Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Sunday, January 2, 2011

DO’A DAN ZIKIR DIRIWAYATKAN DARI RASULULLAH SAW 9

261- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : apabila kamu mendengar ayam jago berkokok maka mintalah kepada Allah akan rahmat Nya sebab ayam berkokok apabila mereka melihat malaikat. Dan apabila kamu mendengar keledai meringkik maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari syetan, karena keledai telah melihat syetan. ( Bukhari )

2...62- Tolha Ibnu Ubaidullah r.a. meriwayatkan : apabila Rasulullaa SAW melihat bulan baru maka ia mengucapkan

Wahai Allah ! jadikanlah bulan baru terbit bagi kami dengan keselamatan keimanan, kemanan dan islam. Wahai bulan Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah ! ( Tirmidzi )

263- Qotadah rahimahullah meriwayatkan : telah dilaporkan kepadaku bahwa ketika Nabi Saw melihat bulan baru, ia akan mengucapkan tiga kali :

Bulan baru kebaikan dan petunjuk yang benar, bulan baru baru yang baik dan petunjuk yang benar, bulan baru yang baik dan petunjuk yang benar, aku beriman kepadanya yang menciptakana engkau kemudian Baginda membaca :

Segala puji bagi Allah, yang menjadikan sekian dan sekian bulan yang berlalu, dan telah memulakan sekian dan sekian bulan. ( Abu Daud )

264- Umar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang melihat seorang dalam kesusahan dan malapetaka, dan ia membaca doa ini :

segala puji bagi Allah SWT yang telah menyelamatkan aku dari yang telah menimpa kamu, yang telah melebihkan aku keatas kebanyakan ciptaannya…. Akan diselamatkan dari malapetaka dalam seluruh kehidupannya, tidak kira macam apa malapetaka yang akan terjadi. ( Tirmidzi )

Catatan :Ja’far rahimahullah berkata : doa ini mesti diucapkan dalam hati seseorang, supaya orang yang tertimpa malapetaka tidak mendengarnya.

265- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasulullah SAW berbaring diatas tempat tidurnya pada malam hari, ia kan meletakkan tangannya dibawah pipinya dan berkata :

Wahai Allah dalam nama Mu aku mati dan hidup ( saya tidur dan saya bagun ). Apabila ia terbangun maka ia mengucapkan :

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami kehidupan sesudah mematikan kami dan kepada Nya kami akan dibangkitkan. ( Bukhari )

266- Bara Ibnu Ajib r.ahuma meriwayatkan : Rasulullah SAW memberitahu aku : apabila engkau pergi tidur, sucikanlah dirimu ( dengan berwuduk ), berbaringlah pada bagian sebelah kanan dan ucapkanlah :

Wahai Allah aku serahkan nyawa kepada Mu, dan memalingkan wajahku kepada Mu dan aku serahkan segala urusanku kepada Mu dan aku serahkan segala pengharapanku kepada Mu. Semuanya ini aku lakukan untuk mendapat rahmat Mu dan takut akan azab Mu tidak ada perlindungan dari pada kemurkaan Nya kecuali dengan rahmat Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan Rasul yang telah Engkau turunkan. Rasulullah SAW berkata kepada Bara r.a. : jikalau engkau tidur sesudah membaca do’a ini dan mati pada malam yang sama, maka engkau mati sebagai muslim yang sejati, dan apabila engkau terbangun pada pagi hari, maka engkau akan bangun dengan rahmat.janganlah berbicara sesudah mengucapkan doa ini ( akan tetapi pergilah tidur ). Bara r.a. berkata : saya mulai menghafalkan do’a ini dihadapan Rasulullah SAW. Saya selalu membaca pada akhir kalimat ini :

( Dan dengan Rasul Mu yang telah Engkau utus ! ), sebagai ganti

( dengan Nabi Mu yang Engkau utus ! ), akan tetapi Rasulullah SAW membetulkan saya dan meminta saya mengucapkan :

( dan dengan Nabi Mu yang telah Engkau utus ). ( Abu Daud dan Muslim )

267- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : apabila salah satu dari pada kamu pergi tidur, maka hendaklah ia mengebaskan tempat tidurnya dengan ujung selendangnya tiga kali, karena ia tidak mengetauhi apa yang telah datang ke atasnya semenjak ia pergi ( beberapa serangga yang berbisa boleh jadi masuk ke dalam tempat tidurnya ketika ia tidak ada ), dan mengucapkan lapaz :

dengan nama Mu wahai Tuhan aku membaringkan tubuhku dan dengan nama Mu aku bangun, jika Engkau memegang nyawaku rahmatilah ia dan jika Engkau membiarkannya pergi maka peliharalah ia pdengan yang Engkau jaga hamba Mu yang tulus dan benar. (Bukhari )

268- Hafsah r.anha istri Rasulullah SAW berkata : ketika Rasulullah SAW hendak pergi tidur, maka ia meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya dan kemudian mengucapkan tiga kali :

Wahai Allah peliharalah aku daripada Azab Mu pada hari itu ketika Engkau membangkitkan hamab-hamba Mu ( dari kubur ). ( Abu Daud )

269- Ibnu Abbas r.ahuma meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Jikalau seorang yang hendak bersetubuh dengan istrinya mengucapkan :

Dengan nama Allah, wahai Allah jauhkanlah kami dari syetan dan selamatkanlah anak yang Engkau berikan kepada kami. Apabila ditakdirkan yang seorang anak dilahirkan kepada mereka sesudah pertemuan ini, maka tiada setan yang akan memudaratkannya ( setan tidak akan pernah berhasil untuk menyesatkan bayi ini). ( HR.Bukhari )

270- Abdullah Ibnu Amr. R.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apabila seseorang merasa gelisah ( melalui mimpi buruk ) ketika ia tidur maka hendaklah ia mengucapkan

Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah Yang Sempurna dari kemarahan Nya, azab Nya, kejahatan hamba-hamba Nya dan kejahatan bisikan-bisikan setan, dan kehadiran mereka…. Maka mimipinya itu tidak menyebabkannya terganggu. Abdullah Ibnu Amr.r.anhuma mengajarkan doa ini kepada anak-anaknya yang telah mencapai usia puber, dan kepada anak-anaknya yang belum dewasa, ia menuliskan diatas sekeping kulit. Dan menggantungkan tulisan itu sekeliling leher anak-anak itu.

( Tirmidzi ).

No comments:

Post a Comment