There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, September 28, 2011

Beberapa Ayat dan Hadits yang Menguatkan Kiamat Sudah Dekat dan Manusia Diciptakan pada Periode Terakhir dari Umur Dunia.


Pernyataan para ahli astronomi telah memperkuat ayat ayat al Quran yang menyatakan bahwa kedatangan kiamat telah dekat. Jika kedatangannya belum dekat, tentu Alloh SWT tidak akan menyebutkan sesuatu yang berkaitan dengannya di dalam al Quran. Jika hari kiamat itu masih jauh dari kita, puluhan ribu tahun yang akan datang, Dia tidak akan menyebutkan kata “dekat” dalam al Quran ketika mengungkapkan kiamat dengan gaya bahasa yang indah, jelas, dan lugas.

Alloh SWT berfirman :

Alloh lah yang menurunkan kitab dengan membawa kebenaran dan menurunkan neraca keadilan. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat ? (QS. Asy Syura: 17)

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan, Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (QS. Al Ma’arij: 5-7)

…Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS Al Ahzab: 63)

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Qamar: 1)

Karena hari kiamat sudah dekat, sebagaimana yang difirmankan Alloh SWT dalam al Quran, itu berarti kita tidak diciptakan pada periode awal dari penciptaan alam yang umurnya, menurut para ahli astronomi, akan melebihi miliaran tahun.

Dalam sebuah hadits, Rosululloh saw menguatkan bahwa manusia diciptakan pada hari terakhir dari umur dunia. Rosululloh saw juga bersabda bahwa Adam as diciptakan oleh Alloh SWT pada hari terakhir (setelah Asar) dari enam hari ketika Dia menciptakan langit dan bumi.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Alloh menciptakan tanah pada hari Sabtu, lalu menciptakan gunung gunung di dalamnya pada hari Minggu, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal hal yang dibenci pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, lalu menyebarkan binatang melata pada hari Kamis, kemudian menciptakan Adam (setelah Asar) pada hari Jum’at, yaitu pada akhir penciptaan dan jam jam terakhir pada hari Jumat tersebut, antara Asar sampai datangnya malam (HR. Muslim, Ahmad dan Nasa’i). Disebutkan pula oleh Bukhari dalam Sejarah Penciptaan Manusia dan oleh Baihaqi dalam Beberapa Nama dan Sifat Kiamat.

Rosululloh saw juga mengumpamakan umur manusia yang hidup di atas bumi ini dengan satu hari satu malam penuh (24 jam) sebagaimana yang dilakukan oleh para ahli astronomi dalam muktamar yang diselenggarakan di Brussel, Belgia. Akan tetapi, mereka mengumpamakan seluruh umur dunia dengan satu hari satu malam penuh, sementara Rosululloh saw mengibaratkan umur manusia yang berada di atas bumi ini, sejak Adam as hingga orang terakhir yang diciptakan di atasnya dengan satu hari penuh (24 jam). Rosululloh saw bersabda bahwa keberadaan manusia di atas bumi ini hingga sejarah pengutusannya dan diturunkannya al Quran, sudah berumur 21 jam. Jadi, sisa umurnya tinggal tiga jam, yaitu waktu antara salat Asar dan terbenamnya matahari dari ufuk barat.

Dari Ibnu Umar ra, bahwa Rosululloh saw bersabda :

Sesungguhnya, ajal kalian ada di antara umat ini, seperti antara waktu salat Asar dan terbenamnya matahari… (HR. Turmudzi)

Dalam hadits yang lengkap disebutkan bahwa Alloh SWT memberikan balasan yang besar dan berlipat kepada umat ini (Islam) daripada Yahudi dan Nasrani serta yang lainnya meskipun umur mereka (umat Islam) di atas bumi sangat pendek. Rosululloh saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra secara lengkap :

Sesungguhnya, ajal kalian ada di antara umat ini, seperti waktu antara salat Asar dan terbenamnya matahari, sedangkan perumpamaan antara kalian dengan orang orang Yahudi dan Nasrani, seperti orang yang mempekerjakan beberapa pekerja, lalu ia berkata, “Barangsiapa yang bekerja untuk saya hingga tengah hari demi memperoleh satu qirat maka akan memperoleh satu qirat.” Maka orang orang Yahudi bekerja untuk mendapatkan satu qirat maka akan memperoleh satu qirat. Kemudian, ia berkata lagi, “Barangsiapa yang bekerja untukku dari tengah hari sampai Asar demi memperoleh qirat maka akan memperoleh satu qirat.” Maka orang orang Nasrani pun bekerja untuk mendapatkan satu qirat maka akan memperoleh satu qirat. Sedangkan kalian (umat Islam) bekerja dari setelah Asar hingga terbenarnya matahari, mendapatkan dua qirat. Maka marahlah orang orang Yahudi dan Nasrani, lalu mereka berkata, “Kami lebih banyak amal, tetapi sedikit pemberiannya. “Alloh SWT menjawab, “Apakah Aku telah berbuat zalim terhadap hak kalian ?” Mereka berkata, “Tidak.” Maka Alloh SWT berfirman, “Sesungguhnya hal itu adalah karuniaKu yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki.” (HR. Turmudzi). Dikatakan kedudukan hadits ini adalah hasan shahih.

Berdasarkan hadits di atas, kita dapat memahami dan mengerti bahwa tiga jam terakhir dari umur manusia itu telah dilewati di atas bumi, berarti kiamat pun hampir tiba. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, jika umur umat Muhammad saw hanya tiga jam dari umur hari, padahal pengutusan Rosululloh saw telah lebih dari 1.400 tahun, lalu berapa yang tersisa dari tiga jam tersebut, yang sebagiannya telah dilewati ? Dalam hadits lain, Rosululloh saw juga menjelaskan kepada kita tentang zaman yang tinggal sedikit dari umur manusia yang hidup di atas bumi ini .

Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Kesucian dunia telah pergi, dan kini tinggal kekeruhannnya (HR Harits bin Abi Usamah)

Dari Abi Al Kanud dan Abdullah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Dunia itu ibarat “ats-atsagbu” (kolam yang berada di bukit). Kami bertanya, “Apa itu Ats-Tsagbu ?” Rosululloh saw menjawab, “Yang membiarkan kejernihannya hilang dan tinggallah kekeruhannya maka kematian itu tidak tampak oleh setiap muslim.” (HR Bukhari)

Makna dari kedua hadits di atas adalah sebagian besar bagian dunia telah hilang dan tinggal sisanya yang sedikit. Semua ini menunjukkan kepada kita, dengan jelas, bahwa kebangkitan hari kiamat itu sudah dekat. Hal ini juga sesuai dengan firman Alloh SWT dalam beberapa ayat yang sebagian telah disebutkan di depan, yang menunjukkan telah dekatnya kiamat.

…Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS Al Ahzab: 63)

Alloh SWT menjelaskan bahwa kiamat itu sudah dekat meskipun menyembunyikan abad, tahun, bulan, hari dan jamnya. Hal ini dimaksudkan agar manusia mengetahui bahwa kiamat itu tidak akan jauh lagi dan menyangkal anggapan yang mengatakan bahwa kiamat itu akan terjadi setelah ribuan tahun lagi.

Hadits Rosululloh saw yang berbunyi “Alloh menciptakan tanah pada hari Sabtu sampai… dan menciptakan Adam pada hari terakhir, setelah Asar sampai datangnya malam.” Atau sampai terbenamnya matahari, menguatkan hadits yang lainnya. Hadits hadits tersebut saling menguatkan satu sama lain karena matan dan maknanya sama, yaitu menerangkan bahwa kiamat sudah dekat. Dengan kata lain, umur dunia ini tinggal sedikit dan kita adalah generasi yang telah melewati lebih dari 1.400 tahun sejak pengutusan Rosululloh saw. Semua ini juga menguatkan apa yang telah ditetapkan oleh para ahli astronomi yang berkumpul di Brussel, Belgia pada tahun 1990 yang mengatakan bahwa manusia diciptakan pada sepuluh menit terakhir dari umur dunia, dan kita berada pada tiga menit terakhir dari sepuluh menit tersebut.

Semua ini menguatkan bahwa hari kiamat itu sudah dekat, bahkan lebih dekat dari apa yang kita bayangkan atau kita khayalkan. Dalil kedekatan datangnya hari kiamat yang tidak diragukan lagi adalah hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad ra.

Aku diutus dan hari kiamat itu seperti ini, lalu beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuknya dan yang sesudahnya. (HR Bukhari dan Muslim)

Makna hadits ini adalah antara pengutusan Rosululloh saw dan hari kiamat merupakan zaman yang sangat dekat, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah, serta merupakan kiasan antara umur alam dan umur manusia yang berada fi atas bumi ini. Jika kita menyangkal bahwa kiamat itu masih jauh, sekitar beberapa puluh ribuan tahun lagi (tanpa memerhatikan ayat ayat al Quran dan hadits), berarti kiamat akan datang kira kira seratus, dua ratus, tiga ratus, atau lima ratus tahun lagi.

Semua ilmu tentang kiamat itu ada pada sisi Alloh SWT dan tidak mungkin manusia dapat membatasi dan menentukkannya meskipun ia diberi ilmu yang banyak oleh Nya.

No comments:

Post a Comment