketika ia bersujud.

( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

235- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dengan ruku’nya dan sujudnya yang sempurna sesudah itu apa saja yang ia berdoa kepada Allah, maka Allah akan pasti mengabulkannya adakah segera atau kemudian hari ( sebagaimana Allah ridho, akan tetapi ( Dia pasti ) akan mengabulkan doanya. ( tabrani dan Ithafussabah )

236- Abu Abdullah Al Ashari r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan orang yang ruku’nya tidak sempurna dan sujudnya tidak sempurna seperti patukan burung gagak, adalah seperti seorang yang lapar yang makan satu atau dua kurma, yang tidak menghilangkan laparnya. ( sama halnya dengan shalatnya yang tidak bermanfaat ) ( Tabrani, Majma Uz Zawaid dan Abu Ya’la )

237- Abu Darda r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : perkara pertama yang akan diangkat dari umat ini, adalah khusyu’ dalam shalat, sampai sedemikian jauh sehingga kamu akan tidak akan mendapati seorang yang shalat dengan khsusyu’. ( Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

238- Abu Qatadah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda :pencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri dari shalatnya. Sahabat berkata : wahai Rasulullah ! bagaimana ia boleh mencuri dari shalatnya ? Baginda menjawab : ia tidak ruku'’dengan sempurna atau sujud tidak sempurna atau ( ia berkata ) : ia tidak menjaga punggungnya lurus dalam ruku’ atau dalam sujud. ( Musnad Ahmad Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

239- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tidak memandang shalat seseorang yang tidak menjaga punggungnya lurus antara ruku’ dan sujudnya. ( Musnad Ahmad dan fatur Rabbani )

Catatan : hadist ini menunjuk kepada Qauma yaitu berdiri lurus dengan sempurna sesudah ruku’ sebelum melakukan sajadah. Banyak orang yang tidak melakukan ini dengan benar, dan bangun dari ruku’ kemudian langsung pergi sujud.

240- Aisah r.anha meriwayatkan : saya bertanya Rasulullah SAW tentang membuang pandangan ketika dlam shalat ? baginda berkata : pandangan sekilas adalah seperti setan yang mencuri dari shalat seseorang ! ( HR.Tirmidzi )

241- Jabir Ibnu samura’ ra.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : orang yang mengangkat pandangan mereka kelangit dalam waktu shalat hendaklah berhenti dari perbuatan itu, kalau tidak pandangan mereka tidak akan kmbali kepada mereka. (HR.muslim )

Catatan : memandang ke arah langit adalah bertentangan dengan adab dalam shalat.

242- Abu Hurairah r.a. meruiwayatkan bahwa Rasullah SAW datang ke masjid ; dan seorang laki-laki juga datang ke masjid mengerjakan shalat, kemudian menghampiri Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepada Nya. Rasulullah SAW menjawab salamnya dan berkata : kembali ! ulangilah shalatmu lagi sebab engkau belum mengerjakan shalat. ia kembali dan mengerjakan shalatnya dengan cara yang sama sebagaimanai atelah lakukan terlebih dahulu, dan kembali dan menyelami rasulullah SAW. Baginda berkata kembali ! ulangilah shalatmu lagi karena kamu belum melakukan shalat. Ini terjadi sampai tiga kali. Kemudian lelaki itu berkata : demi Dia yang mengutus kamu dengan kebeneran ! saya tidak dapat melakukan shalat lebih baik daripada ini. Oleh sebab itu ajarilah saya untuk shalat. Rasululah SAW menjawab : apabila kamu beridiri untuk mengerjakan shalat ucapkan takbir ( katakan Allahu akbar ), kemudian membaca ( dari ) Al Qur’an ayat apa saja yang kamu dapat baca. Kemudian engkau pergi ruku’ dan ruku’lah dengan tenang dan kemudian engkau berdiri dari ruku’ dan berdirilah dengan tenang. Kemudian engkau pergi sujud, kemudian sujudlah dengan tenang, dan kemudian kamu bangun dari sujud dan kamu pergi dalam qoadah ( posisi duduk ) dengan tenang. Kerjakan semua ini

( dengan hati-hati ) dalam seluruh shalatmu. (HR.Bukhari ).

KHUSYU’ DAN KHUDU’ 2

221- fadl Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat dalam dua ( rakaat ) kemudian dua ( rakaat ) dengan tasyahud yang diucapakan pada akhir dari tiapa-tiap dua rakaat, dan ( shalat ) doa yang penuh merendah diri, dengan khusu’ dan ketentraman. Kemudian ( sesudah menyempurnakan shalat ) angkatlah kedua tanga...nmu dengan merendah diri kepada Rabmu, dengan menghadapkan kedua telapak tanganmu kearah mukamu dan ucapkanlah wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! dan baangsiapa yang tidak berbuat demikian, maka shalatnya tidak sempurna. ( Musnad Ahmad )

catatan : perkataan yang dipakai disini tidak sempurna adalah khidaj, yangarti harafiahnya bayi atau binatang yang prematur. Sama halnya apabila seorang mengerjakan shalat Allah pasti mendengar dan menjawab doanya. Jikalau ia tidak memperoleh peluang memperbaiki dan membetulkan shalatnya maka tidak dapat diragukan bahwa shalatnya tidak sempurna ( tidak mendapat pahala sempurna ).

222- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tiada hentinya berpaling dengan penuh perhatian kepada hamba Nya ketika ia dalam shalat, selagi ia tidak berpaling perhatiannya. Demikian jikalau ia memalingkan perhatiannya ( dalam kebingungan, Allah SWT akan berpaling daripadanya !. (Nasai )

223- Huzaifah r.a. melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya apabila seorang berdiri dalam shalat, Allah Ta’ala menghadap kepadanya dengan penuh perhatian sehingga ia kembali ( dari shalatnya), atau melakukan suatu amalan yang bertentangan dengan kebajikan dan adab dari shalat.( Ibnu Majah )

224- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang dianatar kamu berdiri dalam shalat, ia tidak boleh meratakan kerikil-kerikil ( dengan tangannya ), karena rahmat ( Allah ) sedang ditujukan kepadanya. (HR.Tirmidzi )

Catatan : dalam permulan islam tiada sesuatupun yang dihamparkan diatas lantai mesjid, dan shalat dikerjakan diatas gundukan pasir dan kerikil. Oleh karena itu pada masa itu melakukan sujud tidak menyenangkan karena terdapat pasir dan kerikil Rasulullah SAW melarang meratakan tempat sujud dengan sengaja, karena pada masa ini rahmat Allah sedang diarahkan menuju kepada orang-orang dalam shalat. Segala perbuatan yang tidak disengaja selama shalat, boleh mneyebabkan seseorang kehilangan rahmat Allah.

225- Samura r.a. eriwayatkan bahwa Rasululah SAW memerintahkan kami, ketika kami mengangkat kepala dari sujud dalam shalat, untuk duduk dengan tentram dioatas tanah dan bukan ( diatas tumit dengan dua kaki tegak ) diatas jari-jari kaki. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

226- Abu Darda r.a. meriwayatkan ini pada masa kematiannya : saya hendak menceritakan kepada kamu (sekarang) sebuah hadist yang saya dengar dari Rasulullah SAW yang bersabda : Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Nya dan jikalau engkau tidak dapat melihat Nya, maka sesunguhnya Dia melihat kamu !anggaplah dirimu diantara orang mati dan waspadalah terhadap doa orang yang di zalimi, karena seasungguhnya doanya makbul. Dan barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk menghadiri dua shalat isya dan fajar ( dengan berjamaah ) mskipun dngan meangkat, maka hendaklah ia melakukan demikian !

( tabrani Majma UZ Zawaid )

227- Ibnu umar r.anhuma meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat seperti seorang yang sedang dalam bermusafir ( dalam dunia ini ), karena meskipun engkau melihatnya (Allah ) dan jikalau engkau tidak melihat nya sesungguhnya ia melihat kamu ! ( Jami’us Saghir )

228- Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa kami sering mengucapkan salam kepada Rasullullah SAW meskipun ia sedang berada dalam shalat, dan ia senantiasa menjawab salam kami. Kemudian apabila kami kembali dari Najasy, kami mengucap salam ( sebagaimana biasanya ) kepadanya akan tetapi ia tidak menjawab oelhsebab itu kami berkata : Wahai rasulullah ! kami biasa menguicap salam kepadamu dalam shalat dan engkau menjawab salam kami. Baginda menjawab : sesungguhnya shalat menghendaki selurh perhatian seseorang. (HR.Muslim).

Catatan : najasy adalah gelaran untuk Raja Ethiopia dahulu. Sejumlah orang islam telah berpindah ke Ethiopia dibawah jaminan Najasy.

229- Abdullah r.a.meriwayatkan : Saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan shalat, dan terdengar dari dadanya suara seperti putaran batu gilingan karena tangisannya. (Hr.Abu daud )

230- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan shalat fardhu adalh seperti sebuah timbangan, barangsiapa yang memberi sepenuhnya, akan mengambil sepenuhnya ( barangsiapa mengerjakan shalat dengan sempurna dan dengan betul akan mendapat pahala penuh dari Nya ). ( baihaqi dan Targhib )

KHUSYU’ DAN KHUDU’ 1

TAKUT DAN TAWAJJUH DALAM SHALAT

Ayat-ayat Al-Qur’an

قال الله تعالى : حفظوا على الصلوات وآصلوة آلوسطى وقوموا لله قنتين %( البقرة: 238)

Allah SWT berfirman : peliharalah selalu semua shalat-shalat fardhu dan ( terutama ) shalat pada pertengahan ( shalat ashar ), dan berdirilah dihadapan Allah dengan ketaatan yang khusu’. ( Al-Baqarah 2: 238... )

وقال تعالى: وآستعينوا بآلصبر وآلصلوة وإنها لكبيرة اٌلا على آلخشعين % ( البقرة: 45 )

Allah SWT berfirman : Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat; dan ini sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’ dan berserah diri kepada Allah ). (Al-Baqarah 2:45 )

Catatan : sabar bermakna bahwa seorang menahan dirinya dari nafsunya dan bisikan-bisikan dari dalamnya dan menuruti semua perintah-perintah Allah. Serupa juga menahan sabar atas kesulitan-kesulitan juga termasuk sabar. Ayat yang memerintahkan iniuntuk mengamalkan agama maka pertolongan diperolehi melalui sabar dan shalat.

وقال تعالى : قد أفلح آلمؤمنون % آلذين هم فى صلاتهم خشعون % ( المؤمنون : 1-2)

Allah SWT berfirman : sesungguhnya orang-orang beriman yang mendapat kesuksesan adalah mereka yang khsusu’ dalam shalat mereka.

(Al-Mukminun 23 : 1-2 )

Hadist-hadist Nabawi

212- عن عثمان رضى الله عنه فال : سمعت رسو ل الله r يقول : ما من امرىء مسلم تحضره صلاة مكتو بة، فيحسن وضوء ها وخسو عها وركو عها، إلا كانت كفارة لما قبلها من الذنوب ما لم يؤت كبيرة، وذلك الدهر كله. رواه مسلم، باب فضل الوضوء ... صحيح مسلم 1/ 206 طبع دار إحياء التراث العربى

212- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang muslim yang apabila tiba waktu shalat fardhu mengambil wudhu’ denga sempurna dan mengerjakan shalat dengan khusu’ dan ruku’ yang sempurna, kecuali shalatnya itu akan menjadi penghapusan keatas dosa-dosanya yang telah lampau; selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa yang besar, maka kelebihan shalat ini akan memberi manfaat kepadanya sepanjang waktu.

( HR.Muslim ).

Catatan : Khusu’ dalam shalat bermakna bahwa hati seseorang dipenuhi dengan kebesaran dan keagungan Allah, dan anggota-anggota badannya berada dalam keadaan tentram. Khusu’ juga bermaksud memfokuskan pandangan sementara dalam qauma pada tempat diman sujud dilakukan ; dalam ruku’ mata ditujukan kepada jari-jari; dalam sajadah mata diarahkan pada hidung, dan pada posisi qoadah mata diarahkan pada paha. ( bayanul Qur’an dan Sarhus Sunnah Abu Daud lil ayni )

213- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat shalat, dsalam suatu cara yang ia tidak melupakan sesuatu selama shalat ( dengan keseluuhan konsentrasi kepada Allah Ta’ala ), maka semua dosa-dosanya yang lampau diampuni. ( HR.Abu Daud )

214- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Tidaklah seorang muslim mengambil wudhu’ dan berwudu’ secara sempurna, kemusian berdiri dalam shalat, penuh tawajjuh pada apa yang ia ucapkan kecuali ia meninggalkan ( sesudah menyempurnakan ) shalatnya ( dalam keadan ) bebas dari dosa, sebagaimana pada hari ibunya melahirkan dia. ( Mustadrak Hakim )

215- Humran rahmatullahialaihi, hamba yang dibebaskan oleh Ustman r.a. menceritakan: Ustman Ibnu Affan r.a. meminta air kemudian berwudhu’. Ia membasuh tangannya tiga kali, kemudian ia memasukkan air kemulutnya dan kehidungnya dan membasuh mukanya tiga kali. Kemudian ia membasuh lengan tangannya sampai ke siku tiga kali, dan membasuh lengan kirinya seperti itu juga, kemudian menyapukan kepalanya dengan tangannya yang basah dan ia membasuh kaki kanannya termasuk pergelangan kaki tiga kali, kemudian ia membasuh kaki kirinya seperti itu juga, dan ia berkata : saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan wudhu’ seperti yang saya kerjakan, dan Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang wudhu'’nya serupa dengan wudhu’ku, kemudian berdiri dan mengerjakan dua rakaat, tidak memikirkan sesuatu yang lain ) dengan penuh konsentrasi), maka segala dosa-dosanya yang terdahulu diampuni. Ibnu Sihab rahmatullahialaihi berkata ulama-ulama kita mengatakan, untuk shalat inilah wudhu’ yang paking sempurna. (HR.Muslim ).

216- Abu Darda r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna, kemudian mengerjakan dua rakaat atau empat rakaat, ( periwayat ragu-ragu apakah ia mendengar Rasululah SAW mengatakan dua rakaat atau empat rakaat), mengerjakan ruku’ dengan baik dan dengan khusu’ ( merendahkan diri dan penuh ketakutan ), kemudian berdoa kepada Alah bagi kemapunan ; maka ia akan diampuni.(Musnad Ahmad dan Majam Uz Zawaid )

217- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani ra.a meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang berudu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat, sedemikian rupa sehinga hatinya penuh perhatian dan badannya berada dalam keadan rileks, maka sorga menjadi wajib baginya ! ( HR.Abu daud )

218- Jabir r.a.meriwayatkan bahwa seorang datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: Wahai Rasulullah ! shalat yang bagaimanakah yang adalah shalat yang terbaik ? Baginda menjawab : ( seorang yang shalatnya dengan ) qunut yang panjang. ( Ibnu Hibban )

Catatan : Qunut disini bermakna berdiri dalam shalat dan membaca Al Qur’an dengan penuh khusyuk kepada Allah.

219- Mughirah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri dalam shalat sangat lama sehingga kaki-kakinya menjadi bengkak. Dikatakan kepadanya, Allah SWT telah mengampuni dosa-dosamu pada masa yuang lampau dan masa yang akan datang. Baginda berkata : tidakkah aku menjadi seorang hamba yang brsyukur kepada Allah ? (HR.Bukhari )

220- Amar Ibnu yasir r.anhuma meriwayatkan : Saya mendengar rasulullah SAW bersada: sesungguhnya seorang meninggalkan ( dari tempat ia telah mengerjakan shalatnya ) dan tidak tertulis baginya kecuali sepersepuluh ( pahala ) shalatnya atau sepersembilan, atau seperdelapan, atau sepertujuh; atau seperenam; atau seperlima; atau sperempat; atau sepertiga; atau separuh pahal dari shalatnya. ( HR.Abu Daud )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa semakin ikhlas dan khusyu’ bentuk lahir dan bathin dalam shalat seseorang yang mendekati sunnah, maka semakin besar pahalanya (Badzhl Majhud ).

Friday, January 28, 2011

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 9

201- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW maukah kamu suka yang seorang pulang ke keluarganya dan mendapatkan seekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ? kami menjawab : Ya ! Nabi SAW kemudian bersabda : tiga ayat Al Qur’an yang kamu baca dalam shalatmu adalah lebih baik ( dalam nilai dan kelebihannya ) baginya daripada tiga ...ekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ! (HR.Muslim )

Catatan : Sebagaimana unta-unta ( khususnya yang gemuk lagi hamil, yang punuknya berisi dengan daging ) oleh orang-orang arab merupakan barang niaga yang sangat bernilai dan berguna, oleh sebab itu Rasulullah SAW memberikan contoh ini untuk mnrkankan nilai ayat-ayat Al Qur’an, sebagai lebih berharga daripada harga benda – benda dunia.

202- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan ruku’ dan sujud maka derajatnya dinaikkan satu peringkat, dan satu dari dosanya diampuni. (Musnad Ahmad, Musnad Bazar, Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

203- Rifa’ah Ibnu Rafi Az Zuraqi ra.a eriwayatkan bahwa : pada suatu hari kami mengerjakan shalat di belakang Nabi SAW, apabila Baginda mengangkat kepalanya daRI ruku’, ia berkata : Sami allohu limanhamidah ( Allah mendengar siapa yang memuji Nya ! ) seorang berada dibelakangnya membaca : Rabbana walakalhamd hamdan katsiraan tayyiban mubarakan fii ( Wahai Tuhan kami ! segala puji bagi Engkau, yang penuh kemuliaan dan keberkahan ). Apabila Rasulullah SAW menyempurnakan shalat, ia bertanya : siapa yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? lelaki itu menjawab : saya yang mengucapkan ! Rasulullah SAW kemudian berkata : saya melihat lebih daripada tiga puluh malaikat yang bekejar-kejaran satu sama lain untuk menjadi yang pertama mencatatkan ( pahalanya ) ! ( HR.Bukhari )

204- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Apabila imam mengucap : Sami’allohuliman hamidah ( Allah mendegar orang yang mmuji kepada Nya !) kemudian mengucap : Allahumma ! Rabbana lakalham ( Wahai Allah ! wahai Tuhan kami, hanya kepada Engkau segala pujian !). dan baginya ucapan pujiannya ini bersamaan dengan pujian para malaikat, maka segala dosa=-dosanya yang kampau di ampuni ! ( HR.Muslim ).

205- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : orang yang paling dekat yang seorang hamba datang mendekati Rabnya adalah apabila ia berada dalam keadan sujud ketika shalat, maka berdoalah sebanyak-banyaknya ketika kamu dalam keadaan sujud. (HR.Muslim )

206- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : dari antara hamba-hamba yang bersujud kepada Allah semata-mata karena Nya Allah ( karena sujudnya ini ) menulis baginya satu amalan kebaikan, menghapus baginya satu amalan keburukan dan menaikkan baginya satu derajat. Oleh karena itu bersujudlah ( dengan mengerjakan shalat ) sebanyak-banyaknya !

( Ibnu Majah ).

207- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila Bani Adam membaca ayat yang mana ada sujud, dan kemudian turun dalam sajadah; setan menarik diri bersunyi diri, menangis dan berkata : celakalah aku ini ! Bani Adam diperintahkan untuk bersujud ; dan ia ( taat dan ) melakukan sajadah, maka baginya adalah sorga ( buat selama-lamanya ).dan aku juga diperintahkan untuk melakukan sujud, akan tetapi aku telah menolak, dan oleh sebab itu bagiku adalah kebinasaan ( yang kekal ) dalam api neraka. ( HR.Muslim ).

Catatan : ini berkaitan kepada ayat-ayat Al Qur’an dimana sujud disebutkan; ketika membaca sebuah ayat demikian, maka seorang mesti melakukan sujud.

208- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda ( dalam sebuah hadist yang panjang ) : apabila Allah sudah akan menyempurnakan pengadilannya dan keputusannya diantara hamba-hambanya ; dan apabila Dia berkehendak untuk menghapus dengan rahmat Nya, siapa yang Dia kehendaki; dari antara orang-orang yang telah dilaknat oleh api neraka, Dia akan memerintahkan malaikat-malaikatuntuk mengeluarkan mereka dari neraka, orang-orang yang tidak melakukan suatu bentuk syirik dan pernah mengucap La Ilaha Illallah ( Tiada Tuhan yang di sembah kecuali Allah. ) Malaikat-malaikat akan mengenal mereka dalam neraka melalui tanda-tanda sujud mereka. Neraka akan memakan habis seluruh tubuh Bani Adam ; kecuali bekas sujud sebagaimana Allah SWT telah mengharamkan api neraka dari memakan habis bekas sujud mereka ; dan mereka akan dikeluarkan oleh malaikat-malaikat dari api nereka. ( HR.Muslim ).

Catatan : bekas sujud ada tujuh bagian dalam badan, yang menyentuh tanah apabila sajadah dilakukan. Ini meliputi; dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki. ( Nawawi ).

209- Ibnu Abbas r.a.nhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW mengajar kepada kami tasahud, sebagaimana ia mengajar akami surah-surah Al Qur’an. ( HR.Muslim )

210- Khaffat Ibnu Ima’ Al Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa: apabila Rasulullah SAW duduk dalam ( qoadah ) pada akhir shalat kemudian ia menunjuk dengan jari telunjuknya. Orang-orang musyrik berkata bahwa ia sedang membuang beberapa ucapan magic ( Allah mengharamkan !) dengan jari telunjuknya. Mereka sebenarnya berbohong saja. Rasululah SAW menunjukkan tauhid ( ke Esaan ) Allah dengan cara demikian. ( Musnad Ahmad, Tabrani dan Majma UZ Zawaid. )

211- Nafi rahimahullah meriwayatkan bahwa : apabila Abdullah Ibnu Umar r.anhuma duduk dalam shalat ( Quadah ) ia meletakkan kedua tangannya diatas paha-pahanya, dan menunjuk dengan jari telunjuknya dan mengarahkan matanya, tepat pada jari yang sementara menunjuk. Sesudah shalat ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata tentang menunjukkan jari telunjuk : ( bahwa menunjukkan dalam jari telunjuk dalam tashahud ) adalah lebih keras kepada setan daripada sebuah anak panah besi ! ( Musnad Ahmad )

Catatan : Posisi duduk dari shalat dikenal sebagai qoadah. Dan menunjukkan jari telunjuk adalah simbolis tauhid dan di lakukan secara serempak dengan bacan yang menggambarkan tauhid yaitu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah; dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya.

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 8

191- عن عبدالله بن زيد المازنى رضى الله يقول: خرج رسول الله r إلى المصلى فاستسقى ، وحول رداءه حين اسقبل القبلة. رواه مسلم ، باب كتبا صلاة إستسقاء، رقم 2070

191- Abdullah Ibnu Zaid Al-Mazini r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pergi ketempat shalatul I’ed dan mengerjakan shalatul istisqa ( untuk meminta hujan, dan membalikkan serbannya bagian ...dalam keluar sementara ia menghadap kiblat ( memohon kepada Allah, untuk mengembalikan keadaan kemarau ini, dengan rahmat Nya yang mutlak, dan menurunkan hujan ). ( HR.Muslim )

192- Huzaifah r.a. meriwayatkan bahwa : Apabila Nabi SAW menghadapi sesuatu kesulitan dan keadaan yang suram, maka ia bersegera kepada shalat.

( HR.Abu Daud )

193- Ma’mar rahimahullah meriwayatkan dari seorang sahabat quraisy : Apabila keluarga Nabi SAW mengalamin kesulitan karena makanan dan perbekalan, ia memerintahkan mereka mengerjakan dan membaca ayat berikut :

وأمر أهلك بالصلوت واصطبر عليها لا نسألك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

Artinya : Dan perintahkanlah keluargmu kepada shalat dan bersabarlah dengannya. Kami tidak meinta rezeki kepadamu, sesungguhnya Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan sebaik-baik takdir ( di akherat ) adalah sungguh bagi orang-orang yang bertakwa. ( Ithafusada dan Musanaf Abdurrazak. )

194- Abdullah Ibnu Abu Awfa Al Aslami r.anhuma meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW datang kepada kami dan berkata : barangsiapa yang dihadapkan dengan suatu keperluan, yang berkaitan kepada Allah ( kepada salah seorang dari ciptan Nya, maka hendaklah ia mengambil wudhu’ dan mengerjakan shalat, dan berdoa : Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Pemaaf dan Maha pemurah, Maha suci Allah pemilik Arsy yang Agung, segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Wahai Allah ! Aku mohon kepada Mu, curahan rahmat Mu dan kepastan ampunan Mu, dan penghasilan segala kebaikan dan kesematan dari segala dosa. Janganlah biarkanm dosa padaku melainkan Engkau telah mengampuninya dan janganlah biarkan kesusahan kepadaku melainkan Engkau telah menghilangkannya dan janganlah biarkan keperluan yang Englau ridhai melainkan Engkau telah memenuhinya, wahai Tuhan yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Sesudah mengucapkan doa ini kepada Allah untuk apa saja yang engkau inginkan berkenaan dengan dunai ini atau akherat. Tidak dapat diragukan pasti diterima. ( Ibnu Majah dan Misbahuzzujajah ).

195- Abdullah Ibnu masud r.a. meriwayatkan bahwa seoarang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata : Wahai Rasulullah saya ingin pergi ke Bahrain untuk untuk berniaga. Rasulullah SAW mengarahkannya untuk mengerjakan shalat dua rakaat sebelum memulakan perjalanan. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

196- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Nabi SAW bersabda : Apabila kamu memasuki rumahmu, kerjakanlah dua rakaat shalat. Karena ini akan melindungi kamu dari kejahatan yang masuk kerumahmu. Demikian pula kerjakanlah dua rakaat shalat sebelum keluar dari rumahmu ; karena ini akan melindungi kamu dari kejahatan yang ada di luar.( Bazar, Majma UZ Zawaid )

197- Ubayy Ibnu Kaab r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bertanya kepadaku : apa yang kamu baca dalam permulaan shalatmu ? Kaab r.a. menjawab : umul qur’an (surat fatiha )! Rasulullah SAW kemudian bersabda : demi Dia yang dalam tangannya nyawaku ada, Allah tidak mewahyukan surat ( yang serupa dengan ini dalam taurat, atau dalam injil, atau dalam zabur, atau dalam sisa al qur’an. Dan sungguh ini, tujuh ayat ( Sab’masani ) yang diulang dalam setiap rakaat dari shalat. ( Musnad Ahamad dan Fathur Rabbani ).

198- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Aku telah membagikan surat fatiha dalam dua bagian antara Aku dan hamba Ku, dan hamba Ku akan menerima apa yang ia minta. Apabila hambaku berkata Alhamdulillahi rabbil Alamin ( Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam ). Allah SWT berfirman hamba Ku telah memuji Ku ! dan apabila hamba Nya membaca Arrahmanirrahim ( Maha Pengasih maha Penyayang ) Allah SWT berfirman : hamba KU telah memuliakan Aku ! dan apabila apabila hambanya membaca malikiyaumiddin ( raja pada hari kiamat yaitu ganjaran dan azab ). Allah berfirman : hamba Ku telah mengagungkan Aku! ( atau ) mempercayakan Aku ! dan apabila hamba Ku mengucapkan : Iyya kana’budua waiyyakana’stain ( hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan , ini antara aku dan hamba Ku, maka apa saja yang ia minta akan diberikan ! dan apabila hamba Nya berkata Ihdinasshiratolmustaqim shirotholladzina an amta alaihim ghoiril maghdubi alaihim waladhoolin ( tunjukilah kami kejalan yang lurus, jalan orang-orang yang keatas mereka Engkau berikan ni’mat; dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau murkai ; atau orang-orang yang telah Engkau sesatkan ). Allah berfirman : inilah ( bagian surat yang khusus ) bagi hamba Ku dan hamba Ku akan menerima apa saja yang ia minta. ( HR.Muslim )

199- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : katakanlah amin, apabila imam membaca ghairil ma’dhubi alaihim waladholin, dan apabila aminnya bersamaan dengan para malaikat maka segala dosanya yang lampau akan diampuni. ( HR.Bukhari ).

200- Abu Musa Al Ashari ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila imam membaca ghairil maghdbi waladhaliin ,( dan buka jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau sesatkan ) katakanlah amiin, Allah akan menerima doamu. ( HR.Muslim )

See More

181- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barang siapa mengerjakan enam rakaat sesudah shalat maghrib, tanpa diselingi percakapan yang sia – sia diantaranya, maka mendapat pahala sma dengan dua belas tahun ibadah. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Sesudah dua rakaat sunah maghrib, jikalau empat rakaat sunah dikerjakan ini akan men...jadi enam rakaat yang dikehendaki. Menurut beberapa ulama enam rakaat ini adalah tamabahan kepada dua rakat sunah maghrib. ( Mirqaatul mafatih dan Majahir Haque )

182- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Suatu ketika nabi SAW bertanya kepada Bilal r.a. pada waktu shalat fajar : Hei Bilal beritahukan kepadaku sebuah amalan sesudah kamu masuk islam, yang mana engkau mendapat pahal yang begitu banyak, karena saya mendengar derap langkahmu dihadapan saya dalam sorga dalam mimpiku. Bilal r.a.menjawab : saya tidak melakukan amalana yang luar biasa, kecuali ketika saya mengambil wudhu pada siang atau malam hari saya mengerjakan shalat ( tahyatul wudhu )sesudah itu sebanyak yang ditulis atau yang di minta daripadaku.

( HR.Bukhari )

Shalat-tut-Tasbih

183- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan Rasulullah SAW berkata kepada Abbas r.a. wahai Abbas pamanku tidakkah aku berikan ? tidakkah aku hadiahkan kepadamu? Tidakkah aku anugerahkan kepadamu ? tidakkah aku beritahukan kepadamu suatu amalan jikalau engkau mengerjakannnya akan memperolehi sepuluh manfaat ; Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu, yang dahulu maupun yang kemudian, yang lama dan baru ( yang dosa-dosa itu dilakukan ) secara sadar dan tidak sadar, besar dan kecil, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan ? berikut ini adalah amalannya : Engkau mengerjakan empat rakaat membaca dalam setiap rakaat surat fatiha dan sebuah surat dan ketika engkau menyelesaikan bacaan dalam rakaat pertama ; engkau membaca lima belas kali sambil berdiri Subhanallah, Alamdulillah, La ilaha illalllah, Allahu Akbar. Kemudian engkau pergi ruku’ dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil beruku’. Kemudian engkau menangkat kepalmu sesudah ruku’

( dalam qaumah yaitu berdiri dalam posisi lurus ) danmengucapkan tasbih itu sebanyak sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud ; dan dalam psosisi ini ucapkanlah tasbih ityu sepuluh kaki. Kemudian engkau mengangkat kepalmu sesudah bersujud ( dalam jalza yaitu dalam posisi duduk ); dan ucapkanlah tasbih sepuluh kaki. Kemudia engkau mengerjakan sujud yang kedua dan emngucapkan tasbih itu sepuluh kali. Kemudian engkau mengangkat kepalamu sesudah bersujud dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil duduk. Dengan cara ini kamu telah menguca[pkan tujuh puluh lima kali dalam setiap rakaat. Kamu lakukan itu dalam semua empat rakat. ( Wahai pamanku ) jikalau engkau dapat mengerjakan ini ( shalat tasbih ) sekali setaiap hari ; maka lakukanlah demikian, jika tidak maka sekali dalam sekali setiap jum’at ; jika tidak maka sekali dlam sebulan ; jika tidak maka sekali dalam setaun; jika tidak maka sekali dalam seumur hidup kamu. ( HR.Abu Daud )

184- Ibnu Umar. R.anhuma eriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengirim a’far Ibnu Abu Thalib r.a. ke Abesinia. Ketika ia kembali ke Madinah dari Abesinia, Rasulullah SAW memeluknya dan mencium dahinya dan berkata tidakkah aku berikan kepada mu sebagai hadiah ? tidakkah aku berikan kepadamu khabar gembira ? dan tidakkah aku berikan kepadamu suatu pemberian ? ia menjawab : silakan lakukan wahai Rasulullah ! kemudian Rasulullah SAW menjelaskan secara terperinci tentang shalat tut tasbih ( Mustadrak hakim )

185- Fadalah Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW duduk, ketika seorang masuk mesjid dan mengerjakan shalat dan membaca Allahummaghfirli warhamni ( wahai Allah ! ) ampunilah aku dan rahmatilah aku. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : engkauterlalu tergesa-gesa dalam berdo’a ! apabila engkau telah menyelesaikan shalat, dan dalam keadaan duduk ; engkau harus memuji Allah, yang sesungguhnya ia patut untuik mendapat pujian ; (kemudian kamu membaca shalawat ( meminta Allah untuk mengirimkan kurnia kehormatan dan rahmat ) kepadaku. Kemudian kamu baru berdoa. Fudalah Ibnu Ubaid meriwayatkan : seorang yang lain datang dan mengerjakan shalat kemudian ia meuji Allah dan membaca shalawat ketasa nabi SAW. Rasulullah SAW berkata kepada orang itu : wahai orang yang mengerjkan shalat ! ( sekarang ) berdoalah kepada Allah maka doa mu akan diterima ! ( HR.Tirmidzi )

186- Anas r.a.meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki dari kampung yang dalam shalatnya berdoa sebagai berikut :

اللهم مغفرتك أوسع من ذنوبى ورحمتك أرجى عندى من عملى

Artinya : Wahai Yang Maha Agung ! yang kepadanya tak pernah dilihat oleh mata yang Dia berada diluar jangkauan kami, yang kepada Nya tidak seorangpun yang dapat memujinya sebagaumana Dia adanya, yang tiada malepataka waktu yang dapat mempengaruhinya, atau Dia tidak takut kepada malapetaka waktu. ( Wahai Yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi beratnya gunung-gunung, takaran sungai-sungai, jumlah curah hujan, dan jumlah dedaunan pohon-pohon; dan ( Wahai yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi segala sesuatu yang mana kegelapan malam meliputinya, dan yang mana cahaya siang datang, dari Dialah tiada langit yang dapat menyembunyikan langit yang lain, dan tiada bumi yang dapat menyembunyikan bumi yang lain; atauntiada serbuah lautan yang dapat menyembunyikan apa yang ada pada kedalamnya, atau sebuah gunung tak dapat menyembunyikan apa yang ada dalam kekerasaan batu-batu karang. Wahai Allah ! jadikanlah bagian akhir umurku terbaik; dan akhir amalanku amal yang terbaik, dan jadikanlah hari-hariku yang terbaik, hari yang mana saya bertemu dengan Engkau ( pada hari kematian ). Rasulullah SAW menugaskan seorang laki-laki supaya ketika orang ini menyempurnakan shalatnya kemudian membawanya kepadaku. Karena itu ia datang kepada Rasulullah SAW sesudah menyempurnakan shalatnya. Rasulullah SAW mnghadiakan sebentuk emas dari galian yang datang sebagai hadiah. Kemudian ia bertanya kepada Badui itu : kamu berasal dari suku mana ? ia berkata : wahai Rasulullah ! Saya berasal dari suku Banu Amir. Baginda SAW berkata : Tahukah engkau mengapa saya menghadiakan emas ini kepadamu ? Badui itu berkata : Wahai Rasululah ! karena saya mempunyai kekerabatan dengan engkau. Baginda SAW kemudian berkata : hubungan kekarabatan mempunyai hak-haknya, akan tetapi saya menghadiakan emas ini kepadamu karena engkau memuji Allah dengan suatu cara yang sangat layak. (tabrani dan Majma Uz Zawaid )

Catatan : Doa tersebut dapat dibaca dalam setiap posisi dari shalat nafil.

187- Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Allah melakukan dosa kemudian ia mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan dua rakaat shalat, dan memohon keampunan dari Allah, Dia mengampuninya. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat-ayat ini :

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموآ أنفسهم

Artinya : dan mereka yang bila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiriswegera mengingat Allah dan memohonkan ampunan atas segala dosanya ; dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Alah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya demikian padahal mereka tahu ( Al-Imran 3:135 )

( HR.Abu Daud )

188- Hasan Rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang hamba Allah yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian mensucikan dirinya dengan wudhu’ yang sempurna, kemudian ia keluar kelapangan terbuka dan mengerjakan dua rakaat shalat dan memohon pengampuna atas dosa-dosanya kecuali Allah SWT pasti mengampuninya. ( Baihaqi )

189- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW mengajarkan kami cara melakukan istikharah ( memohon Allah untuk menunjuki seseorang cara yang benar dari suatu amalan mengenai suatu kerja atau suatu amalan), dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan kami surat-surat dari Al Qur’an. Baginda berkata : jikalau salah seorang daripada kamu berniat melakukan suatu pekerjaan ( hal urusan seseorang ), ia mesti mengerjakan dua rakaat shalat sunat dan berdoa sebagai berikut :

االلهم إنى أستخيرك ..........ثم أرضنىبه

Artinya : Wahai Allah ! aku minta pilihan kepada Mu dengan pengetauhan Mu dan aku mohon keputusan dengan kekuasaan Mu dan aku mohon kepada Mu dari keutamaan Mu yang besar, sesungguhnya Engkau mampu sedang aku tidak mampu dan Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetauhi dan Engkau mengetauhi hal-hal yang ghaib.

Wahai Allah ! jikalau Engkau mengetauhi bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku dan penghidupanku serta akhir urusanku, maka takdirkanlah bagiku dan mudahkanlah bagiku kemudian berkatilah aku didalamnya.

Apabila Engkau mengetauhi bahawa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, pnghidupanku dan akhri urusanku atau buat masa dekat dan masa depannya, maka singkirkanlah ia dariku dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimanapun juga kemudian jadikanlah aku ridha dengan Nya. Rasulullah Saw menambahkan bahwa seseorang kemudian boleh menyebutkan keperluannya ( dalam shalat pada kedua tempat ketika ia membaca “ hazal amir “ yaitu kerja ini ia harus menyebutkan keperluannya). ( HR.Bukhari )

Catatan : Sebagai misal, jikalau istikharah dilakukan untuk bermusafir, maka katakan “ hazal safar “ sebagai ganti “hazal amr “ dan dalam urusan nikah, katakan “ hazal nikah”.

190- Abu bakrah r.a. meriwayatkan bahawa : selama masa Nabi SAW terjadi gerhana matahari, dan ia pergi ke masjid ( tergesa-gesa ), ia manarik jubahnya dan sahabat-sahabat r.anhum berkumpul mengelilinginya. Ia mengimami mereka dalam shalat dua rakaat. Dan ketika gerhana telah menjadi terang, baginda SAW bersabda : sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kebesaran Allah. Mereka tidak memudar karena kematian seseorang ( sebagaimana pemikiran jahil orang-orang hari ini; sesungguhnya semua ini fenomena alam yang hanya terjadi dengan perintah Allah ). Olhe sebab itu apabila terjadi gerhana, kerjakan shalat dan terus berdoa memohon rahmat Allah sehinga gerhana berakhir. Ini terjadi yang putra Rasulullah Saw bernama Ibrahim r.a. meninggal pada hari itu’ dan orang-orang membicrakan tentang kematiannya ( yang maengatakan gerhana telah menybabkan kematiannya ).


( HR.Bukhari )

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 6

171- عن أبى الدرداء رضىالله عنه يبلغ بهالنبى r قال : من أتى فراشه وهوا ينوى أن يقوم، يصلى من اليل فغلبته عينا حتى أصبح، كتب له ما نوى وكان نومه صدقة عليه من ربه عزوجل. رواه النسائى، باب من أتى فرشه وهو بنوى القام،رقم 1788

171- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang pergi tidur dengan niat untuk mengerjakan sh...alat tahajud pada malam hari, akan tetapi dikuasai oleh ngantuk sehingga waktu subuh ( dan ia tidak dapat mengerjakannya ), maka akan tertulis baginya pahala sempurna untuk shalat tahajjud, karena apa yang ia niatkan ; dan tidurnya adalah hadiah tambahan dari Allah. (Nasai )

172- عن معاذ بن أنس الجهنى رصىالله عنه أن رسول الله r قال : من قعد فى مصلاه حين ينصرف من صلاة الصبح حتى يسبح ركعتى الضحى لا يقول إلا خيرا غفر له خطاياه، وإن كانت أكثر من زبد البحر. رواه أبوداود، باب صلوة الضحى، لرقم : 1687

172- Muadz Ibnu Anas Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang tetap wudhu ditempatnya sesudah mengerjakan shalat fardhu fajar dan tidak berbicara sesuatu kecuali kebaikan, kemudian mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni meskipun jikalau lebih daripada buih dilautan. ( HR.Abu Daud )

173- عن الحسن بن على رضىالله عنهما قال : سمعت رسول الله r يقول : من صلى الغداة ثم ذكر الله عز وجل حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين أو أربع ركعات لم تمس جلده النار. رواه البيهقى فى شعب الايمان 3/420

173- Hasan Ibnu Ali r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasululah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar, menyubukkan dirinya kepada Alah SWT sehinga matahari terbit, dan kemudian mengerjakan dua atau empat rakaat ( shalat isra.) maka api neraka tidak akan menyentuh kulitnya. ( HR.Baij\haqi )

174- عن أنس بن مالك رضىالله عنه قال : قال رسول الله r من صلى الفجر فى جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة، قال : قال رسول الله r : تامة تامة تامة.

174- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar dalam berjama’ah, tetapsibuk dengan brdzikir sehingga matahari terbit, kemudian mengerjakan dua rakaat, maka mendapat ganjaran haji dan umrah. Anas r.a. melaporkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan ini tiga kali : ( pahala) haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna. (HR/Tirmidzi )

175- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : Allah SWT berseru: wahai Bani Adam ! janganlah kamu lalai mengerjakan empat rakaat shalat pada permulaan hari; Aku akan mencukupkan semua keperluanmu pada hari itu. ( Mustadarak Hakim, Musnad Ahmad, dan Majma Uz Zawaid )

176- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menghantar sebuah pasukan yang mereka kembali dalam waktu yang singkatdengan membawa ghamnimah yang besar ( harta rampasan perang ). Seorang laki-laki menerangkan wahai Rasulullah SAW ! kami tidak pernah melihat sebuah pasukan yang demikian yang kembali begitu cepat dan dengan membawa ghanimah yang begitu banyak. Rasulullah SAW berkata : maukah saya memberitahukan kamu tentang seorang yang memperoleh lebih banyak ghanimah dalam masa yang lebih sinkat ? seorang yang mengambil wudhu dengan semopurna pada rumahnya, pergi ke masjid, mengerjakan shalat fajar dan kemudian ( sesudah matahari terbit ), mengerjakan shalat dhuha, sesungguhnya dalam masa yang sedikit memperolehi keuntungan yang besar sekali. (Abu Ya’la dan Majma Uz Zawaid )

177- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : setiap pagi sedekah harus dibayar oleh setiap orang sebagai bersyukur karena kesehatan dari setiap persendiannya. Setiap ucapan subhanallah ( Allah Maha Suci ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) adalah amal; sedekah. Dan setiap ucapan La Ilaha Illallah ( Tiada yang patut sisembah kecualai Allah ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) adalah amal sedekah. Mengajak kepada yang ma’ruf adalah amal sedekah. Mencegah dari yang mungkar adalah amal sedekah. Dan mengerjakan dua rakaat dhuha mencukupi ( sebagai bersykur bagi setiap persendirian badan ).(HR.Muslim )

178- Buraidah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : ada tiga ratus enam puluh persendian dalam tubuh seseorang ; dan sedekah adalah hak dari setiap persendian. Para sahabat r.anhum berseru : wahai Nabi Allah ! siapa yang sanggup membayar sedekah sebanyak itu ? baginda bersabda : menguburkan air ludah yang dibuang di masjid adalah sedekah ; menyingkirkan suatu halangan atau sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedeklah ; dan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha mencukupi sebagai sedekah ( bagi semua persendirian dan tubuh).(HR.Abu Daud )

179- Abu Hurairah r.a. meiwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuaha secara teratur, dosa-dosanya dihapuskan walaupun jikalau sebanyak buih ( dari gelombang ) dilautan. ( HR.Ibnu Majah )

180- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuha ; tidak akan dikira diantara hamba-hamba Allah yang lalai ; dan barangsiapa mengerjakan empat rakaat akan trrtulis dianatara hamba-hamba yang taat; dan barangsiapa mengejakan enam rakaat, maka keperluanya pada hari itu akan terpelihara; dan barangsiapa engerjakan delapan rakaat, maka akan tertlis diantara orang yang taat ; dan barangsiapa mengerjakan dua belas rakaat ; Allah membangun sebuah istana baginya dalam sorga. Tidaklah berlalu suatu hari, atau suatu malam, yang mana Allah tidak mengobral sedekah dan kebajikan keatas hamba-hamaba Nya. Dan kebajikan paling besar dari Allah ke atas hamba-hambanya adalah diberikan kepada mereka kesempatan untuk mengingatinya ( melalui dzikir ). ( tabrani dan majma Uz Zawaid )

Wednesday, January 26, 2011

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 5

161- Muthalib Ibnu Rabi’ah r.anhuma mriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berasabda : shalatullail ( shalat tahajud) dikerjakan ( dua-dua rakaat) secara berpasangan. Apabila kamu mengerjakan shalat ini maka sesudah setiap dua rakaat bacalah tasahud dan dalam keadaan itu mohonlah kepada Allah seperti seorang yang benar-benar berhajat, ungkapkanlah ketid...ak berdayan dan kelemahan seseorang. Barangsiapa yang tidak berlaku demikian ini shalatnya tidak sempurna. Musnad Ahmad )

catatan : Doa dapat dilakukan sesudah tasahud ( dalam shalat ) sesudah menyempurnakan shalat.

162- Huzaifah Ibnu Al Yaman r.a. meriwayatkan: pada suatu malam saya mlewati Rasulullah SAW yang sedang engerjakan shalat dalam mesjid di Madinah. Saya berdiri dibelakang Rasulullah SAW dngan keinginan yang sangat untuk mengerjakan shalat bersama dengannya. Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah. Saya menyangka bahwa ia akan berukuk sesudah seratus ayat akan tetapi ia tidak berbuat demikian; karena itu saya mengira bahwa ia akan berukuk sesudah dua ratus ayat akan tetapi ia tidak berhenti disana kemudia saya yakin ia kan pergi rukuk pada akhir surat itu.ketika surat itu berakhirRasulullah SAW memuji Allah dengan ucapan, Allahumma lakalham ( segala puji bagi Allah dan kemuliaan bagi Engkau wahai Alah ) 3 kali. Dan ia kemudian meulai membaca surat Al Imran. Ketika Rasululah SAW menyempurnakan surat ini lagi ia memuji Allah dengan ucapan : Allahumma Lakalham 3 kali, dan memulai membaca surat Al Maidah. Saya yakin bahwa ia pergi rukuk pada akhir surat ini, dan ia berukuk; dan saya mendengarnya membaca tasbih ini dalam rukuk ; “ Subhanallah rabbial aldzim “ ( Maha suci Allah dan kemulian bagi Rab Ku yang Maha Besar ) karena bibir Rasulullah sedang bergerak ; saya berfikir bahwa ia sedang membaca sesuatu yang lain dengannya itu juga, perkataan yang mana saya tidak mengerti. Kemudian ia pergi sujud ; saya mendengar Rasululah SAW membaca tasbih ini ; Subhana rabbial A’la ( maha suci dan kenmuliaan bagi Rabku Yang Maha Tinggi ) dan ia membaca sesuatu yang lain yang tidak saya mengerti. Pada rakat yang kedua a mulai membaca suarat Al Anam. Saya meninggalkannya karena saya kurang sabar untuk meneruskan shalat dengan Rasululah SAW. ( Musanaf Abdurrazak )

163- Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini pada suatu malam sesudah ia menyempurnakan shalat tahajjudnya.

Artinya : wahai Allah aku memhon kepada Engkau akan rahmat Mu yang dengannya Engkau memberikan petunjuk dalam hatiku, yang dengannya Engkau memudahkan pekerjaanku, dan engkau menghilangkan keadaan kesusahanku dengannya, dan Engkau menguruskan keperluan-keperluanku dalam ketiadaanku dengannya. Dan Engkau memberi kehormatan dan kemulian dengan rahmat Mu ; dan membersihkan amalan-amalanku dar ( kemunafikan dan kekafiran ) dengan rahmat Mu ; dan meletakkan itu dalam hatiku, yang baik dan sesuai bagiku; apa saja yang aku sukai, berikanlah kepaaku dengan rahmat Mu dan lindungilah aku dari segala kejahatan dengan rahmat Mu.

Wahai Allah ! berikanlah kepadaku keyakinan yang sesudah itutidak ada suatu kekafiran dan anugerahkanlah kepadaku yang mana saya boleh mendapatkan kehormatan da karunia dalan dunia ini dan diakherat. Wahai Allah! Aku bermohon kepadamu untuk memberikan aku kemapuan mngambil keputusan yang tepat dan aku mohon kemurahan daripadamu sebagai sahid, dan kehidupan yang bernasip baik dan aku mohon pertolongan Mumelawan musuh-musuh.

Wahai Allah ! Aku meletakkan dihadapan Mu keperluan-keperluanku walaupun pengetauhanku tidak sempurna dan amalan-amalanku lemah sesungguhnya aku sangat memerlukan akan rahmat Mu. waLau pengatur segala urusan dan penyembuh segala hati! Sebagaimana Engkau dengan kekuasaan Mu menjadikan lautan berpisah dari satu dan yang lain ( yang asin tetp berpisah dari yang manis dan yang manis tetap berpisah dari yang asin ) demikian pula aku mohon jauhkanlah aku daripada api neraka dan sikasaannya, ketika orang-orang mulai meratapi ( dan berdoa bagi kematian )dan jauhkanlah aku daripada siksa kubur. Wahai Allah ! aku meminta dari rahmat Mu kebaikan yang pengetauhanku belum dapat sampai dan amalku yang lemah untuk memperolehi kebaikan itu yang jauh dari jangkauan niatku yang belum aku minta kepada Mu, karena Engkau telah berjanji diantara ciptaan Mu kepada setiap hamba-hamba Mu atau suatu kebaikan yang Engkau ingin berikan kepada seorang hamba Mu. Wahai Pemberi rezeki sekalian alam ! aku juga menginginkan yang kebaikan dari Engkau dan aku memohon darinya dengan sebab rahmat Mu.

Wahai Engkau yang tak pernah menyalahi janji dan Tuhan segala amal kebajikan ! aku bermohon kepada Engkau kebahagiaan pada hari azab untuk berada dikalangan orang-orang ahli sorga pada hari kiamat ; orang-orang yang Engkau sukai dan yang menghadiri mahkamah Ilahi Mu, yang rukuk dan yang bersujud dan yang memnuhi janji-janji Mu. Tiada keraguan, engkau adalah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang dan tiada keraguan apa saja yang Engkau suka Engkau pasti melakukannya.

Wahai Allah ! jadikanlah Aku menunutn orang lain kepada jalan kebaikan dan berikanlah kepada kami petunjuk. Janganlah Engkau menyesatkan kami dan janganlah Engkau menjadikan aku menyesatkan orang lain. Aku boleh berada dalam ketraman dengan shabat-sahabat Mu dan musuh dari musuh-musuh Mu. Mereka yang mencintai Engkau aku mencintai mereka karena cinta adaklah milik Mu, dan mereka yang bertentangan dengan Engkauaku musti mempunyai kebencian dengan mereka karena kebnecian mereka denga Emgkau. Wahai Allah ! kewajiban aku untuk berdoa ; dan adakah kewajiban Engkau untuk menrimanya dan inilah usahaku dan keyakinan ku tehadap Mu.

Wahai Allah! letakkanlah nur dalam hatiku dan jadikanlah kuburku bercahaya dan jadikanlah nur dihadapanku nur pada belakangku, nur pada bagian kiriku, nur pada bagian kananku, dan nur dari atasku, nur dari bawahku, ( nur Mu meliputi aku ) dan nur pada telingaku, nur pada mataku, dan nur pada setiap helai ramutku, nur pada kulitku, nur pada dagingku, nur pada darahku, nur pada setiap tulang belulangku.

Wahai Allah ! tambahkan nurku dan berikanlah kepadaku nur dan jadikanlah nur nasibku. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi, kehormatan adalah hijab Nya, dan perintah Nya adalah yang terhormat. Kemuliaan dan penerimaa Nya adalah pakaian Nya dan kemurahan hati Nya. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi; hanyalah Dia yang bebas dari segala cacat. Maha Suci adalah kekuasaannya yang tertinggi, Dialah yang maha tinggi dan penuh rahmat. Maha suci adalah kekuasaan yang tertinggi; Dia memliki martabat yang tertingi dan pemurah. Maha suci adalah kekuasaannya yang tertinggi ; Dia pemilik kekuasaan dan kehormatan yang besar. ( HR.Tirmidzi )

164- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam shalat pada malam hari ia tidak akan tertulis berada diantara oprang-orang yang lalai, dan barangsiapa yang membaca duaratus ayat pada malam hari, ia dikira berada dantara hamba-hamba yang mukhlis pada malam itu. ( Mustadarak Hakim )

165- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : barangsiapa membaca sepuluh ayat dalam tahajjd tidaka akan berada siantara orang-orang yang lalai dan barangsiapa yang me,baca seratus ayat dikira diantara orang-orang taat ; dan barangsiapa membaca seribu ayat dikira berada dianatara orang-orang yang menerima ganjaran sama dengan satu qintr. ( Ibnu Khujaimah )

Catatan : Makna qintr dijelaskan dalam hadist berikut ( 166 )

166- عن أبى هريررضىالله عنه أن رسول الله r قال : القنطار اثنا عشر ألف أوقية، كل أوقية خيرمما بين السماء والأرصى. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده حسن 6/311

166- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : satu qintar adalah sama dengan dua belas ribu uqiyah dan taiap-tiap uqiyah adalahj lebih bernilai daripada segala yang ada antara langit dan bumi. ( Ibnu Hiban )

167- عن أبى هريررضىالله عنه قال : قال رسول الله r : رحم الله رجلا قام من الليل فصلى ثم أيقظ امرأته فصلت، فإن أبت نضح فى وجهها الماء، ورحم الله امرأة قامت من الليل فصلت ثم أيقظت زوجها فصلى، فإن أبى نضحت فى وجهه الماء. رواه النسائى، باب الترغيب فى قيام اليل ، رقم : 1611

167- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullahj SAW bersabda : semoga Allah merahmati orang yang bangun pada malam hari dan mengerjakan tahajjud dan membangunkan istrinya supaya ia juga mengerjakan shalat. Jikalau ia tidak bangun ( dan tetap ditempat tidur karena lelap ), ia memercikkan air ke atas mukanya untuk menolongnya bangnun.dan semoga Alah merehmati seorang wanita yang bengun pada malam hari dan mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya untuk tahajjud dan jikalau ia tidak bangun ia memercikkan air keatas mukanya untuk membangunkannya. ( Nasai ).

Catatan : Hadist ini berkenaan dengan pasangan suami istri yang gemar melakukan shalat tahajjud dan membangunkan satu sama lain dengancara ini yang tidak menyebabakan suatu kemurkaan.

168- عن أبى هريرة رضىالله عنهما قالا: قال رسول الله r إذا أيقظ الرجل أهله من الليل فصليا أوصلى ركعتين جميعا كتب فى الذاكرين والذاكرات. رواه أبو داود، باب قيام الليل، ررقم : 1309

168- Abu Hurairah dan Abu said r.anhuma meriwayatkna bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada malam hari dan keduanya mengerjakan ( paling kurang ) dua rakaat shalat tahajjud, maka mereka dikira diantara laki-laki dan wanita yang mengingatin Allah sebanyak-banyaknya. ( HR.abu Daud )

169- عن عطاء رحمه الله قال : قلت لعائشة: أخبر ينى بأعجب ما رأيت من رسول الله قالت : وأى شأنه لم يكن عجبا؟ إنه أتانى ليلة فدخل معى لحافى ثم قال : ذرينى أتعبد لربى، فقام فتو ضأثم قام يصلى، فبكى حتى سالت دموعه على صدره، ثم ركع فبكى ثم سجد

169- Attah rahimahullah meriwayatkan : saya meminta Aisyah r.anha untuk m,eberitahu saya seuatu yang tidak biasa dan luar biasa yang engkau perolehi tentang Rasulullah SAW. Aisyah r.a. menjawab : adakah sesuatu dalam dirinya yang tidak biasa dan luar biasa ! pada suatu malam ia datang kepadaku dan berbaring denganku dalam satu selimut, setelah bebera saat ia terbangun katanya : biarkan akumenyembah Rabku. Ia bangun mengambil wudhu dan mualai mengerjakan shalat. Ia mulai menangis sehingga air matanya mengalir membasahi dadanya.ia terus menagis dalam rukuk dan sujud kemudian ia mengangkat kepalanya dari sujud dan terus mnangis sehinga Bilal r.a. datang dan memanggilnya untuk shalat fajar. Saya bermohon dengan Rasulullah SAW untuk meberitahukan kepadaku apa yang menyebabkan dia begitu banyak menagis ; karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau, sekarang dan akan datang ? Rasulullah menjawab : tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah ? dan kemudian ia menambahkan : dan mengapa aku tidak berbuat demikian, apabila Allah SWT telah mewahyukan ayat-ayat ini kepadaku pada malam tadi…..

إن فى خلق السموت والأرض واختلاف الليل والنهار لايت لاولى الأباب

…..sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam peralihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pengetauhan. Al Imran….(Ibu Hibban dan Iqamatul ujjah).

170- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mempunyai kebiasaan mengerjakan shalat tahajjud ( pada setiap malam ) dikuasai oleh ngantuk, maka Allah memberikan kepadanya pahala shalat tahajjud , dan tidurnya adalah hadiah tambahan baginya. ( Nasai )