There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, January 18, 2011

SHALAT 2

Hadits-hadits Nabawi

1- عن ابن عمر رضىالله عنهما قال: قال رسول الله r: بنىالإسلام على خمس : شهادة أن لآ إله إلله وأن محمدارسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة، والحج ، وصوم رمضان. رواه الخارى، باب دعاؤ كم ايمانك....رقم :8

1- Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Islam didirikan keatas lima tiang- bersaksi bahwa “ Tia...da yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah “, dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji, dan saum ( puasa ) pada bulan ramadhan. ( HR. Bukhari )

2- عن جبيربن نفير رحمه الله مرسلا قال : قال رسول الله r: ماأوحى إلىأن أجمع المال ،وأكون من التا جرين ، ولكن أوحى إلى أن : سبح بحمد ربك وكن من السجدين ، واعبدربك حتى يأتيك اليقين . رواه البغوى فى شرح السنة ، مشكوة المصا بيح ، رقم : 5206

2- Zubair Ibnu Nufair rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah diwahyukan kepadaku supaya aku mengumpulkan harta dan berada diantara para peniaga ; akan tetapi telah diwahyukan kepadaku untuk memuji dan memuliakan Rab ( Pemberi rezeki dan Pemelihara ) ; dan supaya saya berada diantara orang-orang yang bersujud ( dalam shalat ), sehingga kamu dijemput oleh suatu kepastian ( maut ) ( Sharghus Sunnah dan Mishqatul mashaabih ).

3- عن ابن عمر رضى الله عنهما عن النبى r فى سؤال جبرئيل إياه عن الإسلام فقال : الإ سلام أن لآ إله إلا الله ، وأن محمدا رسول الله ، وأن تقيم الصلاة ، وتؤ تى الزكاة ، وتحج البيت ، وتعتمر ، وتغتسل من الجنا بة ، وأن تتم الوضوء، وتصوم رمضان . قال : فإذ فعلت ذلك فانا مسلم ؟ قال نعم ، قال : صدقث . رواه ابن خزيمة 1/4

3- Ibnu Umar r.a. meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Bahwa Jibril a.s. ( ketika ia muncul sebagai seorang asing ) bertanya tentang islam : Rasululah SAW menjawab : islam adalah bersaksi bahwa “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah “ dan bahwa kamu mendirikan shalat , dan mengeluarkan zakat dan

menunaikan haji ke rumah Allah ( ka’bah ) dan mengerjakan umrah ; dan mandi janabah ( hadas besar ), dan berwuduk secara sempurna dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan. Jibril a.s. kemudian berkata jikalau aku mengerjakan semua yang diatas maka apakah aku seorang muslim ? Baginda menjawab : ya, Jibril a.s menguatkan : engkau berkata benar ( Ibnu khujaimah ).

4-عن قرة بن دعموص رضى الله عنه قال: ألفينا النبى r فى حجة الوداع فقلنا : يارسول الله ! ما تعهد إلينا ؟ قال : أعهد إليكم أن تقيموا الصلاة وتؤتوا الزكوة وتحجوا البيت الحرم وتصوموا رمضان فإن فيه ليلة خير من ألف شهر وتحرموا دم المسلم وماله والمعاهد إلا بحقه وتعتصموا بالله والطاعة . رواه البيهقى فى شعب الإيمان 4/342

4- Qurrah Ibnu Da’mus ra meriwayatkan : kami bertemu Nabi SAW selama perjalanan haji dan bertanya wahai Rasulullah ! apa yang engkau dakwahkan kepada kami ? Baginda menjawab : saya menyeru kamu untuk mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji kerumah Allah, dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan, karena sesungguhnya disana terdapat suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan ; dan demikian pula aku melarang kamu dari menumpahkan darah seorang muslim dan seorang mu’ahid atau merampas harta mereka kecuali dengan cara yang adil; dan aku menasehatkan kamu untuk berpegang teguh kepada ( din ) Allah dan aku mengajak kamu kepada ketaatan ( orang-orang yang istiqamah dalam din ). ( HR.Baihaqi)

Catatan :1) Seorang mu’ahid arti harfiahnya seorang yang masuk kedalam suatu perjanjian atau persekutuan, yang menunjuk kepada seorang non muslim yang tinggal dalam suatu negeri islam dibawah perlindungan negara islam ; yang masuk kedalam suatu persetujuan dengan pernyataan yang diketauhi sebagai persetujuan dhimmah. Sebagai suatu perjanjian ketundukannya dan penyerahannya kepada negeri itu maka ia membayar minimal pajak tahunan yang dikenal sebagai jizyah sekurang-kurangnya ia mendapat manfaat dan perlindungan yang memberi keamanan kepadanya. Ia juga diketauhi dengan gelaran dhimmi. Seorang non muslim yang memasuki negeri islam untuk masa yang sementara, berada dalam perlindungan dan jaminan seorang muslim, begitu pula berhak mendapat perlindungan atas diri, harta dan martabatnya.

2.) Diri harta dan kehormatan setiap muslim dan non muslim berada pada kondisi yang telah disebutkan terlebih dahulu, dianggap sakral dan terlindung, dengan kekecualian kejahatan yang menuntut balasan yang sama, seperti hukuman mati bagi seorang pembunuh, dan balasan keuangan bagi rusaknya tanah milik seseorang.

3). At-ta’ah menunjuk kepada ketaatan kepada Allah. Meskipun mungkin lebih menunjuk kepada ketaatan mereka yang istiqomah dalam din dan memberikan suatu tanggugjawab atau kekuasaan tertentu sebagaimana yang dijelaskan oleh berbagai ayat-ayat Al Qur’an dan sejumlah hadist. Ternyata ketaatan orang-orang yang dengan kekuasaan dalam islam adalah salah satu cabang datri At-ta’ah.

5- عن جايربن عبدالله رضى الله عنهما قال: قال النبى r: مفتاح الجنة الصلاة ومفتاح الصلاة الطهور. رواه أحمد 3/240

5. Jabir Ibnu abdullah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : kunci kepada surga adalah shalat dan kunci kepada shalat adalah wudhu ( Musnad Ahmad ).

6- عن أنس رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: جعل قرة عينى فى الصلاة. (وهوبعض الحديث ) رواه النسائى، باب حب النساء ، رقم : 3391

6. Anas r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kesenangan dan kesukaan mataku terdapat dalam shalat ( Nasahi )

7- عن عمر رضى الله عنه قال : قال رسول الله r الصلاة عمود الدين. رواه أبونعيم فى الحلية وهوحديث حسن ، الخامع الصغير 2/120

7. Umar r.a. meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : shalat adalah penopang tiang agama. ( Hilyatun awliyah dan jami-us shagir )

8- عن على رضى الله عنه قال : كان آجركلام رسول اللهr : الصلاة الصلاة، اتقواالله فيما ملكت أيمانكم أبو داؤد،. رواه باب فى حق المملوك، رقم : 5156

8. Ali r.a. meriwayatkan bahwa perkataan terakhir Rasulullah SAW adalah ashalah ! ashalah ! takutlah kepada Allah mengenai apa yang kamu miliki ( hamba sahayamu ) dan orang-orang dibawah jagaan kamu). ( HR.Abu daud )

Catatan : -waspada menjaga, dan mendirikan shalat.

-Takutlah akan pertanggungjawabanmu dihadapan Allah dan menunaikan hak-haknya.

9- عن أبى أمامة رضى الله عنه أن النبى r أقبل من خيبر، ومعه غلا مان ، فقال على : يا رسول الله ! أخدمنا، قال : خذأيهما شئت، قال : خرلى قال : خذهذا ولاتضربه، فإنى قد رأيته يصلى مقفلنا من خيبر، وإنى قد نهيت عن ضرب أهل الصلوة. (وهوبعض الحديث ) رواه أحمد والطبرنى، مجمع الزوائد 4/433

9. Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW kembali daripada khaybir dan ia membawa sertanya dua orang hamba sahaya. Maka Ali r.a. berkata : Wahai ٌٌٌRasulullah ! berikan kepada kami seorang hamba sahaya. Baginda menjawab : ambil dari salah satu kedua orang ini. Ali berkata : pilihkan bagiku ( salah satu dari mereka ). Rasulullah SAW ( menunjuk salah satu ) berkata ambilah dia, tapi janganah memukulnya ; karena saya melihatnya m,engerjakan shalat ketika kami kembali dari khyber, dan saya dilarang untuk memukul orang-orang yang mengerjjakan shalat. ( Musnad ahmad, tabrani dan Majma uz zawaid ).

10- عن عبادة بن الصامت رضى الله عنه قال : سمغت رسول الله r يقول : خمس صلوات افترضهن الله عزوجل، من أحسن وضوء هن وصلاهن لوقتهن وأتم ركوعهن وخشو عهن ، كان له على الله عهد أن يغفر له ، ومن لم يفعل فليس له على الله عهد، إن شاء غفرله، وإن شاء عذ به. رواه أبوداود ، باب المحافظة على الصلوات، رقم : 465

10. Ubadah Ibnu Samid r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat telah dijadikan perintah bagi Allah SWT ; barangsiapa yang mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan shalat-shalat ini pada masa yang telah

ditetapkan, melakukan rukuk dengan sempurna, dan dengan khusuk ( takut dan berserah diri ) bagi orang yang demikian ada perjanjian dari Allah, bahwa Dia akan mengampuninya. Dan barangsiapa yang tidak mengerjakannya demikian ( tentang shalat ) tidak ada perjanjian baginya dengan Allah. Jikalau Dia menghendaki Dia boleh mengampuninya, dan jikalau Dia menghendaki Dia boleh mengazabnya. ( HR.Abu daud ).

No comments:

Post a Comment