There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Monday, January 11, 2010

Surga Dekat dengan Siapapun 1

Siapa bilang surga pilih-pilih ? Surga bisa dekat dengan siapapun. Tidak hanya dengan para Nabi, wali Allah, ulama, juga dengan seluruh umat manusia. Selama kita berusaha menghampirinya, surga pun akan menghampiri kita. Syaratnya satu, kita mampu membelinya dengan amal perbuatan kita.

Apabila surga di ibaratkan tempat tinggal, ia adalah tempat tinggal mewah, asri, nyaman dan indah. Tidak heran, harganya pun mahal, karena mesti dibeli dengan amal shaleh.

Kenapa surga mesti dibeli dengan amal shaleh ? Apa isi surga sehingga kita terpesona dan berusaha meraihnya ? Tidak cukup luaskah kasih sayang Allah sehingga Dia tidak memasukkan seluruh umat manusia ke surga ?

Surga terbuka bagi siapapun. Siapa yang menanam, dialah yang akan menuainya. Mungkin peribahasa inilah yang tepat untuk menggambarkan surga. Surga, seperti halnya hamparan tanah di permukaan muka bumi, adalah milik Allah dan terbuka bagi siapapun. Barangsiapa yang mau menggarap tanah dan mempersiapkannya untuk masa depannya kelak, ia akan menuai apa yang ditanamnya itu. Begitu pula siapa yang melakukan amal shaleh sebagai bekal guna meraih surga, dia juga akan memanennya kelak di hari akhir.

Surga sungguh terbuka lebar-lebar bagi siapapun. Bukankah seorang mukmin senantiasa mendambakan dan merindukan untuk mampu mencintai dan dicintai Allah ? Demikian pula mereka berhak merindukan kenikmatan dan rahmat yang dijanjikan di sisi-Nya.

Meraih surga seperti meraih kekayaan di dunia. Siapapun berhak untuk kaya, maka siapapun berhak masuk surga. Jika saat meraih kekayaan dunia semboyan yang dipakai adalah hemat pangkal kaya, maka semboyan untuk memperoleh kenikmatan surga adalah alam shaleh dan keikhlasan merupakan pangkal surga.

Allah Swt senantiasa memerintahkan hamba-hamba-Nya agar tidak henti-hentinya menggapai rahmat dan maghfirah-Nya. Keduanya merupakan kunci kebahagiaan mutlak bagi seseorang dalam menghadapi bahtera kehidupan di dunia ini.

Allah Swt berfirman : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.Ali Imran 3,133-134)

Surga tidak diperuntukkan bagi mereka yang hidup suci dan bersih tanpa dosa maupun keProxy-Connection: keep-alive
Cache-Control: max-age=0

lahan sama sekali. Sungguh tidak seorang pun di muka bumi ini yang hidup tanpa dosa. Semua orang pernah berdosa, tidak terkecuali Nabi dan Rasul. Hanya bedanya, mereka selalu langsung ditegur oleh Allah Swt saat melakukan penyimpangan.

Rasulullah saw bersabda “Setiap anak cucu Adam itu berdosa, dan sebaik-baik mereka yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat.” (HR.Ibnu Majah dari Anas bin Malik ra).

No comments:

Post a Comment