
Dari Abu Dzarr Al-Ghiffari ra, di mana ia berkata : “Shalat itu adalah tiang agama, jihad adalah tulang punggung, amal serta shadaqah itu adalah sesuatu yang mengherankan, shadaqah itu adalah sesuatu yang mengherankan, shadaqah itu sesuatu yang mengherankan.” Sewaktu ditanya mengenai puasa, ia menjawab : Itu adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun tidak ada keutamaannya”. Sewaktu ditanyakan kepadanya : “shadaqah apakah yang paling utama ?” Ia menjawab : “Yang paling banyak, lalu yang paling banyak, kemudian ia membaca ayat :
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS.Ali ‘Imraan 3 :92)
Sewaktu ditanyakan kepadanya : “bagaimana jika ia tidak mempunyai kelebihan harta yang banyak ?” Ia menjawab : “Maka bershadaqahlah dengan kelebihan hartanya.” Sewaktu ditanyakan kepadanya : “Bagaimana jika ia tidak mempunyai kelebihan hartanya ?” Ia menjawab : “Maka bershadaqahlah ia dengan kelebihan makanannya.” Sewaktu ditanyakan kepadanya : “Bagaimana jika ia tidak mempunyai kelebihan makanannya?” Ia menjawab : “Hendaklah ia membantu dengan kekuatan tenaganya.” Sewaktu ditanyakan kepadanya : “bagaimana jika ia tidak dapat melakuaknnya ?” Ia menjawab : “Hendaklah ia menjaga dirinya dari api neraka, walaupun dengan menshadaqahkan separuh biji kurma.” Sewaktu ditanyakan kepadanya : “bagaimana jika ia tidak dapat melaksanakannya ?” Ia menjawab : “Hendaklah ia menahan dirinya untuk tidak menyakiti orang lain.” Dalam riwayat yang lain, keterangan ini berasal dari Rasulullah saw.
Dari Abu Darda ra, bahwasanya Nabi saw bersabda :
“Matahari tidak terbit, melainkan disampingnya ada dua malaikat yang berseru, dan seruan keduanya itu dapat didengar oleh semua penghuni bumi kecuali jin dan manusia, dimana keduanya berseru : “Wahai manusia, segeralah kamu menuju kepada Tuhanmu. Sesungguhnya sedikit dan mencukupi itu lebih baik, daripada banyak tetapi bisa melupakan diri.”
No comments:
Post a Comment