There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Sunday, September 26, 2010

Perbedaan antara Ujian dan Hukuman

Segala puji hanya bagi Allah SWT dan shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT menguji hamba-Nya dengan hal yang baik dan hal yang buruk, dengan kekurangan dan kekayaan. Ujian ini dimaksudkan untuk memberikan mereka balasan dan menaikkan derajatnya di Surga nanti. Ujian ini banyak terjadi pada para Nabi dan Rasul dan orang-orang shalih. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang-orang yang mendapatkan kemalangan adalah para Nabi, lalu orang-orang shalih dan sesudahnya orang-orang yang terbaik sesuai dengan kebaikannya.”

Terkadang penderitaan itu mungkin adalah buah dari dosa seseorang dan karena dirinya makin menjauh dari Allah. Dalam hal ini Al-Qur'an menjelaskan, (Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)) (Ash-Shura 42:30).

ulama Islam yang cukup terkenal Sheikh Muhammad Iqbal Nadvi, direktur dan imam Pusat Islam Al-Falah, Oakville, Ontario, Canada, menjelaskan:

Hidup itu sendiri adalah cobaan dan ujian. Allah SWT berfirman, (Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun) (Al-Mulk 67:2).

Jadi terkait dengan ujian-ujian maka Allah menguji seseorang untuk mengetahui kadar keimanannya. Allah SWT memberikan berbagai macam situasi dan kondisi untuk melihat sejauh mana kadar keimanannya dalam segala kondisi tersebut. Allah SWT ingin memastikan jika keimanan orang tersebut tulus atau tidak.

Ujian yang kedua adalah melalui berbagai macam kesusahan dalam rangka menaikkan derajatnya. Semakin ia beriman maka akan semakin banyak ujian yang harus ia hadapi.

Ujian yang ketiga adalah melalui kesengsaraan dalam rangka untuk menghilangkan dosa-dosa dan perbuatan jahatnya. Sabda Nabi Muhammad SAW, "Menakjubkan urusan seorang mu'min, jika ia mendapatkan ni'mat, maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya." (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Bentuk keempat dari ujian adalah fitnah, yang berguna untuk menghilangkan sakit dan kekurangan dari beberapa orang atau menjadikan mereka contoh bagi yang lain. Allah SWT berfirman, (supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.) (Al-Anfal 8:37).

Kita akan dapat membedakan mana ujian yang ditujukan untuk hukuman dan mana ujian yang dimaksudkan untuk yang lain. Jika seseorang melakukan perbuatan baik dan masih mengalami penderitaan maka itu adalah ujian untuk meningkatkan derajatnya. Diriwiyatkan bahwa Aisyah RA telah diberitahukan oleh seseorang tentang sakitnya Abu Bakar meski dia telah tiada. Lalu dia berkata, "Allah ingin menaikkan derajatnya (Abu Bakr) meskipun dia telah tiada."

Namun jika seseorang tidak melakukan suatu kesalahan dan setelahnya dia mendapatkan masalah maka itu adalah cobaan. Diriwayatkan seseorang dibawa kehadapan Umar RA setelah tertangkap tangan melakukan kejahatan. Orang tersebut lalu meminta kepada Umar untuk memaafkannya atas perbuatannya itu karena ia baru pertama kali melakukannya, lalu Umar menjawab, "Tidak, Allah menempatkan anda dalam keadaan itu setelah Dia memberikan anda begitu banyak pilihan untuk menyesali.


Wallahu'alam...semoga bermanfaat... ^_^

No comments:

Post a Comment