There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Wednesday, November 2, 2011

Tanda Tanda Wustha (Menengah) Yang Telah Terjadi 1


Tanda Tanda Wustha Yang Sudah Terjadi Beberapa Abad Yang Lalu dan Mungkin akan Terulang Kembali


Pemberitahuan Rosululloh saw tentang Berbagai Bencana dan Peringatan Terhadapnya.

Di antara tanda tanda kiamat, baik shugra, wustha, maupun kubra adalah bencana, yang dimulai sejak wafatnya Rosululloh saw dan tidak akan berakhir, kecuali dengan munculnya dajjal, yang merupakan bencana terbesar sebelum terjadinya kiamat. Berikut ini akan dipaparkan hadits yang membahas hal tersebut secara rinci.


Bencana sebelum kiamat banyak sekali, ada yang kecil dan ada pula yang besar. Peristiwa itu tidak dapat dipikul oleh hati, tubuh dan akal manusia karena kelemahnya (manusia diciptakan dalam keadaan lemah). Manusia akan bertanya, mengapa bencana yang banyak ini menimpa kaum muslimin yang beriman ? Mengapa pula api keluar dari bumi Hijaz dan menerangi leher leher unta di Bushra, Syam ? Sebagaimana telah disebutkan, di antara bencana itu ada yang datang dua kali atau tiga kali. Sesungguhnya, bencana itu mencapai ratusan dan hampir saja seorang mukmin mengira bahwa bencana itu tinggal satu kali lagi. Namun, datang lagi bencana yang lain. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada pembahasan khusus karena hadits yang berkaitan dengan ini agak panjang.


Telah disebutkan bahwa dunia merupakan tempat ujian dan cobaan. Secara umum, manusia itu diuji. Seorang yang beriman diuji dengan agama dan dunianya agar Alloh SWT membersihkan jiwa dan hatinya. Masuk surga bukanlah suatu perkara yang mudah. Untuk dapat masuk surga, jiwa, hati dan keimanan seseorang harus diuji oleh Alloh SWT terlebih dahulu.

Ayat ayat al Quran yang membahas hal ini cukup banyak. Dan, syarat yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT untuk masuk surga merupakan ujian bagi seorang yang beriman.


Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orang orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang orang yang sabar. (QS Ali Imran : 142)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman.” Sedangkan mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang dusta.
(QS Al Ankabut: 2-3)


Dua ayat di atas menunjukkan adanya cobaan yang merupakan bagian dari ujian yang diwajibkan oleh Alloh SWT atas manusia, terutama atas orang orang yang beriman dan berserah diri kepada Alloh SWT, Tuhan sekalian alam. Alloh SWT telah menjelaskan kepada kita tentang asas keberadaan manusia, makhluk dan sebab sebabnya dalam satu ayat dari surat Al Mulk.

Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS Al Mulk: 2)

Sesungguhnya, penjelasan tentang kejadian hari kiamat dan siapa orang yang akan menjumpai dan memenangkannya, telah disebutkan dalam al Quran melalui firman Nya:

Sifat sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, kecuali kepada orang orang yang sabar dan tidak di anugerahkan pula, kecuali kepada orang orang yang mempunyai keberuntungan besar. (QS Fushshilat: 35)

Ketika kita membicarakan surga di dalam ensiklopedia ini, kemudian mengetahuinya dengan pengetahuan dan keyakinan pada keagungannya, yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbersit di dalam hati seseorang, kita mengetahui bahwa cobaan dan ujian yang menimpa kita di dunia, tidak
sama dengan yang kita jumpai di hari kiamat kelak. Semua ini merupakan rahmat Alloh SWT dan kenikmatan yang diberikan Nya di dalam surga yang abadi.

Bencana akan banyak terjadi sebelum kiamat atau sejak pengutusan Rosululloh saw sampai terjadinya kiamat. Sebagian bencana itu ada yang dahsyat dan gelap sehingga pada pagi hari seseorang yang beriman menjadi kafir dan sorenya beriman kembali. Oleh karena itu, marilah kita perhatikan bersama apa yang telah disabdakan Rosululloh saw tentang bencana besar tersebut, yang menimpa umat, kelompok masyarakat, keluarga, dan individu. Kita sampaikan hadits tersebut dan menafsirkan jika membutuhkan penafsiran.

Dari Abu Musa Al Asy’ ari ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Sesungguhnya, sebelum kiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti sebagian malam yang gelap gulita, seseorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore harinya, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha. Maka pecahlah kekerasan kalian, potonglah ikatan kalian, dan pukullah batu dengan pedang kalian, jika ia mengunjungimu, jadikanlah dia sebaik baik anak Adam (manusia). “ (HR Ibnu Majah)

Makna dari hadits di atas bahwa bencana itu sangat besar menimpa orang beriman. Oleh karena itu, ia menjadi lemah dan bimbang antara iman dan kufur, tidak ada yang teguh kecuali yang diteguhkan oleh Alloh SWT karena di dalam hatinya terdapat iman yang besar. Kemudian, Rosululloh saw meminta kita agar tidak berusaha mendekati atau masuk ke dalamnya meskipun hal itu menimpa kita. Dalilnya adalah agar kita menghancurkan pedang pedang kita, mematahkan busur busur kita, dan  menumpulkan pedang kita. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak membunuh seseorang. Caranya adalah dengan menumpulkannya ke atas batu untuk menggugurkannya. Jika ada seseorang memfitnah, janganlah engkau bunuh. Biarlah engkau dibunuh, bukan menjadi pembunuh, seperti anak Adam yang terbunuh saudaranya sendiri, Qabil. Jadilah seperti Habil yang terbunuh dan jangan menjadi seperti Qabil si pembunuh. Dengan demikian, engkau tidak masuk ke dalam fitnah yang menimpa agamamu. Sedangkan, orang orang yang kafir dan memfitnah itu menjual akhirat dan agama mereka dengan luasnya dunia yang fana ini.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rosululloh saw bersabda :

Sebelum kiamat akan terjadi banyak fitnah, seperti malam yang gelap gulita, seseorang beriman pada pagi hari dan kafir pada sore hari, beriman pada sore hari, lalu kafir pada pagi hari dan menjual agamanya dengan luasnya dunia. (HR Turmudzi)


Fitnah ini terasa berat bagi seorang muslim sehingga ia berharap mati agar terbebas dari cobaan besar yang menimpanya. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat hingga seseorang berjalan melewati kuburan dan mengatakan semoga aku dapat menempati tempatnya.” (HR Ibnu Hibban)

Dalam riwayat Muslim juga disebutkan, “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman Nya. Sungguh, dunia tidak akan pergi hingga seseorang berjalan di atas kuburan dan berhenti, lalu berkata semoga aku dapat menempati tempat pemilik kubur ini, ia tidak memiliki agama kecuali cobaan.” (HR Ibnu Majah)

Dari Abu Musa Al Asy’ ari bahwa Nabi saw bersabda :

Sungguh, menjelang kiamat akan terjadi al haraj. Mereka bertanya, “Apa itu al haraj ?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, tetapi bukan pembunuhan kalian terhadap orang orang musyrik, melainkan sebagian kalian membunuh sebagian yang lain sehingga seseorang akan membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya dan anak pamannya (sepupunya).” Mereka berkata, “Apakah saat itu kita masih punya akal ?” Beliau menjawab “Sungguh, akal orang orang pada waktu itu akan dicabut dan digantikan dengan akal manusia yang tidak genap. Sebagian besar mereka mengira bahwa mereka berkuasa atas sesuatu dan bukan sesuatu yang lain. “ (HR Ahmad)

Semoga Alloh SWT melindungi kita dari zaman ini serta menguatkan akal dan hati kita dengan keimanan. Rosululloh saw juga pernah memberitahukan bahwa bencana ini akan memasuki rumah rumah atau mendatangi kita.

Dari Usamah bin zaid ra bahwa suatu ketika Nabi saw memandang ke arah salah satu perkampungan di Medinah, kemudian bertanya, “Apakah kalian melihat apa yang aku lihat ?” Sungguh, aku melihat tempat tempat terjadinya bencana di sela sela rumah kalian seperti tetesan air hujan.” (Hr Muslim)

Rosululloh saw memberitahukan bahwa bencana itu dimulai dari timur. Dalam sebuah khotbah, Salin bin Abdullah bin Umar bin Khattab ra mengatakan, “Wahai penduduk Irak, betapa banyak pertanyaan kalian tentang hal hal yang kecil dan besar. Saya pernah mendengar Abu Abdullah bin Umar mengatakan bahwa dia mendengar Rosululloh saw bersabda “Sungguh, bencana akan datang dari sini, beliau menunjuk dengan tangannya ke arah timur, tempat munculnya tanduk setan.” (HR Muslim)

Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah, permulaan bencana itu dimulai dari timur karena di sana kaum muslimin terpecah belah. Dari arah itu, yaitu dari Irak muncul kelompok Khawarij, Rafidhah, Batiniyah, Qadariyah, Jahmiyah, Mu’atazilah, dan Jabariyah.

Seseorang bertanya, bagaimana bencana ini bisa terjadi ? Di mana Islam ? Di mana ilmu pengetahuan ? Sebenarnya, yang terjadi dalam bencana ini adalah tersebarnya kebodohan, sedikitnya pengetahuan, ditinggalkannya Islam, usaha meraih dunia, mendekati bencana, menuruti hawa nafsu, berbuat dosa, bermaksiat, dan menghalalkan segala yang telah diharamkan oleh Alloh SWT.

Dari Abdullah bin Mas’ud ra dan Abu Musa Al Asy’ari ra bahwa Rosululloh saw bersabda “Beberapa hari menjelang kiamat akan diturunkan kebodohan, dicabutnya ilmu pengetahuan dan banyak terjadi al haraj, yaitu pembunuhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits yang membahas bencana ini sangat panjang, tetapi kita cukupkan di sini karena kita akan kembali menemui banyak hadits yang menerangkan bencana yang menggetarkan serta menggoyahkan akal dan badan. Semoga Alloh SWT mengampuni kita.

No comments:

Post a Comment