There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, March 29, 2011

DI SYURGA ADA TUJUH BUAH NEGERI YANG BESAR-BESAR

Di Syurga ada tujuh buah negeri yang besar-besar, dan mempunyai kota-kota yang besar pula. Gedung-gedungnya yang besar, indah dan megah serta bertingkat. Di tiap kota ada menara yang menjulang ke angkasa, ada taman sari yang kelihatan pemandangannya menyegarkan dan menyenangkan hati, dengan tanaman-tanaman, pohon-pohon yang teratur rapih secara arsitektur dan pohon bunga yang beraneka ragam warna dan sedap di pandang mata. Pohon-pohon sangat rindang daunnya dan sangat lebat buahnya. Dan tidak ada musimnya, dan tidak akan layu buah-buahan itu, dan tidak akan rontok meskipun tidak dipetik.

Buah-buahannya, bermacam-macam pula. Seperti buah-buahan di dunia juga baik bentuk dan rupanya. Seperti anggur, apel, delima, pisang, jeruk, korma dan sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, namun rasa dan manisnya tentunya lebih lezat dan lebih nikmat dari buah-buahan di dunia, demikian Nabi telah menikmati sekalian buah-buahan itu. Dan lain sekali bedanya dengan buah-buahan di dunia, ada musimnya setahun sekali dan ada busuknya kalau disimpan lama-lama. Tidak demikian halnya buah di Syurga. Begitu dipetik, maka pada saat itu tumbuh pula gantinya.
Perhatikan Firman Alloh di bawah ini dalam surat Al-Baqarah ayat 25 :

كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا

"Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa"

SUNGAI-SUNGAI YANG BESAR DI DALAM SYURGA

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya".

Di sana ada sungai-sungai yang besar mengalir terbentang di tengah kota, yang menambah keindahan kota-kota di Syurga. Airnya ada yang berwarna merah bening, ada yang berwarna putih, ada yang berwarna seperti madu, dan macam-macam lagi. Tepi-tepi sungai itu di buat begitu rupa, dari batu permata, ada dari batu akik yang kuning, ada dari batu mirah delima, ada dari batu mutiara yang putih bening, dan ada dari batu zabarbad yang berwarna hijau. Tiap-tiap warna tepinya cocok dengan warna airnya. Batu-batu krikilnya dari mutiara, intan berlian gemerlapan cahayanya berkilau-kilauan. Siapa memandang pasti terpesona. Airnya jangan dikata lagi lezat dan nikmat, sangat Istimewa. Bukan air sembarang air, ia mengalir dari mata air asli, bermata air dan bersumber di bawah pokok Sidratul-Muntaha. Air-air sungai itu bermacam-macam. Merah, putih, kuning, hijau dan sebagainya. Air sungai-sungai ini pernah Nabi cicipi satu persatu, manis lezat dan nikmat, segar rasanya.

Demikian keadaan air dan sungainya di Syurga. Sungai-sungainya besar-besar dan panjang-panjang membentang berliku-liku. Menembus dari kota ke kota yang lain. Menghiasi negeri dan kota-kota, terbentang di atasnya jembatan-jembatan yang menghubungkan jalan dari kota ke kota. Jembatan-jembatan itu diberi lampu-lampu yang beraneka warna dan bentuknya, juga tepi-tepi sungai diberi lampu sepanjangnya. Di tepi kiri kanan sungai terbentang jalan raya yang licin dan sangat bersih serta di tanami pohon-pohon. Di tepi sepanjang jalan berdiri gedung-gedung yang indah yang menambah semarak keadaan kota. Digedung-gedung mana penghuninya terdiri dari dari pemuda-pemuda yang gagah dan tampan serta bidadari dan inang pengasuhnya, maka dari gedung atau mahlighai-mahlighai itulah terdengar suara nyanyian merdu merayu kalbu membangkitkan ingatan, pujaan kepada Tuhan khaliq Pencipta Alam.

Di jalan-jalan banyak orang yang berjalan, sedang menikmati keindahan alam. Itulah alam syurga, alam yang kekal abadi, bukan untuk sebulan dua bulan, bukan untuk setahun dua tahun, akan tetapi untuk selama-lamanya berjuta-juta tahun yang akan datang, dan tidak pula ada batasnya.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal," Q.S Al-Kahfi ayat 107

خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا

"Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya." Q.S Al-Kahfi ayat 108

Penduduk di Syurga tidak ada lain pekerjaannya, selain bercengkrama. Makan minum pesiar jalan-jalan menikmati keindahan alam, dengan penuh rasa puas dan bahagia.

Di gedung-gedung yang indah itu, di tiap-tiap bilik, berisi bidadari serta inang pengasuhnya yang membantu melayani padanya ketika mau makan minum atau ketika datang tamu-tamu. Bidadari itulah yang jadi isteri laki-laki penduduk Syurga.
Mereka duduk bersandar di sofa di hadap oleh inang pengasuhnya bagaikan seorang puteri raja bersama suaminya dengan wajah yang berseri-seri dan senyumnya yang manis, dan bau mulut bidadari harum dan air ludahnya manis dan akan merasa puaslah suami mereka itu bila mencium padanya.

Kulitnya putih kuning, raut mukanya cantik menawan hati suaminya, senyumnya yang manis dengan dua baris gigi yang putih bagai mutiara, dengan bibirnya yang merah merekah buah delima. Maka ia dinamakan "Huurun-iien" artinya bermata bulat dan menarik tidak besar dan tidak kecil. Tuhan sendiri di dalam Al-Qur'an menamakan mereka dengan julukan "Huurun-iien" artinya "Simata bulat" dan dinamakan pula dengan julukan "Khoirootun-hisaan" yang artinya "yang cantik wajahnya dan sangat indah raut tubuhnya".

Dan mereka sebelum hari kiamat, tidak pernah di sentuh tubuhnya oleh siapapun juga, kecuali nanti oleh suaminya sendiri.

Cobalah perhatikan apa kata Tuhan di dalam Al-Qur'an dalam surat Ar-Rahmaan ayat 54-56 :

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

"Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat."

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin."

Pendeknya penduduk Syurga hidup serba puas, gedung mentereng, isteri cantik, makanan dan minuman yang lezat, perabot rumah tangga serba lux dan modern. Yang belum pernah dipunyai di dunia dan memang belum pernah ada di dunia. Pakaian bagus serba mentereng, Kwalitet tinggi enak dipakai sedap di pandang. Bermacam-macam model dan bentuk yang khas bagi penduduk syurga.
Di samping isterinya yang cantik jelita dan tidak akan bosan buat selamanya, karena mereka akan tetap muda terus dan tidak akan menjadi tua. Dan tidak haid dan tidak akan sakit, tubuhnya akan tetap awet muda, kuat dan sehat. Dan tidak akan mengganggu kesehatan mereka walaupun mereka bergadang terus-menerus sampai pagi. Mereka disitu dilayani oleh pelayan Wildan yang muda-muda dan tetap mudanya.

Selain itu mereka akan dapat menikmati lagu-lagu yang merdu yang mengisi ruangan mereka berganti-ganti terus lagu-lagu itu yang di nyanyikan oleh biduanita Syurga yaitu bidadari. Di sana pun disediakan gedung kesenian tempat menghibur mereka diwaktu malam. Mereka dapat menikmati tarian-tarian dan lagu-lagu yang merdu yang akan dibawakan oleh biduan dan penari Syurga.

Sambil mereka menikmati lagu yang merdu dan menyaksikan tarian yang di bawakan oleh bidadari syurga dengan tarian yang lemah gemulai an menarik hati dari bidadari syurga, sehingga asyik yang melihatnya tengah menikmati lagu-lagu dan tarian-tarian itu. Maka dihidangkan pula makanan dan buah-buahan yang lezat, serta minuman yang enak dan nikmat cita rasanya. Sampai semalam suntuk mereka dihibur di situ, sampai merasa puas dan kesehatan badan tetap tidak berubah.
Itulah karunia Tuhan.

No comments:

Post a Comment