There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, July 19, 2010

Sayyidul Istigfar

Assalamualaikum WRB

Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami.

Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba'du.

Saudaraku seiman, Rasulullah SAW dalam setiap waktu dan keadaan senantiasa memposisikan hati, fikiran dan tindakannya ada hubungan dengan Allah SWT, apapun yang beliau lakukan maka itu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kebiasaan Rasulullah SAW berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan serta memohon ampunan Allah menunjukkan betapa seriusnya beliau dalam upaya menjalin hubungan dengan Allah. Rasulullah tidak ingin melewatkan sesaatpun tanpa mengingat Allah dan memohon ampunanNya.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa seorang yang mengaku beriman sudah sepatutnya memperbanyak mengingat Allah. Sebab semakin sering mengingat Allah berarti akan semakin tenteram hati seseorang.

Mengingat Allah ini sangatlah penting untuk kita maka Allah SWT menyatakan.
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Surah Ar-Rad 28.

Untuk menjadikan hati senantiasa tentram, berdzikir sangatlah utama karena dengan berdzikir akan membentengi kita dari segala perbuatan yang Allah SWT tidak senangi.

Mengingat Allah tidak hanya dengan duduk dan membaca tahlil dan shalawat karena arti dari dzikir itu sendiri adalah mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Sebagaimana yang dikisahkan seorang pemuda dengan kekasih wanita nya. Di mana pria setiap akan makan, mandi, tidur dan perbuatan lainnya selalu mengingat sang kekasih dan hatinyapun dipenuhi kekasihnya atau kekasihnya selalu hadir di hati pemuda itu, maka pemuda itu akan ”seolah-olah melihat kekasihnya”. Pemuda tersebut “seolah-olah” menjadi hamba sang kekasih.

Begitu pula bagi seorang muslim, yang mengingat Allah setiap melakukan perbuatan seperti ketika makan, mandi, tidur, mengadakan perjalanan dan perbuatan yang lain, muslim yang selalu mengingat Allah, sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi akan mencapai tingkatan ihsan, “seolah-olah melihatNya”. Muslim yang menjadi hamba Allah.

Agar kehidupan kita di alam dunia ini selalu mengingat Allah maka seluruh perbuatan kita di alam dunia harus dengan sadar dan selalu mengingat Allah. Semua perbuatan muslim di alam dunia harus karena Allah (lillah) dan bersama atau dengan pertolongan Allah (billah).

Ini sekaligus bantahan bagi kaum sekuler yang memisahkan urusan dunia dengan urusan dengan Tuhan atau agama.

Dan orang yang malas atau lalai dari mengingat Allah akan tergolong orang yang munafik.
”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (QS AN-Nisa ayat 142).

Bentuk dan bacaan dari dzikir ini sangatlah banyak tapi ada satu dzikir yang Rasulullah SAW wariskan kepada ummatnya dimana Rasulullah sabdakan sebagai "Sayyidul Istigfar" (penghulu istigfar).
Dzikirnya yaitu.
“Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta".

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

“Allahumma anta rabbi" Ya Allah, Engkau adalah Rabbku.

"laa ilaha illa anta kholaqtani" Tiada ilaha selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku.

"wa ana ‘abduka" dan aku adalah hambaMu.

" wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu" dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki.

"a’udzubika min syarri ma shona’tu" Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku.

"abu-u laka bini’matika ‘alaiyya" Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku.

"wa abu-u bidzanbi faghfirli" dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku.

" fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta" Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.

Maka Insya Allah jika sangat terasa berat bagi kita dengan segala macam aktifitas kita sehari hari, HAFALKANLAH dan SEMPATKANLAH untuk membaca dzikir ini pada waktu pagi dan sore hari karena Fadhilahnya Rasulullah SAW sabdakan.

"Barangsiapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.”
(HR Bukhary 5831).

Semoga Allah SWT jadikan kita hamba yang senantiasa ingat kepadaNya dan memberikan kita kekuatan untuk senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Baginda Rasulullah SAW hingga nafas terakhir yang kita miliki, diikuti oleh anak cucu kita sampai youmil qiyamah.

Ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan dalam artikel ini dikarenakan kebodohan dan kekurangan ilmu saya sendiri.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

No comments:

Post a Comment