There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, August 3, 2010

EMPAT PEREMPUAN SURGA - Asiah binti Muzahim (3)

PEJUANG DI TENGAH KEZALIMAN
Asiah binti Muzahim adalah istri Fira’aun

Adalah Asiah PEREMPUAN CANTIK yang hidup pada masa Nabi Musa dan beriman kepada Allah swt. Ia tak kuasa menolak menjadi istri Fir’aun karena hal buruk akan menimpa keluarganya.

Meski menjadi istri kesayangan Fir’aun, sebenarnya raja lalim itu tak pernah berhasil membujuknya. Bahkan, Asiah berhasil MEMPERTAHANKAN KEIMANANNYA tanpa sepengetahuan Fir’aun.

Asiah pun menjadi inspirasi pengambilan keputusan Fir’aun dalam beberapa kesempatan penting. KEIMANAN DAN KECERDASANNYA mendorongnya mengoptimalisasi peran di mata banyak hunafa (orang-orang yang hanif) Bani Israil yang diselamatkan berkat usulannya.

Keputusan mengasuh Musa kecil juga atas inisiatif Asiah. Allah pun membantunya dengan menurunkan rasa cinta Musa Fir’aun kepada Musa.

Bagi Asiah, hidup dalam lingkungan musuh Allah bukanlah penghalang menjadi PEREMPUAN BAIK dan PEJUANG DAKWAH yang gigih. Ia bergabung dalam barisan dakwah Nabi Musa dan pada akhirnya mendatangkan murka Fir’aun.

Asiah berhasil MEWARNAI lingkungannya, bukan sebaliknya malah TERWARNAI dengan perilaku tidak benar, padahal kalau saja Asiah nunut saja dengan Fir’aun maka hidupnya akan jauh lebih “bahagia” dan “sejahtera”.

Betapa banyak istri-istri sekarang yang diam saja tidak menasehati apabila suaminya berlaku tidak benar, malah ikut-ikutan atau diam saja, dengan pertimbangan kalau menasehati suami khawatir pendapatannya akan dikurangi atau malah dihentikan oleh suami...mmmmmm

Betapa banyak suami-suami yang bersikap seperti Fir’aun abad 20, yang menyiksa istrinya lahir dan juga bathin dan melakukannya berulang-ulang seperti tak menyadari bahwa yang dilakukannya persis seperti Fir’aun kepada Asiah...na’udzubillah

Akhirnya, Asiah menutup riwayat hidupnya dalam siksaan keji suaminya sendiri.
Sebuah bentuk PENGORBANAN YANG TOTAL terhadap Allah dan KETATAATAN YANG PARIPURNA dari seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS at-Tahrim: 11). Sebagai imbalan, Allah mengabulkan permintaannya, sebuah rumah di surga.

(bersambung edisi-4, EMPAT PEREMPUAN SURGA – Maryan binti Imran TAWAKAL DAN BERANI HADAPI TANTANGAN)

Salam Ikhlas !

No comments:

Post a Comment