There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Friday, January 28, 2011

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 9

201- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW maukah kamu suka yang seorang pulang ke keluarganya dan mendapatkan seekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ? kami menjawab : Ya ! Nabi SAW kemudian bersabda : tiga ayat Al Qur’an yang kamu baca dalam shalatmu adalah lebih baik ( dalam nilai dan kelebihannya ) baginya daripada tiga ...ekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ! (HR.Muslim )

Catatan : Sebagaimana unta-unta ( khususnya yang gemuk lagi hamil, yang punuknya berisi dengan daging ) oleh orang-orang arab merupakan barang niaga yang sangat bernilai dan berguna, oleh sebab itu Rasulullah SAW memberikan contoh ini untuk mnrkankan nilai ayat-ayat Al Qur’an, sebagai lebih berharga daripada harga benda – benda dunia.

202- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan ruku’ dan sujud maka derajatnya dinaikkan satu peringkat, dan satu dari dosanya diampuni. (Musnad Ahmad, Musnad Bazar, Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

203- Rifa’ah Ibnu Rafi Az Zuraqi ra.a eriwayatkan bahwa : pada suatu hari kami mengerjakan shalat di belakang Nabi SAW, apabila Baginda mengangkat kepalanya daRI ruku’, ia berkata : Sami allohu limanhamidah ( Allah mendengar siapa yang memuji Nya ! ) seorang berada dibelakangnya membaca : Rabbana walakalhamd hamdan katsiraan tayyiban mubarakan fii ( Wahai Tuhan kami ! segala puji bagi Engkau, yang penuh kemuliaan dan keberkahan ). Apabila Rasulullah SAW menyempurnakan shalat, ia bertanya : siapa yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? lelaki itu menjawab : saya yang mengucapkan ! Rasulullah SAW kemudian berkata : saya melihat lebih daripada tiga puluh malaikat yang bekejar-kejaran satu sama lain untuk menjadi yang pertama mencatatkan ( pahalanya ) ! ( HR.Bukhari )

204- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Apabila imam mengucap : Sami’allohuliman hamidah ( Allah mendegar orang yang mmuji kepada Nya !) kemudian mengucap : Allahumma ! Rabbana lakalham ( Wahai Allah ! wahai Tuhan kami, hanya kepada Engkau segala pujian !). dan baginya ucapan pujiannya ini bersamaan dengan pujian para malaikat, maka segala dosa=-dosanya yang kampau di ampuni ! ( HR.Muslim ).

205- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : orang yang paling dekat yang seorang hamba datang mendekati Rabnya adalah apabila ia berada dalam keadan sujud ketika shalat, maka berdoalah sebanyak-banyaknya ketika kamu dalam keadaan sujud. (HR.Muslim )

206- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : dari antara hamba-hamba yang bersujud kepada Allah semata-mata karena Nya Allah ( karena sujudnya ini ) menulis baginya satu amalan kebaikan, menghapus baginya satu amalan keburukan dan menaikkan baginya satu derajat. Oleh karena itu bersujudlah ( dengan mengerjakan shalat ) sebanyak-banyaknya !

( Ibnu Majah ).

207- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila Bani Adam membaca ayat yang mana ada sujud, dan kemudian turun dalam sajadah; setan menarik diri bersunyi diri, menangis dan berkata : celakalah aku ini ! Bani Adam diperintahkan untuk bersujud ; dan ia ( taat dan ) melakukan sajadah, maka baginya adalah sorga ( buat selama-lamanya ).dan aku juga diperintahkan untuk melakukan sujud, akan tetapi aku telah menolak, dan oleh sebab itu bagiku adalah kebinasaan ( yang kekal ) dalam api neraka. ( HR.Muslim ).

Catatan : ini berkaitan kepada ayat-ayat Al Qur’an dimana sujud disebutkan; ketika membaca sebuah ayat demikian, maka seorang mesti melakukan sujud.

208- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda ( dalam sebuah hadist yang panjang ) : apabila Allah sudah akan menyempurnakan pengadilannya dan keputusannya diantara hamba-hambanya ; dan apabila Dia berkehendak untuk menghapus dengan rahmat Nya, siapa yang Dia kehendaki; dari antara orang-orang yang telah dilaknat oleh api neraka, Dia akan memerintahkan malaikat-malaikatuntuk mengeluarkan mereka dari neraka, orang-orang yang tidak melakukan suatu bentuk syirik dan pernah mengucap La Ilaha Illallah ( Tiada Tuhan yang di sembah kecuali Allah. ) Malaikat-malaikat akan mengenal mereka dalam neraka melalui tanda-tanda sujud mereka. Neraka akan memakan habis seluruh tubuh Bani Adam ; kecuali bekas sujud sebagaimana Allah SWT telah mengharamkan api neraka dari memakan habis bekas sujud mereka ; dan mereka akan dikeluarkan oleh malaikat-malaikat dari api nereka. ( HR.Muslim ).

Catatan : bekas sujud ada tujuh bagian dalam badan, yang menyentuh tanah apabila sajadah dilakukan. Ini meliputi; dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki. ( Nawawi ).

209- Ibnu Abbas r.a.nhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW mengajar kepada kami tasahud, sebagaimana ia mengajar akami surah-surah Al Qur’an. ( HR.Muslim )

210- Khaffat Ibnu Ima’ Al Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa: apabila Rasulullah SAW duduk dalam ( qoadah ) pada akhir shalat kemudian ia menunjuk dengan jari telunjuknya. Orang-orang musyrik berkata bahwa ia sedang membuang beberapa ucapan magic ( Allah mengharamkan !) dengan jari telunjuknya. Mereka sebenarnya berbohong saja. Rasululah SAW menunjukkan tauhid ( ke Esaan ) Allah dengan cara demikian. ( Musnad Ahmad, Tabrani dan Majma UZ Zawaid. )

211- Nafi rahimahullah meriwayatkan bahwa : apabila Abdullah Ibnu Umar r.anhuma duduk dalam shalat ( Quadah ) ia meletakkan kedua tangannya diatas paha-pahanya, dan menunjuk dengan jari telunjuknya dan mengarahkan matanya, tepat pada jari yang sementara menunjuk. Sesudah shalat ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata tentang menunjukkan jari telunjuk : ( bahwa menunjukkan dalam jari telunjuk dalam tashahud ) adalah lebih keras kepada setan daripada sebuah anak panah besi ! ( Musnad Ahmad )

Catatan : Posisi duduk dari shalat dikenal sebagai qoadah. Dan menunjukkan jari telunjuk adalah simbolis tauhid dan di lakukan secara serempak dengan bacan yang menggambarkan tauhid yaitu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah; dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya.

No comments:

Post a Comment