There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, July 16, 2010

Keutamaan Sholat

Assalamualaikum WRB

Segala Puji hanya milik Dzat yang Maha Mulia, yang ditanganNya tergenggam nyawa-nyawa seluruh mahluk semesta alam..yang Maha Kekal sebelum segala sesuatunya ada, dan akan tetap Kekal setelah segala sesuatunya tiada.Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya.Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita.

Shalawat dan Salam kepada Baginda Rasulullah SAW, Kekasih Allah juga para ahlul bait dan para sahabat2 beliau yang kita sebagai ummatnya, saudara seIman mereka di masa sekarang ini belum pernah melihatnya tapi tetap merasakan kehadirannya dan senantiasa merindukan perjumpaan dengannya.

Saudaraku seiman, Allah SWT hantar kita ke bumi sebagai Khalifah tentu saja dengan maksud dan tujuan bukan tanpa maksud. dan Salah satunya adalah untuk menyempurnakan Sholat.

Manusia adalah sebaik-baik mahluk sebagaimana Allah SWT nyatakan.
"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (Q.S At Tiin 4).

Maka kemulian manusia ini juga yang membuat kewajiban sholat hanya diberikan kepada manusia saja bukan kepada mahluk lainnya, hanya terkadang manusia tidak faham betapa mulianya sholat itu.

Matahari, Bulan, Awan, Angin, Tanah, Pohon, Binatang dan semua mahluk Allah senantiasa bertasbih memuji Allah SWT bahkan Langit yang tujuh sekalipun.
"Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (Q.S As Shaff 1).

Semua Mahluk selain manusia yang Allah ciptakan mungkin bisa sahaja bertasbih sepanjang masa atau sepanjang hidup mereka, bahkan bisa sahaja mereka berpuasa selama-lamanya tapi adakah mampu mereka Sholat sebagaimana manusia Sholat?.

Mahluk Allah mungkin bisa bertasbih bahkan mungkin tidaklah mereka luput dari bertasbih hingga ada ulama kita yang mengatakan "Sedikit sahaja matahari lalai dari mengingat Allah maka Allah akan hancurkan dia". dari seluruh mahluk yang Allah ciptakan cuma manusia sahaja yang diwajibkan Sholat atau kalau bisa kita katakan cuma manusia yang mampu melakukan gerakan-gerakan Sholat.

Kita sebagai manusia memang kurang teliti dalam melihat barang yang berharga hingga Sholat yang begitu penting sering sekali lalaikan. Coba kita tengok bagaimana perintah Sholat ini Allah wajibkan dibanding perintah-perintah Allah lainnya kepada Rasulullah.

Puasa, Shaum, zakat dan haji Bahkan Jihadpun yang jaminan Surga bagi yang mengamalkan, Allah SWT hanya hantar Malaikat Jibril as sahaja untuk menyampaikan sebagai Wahyu kepada Rasulullah SAW, berbeda dengan perintah Sholat yang Allah SWT memanggil langsung Baginda Rasulullah sebagai oleh-oleh yang sangat berharga bagi ummatnya.

Sholat hari ini yang kita lakukan tidak ada bedanya dengan Sholat yang para Nabi dan ummat terdahulu amalkan.

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling" (Q.S Al Baqarah 83).

Bahkan, Nabi saw. menyatakan bahwa dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh) nilainya lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya.
"Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya:". (HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad).

Rasulullah adalah Uswatun Hasanah (Suri Tauladan) dan Manusia yang tidak pernah berbohong semenjak beliau lahir bahkan disaat bercandapun beliau tidak pernah berbohong (seperti pesan yang dikisahkan kemarin) maka kalaulah Beliau mengatakan "lebih baik dari dunia beserta isinya" apakah lagi yang membuat hati kita berat mempercayainya??.

Sebagian ulama salaf berkata: “Shalat itu ibarat engkau menghadiahkan seorang wanita hamba sahaya kepada sang Raja. Bagaimana tanggapan sang Raja, bila yang engkau hadiahkan itu ternyata tangannya lumpuh, atau sebelah matanya buta, atau telinganya tuli, atau tangan dan kakinya buntung, atau (badannya) sakit atau perangainya jelek ataupun (rupanya) jelek, dan bahkan sudah jadi mayat?
Maka bagaimana lagi tentang ibadah shalat, yang dijadikan hadiah dan taqarrub (mendekatkan diri) dari seorang hamba kepada Rabb-Nya? Padahal Allah itu baik, yang tidak menerima kecuali yang baik. Termasuk dari amalan yang tidak baik adalah shalat yang tidak ada ruhnya. Sebagaimana tidak teranggap pembebasan budak yang baik, jika ternyata budak itu sudah tidak ada ruhnya.” (Madarijus Salikin 1/526)

Banyak sekali saudara kita hari ini sholat, tapi hanya sekedar penggugur kewajiban sahaja, bukan sebagai kebutuhan ruhani sebagaimana seseorang yang butuh akan makan untuk beraktifitas.
Alhasil banyak yang melakukan gerakan-gerakan sholat seolah-olah melakukan sholat.

Baginda Rasulullah sudah memperingatkan kita mengenai pentingnya khusyuk dalam sholat.
“Pertama kali yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya, dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalannya.” (HR. Thabrani, Ash Shahihah 3/346 karya Asy Syaikh Al Albani).

Seseorang yang baik sholatnya maka akan tercermin kedalam kehidupan sehari-harinya dan sholatnya akan wujud menjadi sifat bagi dirinya. Sebagaimana didalam sholat ia menundukkan pandangannya, maka dalam kehidupannyapun ia akan menjaga pandangannya dari hal-hal yang Allah SWT tidak Redha,
jika didalam sholat ia tenang dan pandai membawa diri maka diluar sholat ia akan menjaga adabnya, jika didalam sholat ia membaca tilawah Quran dengan khuyusuk maka diluar sholat Quran akan menjadi buku panduannya dan bila dalam sholat ia mengucap salam maka diluar sholat ia tidak akan tenang bertemu saudaranya seiman bila tidak mengucap salam.

Maka dari sini barulah Allah SWT nyatakan
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar" (Q.S Al Ankabut 45)

Sholat adalah tempat seorang hamba bermunajat kepada Tuannya, tempat memohon akan keselamatan diri dan ahli keluarganya juga saudaranya seiman.
“Sesungguhnya orang yang shalat itu sedang bermunajat kepada Rabb-Nya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Untuk Ikhwan maka wajib baginya untuk melaksanakan sholat secara berjamaah, disamping banyaknya keutamaan sholat berjamaah didalam Haditspun tidak ada satupun riwayat yang mengisahkan Rasulullah melaksanakan sholat wajib dirumah apalagi sholat berjamaah beserta anggota keluarganya dirumahnya.

Keutamaan Berjalan ke Masjid untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah
1. Dicatatnya langkah-langkah kaki menuju masjid.

Pencatatan langkah-langkah orang yang menuju masjid bukan hanya ketika ia pergi ke masjid, tetapi juga dicatat ketika pulang darinya. Imam Muslim meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu tentang kisah seorang Anshar yang tidak pernah tertinggal dari shalat berjama’ah, dan tidak pula ia menginginkan rumahnya berdekatan dengan masjid, bahwa ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam:

“Aku tidak bergembira jika rumahku (terletak) didekat masjid. Aku ingin agar langkahku ke masjid dan kepulanganku ketika aku kembali kepada keluargaku dicatat.”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Allah telah menghimpun semua itu untukmu.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Ibnu Hibban:
“Allah telah memberikan itu semua kepadamu. Allah telah memberikan kepadamu apa yang engkau cari, semuanya.” (HR.Ibnu Majah)

2. Para Malaikat yang mulia saling berebut untuk mencatatnya.

3. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab khusnul khotimah.

“Barangsiapa yang melakukan hal itu - yakni tiga amalan yang disebutkan dalam hadits, di antaranya berjalan kaki menuju shalat berjama’ah – maka ia hidup dengan baik dan mati dengan baik pula.”

Betapa besar jaminan ini! Kehidupan yang baikdan kematian yang baik. siapakah yang menjanjikan hal itu? Dia-lah Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada seorangpun yang lebih menepati janji selain Dia.

4. Berjalan menuju shalat berjama’ah.

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah).” (HR. Muslim).

“Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” (HR. Ahmad, hadits ini shahih).

5. Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu).

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan bersuci (telah berwudhu’) untuk melaksanakan shalat fardhu (berjama’ah), maka pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al Albani).
Zainul ‘Arab mengatakan dalam menjelaskan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram,” “Yakni, pahalanya sempurna.” (‘Aunul Ma’buud II/357)

6. Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala.

“Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh syaikh al Albani)

7. Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali ke rumah.

“Jika salah seorang dari kalian berwudhu’ di rumahnya, kemudian datang ke masjid, maka ia berada dalam shalat hingga ia kembali. Oleh karenanya, jangan mengatakan demikian-seraya menjaringkann diantara jari-jemarinya-.” (HR. Ibnu Khuzaimah, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)

8. Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.

“Hendaklah orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid bergembira dengan (mendapatkan) cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR.Ibnu Majah, syaikh al Albani menilainya shahih)

9. Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya).

“Barangsiapa yang pergi ke masjid dan pulang (darinya), maka Allah menyiapkan untuknya persinggahan di Surga setiap kali pergi dan pulang.” (Muttafaq ‘alaih, lafazh ini milik Bukhari).

Melaksanakan shalat berjama’ah juga merupakan ibadah yang paling ditekankan, ketaatan terbesar dan juga syi’ar Islam yang paling agung,
Dan berbeda dengan Ikhwan maka Akhwat sebaik-baik sholat ialah sholatnya dirumahnya karena Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah.
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat" (Al-Ahzab : 33).

Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)

Semoga dengan asbab pesan singkat mengenai Sholat yang kita baca ini dapat kita amal dan sampaikan kepada saudara seiman kita dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikuti-nya. Dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya.

Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun terselebung.
Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atas keluarga dan segenap sahabat beliau

Ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan dalam artikel ini dikarenakan kebodohan dan kekurangan ilmu saya sendiri.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Hadits Qudsi dari Abu Qatadah bin Rib’i r.a., Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Swt. berfirman, “Sesungguhya Aku telah mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu. Dan Aku telah berjanji pada diri-Ku, bahwa barangsiapa yang menjaga shalat pada waktunya, niscaya akan Aku masukkan ke dalam surga dengan jaminan-Ku. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka Aku tidak memberi jaminan baginya.” (Hr. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

No comments:

Post a Comment