There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, November 9, 2010

Cahaya Allah

Alangkah nikmatnya hidup orang-orang yang mendapatkan cahaya Allah, ia menjadi penerang di gelapnya kehidupan, hadirnya membawa kehangatan dan kepergiannya dirindukan. Mereka bisa saja tidak mendapatkan banyak rezeki materi, tapi kebahagiaan tidak memandang materi, keberkahanlah yang membuat hidup terasa indah.

Hanya orang yang mendapat cahaya Allah yang mendaoatkan kebahagiaan hakiki, kebahagiaan yang tidak dibuat-buat, kebahagiaan yang tidak mudah hilang. Rezeki Allah bertebaran di muka bumi, yang setiap orang bisa mendapatkannya asal mau berusaha, namun cahaya Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang ingin diberi-Nya.
Yaitu orang-orang yang senantiasa mendekat kepadanya, dengan cinta, harap dan takut. Terus beribadah, baik yang maghdoh maupun ibadah sosial, dan tentunya selalu berusaha sekuat tenaga menjauhi larangan-larangannya.

Salah satu makna keberkahan ini bisa kita lihat dengan mudah pada kisah seorang pengusaha kaya raya yang mempunyai banyak rumah mewah dan tentunya tempat tidur yang super nyaman. namun ditengah malam ia bukannya tidur menikmati kasur empuknya, melainkan masih berkeliaran ditengah kota, memikirkan nasib perusahaan-perusahaannya yang nyaris bangkrut, ia khawatir, pusing, dan tidak bisa tidur.

Sampai ia melihat seorang gelandangan yang tidur dengan pulasnya di sebuah halte bis, nyaman sekali, seolah halte tersebut telah berubah menjadi padang kapas nan lembut. Ia lalu berkata “Alangkah bahagianya gelandangan itu, ia bisa tidur dengan nikmatnya sedangkan aku untuk tidur saja tidak bisa”.

Cahaya Allah, yang berwujud keberkahan dalam kehidupan kita, itulah yang sejatinya harus kita kejar. Bukankah semua orang ingin bahagia? Maka kejarlah cahaya tersebut!

=== Salam Sabar ====

No comments:

Post a Comment