There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, October 26, 2011

Tanda Tanda Shugra (Kecil) 5

Keluarnya banyak Dajjal yang Mengaku Nabi

Sesungguhnya, keluarnya banyak dajjal yang mengaku nabi merupakan sebagian tanda kiamat, yaitu tanda yang terus berlangsung dan tidak berhenti pada suatu zaman tertentu. Di antara dajjal dajjal yang mengaku nabi, yang dekat dengan masa kita, adalah Mahmud Muhammad Thaha dari Sudan. Ia telah menyesatkan banyak orang, lalu dihukum mati pada tahun 1985. Kemudian, Rasyad Khalifah, yang telah mengeluarkan 19 kitab.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

“Kiamat tidak akan terjadi hingga diutus dajjal dajjal pendusta, yang jumlah mereka hampir tiga puluh. Semuanya mengaku sebagai utusan Alloh.
(HR Muslim)

Dari Tsauban ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Akan terdapat pada umatku tiga puluh orang pendusta yang semuanya mengaku nabi, padahal aku adalah nabi terakhir. Tidak ada nabi setelahku. (HR Abu daud, Turmudzi, dan Ibnu Hibban)

Dari Samurah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul tiga puluh dajjal, dan yang terakhir adalah dajjal yang buta sebelah matanya. (HR Ahmad dan Thabrani)

Dari Hudzaifah bahwa Rosululloh saw bersabda :

Di Dalam umatku terdapat dua puluh tujuh dajjal pendusta, di antara mereka terdapat empat wanita. Sedangkan, aku adalah nabi terakhir dan tidak ada nabi sesudahku. (HR Thabrani)

Di antara dajjal dajjal itu telah muncul pada masa sahabat, seperti Musailamah Al Kadzab, Malik bin Nuwairah, Al Aswad Al Ansiy dan Sajjah Al Kahinah. Pada masa tabi’in, muncul Al Mukhtar Ats Tsaqafy. Sedangkan, satu abad yang lalu, muncul Mirza Abbas di Iran, yang mengaku sebagai nabi pada tahun 1233 Hijriah.

Sebagian riwayat menguatkan bahwa jumlah yang dua puluh tujuh itu sudah genap atau hampir genap. Adapun jumlah pendusta sangat banyak, di antara mereka ada yang mengaku sebagai Al Mahdi atau mengaku sebagai sahabat, seperti Al Mu’ammar di India.

Itulah berita benar dari Rosululloh saw yang tidak berkata menuruti hawa nafsunya, melainkan wahyu yang telah diwahyukan kepadanya. Siapa yang mengetahui datangnya kiamat selain Alloh SWT, sedangkan masa antara beliau dan kiamat telah melebihi 1.400 tahun ? Lalu, tinggal berapa lama sisa waktunya ? Kita tidak mengetahuinya karena masa ini adalah masa yang panjang. Mungkin saja, selama masa itu akan muncul ratusan dajjal yang mengaku nabi. Akan tetapi, ketepatan Rosululloh saw adalah mereka berjumlah tiga puluh orang. Itulah dalil yang rinci dan tanda kebenaran dari berita Rosululloh saw tentang kiamat karena yang memberinya ilham dan wahyu adalah Alloh SWT.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan (kepadanya)
 (QS An Najm: 4)


Penaklukan Madain

Dari ‘Adiy bin Hatim ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Sesungguhnya, hari kiamat itu tidak akan terjadi hingga ditaklukkannya istana putih yang berada di Madain.” Dalam menafsirkan hadits ini, ‘Adiy berkata, “Saya telah melihat hal ini terjadi pada masa Umar bin Khattab ra. Peristiwa ini menunjukkan jatuhnya kerajaan Persia dan ibu kota mereka, yaitu Madain, ke tangan kaum muslimin. Penaklukan itu dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqas ra.


Aman di Perjalanan

Dari ‘Adiy bin Hatim ra bahwa Rosululloh saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga seorang wanita berjalan dari Hijaz ke Irak dengan aman, tidak takut sesuatu pun.” (HR Ahmad)

‘Adiy berkata, “saya melihatnya sendiri, dan sejarah telah menetapkan terhadap keamanan dalam perjalanan ini dengan kemuliaan Islam serta ajarannya. Padahal, sebelumnya manusia tidak merasa aman berjalan sendiri dalam perjalanan ini, kecuali kalifah itu mempunyai penjaga atau pelindung sehingga tidak mudah diserang. Akan tetapi, setelah ajaran Islam mendalam dalam diri manusia, mereka meninggalkan perkara yang buruk ini.”

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Kiamat tidak akan terjadi hingga tidak takut seorang pengendara berjalan antara Irak dan Mekah, kecuali tersesat di jalan. (HR Ahmad)


Melimpahnya Harta Benda

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Kiamat tidak akan terjadi hingga harta melimpah dan pemilik harta cemas siapa yang akan menerima sedekahnya. Lalu, ia memanggil seseorang untuk menerima sedekahnya, tetapi ia akan mengatakan aku tidak membutuhkannya.”
(HR Bukhari)

Dalam hadits itu terdapat beberapa makna, di antaranya bahwa sebagian tanda kiamat adalah melimpahnya harta benda. Hal ini menunjukkan kebesaran atau keluasan kerajaan Arab yang memiliki kekuasaan di timur dan barat. Selain itu, melimpahnya harta benda tidak terbatas pada masa dan abad tertentu, tetapi dapat terjadi, di Arab, pada setiap zaman. Hal ini pernah terjadi pada masa ketika sahabat menaklukkan Irak dan Syam serta melimpahnya harta rampasan perang di baitul mal, padahal sebelumnya masih kosong.

Pernah terjadi juga pada masa Khulafaur Rasyidin yang kelima, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ketika itu, para pembawa zakat kembali dari wilayah Islam bagian barat. Mereka tidak mendapatkan orang yang mau menerima zakat tersebut karena di daerah itu telah ditegakkan keadilan. Keadaan semacam itu juga pernah dialami pada masa daulah Abbasiyah, terutama pada masa Harun Ar Rasyid. Pada abad kita sekarang ini, harta juga melimpah, yaitu ketika bumi mengeluarkan sebagian isinya berupa minyak tanah dan hasil tambang. Akan tetapi, bagian terakhir dari hadits ini, wallahu a’lam, adalah untuk akhir zaman, yaitu setelah terbitnya matahari dari ufuk barat dan manusia tahu bahwa dunia akan segera berakhir, lalu apa yang akan diperbuat manusia dengan hartanya ?

Dari Jabir ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Akan ada di dalam umatku yang terakhir, seorang pemimpin yang menumpahkan harta dengan sekali tumpahan dan dia tidak dapat menghitungnya karena banyaknya. (HR Muslim)

Hal ini mungkin akan terjadi pada masa Al mahdi yang ditunggu tunggu dan saat turunnya Isa as.

No comments:

Post a Comment