There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Sunday, July 18, 2010

Hati Yang Terluka

Assalammualaikum wr wb..

“Di kala… gerimis membasahi tanah kering ini. Peristiwa kecil itu membuatku terhenyak sekejap sekadar untuk berfikir bahawa betapa gembiranya tanah yang sedang kehausan itu ketika menerima titisan demi titisan kesejukan dari langit. tanah tak pernah meminta pada langit untuk membasahinya, tapi karana kasih sayang dari pemilik tanah itu yang pada akhirnya memberikan kesegaran padanya dari langit. Langit, juga salah satu ciptaan yang juga tak pernah sedar bahawa ia diciptakan sebagai pembawa bahagia bagi tanah dibawahnya”

Terpikir oleh diri, bahwa manusia itu tidaklah boleh disamakan dengan tanah, air hujan, apalagi dengan langit. manusia itu adalah manusia. Dalam bahasa arab diartikan dengan “man” yang artinya siapa, “nasiya” yang artinya yang lupa / alpa. Disitulah manusia, tempat salah dan lupa. Berbeza dengan tanah, kesejukan dan kesegeran jiwa manusia itu tidak datang dengan sendirinya… tapi dengan sebuah permintaan, pengorbanan, dan penghambaan. Perbaikan “ishlah” jiwa itu bukanlah sebuah hal yang mudah dan otomatis tercapai dalam diri setiap insan. Tapi, perbaikan itu adalah sebuah sikap perjuangan diri menambal lubang-lubang kesalahan yang pernah dilakukan.

Ishlah, sebuah kata yang singkat, namun memiliki sarat makna. Ishlah itu memerlukan pengorbanan, bukan sekedar tekad, tapi juga kerja keras dan keistiqomah . Tidak sedikit orang yang bertekad untuk memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan, malah mungkin kembali melakukan kesalahan demi kesalahan yang sama. Astaghfirullah …
Kembali merenungkan sebuah makna perbaikan, perbaikan hati dan jiwa adalah hasil dari pembangunan akhlaq yang mulia. Perbaikan hati adalah pintu dari tersentuhnya hati nurani yang selama ini terabai. Kecintaan pada dunia telah membuat hati nurani itu tak mampu lagi memberikan bisikan kebaikan pada seorang manusia. Semakin lama cermin itu tidak dibersihkan, semakin banyak debu yang menempel, semakin pekat, dan semakin sulit untuk dibersihkan.
Semakin lama hati itu tidak diketuk, semakin lama air mata tidak mengalir karena takut pada Allah, maka akan semakin sulit pula dan semakin besar pengorbanan yang diperlukan untuk membasahi hati yang sedang kering itu. Bukan seperti halnya tanah yang dengan sendirinya mendapatkan air hujan dari langit.

Sesungguhnya Hati yang jauh dari Allah itu adalah hati yang terluka. Sehingga hati itu tidak mampu bekerja seperti halnya hati yang sedang sihat, yang mampu memberikan kekuatan jiwa untuk melakukan kebaikan. Hati yang luka itu lah yang membuat kadar kekebalan hati rendah terhadap penyakit-penyakit yang lain mudah menjangkiti manusia. Penyakit cinta dunia , iri, dengki, dendam, suka ngegosip, muda marah, mudah tergoda, mudah lalai, tidak sungguh-sungguh , serta penyakit-penyakit lain begitu mudahnya masuk dalam diri manusia lantaran hati yang tidak lagi mem”filter” penyakit itu. ya Allah… ampunilah hati yang hitam ini ya Allah , begitu inginnya aku membahagiakan hati ini dengan ayat-ayat Mu … namun, apalah daya … hati ini sedang sakit, hati ini sedang terluka …

Ya Allah, masihkah ada kesempatan bagiku untuk selalu menyandarkan diri ku pada -Mu, walaupun aku merasa tak pantas lagi mendekat dan bersimpuh di hadapan-Mu dengan membawa diri yang seringkali berbohong kepada-Mu dengan air mata palsu ini… berilah kesempatan pada langit untuk membasahi tanah kering ini, di saat tanah kering ini benar-benar memerlukan kesejukan dan kesegaran. Sehingga, dengan demikian, tumbuhlah bunga-bunga yang indah, yang berwarna-warni, yang segar, dan setiap orang senang memandangnya …
Kurniakanlah kepada hati ini anugerah hidayah dan petunjuk-Mu setiap saat Ya ALLAH…. Di saat hati ini sedang terluka, kepada siapa lagi hamba meminta penawar kalau tidak kepada-Mu, wahai Sang Pemilik Hati….

No comments:

Post a Comment