There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, January 11, 2010

Surga dalam akidah seorang Muslim.

Surga bukanlah fantasi atau imajinasi mengenai berbagai keindahan dan kenikmatan semu, Surga adalah kenikmatan nyata yang dijanjikan Allah Swt kepada mereka yang merindukannya.

Tidak sepantasnya kita menganggap surga jauh dari jangkauan kita , sehingga menganggap mustahil meraih surga dan rahmat Allah Swt tersebut. Tentu kita semua ingat, seorang mukmin dilarang untuk berputus-asa dari rahmat-Nya. Kita diajarkan untuk selalu optimis meraih rahmat Allah dengan kesungguhan amal shaleh yang kita kerjakan sekuat kemampuan kita.

Rasulullah saw bahkan menjelaskan kepada kita bahwa surga itu sangat dekat dengan siapapun juga. Demikian juga neraka.

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah saw bersabda :
“Surga itu sangat dekat dengan kalian seperti dekatnya dengan jepitan sandal kalian. Demikian juga kedekatan neraka.” (HR.Bukhari)

Begitu indah perumpamaan yang dilukiskan oleh Rasulullah saw pada hadits di atas. Kedekatan kita dengan surga maupun neraka di ibaratkan beliau seperti dekatnya kita dengan sandal kita. Jepitan sandal adalah tempat di mana jari-jari kaki melingkar saat kita berjalan. Kita tentu ingat sebuah hadits yang menegaskan, langkah kedua kaki kita sesungguhnya akan menjadi bukti akhir dari niat jahat maupun iktikad baik yang akan kita lakukan.

Seorang yang memiliki niat jahat misalnya, tidak akan dicatat kejahatannya sebelum kedua kakinya membenarkan atau mendustakan niatnya. Berbeda dengan niat baik, di mana pahalanya akan dituliskan sejak niat muncul dalam hati, terlepas niatnya itu akhirnya terlaksana atau tidak.

Sekali lagi, surga sangat dekat dengan kita, sedekat anggota-anggota tubuh yang selama ini menjadi penghias kesempurnaan tubuh kita. Seperti mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dan kaki, yang semuanya kelak menjadi saksi di akhirat. Mereka tidak akan mengatakan sesuatu kecuali kebenaran mengenai bentangan amal perbuatan kita selama di dunia ini.

Kebaikan di akhirat kelak terlihat seperti cawan-cawan keindahan yang membahagiakan. Bagi mereka yang amal kebaikannya menghampar laksana hamparan langit, di Padang Mahsyar nanti muka-muka mereka tampak segar menghijau laksana bunga lili. Sedangkan mereka yang selama hidup di dunia yang hanya menghabiskan umurnya untuk bermaksiat kepada Rabb-nya, wajah mereka terpekur, merunduk malu, dan berwarna ungu.Naudzubillah…

Selama hayat dikandung badan, janganlah pernah kiProxy-Connection: keep-alive
Cache-Control: max-age=0

berputus asa mencari keridhaan-Nya seraya berharap kenikmatan dan rahmat yang Mah Luas di sisi Allah Swt, Pemilik jadag raya dengan segala isinya.

Semoga kita menjadi salah seorang diantara mereka yang senantiasa optimis dan tidak pernah kenal lelah guna meraup kenikmatan surga, kelak di akhirat nanti.

Dalam kitab Mukhtashar Tafsir, Ibnu Katsir menjelaskan dialog antara Allah dan hamba-Nya di Hari Kiamat.
Allah Swt berfirman kepada manusia, “Bukankah Aku dulu memberimu jodoh ? Bukankah Aku dulu memuliakanmu ? Bukankah Aku dulu menundukkan kuda dan unta untuk kamu makan dan kamu tunggangi ?”

Manusia menjawab, “Tentu saja, Tuhanku.”

Allah Swt berfirman, “Lantas apakah kamu yakin akan bertemu dengan-Ku ?”

Manusia menjawab, “Tidak Tuhanku.”

Allah Swt berfirman, “Hari ini pula Aku akan melupakanmu sebagaimana dulu kamu melupakan-Ku.”

Surga dekat dengan kita saat kita mendekatinya dengan amal kebaikan. Sebaliknya surga menjauh dari kita andai kita tidak menginginkannya. Siapakah manusia yang tidak menginginkan surga ? Mereka adalah orang-orang yang dengan sadar melakukan berbagai maksiat di muka bumi dan mengabaikan perintah-Nya.

Tuhan akan mengingat mereka yang ketika di dunia selalu ingat dan berdzikir kepada-Nya. Sebaliknya, Dia pun melupakan manusia-manusia yang mengabaikan Dzat-Nya saat di dunia ini. Tentunya kita tidak menginginkan termasuk ke dalam golongan-golongan yang dilupakan Tuhan kelak di hari akhir nanti.

Akhirnya, ketika hati kita melembut mencari kekudusan Sang Pencipta saat ini, ingatlah Dia selalu, saat ini, esok, dan untuk selamanya, Insya Allah !

No comments:

Post a Comment