There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Saturday, November 23, 2013

Semerbak Aroma Surga



Aroma surga berbau harum semerbak sehingga bisa tercium dari jarak perjalanan bertahun tahun atau lebih jauh lagi.

Allah SWT berfirman :

Dan orang orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak akan menyia nyiakan amal mereka. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan Nya kepada mereka. (QS Muhammad : 4-6).

Sebagian mufasir menerjemahkan, "Menjadikannya harum untuk mereka", dari kata "Al 'Arf" yang berarti bau harum.

Dalam riwayat Ibnu Majah dan Nasa'i, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa membunuh seseorang yang termasuk Ahlu Dzimmah (warga kafir yang dilindungi pemerintahan Islam), tidak akan mencium aroma surga padahal sesungguhnya aroma surga bisa tercium dari jarak perjalanan tujuh puluh tahun." (HR Ibnu Majah dan Nasa'i).

Dua penjelasan hadits di atas menunjukkan, betapa harumnya surga sehingga ia bisa tercium dari jarak yang sangat jauh. Kita juga mengetahui bagaimana sebagian sahabat Rasulullah saw benar benar pernah mencium aroma surga saat mereka berada di medan perang. Dialah Anas bin An Nadhar ra pernah berkata kepada Sa'ad bin Muadz ra pada saat perang Uhud, "Wahai Sa'ad bin Muadz, Surga ! Demi Tuhan An Nadhar, sungguh aku mencium baunya di bawah bukit Uhud itu !". (HR Bukhari dan Muslim).

Menurut Imam Ibnu Al Qayyim rahimahullah, aroma surga itu ada dua macam. Pertama, aroma surga yang tercium sejak di dunia. Aroma ini terkadang tercium oleh para arwah yang telah meninggal dunia akan tetapi tidak bisa tercium oleh yang lain. Kedua, aroma surga yang tercium oleh penciuman lahiriah sebagaimana kita mencium wangi bunga mawar dan lain lain. Inilah yang kelak dialami oleh seluruh penghuni surga di akhirat. Mereka bisa mencium wangi surga dari mana pun, dalam jarak dekat maupun jauh.

Adapun yang merasakan wanginya saat di dunia hanya berlaku bagi orang orang yang dikehendaki Allah SWT seperti para Nabi dan Rasul Nya, juga seperti yang pernah dialami Anas bin An Nadhar yang termasuk orang pertama yang merasakannya.

No comments:

Post a Comment