There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Saturday, January 29, 2011

KHUSYU’ DAN KHUDU’ 2

221- fadl Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat dalam dua ( rakaat ) kemudian dua ( rakaat ) dengan tasyahud yang diucapakan pada akhir dari tiapa-tiap dua rakaat, dan ( shalat ) doa yang penuh merendah diri, dengan khusu’ dan ketentraman. Kemudian ( sesudah menyempurnakan shalat ) angkatlah kedua tanga...nmu dengan merendah diri kepada Rabmu, dengan menghadapkan kedua telapak tanganmu kearah mukamu dan ucapkanlah wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! dan baangsiapa yang tidak berbuat demikian, maka shalatnya tidak sempurna. ( Musnad Ahmad )

catatan : perkataan yang dipakai disini tidak sempurna adalah khidaj, yangarti harafiahnya bayi atau binatang yang prematur. Sama halnya apabila seorang mengerjakan shalat Allah pasti mendengar dan menjawab doanya. Jikalau ia tidak memperoleh peluang memperbaiki dan membetulkan shalatnya maka tidak dapat diragukan bahwa shalatnya tidak sempurna ( tidak mendapat pahala sempurna ).

222- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tiada hentinya berpaling dengan penuh perhatian kepada hamba Nya ketika ia dalam shalat, selagi ia tidak berpaling perhatiannya. Demikian jikalau ia memalingkan perhatiannya ( dalam kebingungan, Allah SWT akan berpaling daripadanya !. (Nasai )

223- Huzaifah r.a. melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya apabila seorang berdiri dalam shalat, Allah Ta’ala menghadap kepadanya dengan penuh perhatian sehingga ia kembali ( dari shalatnya), atau melakukan suatu amalan yang bertentangan dengan kebajikan dan adab dari shalat.( Ibnu Majah )

224- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang dianatar kamu berdiri dalam shalat, ia tidak boleh meratakan kerikil-kerikil ( dengan tangannya ), karena rahmat ( Allah ) sedang ditujukan kepadanya. (HR.Tirmidzi )

Catatan : dalam permulan islam tiada sesuatupun yang dihamparkan diatas lantai mesjid, dan shalat dikerjakan diatas gundukan pasir dan kerikil. Oleh karena itu pada masa itu melakukan sujud tidak menyenangkan karena terdapat pasir dan kerikil Rasulullah SAW melarang meratakan tempat sujud dengan sengaja, karena pada masa ini rahmat Allah sedang diarahkan menuju kepada orang-orang dalam shalat. Segala perbuatan yang tidak disengaja selama shalat, boleh mneyebabkan seseorang kehilangan rahmat Allah.

225- Samura r.a. eriwayatkan bahwa Rasululah SAW memerintahkan kami, ketika kami mengangkat kepala dari sujud dalam shalat, untuk duduk dengan tentram dioatas tanah dan bukan ( diatas tumit dengan dua kaki tegak ) diatas jari-jari kaki. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

226- Abu Darda r.a. meriwayatkan ini pada masa kematiannya : saya hendak menceritakan kepada kamu (sekarang) sebuah hadist yang saya dengar dari Rasulullah SAW yang bersabda : Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Nya dan jikalau engkau tidak dapat melihat Nya, maka sesunguhnya Dia melihat kamu !anggaplah dirimu diantara orang mati dan waspadalah terhadap doa orang yang di zalimi, karena seasungguhnya doanya makbul. Dan barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk menghadiri dua shalat isya dan fajar ( dengan berjamaah ) mskipun dngan meangkat, maka hendaklah ia melakukan demikian !

( tabrani Majma UZ Zawaid )

227- Ibnu umar r.anhuma meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat seperti seorang yang sedang dalam bermusafir ( dalam dunia ini ), karena meskipun engkau melihatnya (Allah ) dan jikalau engkau tidak melihat nya sesungguhnya ia melihat kamu ! ( Jami’us Saghir )

228- Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa kami sering mengucapkan salam kepada Rasullullah SAW meskipun ia sedang berada dalam shalat, dan ia senantiasa menjawab salam kami. Kemudian apabila kami kembali dari Najasy, kami mengucap salam ( sebagaimana biasanya ) kepadanya akan tetapi ia tidak menjawab oelhsebab itu kami berkata : Wahai rasulullah ! kami biasa menguicap salam kepadamu dalam shalat dan engkau menjawab salam kami. Baginda menjawab : sesungguhnya shalat menghendaki selurh perhatian seseorang. (HR.Muslim).

Catatan : najasy adalah gelaran untuk Raja Ethiopia dahulu. Sejumlah orang islam telah berpindah ke Ethiopia dibawah jaminan Najasy.

229- Abdullah r.a.meriwayatkan : Saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan shalat, dan terdengar dari dadanya suara seperti putaran batu gilingan karena tangisannya. (Hr.Abu daud )

230- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan shalat fardhu adalh seperti sebuah timbangan, barangsiapa yang memberi sepenuhnya, akan mengambil sepenuhnya ( barangsiapa mengerjakan shalat dengan sempurna dan dengan betul akan mendapat pahala penuh dari Nya ). ( baihaqi dan Targhib )

No comments:

Post a Comment