There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, December 31, 2010

ILMU DAN DZIKIR (PENGETAHUAN DAN MENGINGATI ALLAH SWT) 25

131. Samurah ibnu Jundub r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda: Empat kalimah yang disukai Allah adalah : Subhanallah (Maha Suci Allah), dan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Tidakmenjadi masalah kalimat yang mana mulai dibaca. (muslim)....

Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa selain Al Qur’an , kalimat-kalimat ini sangat unggul, dan sebenarnya mereka berasal dari Al Qur’an. (Musnad Ahmad).

132. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Membaca : Subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), lebih aku sukai daripada segala sesuatu yang berada di bawah sinar matahari (karena pahala kalimat-kalimat ini akan kekal, sedangkan dunia beserta dengan isinya akan binasa pada Hari Kiamat). (Muslim)

133. Abu Salma r.a. meriwayatkan : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Menakjubkan! Sungguh menakjubkan! Betapa berat lima perkara dalam timbangan : 1- Subhanallah (Maha Suci Allah), 2- Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), 3- La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), 4- Allahu Akbar (Allah Maha Besar), dan 5- Seorang anak lelaki muslim yang meninggal dunia; dan ia menahan dengan sabar mengharapkan pahala sebagai balasannya. (Mustadrak Hakim).

134- ‘Abdullah ibnu’Umar r.anhuma meriwayatkan : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barang siaapa membaca: Subhanallah (Maaha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), maka setiap perkataan yang ia ucapkan , sepuluh kebaikan tercatat di dalam buku amalannya. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

135. Ummi Hani binti Abu Talib r.anha meriwayatkan : Suiatu hari Rasulullah SAW datang ke rumah kami , saya berkata: Wahai Rasulullah! Saya sudah tua dan lemah. Beritahukan kepadaku amalan yang saya boleh buat dalam keadaan duduk? Rasulullah SAW menjawab: Bacaalah : Subhanallah (Maaha Suci Allah), seratus kali; ganjarannya adalah seperti membebaskan seratus hamba sahaya dari keturunan Isma’il A.S.. Baacalah, Alhamdulillah (Segala puji bag Allah), ganjarannya adalah seperti mensedekahkan seratus ekor kuda, dilengkapi dengan pelana dan tali kekang di jalan Allah (untuk jihad). Bacalah: Allahu Akbar (Allah Maha Besar), seratus kali, ganjarannya adalah seperti mengurbankan seratus ekor unta dengan tali kurban yang diikat di leher, dan diterima oleh Allah. Bacalah: La ilaha illallah (Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah) seratus kali, ganjarannya memenuhi ruang antara langit dan bumi. Pada hari itu tiada amalan seseorang yang akan lebih baik daripada amalanmuyang diterima oleh Allah, kecuali seorang yang beramal seperti kamu. (Ibnu majah, Tabrani dan Musnad Ahmad).

Dalam riwayat yang lain, Ummi Hani r.anha meriwayatkan: Saya bertanya: Wahai Rasulullah! Saya sudah menjadi tua; dan tulang-belulang saya sudah lemah. Beritahukan kepada saya suatu amalan yang boleh menolong saya memasuki sorga. Rasulullah SAW menjawab: Bakh-Bakh (menakjubkan, sungguh menakjubkan!) engkau menanyakan sesuatu yang sangat baik. Dan bacalah: Allahu Akbar (Allah Maha Besar) seratus kali, lebih baik bagi kamu daripada seratus ekor unta berserta tali di lehernya yang siap dibawah ke Mekkah (untuk dikorbankan). Bacalah : La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah) seratus kali,lebih baik bagi kamu daripada segala sesuatu yang meliputi antara langit dan bumi . Dan pada hari itu ( apabila kamu membaca kalimat-kalimah itu) tiada amalan seseorang yang lebih baik daripada kamu yang diterima oleh Allah, kecuali seorang yang beramal seperti kamu, atau melebihinya. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

Dalam riwayat yang lain juga dikatakan: Bacaalah, La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), maka tidak meninggalkan suatu dosapun (semua dosa dihapuskan), dan tidak ada amalan yang menyerupai bacaan itu. (Mustadrak Hakim).

136. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: Rasulullah SAW melewati saya ketika saya sedang menanam pohon. Baginda bertanya: Hai Abu Hurairah! Apa yang sedang engkau buat? Saya menjawab: menanam pohon buat saya sendiri. Baginda menasihatkan: Maukah aku memberitahukan kepadamu sebaik-baik pohon bagimu daripada ini? Saya meminta: Wahai Rasulullah! Beritahuklah kepadaku. Baginda berkata: Untuk membaca: Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), bagi tiap-tiap dari kalimat ini sebuah pohon akan ditanam bagimu di sorga. (Ibnu Majah).

137. Abu hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW datang kepada kami dan berkata: Berlindunglah kamu dengan perisaimu!Para Sahabat r.anhum bertanya: Wahai rasulullah! Apakah ada ancaman musuh yang akan datang? Baginda berkata: Berlindunglah kamu dengan perisaimu terhadap neraka! Bacalah, Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Pada Hari Kiamat kalimat-kalimat ini akan datang dari arah depan, belakang, kanan,kiri, (memberi pertahanan dari segala arah) kepada siapa yang mengucapkannya, dan menjamin keselamatan baginya, dan inilah amal-amal kebaikan yang mana pahalanya diberikan untuk selama-lamanya. (Tabrani dan Majma’ul- Bahrain).

Catatan: Kalimah-kalimah ini akan datang dari arah depan, menyatakan secara tidak langsung bahwa kalimah-kalimah ini akan maju ke depan untuk memberi syafa’at baginya,sedangkan belakang,kanan dan kiri, bermakna kalimah-kalimah ini akan melindunginya dari azab. (Majma-ul Bahrain).

138. Anas r.a meriwaqyatkan: Rasulullah SAW bersabda: Dengan mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), maka dosa-dosa berguguran (dari pembaca) seperti daun-daun berguguran dari pohon (dalam musiam gugur). (Musnad Ahmad).

139. ‘Imran ibnu Husain r.anhuma meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda: Dapatkah seorang di antara kamu yang melakukan suatu amalan yang sama dengan gunung Uhud setiap hari? Para Sahabat r.anhum berkata: Wahai Rasulullah! Siaapakah yang dapat melakukan suatu amalan seperti Uhud itu setiap hari? Rasulullah SAW menjawab: Setiap kamu dapat melakukan ini. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Amal apakah itu? Baginda berkata: Pahala bagi Subhanallah (Maha Suci Allah), adalah lebih dari Uhud! Pahala Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) lebih dari Uhud! Pahala La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah) ! Pahala Allahu Akbar (Allah Maha Besar) lebih dari Uhud! (Tabrani, Bazzar,dan Majma-uz-Zawaid).

140. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW berkata (kepadaku): Apabila engkau melewati taman-taman sorga, maka bergembalalah dengan baik. Saya bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah taman-taman sorga itu? Baginda menjawab: Masjid-masjid. Saya bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah gembalaanya? Baginda menjawab: Mengucapkan: subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allah Akbar (Allah Maha Besar). (Tirmizi).

No comments:

Post a Comment