Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, December 17, 2010

KEUTAMAAN BERDZIKIR

Allah SWT berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku
ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat
dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku,
serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)” (QS. Al Baqarah: 152)

“Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang
banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)”
(QS. Al Ahzaab: 41)

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut
(nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka
pengampunan dan pahala yang agung” (QS. Al Ahzaab: 35).

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu
dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada Hisnul Muslim 12 siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang
yang lalai” (QS. Al A’raf: 205)

Rasulullah r bersabda:
مَثَلُ الَّذِي یَذْكُرُ رَبَّھُ وَالَّذِيْ لاَ یَذْكُرُ رَبَّھُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَیِّتِ
“Perumpamaan orang yang menyebut (nama)
Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-
Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”.1
Rasulullah r juga bersabda:

مَثَلُ الْبَیْتِ الَّذِي یُذْكَرُ الله فَِیْھِ وَ الْبَیْتِ الَّذِي لَا یُذْكَرُ الله فِیْھِ مَثَ لُ
الْحَيِّ وَالْمَیِّتِ

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir
kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan
untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati”.2

Rasulullah r juga bersabda:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَیْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاھَا عِنْدَ مَلِیْكِكُمْ، وَأَرْفَعِھَا فيِ
دَرَجَاتِكُمْ، وَخَیْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّھَبِ وَالْوَرَقِ، وَخَیْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ
تَلْقَوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَھُمْ وَیَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا بَلَى.
قَالَ: ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى.

“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang
terbaik, paling suci disisi rajamu (Allah), dan paling
mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq
Hisnul Muslim 13

emas atau perak, dan lebih baik bagimu dari-pada
bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal
lehernya atau mereka memenggal lehermu?”. Para
shahabat yang hadir berkata: “Mau wahai
Rasulullah!”. Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah
yang Maha Tinggi”.3

Allah SWT Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits
Qudsi):

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَھُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِھِ
ذَكَرْتُ ھُ فِ ي نَفْ سِي، وَإِنْ ذَكَرَنِ ي فِ ي مَ لاَءٍ ذَكَرْتُ ھُ فِ ي مَ لاَءٍ خَیْ رٍ
مِنْھُمْ، وَإِنْ تَقَ رَّبَ إِلَ يَّ شِ بْراً تَقَرَّبْ تُ إِلَیْ ھِ ذِرَاع اً وَإِنْ تَقَ رَّبَ إِلَ يَّ
ذِرَاعاً تَقَرَّبْتُ إِلَیْھِ بَاعاً وَإِنْ أَتَانِي یَمْشِي أَتَیْتُھُ ھَرْوَلَةً.

“Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku
bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila
dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku
dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang
banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang
lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-
Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau
berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya
sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka
Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang
kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku
mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.4

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُ سْرٍ رَضِ يَ اللهُ عَنْ ھُ أَنَّ رَجُ لاً قَ الَ: یَ ا رَسُ وْلَ

No comments:

Post a Comment