There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, January 1, 2014

Apakah Penghuni Surga Buang Air Besar ?




Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, dia bercerita, "Ada seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Abu Qasim, bukankah kamu beranggapan penghuni surga itu makan dan minum?" Sebelumnya Yahudi itu berkata kepada teman-temannya, "Kalau Muhammad mengiyakan pertanyaanku, maka aku akan mendebatnya."


Zaid berkata, "Rasulullah saw lalu menjawab, "Benar demi Allah Yang Menggenggam jiwaku, sesungguhnya tiap orang dari mereka benar-benar diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum, syahwat dan bersetubuh."


Kata Zaid, "Yahudi itu lalu berkata, "Sesungguhnya orang yang makan dan minum mesti membuang hajat." Rasulullah saw bersabda, "Cara membuang hajat tiap orang dari mereka yaitu dengan mengeluarkan keringat, baunya (harum) seperti minyak kesturi. Dan tiba-tiba perut mereka menjadi kosong kembali." (HR. Ahmad dari Zaid bin Arqam ra ).


Dalam riwayat yang sama, dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, "Penghuni surga itu makan dan minum disana. Tanpa berak, kencing, ingusan, dan meludah. Makanan mereka menjadi sendawa, dan keringat mereka merembes keluar bagaikan minyak kesturi." (HR. Ahmad).


Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda, "Penghuni surga itu makan dan minum. Tanpa ingusan, buang air besar, dan kencing. Makanan mereka menjadi sendawa, (baunya) seperti minyak kesturi. Dan tiba tiba perut mereka menjadi kosong kembali." (HR. Ahmad dari Zaid bin Arqam ra).


Dalam riwayat yang sama, dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda :

"Penguni surga itu makan dan minum di sana. Tanpa buang air besar, kencing, ingusan dan meludah. Makanan mereka menjadi sendawa dan keringat mereka merembes keluar bagaikan minyak kesturi." (HR. Ahmad).

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda "Penghuni surga itu makan dan minum. Tanpa ingusan, buang air besar dan kencing. Makanan mereka menjadi sendawa, baunya seperti minyak kesturi. Dan mereka diilhami tasbih dan takbir, seperti halnya mereka diilhami napas." (HR. Muslim).

Hendaknya kita tidak selalu mengukur kehidupan akhirat dengan pertimbangan ilmu kehidupan dunia saat ini. Karena kehidupan yang satu berbeda dengan alam kehidupan lainnya, terlebih kehidupan yang fana dan sementara menuju kehidupan yang kekal nan abadi. Dari sifat kehidupannya saja sudah berbeda, apalagi dari berbagai macam seluk beluk kehidupan di dalamnya yang tentunya jauh berbeda.

Dalam kehidupan dunia, seseorang makan sesuai dengan pilihannya. Di akhirat nanti, kita bisa bebas mengkonsumsi makanan apa saja yang diinginkan. Namun, jika di dunia selalu terikat hukum sebab akibat, tidak begitu halnya di akhirat. Seperti misalnya, agar memperoleh sesuatu seseorang harus berusaha dan berikhtiar. Tidak demikian di akhirat, di surga tepatnya, semuanya sudah tersedia tanpa ada usaha lagi.

Inilah saatnya memanen, menuai dan menikmati. Sebab sebab yang mesti dilakukan untuk memperoleh sesuatu, sudah berakhir. Disinilah perbedaan aturan dunia dan aturan surga. Akhirnya hanya Allah jualah yang lebih tahu.

No comments:

Post a Comment