There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Thursday, September 23, 2010

Dimanakah LETAK BERKAH dari LANGIT dan BUMI itu....??!!!

Oleh : Muhammad Itrianto

Sebuah warning yang nyata sebagaimana Al-qur'an memberikan iktibarnya.

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A'raf [17] :96).

Ayat tsb menunjukkan dekatnya berkah langit dan bumi ketika kita semua dekat (beriman dan bertakwa) kepada Allah swt. Berkah langit dan bumi adalah nyata akan diberikan dan dilimpahkan oleh Allah swt. Pada ayat lain, maka kerusakan, musibah akan terjadi seperti berikut ini :

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum [30]: 41).

"Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan kalian sendiri". (QS. Asy-Syura [42]: 30).

Menurut beberapa tafsir yang dimaksud kerusakan adalah "Al-Nasafi memberikan contoh berupa terjadinya paceklik; minimnya hujan, hasil panen dalam pertanian, dan keuntungan dalam perdagangan; terjadinya kematian pada manusia dan hewan; banyaknya peristiwa kebakaran dan tenggelam; dan dicabutnya berkah dari segala sesuatu"

Kerusakan-kerusakan yang terjadi, jika hal itu terjadi secara spontan, maka hal tsb tidak dapat menyadarkan kita tentang arti kerusakan tsb sebagai teguran dari Allah swt. Namun sekiranya kerusakan tsb berangkai terus menerus, maka kita semua tidak dapat mengelak bahwa kerusakan tsb akibat diri kita sendiri.

Berbagai kerusakan itu tidak terjadi tiba-tiba. Pangkal penyebabnya disebutkan dalam firman Allah Swt. berikutnya: bimâ kasabat aydî al-nâs (disebabkan oleh perbuatan tangan manusia). Menurut ayat ini, pangkal penyebab semua kerusakan di seluruh muka bumi itu adalah ulah perbuatan manusia. Dijelaskan oleh para mufassir bahwa ulah perbuatan yang dimaksud adalah perbuatan dosa dan maksiat.

Al-Jazairi menafsirkannya: bi zhulmihim wa kufrihim wa fisqihim wa fujûrihim (karena kezaliman, kekufuran, kefasikan dan kejahatan mereka).

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh". (QS. Al-Ahzab [33]: 72).

Semoga kita selalu dalam limpahan Karunia dan Berkah-Nya. Amin-amin ya rabba'alamiin...

No comments:

Post a Comment