There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, August 3, 2010

EMPAT PEREMPUAN SURGA - Fathimah binti Muhammad (2)

PUNCAK KESABARAN DALAM KESEDERHANAAN
Fathimah binti Muhammad adalah Putri Rasulullah dari Khadijah

Fathimah adalah putri bungsu kecintaan Rasulullah saw. Beliau bersabda,
“Fathimah adalah bagian dariku. Siapa yang MEMBUATNYA MARAH berarti ia telah MEMBUATKU MARAH”

Karenanya, Rasulullah saw tidak suka tatkala Ali bin Abi Thalib ra, suami Fathimah, mau menikah lagi dengan putri Abu Jahal.

Sikap Rasulullah saw itu didasari alasan rasional sebagaimana diutarakan Rasulullah saw, “Demi Allah tidak akan berkumpul putri Rasulullah saw dengan putri musuh Allah di sisi seorang pria”

Dalam sirah dijelaskan, hari-harinya dalam kehidupan keluarga dijalani sederhana. Kedua telapak tangannya agak kasar karena sering digunakan untuk menumbuk gandum buat keperluan sehari-hari.

Walaupun ia seorang PUTRI SEORANG NABI dan PUTRI SEORANG IBU YANG KONGLOMERAT tapi beliau hidup TIDAK MANJA dan santai yang hanya berleha-leha, lenggak lenggok di jalan atau dipasar/mall, yang hanya bisa bergosip, ngobrol kesana kesini yang tidak bermutu, sungguh wanita yang mengabdikan dirinya terhadap Allah, suami dan keluarga.

Bersama suaminya, Fathimah datang ke rumah Rasulullah saw meminta diberikan seorang PEMBANTU, beliau hanya memberinya SEBEKAL DOA.

Riwayat di atas menegaskan Fathimah adalah sosok perempuan TEGAR, SEDERHANA, BEKERJA KERAS, PENURUT pada suami dan ayahnya.

Dari Rahimnyalah lahir anak-anak yang berkualitas hasil didikan sang Ibu yaitu Hasan dan Husen, yang dalm pentas sejarah islam namanya harum dan terukir dengan gemilang.

Akankah anak kitapun demikian? ataukah anak kita dilenakan dan dimanjakan dengan kehidupan dunia? serta di didik bahwa kesuksesan itu adalah seberapa banyak harta yang bisa didapat?

Tidak ada satupun orang besar yang memiliki reputasi dalam sejarah yang hidupnya bermewah mewahan pada masa kecilnya, sebut saja Gandhi, Bung Karno, Muhammad Ali, dll.

Dalam kondisi kekinian dan juga apabila kita menisbahkan kisah tersebut kepada laki laki terhadap istri, bisakah kita meneladani Fathimah?

Life is too short , so lets go kawan...
Kita mulai dari sekarang untuk segera memperbaiki diri menuju kebaikan dunia dan akhirat

Insya Allah BISA, harus BISA dan pasti BISA...!!!

(bersambung edisi-3, EMPAT PEREMPUAN SURGA - Asiah binti Muzahim PEJUANG DI TENGAH KEZALIMAN)

Salam Ikhlas !

No comments:

Post a Comment