There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, December 23, 2009

Fadhilah Ramadhan 6


Fadhilah Ramadhan 6

Banyak sekali riwayat yang menerangkan kabar gembira berupa pembebasan dari api neraka pada akhir bulan Ramadhan. Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian sebagaimana yang telah kita ketahui dari kandungan hadits diatas. Menurut pendapat saya, dibaginya Ramadhan ke dalam tiga bagian yang berbeda, yakni rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka adalah karena manusia terdiri dari tiga golongan :

1. Orang-orang yang tidak mempunyai beban dosa, dengan demikian bulan Ramadhan merupakan hujan rahmat dan karunia bagi mereka sejak awalnya.
2. Orang-orang yang dosanya tidak begitu berat, dan menerima keampunan dari dosa-dosanya setelah shaum beberapa hari lamanya.
3. Orang-orang yang melakukan dosa besar. Kepada mereka akan diberikan pembebasan dari api neraka setelah shaum satu bulan penuh pada bulan Ramadhan.
Bagi orang-orang yang pada awal bulan Ramadhan telah memperoleh rahmat dan pengampunan atas dosa-dosa mereka, maka tak perlu dipertanyakan lagi berapa banyak rahmat akan bercucuran kepada mereka.

Selanjutnya Rasulullah saw memberikan dorongan kepada para sahabat, agar para majikan supaya memberikan keringanan kepada para pekerjanya pada bulan ini, sebab mereka juga sedang mengerjakan shaum dan akan mendapatkan kesulitan apabila beban kerjanya terlalu banyak. Apabila pekerjaannya memang sedang banyak, tidak ada salahnya mendatangkan pekerja tambahan. Tapi yang demikian ini berlaku jika para pekerja itu juga mengerjakan shaum. Sedangkan jika mereka tidak shaum, maka tidak ada perbedaan perlakuan kepada mereka antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Sungguh zhalim dan tidak berperasaan, jika majikannya tidak shaum lalu tanpa rasa malu membebani para pekerjanya yang sedang shaum dengan pekerjaan yang berat. Bahkan apabila pekerjaan mereka terbengkalai disebabkan shaum dan shalat, para majikan ini memarahi mereka.

“Dan orang-orang zhalim itu akan mengetahui ke tempat manakah mereka akan kembali.”

Selanjutnya pada akhir hadits di atas Rasulullah saw memerintahkan para sahabat agar memperbanyak empat hal dalam bulan Ramadhan.

1. Memperbanyak membaca syahadat, seperti disebutkan oleh Rasulullah saw dalam banyak hadits bahwa kalimah ini merupakan dzikir yang paling utama. Dalam kitab Misykaat, Abu Sa’id al Khudri ra meriwayatkan :
Suatu ketika Nabi Musa as memohon kepada Allah, “Ya Allah, beri tahu saya suatu doa yang dengannya saya dapat mengingat Engkau dan memohon sesuatu.”
Allah SWT menjawab, “Laa ilaaha illallaah.”
Nabi Musa as berkata, “Wahai Allah, kalimah ini dibaca semua hamba-hamba-Mu, sedangkan saya menginginkan suatu doa atau dzikir yang khusus untuk saya.”
Allah SWT menjawab, “Wahai Musa, jika tujuh lapis langit dan bumi dan yang terkandung di dalamnya kecuali Aku diletakkan pada sisi timbangan dan kalimah ini diletakkan pada sisi timbangan yang lain, niscaya kalimah ini lebih berat timbangannya.”

Dalam hadits lain diriwayatkan, “Jika seseorang menyebut kalimah ini dengan penuh keikhlasan, pintu-pintu langit akan segera terbuka untuknya dan tidak ada sesuatu yang dapat menghalanginya menuju Arasy Allah, dengan syarat, orang yang mengucapkan kalimah itu menjauhkan dirinya dari dosa besar. Dengan rahmat Allah SWT yang tiada batas, Dia telah menjadikan sesuatu yang sangat diperlukan tersebar luas.

Ketentuan ini berlaku di dunia. Jika kita memperhatikan keadaan di dunia ini, maka kita akan mengetahui bahwa semakin sesuatu itu dianggap penting dan dibutuhkan, maka akan semakin mudah didapatkan, misalnya air yang merupakan kebutuhan yang sangat penting, maka Allah SWT dengan rahmat-Nya yang tak terbatas memudahkannya untuk diperoleh secara cuma-cuma. Sedangkan barang-barang kimia yang merupakan yang kurang penting, akan sulit didapat. Begitu juga kalimah thayyibah yang merupakan dzikir yang paling utama dibandingkan dengan dzikir lainnya seperti yang banyak diterangkan oleh hadits, maka Allah SWT menjadikan umum, sehingga siapa pun tidak ada yang terhalang untuk memperolehnya. Apabila ada orang yang tidak mau memperolehnya, maka itu adalah kerugiannya sendiri. Masih banyak hadits yang menerangkan keutamaan kalimah thayyibah ini. Untuk meringkas risalah ini, sengaja saya tidak menyebutkan semuanya.

No comments:

Post a Comment