There was an error in this gadget

Pentingnya Saling Ingat Mengingatkan dan Menyampaikan

PENTINGNYA SALING MENGINGATKAN dan MENYAMPAIKAN...

waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa lkhayri waya/muruuna bilma'ruufi wayanhawna 'ani lmunkari waulaa-ika humu lmuflihuun

[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.

qul haadzihi sabiilii ad'uu ilaallaahi 'alaa bashiiratin anaa wamani ittaba'anii wasubhaanallaahi wamaa anaa mina lmusyrikiin

[12:108] Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Saturday, January 29, 2011

KELEBIHAN WUDHU’

Ayat-ayat Al Qur’an

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai kesiku, usaplah kepalamu dan basuhlah kakimu samapai ke mata kaki. (Al Maidah 5:6)

Allah SWT berfirman : Dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan dirinya.

(At taubah 9 : 108 )

Hadist-hadist Nab...awi

243- Abu malik Al Ashari r.a.meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Athuhur ( kebersihan) adalah sebagian daripada iman, dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) memenuhi timbangan ( dalam keutamaan ), dan Subhanallah ( Maha Suci Allah ) dan Alhamdulillah memenuhi ( jarak ) antara langit dan bumi ( dengan pahala ), dan shalat adalah nur dan sedekah adalah bukti ( keikhlasan iman ) dan sabar adalah cahaya dan qur’an adalah hujjah bagi kamu atau bertentangan dengan kamu. (HR.Muslim )

Catatan :

1) makna Thuhur ( kebersihan ) menjadi separuh daripada iman, boleh merujuk kepada kenyataan bahwa separuh iman adalah penyucian bathin dari kufur,syirik, bid’ah, raib ( keraguan ) dan segala tipu daya yang negatif yang bertentangan dengan iman. Separuh iman yang lain menjadi afirmasi ( isbat) dari iman yang benar kepada Allah SWT, rasul Nya SAW, hari akhirat dan segala rukun iman yang lain sebagaimana yang terkandung dalam kalimah ( la Ilaha Illallah ) itu sendiri. Iman adalah juga nama mala-amalan shaleh sebagaia hasil dari iman; shalat menjadi perkara yang utama. Kebersihan jasmani adalah suatu keadaan bagi diterimanya shalat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa athuhur adalah separuh daripada shalat; yang dikerjakan dengan betul menjadi separuh yang lain.

2) Timbangan adalah dimana amalan-amalan akan di beratkan pada hari kiamat

3) Shalat adalah nur ; satu pengertian darinya adalah sebagai kebalikan daripada kegelapan, demikian pula shalat mencegah daripada fasad dan mungkar. Makna yang lain yaitu bahwa muka orang yang mengerjakan shalat akan bercahaya pada hari kiamat, sebagaimana cahaya dalam dunia ini. Makna yang ketiga adalah bahwa shalat akanmenjadi nur dalam kegelapan kubur dan nur pada hari kiamat.

4) manusia pada hakekatnya mencintai harta dan ia membelanjakannya untuk memenuhi keinginannya yang sementara. Oleh karena itu perbelanjaannya dalam sedekah semata-mata karena Allah, mengorbankan hawa nafsunya dan bediri debagai suatui tanda tanda bukti dan imannya yang benar.

5) Barangsiapa yang menjaga dengan sabar untuk memenuhi perintah-perintah Allah dan bersabar dari larangan – larangan Allah, dan dihadapan ujian-ujian dan kesusahan-kesusahan menjadi cahaya hidayat.

6) Qur’an dapat menjadi sebab keselamatan bagi seorang yang membaca dan beraamal denganya; sebaliknya ia dapat menjadi sebab kebinasaan. Semoga Allah menyelamatkan dan memberi petunjuk kepada kita. ( Nawawi dan Mirqaatul Mafatih )

244- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar sahabatku terkasih Rasulullah SAW bersabda : Perhiasan bagi seorang mukmin( pada hari kiamat ) yang akan sampai pada tempat yang ( air ) wudhu’ sampai (HR.Muslim )

245- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : umatku akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam suatu keadaan yang anggota-anggota dan muka mereka bercahaya dari bekas air wudhu’ mereka ; oleh sebab itu barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk memperpanjang sinarannya. Biarlah dia berbuat demikian. (HR.Bukhari )

Catatan : makna bahwa wudhu’ dilakukan sepenuhnya dengan hati-hati bahwa tiada bagian dari kulit yang kering. ( Mazahir Haque )

246- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dan melakukan wudhu’ dengan sempurna ( bermakna berhati-hati menjaga etiket ) maka dosa-dosanya berguguran dari tubuhnya, bahkan dari bawah kuku jari-jarinya. (HR.Muslim ).

Catatan : Menurut pendapat kebanyakan ulama bahwa dosa-dosa kecil diampuni oelh Allah dengan perantaraan wudhu’, shalat dan bentuk-bentuk ibadah lainnya. Akan tetapi bagi dosa-dosa besar, menurut prinsip umum dapat diampuni melalui istighfar yang ikhlas ( mencari pengampunan atau dosa-dosa yang lampau, dan tobat ). Merasa menyesal secara mendalam atas dosa-dosa seseorang dan bertekat tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun demikian semua ini bergantung kepada kemurahan Allah dan Dia tidak bergantung kepada seseorang atau sesuatu.

( Nawawi )

247- Ustman Ibnu Affan r.a.meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Alah mengambil wudhu’ dengan sempurna, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang ia lakukan sebelumnya dan juga dosa-dosa yang akan ia lakukan. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid ).

248- Umar Ibnu Alkhattab r.a. merwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seseorang yang mengerjakan wudhu’nya dengan sempurna ( dengan menjaga semua adab dan perkara-perkara mustahibbad yaitu ( adab dan sunah-sunah ) kemudian berkata : Asyshadualla ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan abduhu warusulu ( saya bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, yang tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhmmad adalah hamba Nya dan rasul Nya ) kecauali delapan pintu surga terbuka baginya. Untk masuk dari salah satu dari mereka yang ia suka.dalam riwayat yang lain Ukhbah Ibnu Amr Juhani r.a. disebutkan : Asyhadualla ilaha illallah wasyhaduanna muhammadan Abduhu Warasuluh, ( saya bersaksi Tiada yang disembah kecuali Allah ) tiada sekutu bagi Nya, dan saya berasaksi bahwa Muhammad adalah hamba Nya dan Rasul Nya; dalam riwayat Anas Ibnu Malik r.a. lapdz ini mesti dibaca tiga kali. Sedang dalam riwayat yang lain Utbah r.a. lapadz ini diucapkan sesudah m,engwerjakan wudhu’ sambil mengada ke langit. Dalam riwayat Umar Ibnu Al Khattab ra. Lapadz berikut diberikan

( saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya, wahai Allah jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyesal dan jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyukai ke suciaan.

( Muslim, Ibnu majah, Abu Daud dan Tirmidzi )

249- Abu said Al khudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW barang siapa sesudah mengambi wudhu’ membaca :

( Maha Suci Allah dan segala pujian bagi Nya, Tiada Tuhan yang disembah kecuali Alah, dari Engkau kami memohon pengampunan dan kepada Engkau kami kembali; maka akan di tuliskan pada sehelai kertas dan dimateri. Matreai itu tidak akan terbuka sampai pada hari kiamat ( bermakna bahqa pahal-pahala ucapan ini akan dipelihara sampai akherat. ( Mutradak Hakim )

250- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’( dengan membersihkan setiap anggota sekali telah memenuhi kehendak fardhu ), karena inilah kkehendak wudhu’ yang tidak ada kompromi. Dan barangsiapa membersihkan ( setiap anggota ) dua kali mendapat pahala dua bagian. Dan barangsiapa membersihkan setiap anggota tiga kali ( sebagaimana wudhu yang aku lakukan ), inilah wudhu’ku dan wudhu para Nabi sebelum aku. ( Musnad Ahmad ).

251- Abdullah Sunabihi r.a. meriwayatan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila hamba Allah ( beriman kepada Alah ) mengambil wudhu’, ( memulai ) dengan memasukkan air( kemulutnya ), maka dosa-dosa mulutnya dihapuskan. Dan apabila ia menghembuskan air ( karena membersihkan ) hidungnya, maka dosa-dosa hidungnya dihapuskan. jiKa ia membasuh mukanya dosa-doa muka dihapuskan, sehingga air melalui dibawah kelopak matanya. Apabila ia membersihkan lengannya maka dosa-d0sa lengannnya dihapuskan sehingga air melalui dibawah kuku-kukuk jarinya. Dan apabila membersihkan kepalanya dengan menyapukan tangannya yang basah maka dosa-dosa kepalanya dihapuskan sehinggga memlaui telinganya. Apabila ia membersihkan kakinya dosa-dosa kakinya akan dihapuskan sehingga melaui dibawah bagian dalam kuku-kuku jari. Kemudian berjalannya menuju ke masjid dan mengerjakan shalat menjadi sebab pahala yang banyak. (HR.Nasai ).

Diriwayatkan dalam sebuah kisah yang panjang oleh Amir Ibnu Abbasa Sulami r.a. : Tiadalah orang yang berdiri untuk mengerjakan shalat sesudah melaukan wudhu’, dan memuji dan memuliakan serta mengagungkan Allah SsWT dengan cara yang patut sesuai martabat Nya, dan ia memusatkan perhatiannya kepada Allah SWT sesudah mengosongkan hatinya ( dari segala pemikiran dunia dan bertawajuh ) semata-mata karena Allah, kecuali bahwa sesudah menyempurnakan shalatnya, ia di sucikan dari dosa-dosanya seolah-olah pada hari ia baru dilahirkan oleh ibunya. (HR>Muslim )

Catatan : Menurut beberapa ulama yang berpegang pada riwayat pertama bermaksud bahwa melaui wudhu segala dosa-dosa yang dilakukan oleh badan di ampuni; dan dengan mengerjakan shalat segala dosa-dosa bathin diampuni ( kashpul Mugotha )

252- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : baangsiapa yang bangun mengerjakan wudhu’nya, dengan niat untuk mengerjakan shalat kemudian membersihkan tangan-tangannya, maka dosa kedua belah tangannya berguguran dengan jatuhnya air yang pertama. Kemudian apabila ia berkumur-kumur, dan memasukkan air kedalam hidungnya dan menghembuskanya; maka dosa-dosa lidah bibir berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membasuh mukanya maka dosa pendengarannya dan penglihatannya berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membersihkan kedua lengannya samapai ke siku dan ke dua kakinya sampai ke kedua mata kaki; maka ia menjadi bebas dari segala dosa sebagaimana keadaannya pada hari ibunya melahirkannya. Baginda berkata : apabila ia berdiri shalat, Allah menaikkan kedudukannya dan jikalau ia duduk ( walaupun tanpa berdiri untuk shalat ) maka duduknya membebaskan ia dari dosa-dosa ! ( Musnad Ahmad )

253- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : bagi seorang yang mengambil wudhu’ ( padahal ia sudah ) dalam keadaan bersuci maka baginya tertulis sepuluh hasanah. (Abu Daud )

Catatan : Para ulama telah menuliskan hadis ini merujuk kepada kelebihan memperbaharui wudhu’, sesudah berselang beberapa waktu karena melakukan sesuatu ibadat seperti shalat, membaca Al Qur’an, Thawaf dan sterusnya, untuk mempertahankan dan memperbaharui kekuatan rohani dan fisik untuk ibadat selanjutynya. ( Badzlul Majhud )

254- Abu Hurarirah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Apabila karena tidak ( takut ) memberatkan umatku maka saya sudah memerintahkan mereka ( untuk membersihkan gigi mereka ) dengan siwak pada setiap waktu shalat. (HR>muslim )

Catatan : Siwak atau Miswak alat pembersih gigi yang diambil dari akar atau ranting berbagai pohon di hutan. Yang paling lazim dan bermanfaat adalah akar dari salvadora persica, sebuah tumbuhan liar padang pasir yang banyak dikenal di Arab sebagai arak dan dalam bahasa urdu sebagai peelu.

255- Abu Ayyub Al Anshari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ada empat karakterisik yang berkaitan dengan amalan para nabi ( rasul ) : malu, memakai wangi-wangian, memakai siwak dan kahwin. ( HR.Tirmidzi )

256- Aisyah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada sepuluh karakteristik yang berkaitan dengan amalan semua nabi : menggunting kumis, memanjangkan janggut, memakai siwak, memasukkan air ( untuk memberishkan hidung ), memotong kuku, membasuh persendian-persendian jari, ( sama halnya semua bagian badan apabila kotor sebagaimana umpama lobang telinga itu, lobang hidung dan ketiak, dan seterusnya ), mencabut bulu-bulu ketiak, mencukur bulu-bulu kemaluan dan membersihkan diri ( dengan air ). Perawi hadis ini, Musad rahmatullahialaihi berkata : saya melupakan yang kesepuluh, barangkali itu adalah berkumur-kumur. ( HR.Muslim )

257- Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Siwak adalah sebab untuk membersihkan mulut dan menyukakan Rab. ( Nasai )

258- Abu Umamah r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersbda : Jibril a.s. datang kepadaku menegaskan kepadaku ntuk memakai siwak dengan akibat; yang saya takut menyebabkan gusi-gusi saya luka (pada bagian depan mulutku ).

( Musnad Ahmad )

259- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah pergi tidur atau disiang hari kecuali apabila bangun ia membersihkan giginya dengan siwak sebelum mengambil wudhu’. (Abu Daud )

260- Ali r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya apabila seorang hamba memakai siwak, kemudian berdiri dalam shalat, seorang malaikat berdiri di belakangnya, mendengar lebih dekat kepada bacaannya. Ia kemudian datng lebih mendekat kepadanya; sehingga ia meletakan mulutnya pada mulut (orang yang membaca Al Qur’an ).karena tiada sesuatu yang keluar dari mulutnya ( Al-Qur’an ), kecuali bahwa bacaan itu masuk kedalam mulutnya malaikat ( menjadi sangat dikasihinya ), oleh sebab itu bersihkanlah mulutmu ( dengan siwak ) untuk ( bacaan ) Al Qur’an. ( Musnad Bazar Majma Uz Zawaid ).

261- Aisyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dua rakaat shalat ( dikerjakan) dengan siwak, lebih tinggi nilainya samapai tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa siwak. ( Bazar Majma Uz Zawaid )

262- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasululah SAW berdiri untuk tahajjud ; ia begitu bergairah menggosok giginya dengan siwak. ( HR. Muslim)

Catatan : Tahajud adalah shalat sunat yang sangat tinggi nilainya apabila dikerjakan pada bagian akhr dari malam.

263- Suro’ih rahimahullah berkata saya bertanya : Aisah r.anha : ketika memasuki rumahnya, apa yang dikerjakan pertama-tama oleh Rasululah SAW ? ia menjawab : ia memakai siwak. (HR.Muslim )

264- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidakla ia meninggalkan rumahnya untuk salahsatu dari shalat sehingga ia memakai siwak.


( Tabrani dan Majma Uz zawaid )

265- Abu Khoiroh Subahi r.a. berkata : Saya adalah salah satu dari antara delegasi yang datang kepada Rasulullah SAW dan ia memberikan kami ( akar-akar ) arak

( siwak ) untuk kami pakai sebagai siwak maka kami berkata kepadanya : Wahai Rasulullah ! kami mempunyai batang-batang ( pohon korma untuk miswak ), akan tetapi kami menerima kemurahanmu dan hadiahmu. (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

No comments:

Post a Comment