Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Saturday, May 29, 2010

Pentingnya Shalat 8

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap tiba waktu shalat, seorang malaikat diutus untuk menyeru, “Wahai anak Adam, bangun dan padamkanlah api yang sedang kalian nyalakan untuk membakar diri kalian.” Maka orang-orang pun berdiri, lalu bersuci dan mengerjakan shalat Zhuhur, maka dosa-dosanya antara Shubuh hingga Zhuhur diampuni. Apabila datang waktu Ashar, seperti itu juga, waktu Maghrib seperti itu juga, setelah itu mereka tidur. Maka ada yang menhabiskan malamnya dengan kebajikan dan ada pula yang menghabiskan malamnya dengan keburukan.” (HR.Thabrani)

Dalam beberapa kitab hadits banyak diriwayatkan hadits-hadits yang maksudnya sama dengan hadits diatas. Allah Swt dengan segala kemurahan-Nya akan mengampuni dosa-dosa seseorang melalui keberkahan shalat, karena di dalam shalat itu sendiri terdapat istigfar (permohonan ampun). Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, bahwa yang diampuni itu seluruh dosa – baik dosa kecil maupun dosa besar – dengan syarat seseorang itu harus benar-benar merasa menyesal dalam hati atas dosa-dosanya.
Allah Swt berfirman, “Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada permulaan malam. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapuskan kejahatan-kejahatan (dosa-dosa)” (QS Hud ayat 14)

Salman ra seorang sahabat yang terkenal berkata, “Setelah shalat Isya, manusia terbagi ke dalam tiga golongan. Golongan pertama, yaitu orang-orang yang menjadikan malam hari sebagai ghanimah (kekayaan). Pada saat orang-orang sedang beristirahat dan tidur nyenyak, mereka menyibukan diri dalam shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Maka malam itu merupakan malam yang penuh dengan ganjaran dan pahala bagi mereka. Golongan kedua, yaitu orang-orang yang menjadikan malam hari sebagai musibah baginya. Mereka menganggap malam hari merupakan kesempatan untuk menyibukan diri dalam perbuatan maksiat. Maka bagi golongan ini malam hari merupakan malam yang penuh azab dan bencana. Golongan ketiga, yaitu mereka yang tidur setelah shalat Isya. Maka malam itu tidak mendatangkan kerugian maupun keuntungan kepada mereka, dan mereka tidak memperoleh pahala apa-apa”. (Durrul Mantsur)

Abu Qatadah bin Rib’I ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Aku telah mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu. Dan Aku berjanji pada diri-Ku, bahwa barangsiapa yang menjaga shalat pada waktunya, niscaya akan Aku masukkan ke dalam Jannah dengan jaminan-Ku. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka Aku tidak memberi jaminan ini kepadanya, apakah Dia akan mengampuni atau mengazabnya.

Betapa besar keutamaan ini, orang yang mengerjakan shalat akan mendapatkan janji dan jaminan Allah Swt. Kita bisa menyaksikan, apabila ada seorang hakim atau pejabat tinggi berjanji bahwa ia akan bertanggung jawab atas suatu tuntutan atau memberikan jaminan kepada seseorang, maka pasti orang itu akan merasa sangat tenang dan ia akan selalu berbuat baik dan taat kepadanya. Begitu pun shalat yang merupakan ibadah yang ringan dikerjakannya dan tidak ada kesulitan sedikitpun dalam mengerjakannya, sedang yang menjaminnya adalah Allah Swt Raja Diraja dan Penguasa dua alam. Walaupun demikian, banyak sekali orang yang melalaikan dan mengabaikannya. Maka tiada seorang pun yang mengabaikan dan melalaikannya, kecuali ia sendirilah yang menanggung segala kerugian, kesialan dan bencananya.

1 comment:

  1. Makasih yah atas postingannya ....
    moga ini bisa bermanfaat bagi kita semua...
    Amiiin.....!

    ReplyDelete