Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Saturday, October 8, 2011

Tanda Tanda Shugra (Kecil) 1


Sudah disampaikan bahwa tanda tanda shugra (kecil) merupakan peristiwa awal yang zamannya dekat dengan masa Rosululloh saw Kulafaur Rasyidin dan masa pertengahan Islam yang awal. Dinamakan shugra bukan karena kecilnya, melainkan peristiwanya yang jauh dari masa kita dan saat itu juga merupakan permulaan dari tanda tanda terjadinya kiamat. Selain itu, karena antara tanda tanda shugra dan kubra terdapat masa yang panjang, bahkan sekarang ini telah lebih dari 1.400 tahun, sejak terjadinya tanda tanda shugra, tetapi belum terjadi kiamat. Dengan demikian, maksudnya bukan berarti kecil secara harfiah. Jika tanda awalnya adalah pengutusan Nabi saw, yang kedua terbelahnya bulan dan ketiga wafatnya Nabi saw, semua itu merupakan perkara yang besar. Berdasarkan pembagian namanya, peristiwa itu termasuk shugra, tetapi maknanya besar atau kubra.

Kami menyebutkan tanda tanda ini secara berurutan karena pentingnya nya kebenaran riwayat dan kekuatan perawinya. Yang jelas, kami menyebutkannya secara terperinci. Sedangkan untuk hadits dhaif, kami menyebutkannya jika hal itu dianggap perlu dan perting serta tidak mempunyai kesamaan dengan hadits lain. Hadits hadits yang serupa hanya akan kami sebutkan satu atau dua, sesuai kepentingan dan kebutuhannya atau menunjuk hadits lain yang serupa dengan menyebutkan perawinya saja. Semua ini dilakukan demi menjaga amanah, pengulangan dan penghilangan faedah yang diharapkan, bahkan pembenaran terhadap ilmu dan pengetahuannya.

Memelihara dan menginginkan adalah dua hal yang sangat penting kedudukannya dalam Ensiklopedia Akhirat ini. Akhirat itu milik Alloh SWT, lalu bagaimana mungkin kita tidak menginginkannya, sedangkan kita berada di hadapan Nya dan sedang membicarakan akhirat yang merupakan tempat kembali yang abadi ? Di dalamnya, terdapat rahmat Alloh SWT yang tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali Dia sendiri. Sekarang, marilah kita membahas tanda tanda tersebut secara berurutan, sesuai kemampuan dan berdasarkan pada sejarah kejadiannya.

Pengutusan Rosululloh saw.

Semua rosul diutus oleh Alloh SWT kepada kaum mereka, khusus mengajak mereka untuk beriman kepada Nya. Ketika janji yang benar itu (hari kiamat) sudah dekat, Alloh SWT mengutus Muhammad saw untuk memberi peringatan, kabar gembira dan petunjuk pada seluruh alam. Kemudian Alloh SWT menjadikannya sebagai nabi dan rosul terakhir serta menjadikan risalah Islam sebagai risalah langit yang terakhir. Oleh karena itu, tidak ada nabi setelah Muhammad saw dan tidak ada pula risalah setelah risalah Islam sebab Alloh SWT telah meridhoi Islam untuk semua hamba Nya di atas bumi ini.

…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat Ku dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu…(QS Al Maidah: 3)

Bagaimana Alloh SWT akan meridhoi Islam untuk hamba Nya jika setelah itu Dia mengutus beberapa rosul yang membawa risalah yang lain ? Agama Islam lebih utama dan terbaik bagi manusia hingga hari kiamat nanti. Inilah sebagian ayat al Quran yang turun dan menunjukkan kedekatan janji yang benar (hari kiamat) itu.

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling daripadanya. (QS Al Anbiya’: 1)

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar hari kebangkitan maka tiba tiba terbelalaklah mata orang orang kafir. Mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang orang yang zalim.” (QS Al Anbiya’: 97)

Yang jelas dan tidak diragukan lagi bahwa pengutusan Rosululloh saw merupakan awal dari tanda tanda kiamat shugra. Tidak ada nabi dan risalah lagi setelah Muhammad saw. Dan, kiamat tidak akan terjadi, kecuali setelah agama ini tersebar, yaitu agama tauhid (Islam).

Dari Anas bin Malik ra bahwa Rosululloh saw berkata. “Saya diutus dan kiamat seperti yang dua ini: seperti keutamaan salah satu di antara keduanya atau yang lain atau berkumpulnya jari telunjuk dengan jari tengah. (HR Bukhari, Muslim dan Turmudzi)

Makna hadits di atas adalah kiasan tentang dekatnya hari kiamat, yaitu seperti dua jari yang berdekatan. Jadi, jika sisa waktu untuk kebangkitan hari kiamat masih panjang, ia tidak akan berwujud sesuatu di alam yang umurnya mencapai miliaran tahun ini dan tidak pula menyamai sesuatu di hadapan Alloh yang menyamakan satu hari (pada hari kiamat kelak) dengan seribu tahun kehidupan di atas bumi.

Alloh SWT berfirman:

…Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS Al Hajj : 47)

Dari Abu Jabirah ra bahwa Rosululloh saw bersabda: “Aku diutus ketika kiamat sedang bertiup (sudah dekat).” (HR Ahmad dalam Musnad dan hakim dalam Kuna).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, “Aku diutus saat kiamat itu sendiri.” (HR Turmudzi dari Mustaurid bin Syaddad ra)

Menurut Ibnu Al Atsir, nasam as-sa’ah adalah angin yang bertiup dengan lembut. Maksudnya Nabi Muhammad diutus pada permulaan tanda tanda kiamat.

Makna dari hadits tersebut adalah Rosululloh saw diutus dalam sejarah bangkitnya kiamat atau beliau mendahuluinya sebagaimana jari tengah didahului jari telunjuk. Secara mutlak, hadits tersebut menguatkan bahwa kiamat sudah dekat.

Alloh SWT berfirman :

Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil) sedangkan, Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (QS Al Ma’arij:6-7)

Terbelahnya Bulan

Ini merupakan mukjizat yang dapat dilihat oleh banyak orang pada masa Rosululloh saw. Ibnu Katsir telah menyebutkan penafsirannya terhadap beberapa hadits yang menerangkan terbelahnya bulan.

Dari Anas ra bahwa penduduk Mekah meminta Rosululloh saw untuk memperlihatkan salah satu ayat Tuhan maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan, dua kali. (HR. Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata bahwa pada masa Rosululloh saw bulan telah terbelah dua kali, lalu beliau berkata kepada mereka. “Saksikan ! Saksikan ! (HR Muslim)

Dari Abdullaah bin Mas’ud ra berkata, “Ketika kami sedang bersama Rosululloh saw di Mina, bulan terbelah dua kali. Pembelahan pertama terjadi di belakang bukit dan yang satunya di tempat lain.” Kemudian, beliau berkata, Saksikan ! (HR. Muslim)

Para ulama bersepakat bahwa bulan pernah terbelah pada masa Rosululloh saw dan mereka menetapkan hal itu merupakan mukjizat beliau, untuk memperkuat kenabiannya. Selain itu, Alloh SWT juga memberikan mukjizat, berupa al Quran, kepada Nabi Muhammad, yang akan dibaca manusia hingga hari kiamat. Dengan demikian, terbelahnya bulan dianggap sebagai mukjizat yang terlihat dan dijadikan salah satu tanda dekatnya kiamat.

Alloh SWT berfirman :

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka orang orang musyrik melihat sesuatu tanda mukjizat, mereka berpaling dan berkata, “Ini adalah sihir yang terusmenerus.” (QS Al Qamar: 1-2)

Wafatnya Rosululloh saw

Rosululloh saw menganggap kematian dirinya sebagai salah satu tanda kiamat. Beliau bersabda kepada Auf bin Malik, “Perhatikan yang enam sebelum datang yang mengganaskan (bagaikan dua tanduk kambing), melimpahnya harta benda sehingga seseorang memberikan seratus dinar, tetapi yang diberi tidak suka, kemudian fitnah yang tersebar di antara kalian dan Bani Ashfar. Mereka meninggalkan kalian, lalu datang lagi kepada kalian dengan delapan puluh panji (bendera). Setiap panji beranggotakan dua belas ribu. Kemudian, fitnah yang akan mendatangi setiap rumah orang Arab. (HR. Bukhari)

Hadits di atas memerlukan penjelasan dan nanti akan dibahas tersendiri. Akan tetapi, yang disebutkan pertama kali dalam hadits di atas adalah wafatnya Rosululloh saw. Jadi, pengutusan dan wafatnya beliau merupakan dua tanda akan terjadinya hari kiamat. Kematian Rosululloh saw merupakan salah satu musibah terbesar yang menimpa kaum muslimin. Dalam hal ini, Thabrani dan Abu Nu’aim juga meriwayatkan hadits yang serupa.

No comments:

Post a Comment