There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Tuesday, January 25, 2011

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 2

Hadist-hadis Nabawi

132- عن أبى أمامة رصىالله عنه قال : قال النبى r ماأذن الله لعبد فى شىء أفضل من ركعتين يصليهما، وأن البر ليذر على رأس العبد ما دام فى صلا ته وما تقرب العباد إلى الله عزو جل بمثل ما خرج منه. رواه الترمذى، باب ماتقرب العباد إلى الله بمثل ما خرج منه ، رقم : 2911

132- Abu Umamah r.a meriwayatkan : bahwa nabi SAW bersabda : Allah ...SWT tidak memberikan kepada seorang hamba untuk menyibukkan diri dengan sesuatu yang lebih banyak pahalanya daripada dua rakat yang ia kerjakan. Kesolehan dicurahkan dari atas kepalanya selagi ia sibuk dalam shalat. Dan tidaklah seseorang mendekati Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang datang dari Allah Azza wa Jalla, maksudnya Al qur’an. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa maksimum kedekatan kepada Allah SWT diperolehi melalui bacaan Al qur’an.

133- عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسول الله r مر بقبر فقال : من صاحب هذا القبر ؟ فقالوا : فلان فقال: ركعتان أحب إلى هذا من بقية دنياكم . رواه الطبرانى فى الأوسط ورجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/516

133- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW melewati sebuah kuburan dan bertanya : Kuburan siapkah ini ! sahabat menjawab : Fulan bin fulan. Rasulullah SAW bersabda : orang yang ada dalam kuburan ini telah menyelenggarakn dua rakaat adalah lebih dicintai daripada seluruh duniamu dan apa yang terdapat didalamnya. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : Hadist ini berarti bahwa hakekat shalat dua rakaat menjadi bukti setelah kematian, apabila nilai kebenarannya dizahirkan.

134- عن أبى ذررضىالله عنه إن النبى r خرج زمن الشتاء، والورق يتها فت فأخذ بغصنين من شجرة فجعل ذلك الورق يتها فت ، فقال: يا أبا ذر ! قلت : لبيك يا رسول الله قال : إن العبد المسلم ليصلى الصلاة يريد بها وجه الله فتها فت عنه ذنوبه كما يتهافت هذا الورق عن هذه الشجرة. رواه أحمد5/179

134. Abu Dar r.a. meriwayatkan bahwa : suatu ketika nabi SAW keluar pada musim gugur dan daun-daun berguguran dari pohon. Bagind mengambil dua ranting pohon dalam tangannya, dan menggoncang-goncangkannya sehingga daun-daunnya mulai berguguran bahka lebih. Nabi SAW bersabda : Hai Abu Dzar ! saya menjawab Labbaik Ya rasulullah ! baginda meneruskan apabila seorang muslim mngerjakan shalat smata-mata untuk menyukakan Allah, maka dosa-dosanya akan terhapus daripadanya sebagaimana daun-daun ini gugur dariapada pohnnya.

( Musnad Ahad )

135-عن عانشة رضىالله عنها عن النبى r قال : من صابر على اثنتى عشرة ركعة بنى الله عزوجل له بيتا فى الجنة، أربعا قبل الظهر وركعتين بعد الظهرى وركعتين بعد المغرب وركعتين بعدالعشاء وركعتين قبل الفجر. رواه النسائى، باب ثواب من صلى فى اليم والليلة ثنتى عشرة ركعة ...رقم : 1796

135- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamah mengerjakan 12 rakaat shalat ; Allah SWT akan membangun baginya sebuah rumah dalam sorga ; yaitu : 4 rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum fajar. (Nasai )

136- عن عائشة رضىالله عنها أن النبى r لم يكن على شىء من النوافل أشد معاهدة منه على ركعتين قبل الصبح.

136- Aisah r.anha meriwayatkan : bahwa Nabi SAW sangat menjaga dalam mengerjakan dua rakaat sunah sebelum shalat fajar, diatas semua shalat-shalat sunnat yang lain.(HR.Muslim )

137- عن عائشة رصىالله عنهاعن النبى rأنه قال فى شأن الركعتين عند طلوع الفجر : لهما أحب إلىمن الدنيا جمعا. رواه مسلم، باب الستجاب ركعتى سنة الفجر.....رقم : 1689

137- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : tentang dua rakaat sunah sebelum shalat fardhu fajar : dua rakaat ini lebih aku cintai daripada seluruh dunia. (HR.Muslim )

138- عن أم حبيبة بنت أبى سفيان رضىالله عنها قالت : قال رسول الله r من حافظ على أربع ركعات قبل الظهر وأربع بعد ها حرمه الله تعلى على النار. رواه النسائى ، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم : 1817

138- Ummi Habibah binti Abu Supyan r.anhu. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamahmengerjakan empat rakaat sebelum shalat fardhu zhuhur, dan empat rakat sesudahnya ; Alah SWT akan mengharamkan kepadanya api neraka ( Nasai)

catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur adalah sunnatul muakadah ( Shalat Sunnat yang ditekankan ) dan dari antara empat rakat sesudah shalat dzhuhur, dua rakaat adalah sunnatul muakadah dan dua rakaat lainnya adalah shalat sunnat nafil.

139- عن أم حبيبة رصىالله عنها عن رسول الله r أنه قال : مامن عبد مؤمن يصلى أربع ركعات بعد الظهر فتمس وجهه النار أبدا إن شاء الله عزوجل. رواه النسائى، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم: 1814

139- Umi habibah r.a.nha meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seseorang hamba yang beriman yang mengerjakan empat rakaat sesudah dzhuhur kecuali bahwa api neraka diharamkan untuk menyentuh wajahnya, jikalau Allah Azza wa Jalla menghendaki. ( Nasai )

140 - عن عبد الله بن السائب رضىالله عنه أن رسول الله r كان يصلى أربعا بعد أن تزول الشمس قبل الطهر. وقال : إنها ساعة تفتح فيها أبواب السماء وأحب أن يصعد لى فيها عمل صالح. رواه الترمذى وقال : حديث عبدالله بن السائب حديث حسن غريب، باب ما جاء فى الصلاة عندالزوال، رقم: 478 الجامع الصحيح وهو سنن الترمذى

140- Abdullah Ibnu Said r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW mengerjakan empat rakaat sesudah zawal ( yaitu sesudah matahari berada pada puncaknya) dan sebelum shalat dzhuhur dan Baginda bersabda : inilah masa yang mana pintu-pintu langit terbuka dan saya menghendaki yang amal-amal kebaikan saya naik kelangit pada saat ini ( dan dikabulkan oleh Allah ). ( HR.Tirmidzi

Catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur dimengerti sebagai sunnatul Muakadah. Meskipun demikian menurut beberapa ulama empat rakaat ini sesudah zawal adalah tambahan kepada empat rakaat sunnatul muakadah.

No comments:

Post a Comment