There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, July 12, 2010

KAYA UNTUK MISKIN

لسلام عليكم
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله. عما بعد

“Jika kau ingin MENEMUIKU, carilah aku DITENGAH-TENGAH ORANG MISKIN”, begitu kata Rasulullah, dan beliau wafat dengan meninggalkan HUTANG GADAI BAJU BESI kepada seorang yahudi... Subhanallah !

Wasiat Rasulullah itulah yang membuat Shalahuddin Al-Ayyubi MEMILIH MISKIN hingga akhir hayatnya. SANG PENAKLUK AL-AQSHA meninggal dunia dan dibukalah peti harta warisan Shalahuddin, isinya nyaris kosong... Allahu Akbar !

Bahkan biaya sekedar untuk biaya pemakamannyapun tak cukup. GAJI DAN GHANIMAH yang diterima Sang Jenderal pun selama hidupnya, HABIS DIBAGIKAN kepada kaum Dhuafa dan Yatim.
“Aku ingin bertemu dengan Rasulullah.” kata Sang Jenderal.

Demikianlah Shalahuddin Al-Ayyubi, Sang Jenderal & Sang Penakluk Al-Aqsha, adalah ORANG KAYA YANG KAYA, seperti dikatakan Rasulullah, “Bukanlah orang kaya itu yang banyak harta bendanya, tapi sejatinya ORANG KAYA adalah yang KAYA JIWANYA.” (HR. Bukhari, Muslim).

Orang kaya seperti Shalahuddin Al-Ayyubi “tidak punya waktu” untuk menikmati kekayaan harta bendanya sendiri, dia KAYA UNTUK MISKIN, kaum dhuafalah yang menikmati kekayaan beliau.

Seperti yang dikatakan Rasulullah, “SEBAIK-BAIK KEKAYAAN adalah ditangan MUSLIM YANG DERMAWAN”. Jadi banyak-banyaklah mencari harta agar lebih banyak lagi kita memberi dan menikmati manfaat dari yang kita hasilkan.

Tapi hati-hati, jangan sebaliknya menjadi orang ORANG KAYA YANG MISKIN. diberi kelebihan materi tapi tidak pernah cukup, selalu merasa kurang dan tidak pernah berbagi. Allah berfirman, “Dan kamu MENCINTAI HARTA BENDA dengan kecintaan yang BERLEBIHAN.” (QS.Al-Fajar:20).

“Hati-hati kepada orang tua yang lanjut usia, SEMAKIN BERTAMBAH UMUR, semakin cenderung pada 2 hal yaitu, UMUR PANJANG dan BANYAK HARTA”. (HR. Tirmidzi).

Orang yang KAYA, RAKUS, BAKHIL, PELIT sejatinya dia orang miskin, karena dia TIDAK LEBIH MULIA KETIMBANG BINATANG TERNAK. Allah berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 43-44, “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa NAFSYUNYA SEBAGAI TUHANNYA...Mereka itu tak lain hanyalah SEPERTI BINATANG TERNAK, BAHKAN LEBIH SESAT JALANNYA (DARI BINATANG).”

Manusia sebenarnya diciptakan lebih mulia dari syetan, tapi ORANG KAYA YANG MISKIN, tidak menyadari bahwa dia justru TAKLUK PADA SYETAN yang...”MENAKUT-NAKUTI kalian dengan KEMISIKINAN”. (QS.Al-Baqarah 268)...Na’udzubillah !

Jadilah ORANG KAYA UNTUK MISKIN atau setidaknya menjadi ORANG KAYA YANG DERMAWAN dan janganlah menjadi ORANG KAYA YANG MISKIN.

INGAT... 2,5 % HARTAMU BUKAN MILIKMU, KELUARKANLAH !

Salam Ikhlas !
-------------------------

No comments:

Post a Comment